Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII (Sebuah Kajian Kualitas) titin untari; Nurmiwati Nurmiwati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i1.3867

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku teks yang diterbitkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, untuk mengetahui kualitas isi, kualitas bahasa, kualitas penyajian dan kualitas rancangan buku. Hasil dari penelitian   ini menyatakan bahwa, buku teks pemerintah masih ada yang tidak menggunakan syarat yang telah disebutkan dalam syarat buku teks. Pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTsKurikulum 2013 edisi revisi 2017 dilihat dari kualitas isi dengan kategori kesesuain isi dengan KI dan KD persentase 100% skor 3, keaktualan materi  persentase 100% skor 3, keakuratan materi persentase 70% skor 2. Kualitas bahasa dengan kategori ketepatan penggunaan ejaan 66,7% skor 2, kesesuaian perkembangan peserta didik persentase 100% skor 3, kelugasan 100% skor 3. Kualitas penyajian kategori pembangkit motivasi belajar siswa persentase 100% skor 3,ada tidaknya soal latihan pada setiap bab persentase 100% skor 3, glosarium indeks persentase 100% skor 3. Kualitas rancangan buku kategori ukuran buku persentase 100% skor 3, ukuran, jenis dan format persentase 100% skor 3, dan penggunaan ilustrasi persentase 94,11% skor 3. Secara keseluruhan nilai untuk buku teks pemerintah skor 34. Abstract: This study aims to determine the quality of textbooks published by the government. This study used a qualitative descriptive method, to determine the quality of the content, the quality of the language, the quality of the presentation and the quality of the book design. The results of this study state that there are still government textbooks that do not use the conditions mentioned in the textbook requirements. In the Indonesian language textbook Class VIII SMP / MTs Curriculum 2013 revised edition 2017 seen from the quality of the content with the category of content conformity with KI and KD percentage 100% score 3, quality material percentage 100% score 3, accuracy of material percentage 70% score 2. Language quality with the category of accuracy in using spelling 66.7% score 2, the suitability of student development percentage 100% score 3, straightforwardness 100% score 3.The quality of presentation in the category of generating student learning motivation percentage 100% score 3, whether or not there are practice questions in each chapter percentage 100 % score 3, glossary index percentage 100% score 3. Quality of book design category book size percentage 100% score 3, size, type and format percentage 100% score 3, and use of illustration percentage 94.11% score 3. Overall score for government textbooks score 34.
Kesalahan Pemakaian Afiksasi pada Berita Politik di Surat Kabar Lombok Post Baiq Desi Milandari; Syafruddin Muhdar; Nurmiwati Nurmiwati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2659

Abstract

Abstrak: Salah satu jenis media massa yang sangat dekat dengan masyarakat adalah surat kabar atau biasa disebut Koran. Hampir setiap hari masyarakat luas dapat membaca surat kabar. Oleh karena itu, surat kabar merupakan salah satu jalur untuk melakukan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada surat kabar, banyak sekali ditemukan kesalahan-kesalahan dalam pemakaian bahasa Indonesia, salah satunya kesalahan dalam penggunaan afiksasi. Afiksasi merupakan proses pembentukan kata atau kesalahan yang berpotensi mengubah makna dan bentuk kata. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan afiksasi pada berita politik di surat kabar Lombok Post. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan metode simak catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data lalu melakukan penyimpulan. Sumber data diperoleh dari berita politik pada surat kabar Lombok Post edisi Februari 2020. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pada tataran prefiks, sufiks, dan konfiks. Pada tataran prefiks ditemukan 3 bentuk kesalahan yaitu penghilangan unsur prefiks dan terjadinya kesalahan penggunaan prefix ke-. Kesalahan pada sufiks ditemukan 10 bentuk kesalahan yang memperlihatkan adanya ketidak tepatan dalam menggunakan akhiran –kan dan -i. Pada tataran konfiks ditemukan 2 bentuk kesalahan yaitu kesalahan terhadap penghilangan unsur konfiks dan kesalahan dalam pemakaian konfiks me-kan. Abstract:  The mass media that is very close to the public is the newspaper. every day people can read newspapers. Therefore, newspapers are one of the ways to develop and develop Indonesian language that is good and right. In newspapers, there are many errors found in the use of Indonesian, one of which is an error in the use of affixation. Affixation is the process of forming words or errors that have the potential to change the meaning and form of words. the purpose of this study is to describe the misuse of affixation in political news in the Lombok Post newspaper. this research is a descriptive qualitative research. The data collection method is done by using the documentation method and the note-taking method. Data analysis is carried out through the stages of data reduction and then conclusions. The data source is from political news in the February 2020 edition of the Lombok Post newspaper. The results of the study indicate prefixes, suffixes, and confixes. In the prefix found 3 forms of error, namely removal of the prefix element and the occurrence of the use of prefix- errors. Errors in suffix found 10 forms of errors that show the inaccuracies in using the suffix -i and -i. At the level of confix found 2 forms of errors, namely errors on removing the elements of confixes and using confixes me-kan errors.
Analisis Bentuk dan Fungsi Penggunaan I’a pada Remaja di Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima (Kajian Sosiopragmatik) Nurmiwati nurmiwati; Sri Maryani; Akhmad H Mus
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.886 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2607

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi penggunaan i’a pada remaja di desa Pandai kecamatan Woha kabupaten Bima metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan adanya penggunaan i’a pada remaja di desa Pandai dengan bentuk dan fungsi yang beragam sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini.Bentuk i’a pada remaja di desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima meliputi bentuk lingkungan, keadaan, sifat, dan wujud. Fungsi penggunaan i’a pada remaja di desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima meliputi sindiran, perumpamaan, ekspresi rasa marah, ekspresi rasa kecewa, ekspresi memuji, cacian dan teguran.Abstract: This study aims to determine the form and function of the use of i'a in adolescents in Pandai village, Woha sub-district, Bima district. The data collection methods used in this study are the method of observation, interview, recording, and documentation. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis methods. From the results of the study found the use of i'a in adolescents in the village of Pandai with different forms and functions in accordance with the theory used in this study. and form. The function of the use of i'a in adolescents in Pandai village, Woha District, Bima Regency includes satire, parables, expressions of anger, expressions of disappointment, expressions of praise, scolding and reprimands
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS GAGASAN SECARA LOGIS DAN SISTEMATIS DALAM BENTUK RAGAM PARAGRAF EKSPOSITIF PADA SISWA KELAS X SMA Baharudin Baharudin; Titin Untari; Nurmiwati Nurmiwati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 4, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.172 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v4i1.1222

Abstract

Abstrak: Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru di sekolah, seringkali siswa mengalami kesulitan dalam menulis paragraf ekspositif. Salah satu kesulitan siswa adalah kesulitan dalam menyusun gagasan yang logis dan sistematis. melalui paragraf ekspositif, siswa diharapkan dapat menulis gagasan yang logis dan sistematis titik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XA  SMAN 7 Mataram yang berjumlah 39 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu, metode observasi, metode tugas, dan metode dokumentasi titik teknik analisis data menggunakan rumus penilaian acuan patokan (PAP).  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut titik kemampuan menulis paragraf ekspositif pada siswa kelas X SMAN 7 Mataram: a) kemampuan individual. 2 tinggi 16 orang siswa sebesar  41%, sedang 33 orang siswa sebesar 59%, 0 orang siswa sebesar 0%, b)  IPK  64 Pada kategori normal, hasil ini membuktikan bahwa kemampuan menulis paragraf ekspositif pada siswa masih tergolong pada kategori normal.Abstract: Teaching and learning activities carried out by students and teachers at school, often students have difficulty writing expository paragraphs. One of the difficulties of students is the difficulty in arranging logical and systematic ideas. through expositive paragraphs, students are expected to be able to write logical and systematic ideas. The type of research used is quantitative descriptive research. The subjects in this study were students of class X a of SMAN 7 Mataram amounting to 39 people. Data collection methods in this study are, the observation method, the task method, and the method of documentation point of data analysis techniques using the benchmark reference assessment formula (PAP). Based on the results of the study it can be concluded as follows the point of the ability to write expository paragraphs in class X students of SMAN 7 Mataram 2016/2017 school year: a) individual ability. 2 high 16 students by 41%, 33 students by 59%, 0 students by 0%, b) GPA 64 In the normal category, these results prove that the ability to write expository paragraphs to students is still classified in the normal category.
Warewolf Game: Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Mengoptimalkan Pendidikan Karakter di PKBM Pandawa Syafruddin Muhdar; Nurmiwati Nurmiwati; Akhmad H. Mus
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.752 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v5i1.1656

Abstract

Abstrak: Pembangunan pendidikan tidak hanya  untuk mengembangkan aspek intektual saja melainkan juga watak, moral, sosial dan fisik peserta didik, atau dengan kata lain menciptakan manusia Indonesia seutuhnya. Mengajar yang baik tentunya membutuhkan strategi yang baik pula. Maksud mengajar disini bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa atau peserta didik semata melainkan memberikan pengalaman dan nilai pada anak . Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah Werewolf Game. Werewolf game merupakan salah satu alternatif Strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan pendidikan karakter. Penggunaan strategi pembelajaran ini mampu mengkombinasikan antara permainan dan pendidikan terutama pendidikan karakter sehingga siswa mendapatkan pengalaman yang asik dan menarik ketika mengikuti proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari penerapan strategi ini adalah: 1. Melalui strategi Pembelajaran werewolf game, motivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran khusunya kompetensi berbicara menjadi lebih meningkat, sehingga siswa menjadi lebih aktif, berani berbicara atau memerankan peran yang telah dibagikan didepan kelas pada setiap tahapan kegiatan yang dilaksanakan. 2. Melalui penerapan strategi pembelajaran werewolf game, nilai karakter siswa menjadi meningkat. Hal ini berdampak positif untuk peserta didik ketika berbaur dengan masyarakat. Abstract: Educational development is not only to develop intellectual aspects but also the character, morals, social and physical aspects of students, or in other words to create Indonesian people as a whole. Good teaching certainly requires a good strategy. The purpose of teaching here is not only transferring knowledge to students or students but rather providing experiences and values to children. One strategy that can be applied is Werewolf Game. Werewolf game is one alternative learning strategy that is able to optimize character education. The use of this learning strategy is able to combine games and education, especially character education so that students get a cool and interesting experience when following the learning process. The results obtained from the application of this strategy are: 1. Through the werewolf game Learning strategy, students' motivation to participate in the learning process especially speaking competency becomes more increased, so students become more active, dare to speak or play roles that have been distributed in front of the class at each stage of the activity which is implemented. 2. Through the application of the werewolf game learning strategy, the value of student characters increases. This has a positive impact on students when mingling with the community.
Gerakan Literasi Melalui Pembelajaran Sastra yang Apresiatif dan Integratif di SMA Negeri 1 Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Baiq Desi Milandari; Nurmiwati Nurmiwati; Roby Mandalika Waluyan; Sintayana Muhardini
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i2.5476

Abstract

Literasi didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam hal menulis dan membaca. Lebih luas lagi, literasi merupakan proses mengintegrasikan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berpikir kritis. Salah satu keuntungan dari literasi yaitu dapat melatih diri untuk dapat lebih terbiasa dalam membaca serta juga dapat membiasakan seseorang untuk dapat menyerap informasi yang dibaca dan dirangkum dengan menggunakan bahasa yang dipahaminya. Akan tetapi, pada kenyataannya kemampuan literasi siswa di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini juga disebabkan oleh kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya literasi masih kurang. Oleh karena itu, penanaman gerakan literasi dapat dilakukan melalui pembelajaran sastra yang apresiatif dan integratif. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gerakan literasi melalui pembelajaran sastra yang apresiatif dan integratif di SMA Negeri 1 Gunungsari. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Gunungsari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data lalu melakukan penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa gerakan literasi di SMA Negeri 1 Gunungsari mulai dilaksanakan sejak tahun 2016. Kegiatan tersebut sempat terhenti akibat beberapa kendala seperti gempa bumi pada tahun 2018 dan pandemi covid-19. Pada awal tahun 2021, kegitan literasi kembali dilaksanakanmeski harus dilakukan melalui jarak jauh. Pada proses pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada materi sastra guru meminta siswa untuk tetap melaksanakan literasi di rumah masing-masing meski masih dalam keadaan pandemi. Literasi yang dilakukan siswa pada materi sastra sebagian besar adalah dengan membaca karya sastra berupa novel atau cerpen. Selain itu juga, guru meminta siswa untuk membaca buku-buku lain yang berkaitan dengan materi pelajaran seperti ensiklopedia sastra dan lainnya. Peran literasi seperti itu menghasilkan peranan yang positif terhadap hasil belajar dan juga terhadap pemahaman siswa dalam memahami materi sastra yang apresiatif dan juga integratif. Literacy is defined as a person's ability to write and read. More broadly, literacy is a process of integrating listening, speaking, reading, writing, and critical thinking skills. One of the advantages of literacy is that it can train oneself to be more accustomed to reading and can also familiarize a person to be able to absorb information that is read and summarized using the language he understands. However, in reality the literacy ability of students in Indonesia is still very low. This is also due to the lack of awareness and understanding of the importance of literacy. Therefore, the cultivation of the literacy movement can be done through appreciative and integrative literary learning. For this reason, this study aims to determine the literacy movement through appreciative and integrative literary learning at SMA Negeri 1 Gunungsari. The subjects of this study were students of class X SMA Negeri 1 Gunungsari. This type of research is a descriptive qualitative research. Methods of data collection is done by using the interview method and the method of documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction and then making conclusions. Based on the results of the study, it is known that the literacy movement at SMA Negeri 1 Gunungsari has been implemented since 2016. The activity was stopped due to several obstacles such as the earthquake in 2018 and the covid-19 pandemic. In early 2021, literacy activities will be carried out again, although they must be carried out remotely. In the Indonesian language learning process, especially in literary material, the teacher asks students to continue to carry out literacy at their respective homes even though they are still in a pandemic. Literacy done by students on literary material is mostly by reading literary works in the form of novels or short stories. In addition, the teacher asks students to read other books related to the subject matter such as literary encyclopedias and others. The role of such literacy produces a positive role on learning outcomes and also on students' understanding in understanding literary material that is appreciative and also integrative.
ANALISIS NILAI DAN KONFLIK SOSIAL DALAM BUKU LEGENDA LALU DIA DAN LALA JINES DALAM KARANGAN H. MUCHSI HAMIM Isabela Luber Palma; Nurmiwati Nurmiwati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 4, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.113 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v4i2.1223

Abstract

Abstrak: Penulisan ini bertujuan untuk mendekripsikan nilai dan konflik sosial penelitian ini adalah kajian pustaka tentang nilai dan konflik sosial dalam buku legenda lalu diadan lalu jines karya hamim penelitian ini dikaji dengan teori semiotik dan teori konflik social. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dekumentasi dan metode telah metode analisis data yang digunakan yaitu identifikasi, klasifikasi dan interpretasi. Berdasarkan hasil analisis tentang niilai dan konflik sosial, dapat diketahui berdasarkan hal: 1) nilai yang tekandung dalam legenda lalu diadan lala jines meliputi; (a) nilai pendidikan, (b) nilai moral, (c) nilai adat/tradisi (d) nilai religius/agama dan (e) nilai kepahlawanan. 2)bentuk konflik sosial yang terkandung dalam lengenda legenda lalu diadan lala jines  adalah konflik pribadi dan konflik kelompok. (a) konflik yang terjadi adalah adanya perbedaan pendapat, pertentangan, dan perselisihan tokkoh lalu Dia yang mempunyai pendirian yang kuat sehingga kerap kali memicu konflik dengan tokoh-tokoh lainya, dua jenis konflik pribadi dalam lengenda yang disebabkan oleh lalu Dianyaitu  dampak negatif, (rusak ya harta benda dan hilangnya nyawa manusia) dan dampak positif (menciptakan ikatan sosial antara pribadi yang berkonflik dan terjadi konpromi antara pihak-pihak yang berkonflik dan mencapai keadaan sepakat untuk mengakhiri  konflik), (b) konflik kelompok yaitu peperangan antara kerajaan alas dan kerajaan seran, adanya perbedaan kebudayaan yang mempengaruhi pola pemikiran kerajaan seran, adanya perbedaan kebudayaan yang mempengaruhi pola pemikiran kerajaan seran sehingga terjadi peperangan antara kedua kerajaan tersebut, peperangan inni berakhir dengan adanya solusi perdamaian kedua pihak.Abstract:  This writing aims to describe the values and social conflicts of this research. It is a literature review on values and social conflicts in the legendary books of the past, and then jines of this research work are examined with semiotic theory and social conflict theory. Data collection methods used are the method of documentation and the methods of data analysis have been used namely identification, classification and interpretation. Based on the results of the analysis of social values and conflicts, it can be known based on: 1) the values contained in the last legend of him and lala jines include; (a) educational values, (b) moral values, (c) customs / traditions values (d) religious / religious values and (e) heroic values. 2) the forms of social conflict contained in the legend of the past legend he and Lala Jines are personal conflicts and group conflicts. (a) the conflicts that occur are differences of opinion, disagreements, and disputes, and then He who has a strong stance that often triggers conflicts with other figures, two types of personal conflicts in the environment caused by the past Dian'itu negative impacts , (damage to property and loss of human life) and positive impact (creating social bonds between conflicting individuals and a compromise between parties to the conflict and reaching a state of agreement to end the conflict), (b) group conflict, namely war between kingdoms based and the kingdom of seran, there are cultural differences that influence the mindset of the kingdom of seran, there are cultural differences that affect the mindset of the seran kingdom so that war between the two kingdoms, this war ends with the existence of a peace solution for both parties.
MAKNA UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT BIMA Nurmiwati Nurmiwati; Fahidah Fahidah
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.73 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v3i2.1229

Abstract

Makna penggunaan ungkapan bergantung pada pilihan kata atau kalimat yang digunakan oleh masyarakat dalam melakukan interaksi dalam kehidupan sosial masyarakat. Penggunaan ungkapan dalam kehidupan sehari-hari hanya  digunakan jika penutur ingin menyampaikan tujuan dan maksud dalam hal yang positif maupun yang negatif. Penyampain sindiran dapat disampaikan dengan ungkapan yang halus maupun ungkapan yang tidak halus seperti ungkapan yang digunakan dalam masyarakat Bima.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang makna ungkapan yang disampaikan oleh masyarakat Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dalam melakukan analisis data. Sedangkan untuk penggumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, catat, rekam, dokumentasi dan teknik terjemahan. Langkah-langkah penganalisisan data dengan menggunakan  yakni reduksi, penyederhanaan, penyajian, deskripsi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini ditemukan adanya penggunaan makna ungkapan diantaranya; 1) menasehati, 2) memotifasi, 3) memberikan dukungan, 4) mengingatkan, 5) menyadarkan,dan 6) melengkapi, dan 7) menyemangati
PERMAINAN EDUKASI PSIKOSOSIAL DI DESA AIK BERIK KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rima Rahmaniah; M Hudri; Irwandi Irwandi; Moh Fauzi Bafadal; Nurmiwati Nurmiwati; Hidayati Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.578 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.2197

Abstract

ABSTRAKBermain, dari segi pendidikan adalah kegiatan permainan menggunakan alat permainan yang mendidik serta alat yang bisa merangsang perkembangan aspek kognitif, sosial, emosi, dan fisik yang dimiliki anak atau yang disebut dengan permainan edukatif. Adams (1975) berpendapat bahwa permainan edukatif adalah semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya, termasuk permainan tradisional dan moderen yang diberi muatan pendidikan dan pengajaran. Maka guna mengurangi trauma anak pada dampak bencana gempa pada tahun 2018 lalu, tim pengabdian bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai kegiatan psikososial dengan mengajak dan mengajar anak-anak terdampak tersebut dengan memberikan permainan edukatif dengan tahapan kegiatannya dimulai dari pemutaran film animasi gempa bumi, sesi tanya jawab, dan bermain edukasi untuk mengurangi trauma anak mengenai kejadian bencana yang terjadi di tahun 2018 lalu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan self awareness anak usia sekolah sampai menengah yang ada di desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan dilakukan selama 8 (delapan) pekan dalam 2 (dua) bulan dengan menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung,  dan metode tindakan. Target hasil capaian dan simpulan dalam kegiatan ini sebagai berikut: a) Adanya pemahaman tentang mitigasi bencana pada anak-anak dan masyarakat yang akan menemani anak-anak mereka  untuk meningkatkan self awareness mereka tentang bencana, b) Dimilikinya pengembangan pengetahuan, ketrampilan dengan menggunakan permainan edukatif untuk mengurangi trauma akan dampak gempa yang terjadi tahun 2018  lalu, dan c) Dimilikinya pemahaman tentang kesiapsiagaan akan mitigasi bencana yang bertujuan pengurangan dampak bencana atau usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi korban ketika bencana terjadi baik korban jiwa maupun harta Kata kunci : permainan edukasi; psikososial. ABSTRACTIn terms of education, playing is an activity by using games that can stimulate the development of cognitive, social, emotional, and physical aspects of a child or what is called an educational game. Educational games are all forms of games designed to provide educational experiences or learning experiences to the players, including traditional and modern games that are given educational and teaching content. So in order to reduce child trauma on the impact of the earthquake in 2018, the team of devotees along with students carried out community service activities as a psychosocial activity by inviting and teaching affected children by providing educational games with stages of activities starting from the screening of earthquake animated films, question answer sessions, and education games to reduce child trauma regarding disasters that occurred in 2018 and to improve the knowledge, skills and self awareness of school-to-middle-aged children in the Aik Berik village, Batukliang Utara District, Lombok Tengah District. This activity would be carried out for 8 (eight) weeks in 2 (two) months using the observation method or direct observation, and the action method. The target and conclusion in this activity are as follows: a) An understanding of disaster mitigation for children and the community that will accompany their children to increase their self-awareness about disasters, b) Having the knowledge development and skills by using educational games to reduce trauma to the effects of the earthquake that occurred last 2018, and c) Having an understanding of disaster mitigation preparedness aimed at reducing the impact of disasters or efforts made to reduce casualties when disasters occur both fatalities and property. Keywords : educational game; psychosocial.
Wisata Halal Dalam Dimensi Kesantunan Tindak Tutur Habiburrahman Habiburrahman; Nurmiwati Nurmiwati; Akhmad H.Mus
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) 2018: Proceeding of The 1st International Conference on Halal Tourism, Products, and Services 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.853 KB) | DOI: 10.31764/ijeca.v0i0.1991

Abstract

Wisata halal  yang umum dikenal selama ini adalah wisata syariah atau wisata religi. Pengertiannya tentu tidak selalu berwisata ke lokasi-lokasi religius seperti makam-makam Walisongo seperti yang selama ini banyak dilakukan orang. Jika wisata religi lebih mengedepankan aspek lokasi atau objek dan sejarah tempat wisata, maka wisata halal lebih mengedepankan aspek pelaku atau wisatawannya. Istilah wisata halal tidak hanya soal berkunjung ke lokasi religius, namun juga ke lokasi-lokasi umum dengan tetap menjaga adab sebagai Muslim dan memberikan fasilitas serta kemudahan bagi para wisatawan Muslim. Sesuai uraian tersebut maka aspek kesantunan tindak tutur sebagai salah satu indikator wisata halal dari aspek kemudahan komunikasi. Bagian tidak terpisahkan lainnya dari wisata halal ini adalah para pemandu wisata yang juga harus menyesuaikan diri dengan para wisatawan Muslim. Dalam komunikasi, kesantunan merupakan aspek penting dalam kehidupan untuk menciptakan komunikasi yang baik di antara pemandu wisata dan wisatawan. Misalnya dengan menjaga adab berkomuniasi, menggunakan pakaian yang sopan sesuai standar Muslim serta tidak lupa mengingatkan waktu beribadah tepat waktu kepada para wisatawan dengan bahasa yang santun. Bentuk kesantunan tindak tutur ini banyak kita temukan dalam sembilan fungsi tindak tutur saat memberikan layanan sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan tentang penggunaan kesantunan tindak tutur direktif di kalangan Jamaah Tablig dalam berdakwah, yaitu: (1) fungsi tindak tutur untuk menyatakan ajakan, (2) suruhan, (3) peringatan, (4) seruan, (5) imbauan, (6) persilaan, (7) anjuran, (8) harapan, dan (9) larangan. Pemakaian kesantunan tindak tutur dalam memberikan layanan prima terhadap  para wisatawan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu strategi kesantunan positif dan strategi kesantunan negatif. Kedua strategi kesantunan tersebut dapat menjadi indikator wisata halal dari aspek kemudahan komunikasi dengan menjaga adab berkomunikasi dan menciptakan situasi yang nyaman dengan lingkungan yang santun dari masyarakat sekitarnya.