Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme di desa Sigar Penjalin Lombok Utara Earlyna Sinthia Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Desy Ambar Sari; Suhairin Suhairin; Nur Annisa Istiqamah; Ziana Datul Rizka; Fitri Ramdani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26647

Abstract

Abstrak Pengabdian Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair  Ecoenzyme di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengabdian ini dilakukan di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan, dengan melakukan pre-test sebelum dimulainya pelatihan dan post-test setelah kegiatan pelatihan berakhir. Pelatihan dan pendampingan anggota mitra dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan dengan praktek secara langsung membuat sabun cair dari ecoenzym sampai dengan pengemasannya. Hasil pelatihan pembuatan sabun  cair ecoenzyme menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan  ketrampilan anggota mitra mengenai pembuatan sabun cair ecoenzyme yaitu sebesar 20% sebelum dilaksanakan kegiatan dan setelah dilaksanakannya kegiatan meningkat menjadi  100%. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme ini berjalan dengan lancar,  dan dapat meningkatkan ketrampilan ibu2 anggota PEKKA dalam membuat turunan  ecoenzyme menjadi sabun cair ramah lingkungan. Peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan ini karena produk sabun cair ecoenzyme ini langsung dapat digunakan untuk mencuci piring dan pakaian sehingga dapat menghemat pengeluaran sehari-hari untuk membeli sabun yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan anggota mitra. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 2 bulan sejak awal persiapan kegiatan hingga pembuatan produk sabun cair ecoenzym Kata kunci: ecoenzyme; limbah; perempuan kepala keluarga; pelatihan; sabun cair Abstract Empowerment of Women Headed Households (PEKKA) through Ecoenzyme Liquid Soap Making Training in Sigar Penjalin Village, North Lombok. This service was carried out in Sigar Penjalin Village, Tanjung Subdistrict, North Lombok Regency. The implementation of the service activities was carried out by training and mentoring, by conducting a pre-test before the start of the training and a post-test after the training activities ended. Training and mentoring of partner members was carried out by the activity implementation team by directly practicing making liquid soap from ecoenzymes to packaging. The results of the training in making ecoenzyme liquid soap showed an increase in the understanding and skills of partner members regarding the making of ecoenzyme liquid soap, which was 20% before the activity was carried out and after the activity increased to 100%. The training activity on making ecoenzyme liquid soap ran smoothly, and could improve the skills of PEKKA members in making ecoenzyme derivatives into environmentally friendly liquid soap. Participants seemed enthusiastic about participating in this training because this ecoenzyme liquid soap product can be used directly to wash dishes and clothes so that it can save daily expenses for buying soap which can ultimately improve the welfare of partner members. This service activity lasted for 2 months from the beginning of the preparation of activities to the manufacture of ecoenzyme liquid soap products Keywords: ecoenzyme; waste; female headed household; training; liquid soap
Pelatihan pembuatan ecoenzym dari limbah organik sebagai sabun padat di Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lombok Utara Muliatiningsih Muliatiningsih; Desy Ambar Sari; Earlyna Sinthia Dewi; Ziana Datul Rizka; Fitri Ramdani; Handika Purnama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25877

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengolahan sampah atau sisa buah dan sayur dari rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan dapat menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga solusi penanganan sampah tersebut juga dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.  Kegiatan pengabdian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu koordinasi dengan mitra, pelatihan dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan pengabdian yaitu memperkenalkan variasi pengolahan limbah, tahapan pembuatan ecoenzym dari sampah rumah tangga (kulit buah dan sisa sayuran segar), serta meningkatkan pemahaman mitra mengenai manfaat ecoenzym dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan pertama yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan ecoenzyme dengan bahan baku limbah rumah tangga (sisa buah dan sayur yang masih segar). Setelah produk ecoenzyme dipanen, dilakukan pelatihan pembuatan sabun padat ecoenzyme. Kegiatan praktek dilakukan dalam kelompok-kelompok dan dibimbing oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian. Mitra sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan , dimana 87% responden menyatakan puas dengan kegiatan yang dilakukan. Kata kunci: ecoenzym; limbah organik; sabun. Abstract This community service activity is focused on processing waste or fruit and vegetable scraps from households into useful products and can become products of economic value so that the waste handling solution can also be one of the solutions to increase community income. Service activities are carried out in three stages, namely coordination with partners, training and mentoring. The objectives of the service activities are to introduce variations of waste processing, the stages of making ecoenzymes from household waste (fruit peels and fresh vegetable scraps), and increase partners' understanding of the benefits of ecoenzymes in everyday life. The first training conducted was training in making ecoenzyme with household waste raw materials (fresh fruit and vegetable scraps). After the ecoenzyme products were harvested, training was conducted on making ecoenzyme solid soap. Practical activities were carried out in groups and guided by the team implementing the service activities. Partners were very enthusiastic about participating in the training activities, where 87% of respondents expressed satisfaction with the activities carried out Keywords: ecoenzymes; organic waste; soap
PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KOTA MATARAM Suhairin Suhairin; Suwati Suwati; Muliatiningsih Muliatiningsih; Earlyna Sinthia Dewi; Karyanik Karyanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14535

Abstract

ABSTRAKKepadatan penduduk di wilayah perkotaan akan menimbulkan masalah-masalah sosial perkotaan seperti : terbatasnya area pekarangan, ruang interaksi yang kurang, dan genangan air pada saat hujan. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Sekarbela terjadi pada bulan Januari hingga Maret dengan rata-rata 323-338 mm, hal ini cenderung membuat genangan di beberapa titik termasuk di wilayah lingkungan Bagek Kembar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu warga lingkungan Bagek Kembar mengurangi genangan air hujan, yaitu dengan membuat lubang resapan sederhana yang umum dikenal dengan lubang biopori. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan secara langsung. Sosialisasi di sini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada mitra mengenai apa itu lubang biopori, apa manfaat, dan bagaimana proses pembuatannya. Sosialisasi dilakukan dengan “door to door” mendatangi tiap rumah yang dipilih sebagai titik penggalian lubang biopori, dengan unsur yang terlibat adalah dosen, mahasiswa, karyawan, dan warga (mitra). Hasilnya adalah warga memiliki 2 sampai 3 lubang biopori dan menjadi faham tentang manfaat dan kegunaan dari lubang tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala, selang 3 bulan pasca pembuatan. Kata kunci: lubang resapan; biopori; kompos biopori. ABSTRACTPopulation density in urban areas will cause urban social problems such as: limited yard areas, less interaction space, and stagnant water when it rains. The highest rainfall in Sekarbela District occurs from January to March with an average of 323-338 mm, this tends to cause puddles at several points including in the Bagek Kembar neighborhood area. The purpose of this service is to help residents of the Bagek Kembar neighborhood reduce rainwater stagnation, namely by making a simple infiltration hole commonly known as a biopore hole. The method used in this activity is socialization and direct manufacturing training. The socialization here is to provide knowledge and knowledge to partners about what biopori holes are, what are the benefits, and how the process is made. The socialization was carried out by "door to door" visiting each house chosen as the point for digging the biopore holes, with the elements involved being lecturers, students, employees, and residents (partners). The result is that residents have 2 to 3 biopori holes and become aware of the benefits and uses of these holes. Evaluation is carried out periodically, 3 months after manufacture. Keywords: infiltration hole; biopore; biopore compost.
Development Of Practicum Modules To Improve Students' Science Process Skills - Systematic Literature Review Earlyna Sinthia Dewi; Agus Abhi Purwoko; Aliefman Hakim; I Putu Artayasa; Joni Rokhmat; AA Sukarso
International Journal of Contextual Science Education Vol. 3 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ijcse.v3i3.1135

Abstract

This study aims to systematically review how trends, approaches, and outcomes of laboratory modules can enhance students' science process skills. The review was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method by collecting and analyzing published research from 2015 to 2024, sourced from the Dimensions and Scopus databases. The articles reviewed were relevant, high-quality, and available in full text. To examine the relationships between keywords and research themes, the VOSviewer application was utilized. The results of the review indicate that many laboratory modules remain focused on technological aspects and feasibility testing, but few integrate design development, instrument evaluation, and field testing comprehensively. Modules designed using the ADDIE model, validated by experts, and tested through pretest–posttest methods with a control group, have proven effective in enhancing students' scientific process skills. This study provides a comprehensive overview and serves as an important foundation for developing better and more needs-appropriate practical modules.