Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Himasapta

Evaluasi reklamasi dan revegetasi di PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua, Tapin, Kalimantan Selatan Sita, Farida; Noor, Rudy Hendrawan; Nurhakim, Nurhakim; Syafi'i, Ahmad Ali
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12363

Abstract

PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua terletak di Desa Pantai Cabe Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang penambangan batubara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai kegiatan reklamasi dan revegetasi yang telah dilakukan sehingga pelaksanaan reklamasi berjalan secara terencana, sistematis dan berkelanjutan yang merupakan bentuk serta upaya untuk melaksanakan pengelolaan pertambangan yang berwawasan lingkungan. Pada penelitian yang dilakukan acuan untuk pelaksanaan kegiatan reklamasi di PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua mengacu kepada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827/K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Adapun parameter reklamasi yang menjadi penilaian dalam penelitian ini sesuai dengan acuan yang ada adalah penilaian pada penatagunaan lahan, revegetasi dan penyelesaian akhir. Berdasarkan parameter tersebut, maka didapatkan hasil evaluasi reklamasi dan revegetasi di lahan bekas tambang PT Binuang Mitra Bersama menurut acuan pada matrik 17 maka didapatkan hasil yaitu dengan total 78,8% yang mana hasil ini dapat dikategorikan baik sehingga hasil reklamasi dapat diterima dengan beberapa perbaikan.
Analisis pemanfaatan fly ash dan bottom ash sebagai campuran material perkerasan jalan di PLTU Asam Asam Amin, Ading Fahriza; Nurhakim, Nurhakim; Riswan, Riswan
Jurnal Himasapta Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i2.13298

Abstract

Besarnya jumlah limbah abu batubara akibat penggunaan batubara sebagai bahan bakar PLTU menimbulkan masalah terutama dalam proses pembuangannya karena membutuhkan tempat serta fasilitas pembuangan khusus. Dewasa ini diketahui penggunaan fly ash dan bottom ash dapat digunakan sebagai campuran material perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah abu batubara sebagai campuran material perkerasan jalan di PLTU Asam-asam untuk mengurangi jumlah limbah abu batubara yang volumenya bertambah setiap harinya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, persentasi komposisi campuran material lapisan pondasi bawah adalah fly ash 70%, bottom ash 25% dan semen 5% sebagai lapisan pondasi bawah layer 1 dengan nilai CBR yang dihasilkan hampir dua kali lebih besar dari komposisi campuran material lapisan pondasi bawah 70% fly ash, 20% bottom ash dan 10% semen.
Analisis dan evaluasi parameter kualitas batubara pada stock ROM dan crushing plant PT Jorong Barutama Greston Meliyana, Meliyana; Nurhakim, Nurhakim; Noor, Rudy Hendrawan
Jurnal Himasapta Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i3.10836

Abstract

Kualitas batubara merupakan parameter utama dalam menentukan sebuah kegiatan baik pengolahan maupun pemanfaatan bahan galian. Kualitas suatu batubara ini juga dapat ditentukan dengan menganalisa parameter kualitas batubaranya baik secara fisik maupun secara kimiawi. Kualitas batubara juga dipengaruhi oleh kondisi geologi daerah penambangan, baik batubara dengan kadar tinggi, sedang, maupun rendah. Kehadiran karbon di setiap lapisan bervariasi dalam kualitas dan kuantitas. Untuk memperjelas, perusahaan memperkenalkan kontrol kualitas batubara berdasarkan parameter kualitas batubara untuk mengontrol kualitas batubara dari depan tambang hingga penyimpanan, sehingga berbagai metode parameter batubara diuji untuk memenuhi permintaan konsumen. Permasalahan yang timbul dari kualitas batubara ini adalah adanya keluhan konsumen tentang kualitas batubara yang menyimpang dari standar kualitas batubara yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kualitas batubara di area pit, stock ROM serta crushing plant untuk mengetahui kualitasnya dan faktor apa yang menjadi penyebab perbedaan kualitas batubara tersebut, sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengurangi atau meminimalisir kualitas batubara yang menyimpang tersebut.
Karakteristik bahan baku material konstruksi di Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Khadifi, Muhammad Abrar; Nurhakim, Nurhakim; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14721

Abstract

Kalimantan Selatan adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki sumber daya mineral dalam jumlah berlimpah. Selain batubara, mineral logam dan non logam, Provinsi ini juga memiliki potensi bahan galian bahan baku material konstruksi. Sejalan dengan pembangunan infrastruktur di Provinsi ini, perlu dilakukan studi karakteristik dari bahan baku material konstruksi tersebut, agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan sesuai dengan karakter yang dimilikinya. Metode yang dalam penelitian adalah survei lapangan, pengambilan sampel dan pengujian laboratorium. Karakteristik dari sampel batuan yang didapatkan dari pengujian di laboratorium mengacu kepada SNI 1969-2008, SNI 2417-2008, SNI 03-1968-1990, SNI 1743-2008, dan SNI 1744-2012. Selanjutnya hasil pengujian tesebut dibandingkan dengan persyaratan Spesifikasi Umum Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2018 dan SNI 03-0394-1989. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik sampel yang diuji tidak layak digunakan sebagai lapis jalan dan jembatan. Adapun mengacu pada prasyarat mutu batu alam untuk bahan bangunan, sampel di daerah penelitian memenuhi kualifikasi standar sebagai batu alam yang cocok digunakan untuk pondasi bangunan ringan, dan dapat juga digunakan penutup trotoar; tonggak atau tepi jalan; serta untuk batu hias.
Kajian pengaruh tinggi stemming terhadap heave’ pada peledakan bijih emas di PT Indo Muro Kencana (IMK) Kurniawan, Ziat; Nurhakim, Nurhakim; Dwiatmoko, Marselinus Untung
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18064

Abstract

ABSTRAKPT IMK melaksanakan pemboran dan peledakan untuk memberai ore dan waste. Saat proses ledakan, terjadi pergerakan ore block berupa heave, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengontrol heave tersebut. Monitoring menggunakan ‘blasting vector indicator’ (BVI) dilakukan untuk mengontrol heave. Metode yang digunakan untuk menentukan tinggi stemming dengan pendekatan Scale Depth of Burial (SDOB). Pengaruh tinggi stemming terhadap heave dianalisi menggunakan pendekatan’regresi linear. Dari data survey diperoleh maksimal heave horizontal distance sebesar 3.976 m, dan heave vertical request level (RL) 2.847 m dengan tinggi stemming 47%. Sedangkan pada tinggi stemming 64% diperoleh heave horizontal distance sebesar 0.39 m, dan heave vertical request level (RL) 0.35 m. Kesimpulan dari penelitia ini ialah tinggi stemming mempengaruhi heave vertical sebesar 87.89%, dan mempengaruhi heave horizontal sebesar 88.71%. Kata-kata kunci: Peledakan, Heave, SODB, Stemming, BVI  ABSTRAKPT IMK melaksanakan pemboran dan peledakan untuk memberai ore dan waste. Saat proses ledakan, terjadi pergerakan ore block berupa heave, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengontrol heave tersebut. Monitoring menggunakan ‘blasting vector indicator’ (BVI) dilakukan untuk mengontrol heave. Metode yang digunakan untuk menentukan tinggi stemming dengan pendekatan Scale Depth of Burial (SDOB). Pengaruh tinggi stemming terhadap heave dianalisi menggunakan pendekatan’regresi linear. Dari data survey diperoleh maksimal heave horizontal distance sebesar 3.976 m, dan heave vertical request level (RL) 2.847 m dengan tinggi stemming 47%. Sedangkan pada tinggi stemming 64% diperoleh heave horizontal distance sebesar 0.392 m, dan heave vertical request level (RL) 0.351 m. Kesimpulan dari penelitian ini ialah tinggi stemming mempengaruhi heave vertical sebesar 87.89%, dan mempengaruhi heave horizontal sebesar 88.71%.  Keywords: Peledakan, Heave, SODB, Stemming, BVI
Penentuan rancangan dan rencana sekuen penambangan batubara di Pit Akbar PT Bhima Sakti Bersaudara Al Fajri, Jimmi; Nurhakim, Nurhakim; Fikri, Hafidz Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16373

Abstract

ABSTRAKPT Bhima Sakti Bersaudara (BSB) akan melakukan kegiatan operasi produksi penambangan Batubara di kecamatan Karang Intan. PT BSB memerlukan tahapan kegiatan penambangan batubara dan cadangan batubara pada setiap sekuen-nya. Dalam penelitian ini pembuatan sekuen penambangan berdasar pada permodelan dan perencanaan dengan pendekatan menggunakan block, yaitu yang membagi area penambangan menjadi blok-blok kecil atau satuan-satuan penambang terkecil (smallest mining units). Dari hasil penetapan sekuen, 6 tahapan penambangan telah didapatkan luas rencan bukaan tambang berturut-turut, yaitu: 1.21, 1.43, 1.98, 1.98, 1.43, dan 1.21 (dalam satuan luas hektar). Adapun volume overburden dan batubara yang akan tergali pada pada setiap sekuen nya, dari tahap 1 sampai dengan 6, berturut-turut yaitu, 64.943 BCM dan 10.189 ton, 86.451BCM dan 15.540, 75.042 BCM dan 12.031 ton, 55.870 BCM dan 17.002 ton, 45.201 BCM dan 17.128 ton, 39.763 BCM dan 12.166 ton. Stripping ratio 6 ditetapkan untuk tahap ke-1 sampai tahap ke-3, serta SR 3 untuk tahap ke-4 sampai tahap ke-6. Rencana dan rancangan sequen yang diberikan dari penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan penambangan di Pit Akbar sampai mencapai batas akhir pit. Kata-kata kunci: Batubara, tahapan penambangan, penjadwalan tambang, nisbah pengupasan, batuan penutup ABSTRACTPT Bhima Sakti Bersaudara (BSB) plans to conduct coal mining production operations in Karang Intan District. To support this, the company requires a sequence of mining stages and coal reserves estimation for each sequence. In this study, the development of mining sequences was based on mine planning and modeling using a block approach, which divides the mining area into smaller blocks or the smallest mining units. Based on the sequencing results, six mining stages were obtained with the planned pit opening areas of 1.21, 1.43, 1.98, 1.98, 1.43, and 1.21 hectares, respectively. The overburden and coal volumes to be excavated in each sequence, from stage 1 to stage 6, are 64,943 BCM and 10,189 tons; 86,451 BCM and 15,540 tons; 75,042 BCM and 12,031 tons; 55,870 BCM and 17,002 tons; 45,201 BCM and 17,128 tons; and 39,763 BCM and 12,166 tons, respectively. A stripping ratio of 6 was applied to stages 1 through 3, while a stripping ratio of 3 was applied to stages 4 through 6. The sequence design developed in this study is expected to serve as a reference for mining operations in Pit Akbar until the final pit limit is reached. Keywords: coal, mine sequence, mine scheduling, stripping ratio, overburden
Evaluasi pencapaian target produksi penambangan berdasarkan metode survey dan bucket count di PT Binuang Mitra Bersama Basri, Amiruddin; Nurhakim, Nurhakim; Riswan, Riswan
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.17286

Abstract

Pada umumnya sering terjadi selisih antara perhitungan jumlah metode survey dan bucket count. Juga pencapaian mine progress terhadap target produksi yang telah direncanakan. Untuk mengetahui berapa besar selisih perhitungan volume overburden dan batubara yang tertambang serta pencapain mine progress terhadap target produksi maka diperlukan kegiatan survey aktual. Pada penelitian ini terdapat selisih antara metode survey dan bucket count. Selisih dari kedua metode tersebut disebebkan oleh beberapa faktor yaitu pemegangan stick prisma yang kurang standar saat pengambilan data, pengambilan titik detail data dilapangan kurang teliti, kesalahan pencatatan jumlah bucket dan muatan bucket yang kurang optimal.Target produksi yang direncanakan di PT Binuang Mitra Bersama untuk kegiatan pemindahan overburden sebesar 80.000 Bcm bulan Mei dan 70.000 Bcm bulan Juni dan produksi batubara sebesar 15.000 Ton bulan Mei dan 12.500 Ton bulan Juni. Persentase selisih pencapaian target produksi bulan Mei untuk overburden -5,9% dan batubara sebesar -11%. Sedangkan persentase selisih pencapaian target produksi bulan Juni untuk overburden sebesar -14,4% dan batubara -8,2%. Persentase ini menunjukkan bahwa seringnya terjadi target produksi yang tidak tercapai, sehingga perlu dievaluasi. Adapun faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian target produksi ini yaitu produktivitas alat gali yang rendah, alat angkut yang kurang.Kata-kata Kunci: Survei, Target produksi, Bucket countABSTRACTDiscrepancies frequently occur between volume calculations obtained through the survey method and the bucket count method, as well as in the achievement of mine progress relative to planned production targets. To accurately determine the extent of volume differences for overburden and coal, and to assess mine progress performance, actual field surveys are essential. This study identifies a variance between the survey and bucket count methods, which is attributed to several factors: non-standard prism stick handling during data collection, inaccuracy in recording detailed field points, and errors in bucket count data, including suboptimal bucket loading.At PT Binuang Mitra Bersama, the planned overburden removal was 80,000 BCM in May and 70,000 BCM in June, while coal production targets were 15,000 tons and 12,500 tons, respectively. The percentage shortfall from production targets in May was -5.9% for overburden and -11% for coal, while in June it was -14.4% for overburden and -8.2% for coal. These figures indicate frequent underperformance against production targets. Contributing factors include low excavation equipment productivity and insufficient hauling capacity. The findings highlight the need for continuous evaluation and operational improvements to enhance production accuracy and efficiency in open-pit mining operations.Keywords : Survey, Production target, bucket count
Penggunaan kriging untuk analisis distribusi ash content, moisture dan sulfur di tambang batubara formasi Warukin Pillayati, Pillayati; Nurhakim, Nurhakim; Fikri, Hafidz Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.15008

Abstract

Tambang batubara di daerah penelitian menggunakan metode poligonal untuk mengestimasi sumber daya batubara di area konsesi, baik untuk data kuantitas maupun kualitas. Metode ini dipilih karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi geologi di daerah ini adalah moderat. Masalah yang dihadapi dalam menggunakan metode poligonal adalah kualitas batubara pada lapisan batubara yang sama kadang-kadang nilainya bervariasi. Penelitian ini kemudian menerapkan metode geostatistik untuk menganalisis hubungan spasial antar data kualitas batubara. Metode geostatistik yang digunakan untuk menghitung kualitas batubara adalah pendekatan ordinary kriging dengan menggunakan variogram spherical.