Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2012 Siti Hasanah; Firzhal Arzhi Jiwantara; Lukman Lukman
Journal of Community Empowerment Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                                          Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatar-belakangi oleh situasi dan kondisi desa mitra yang memiliki hambatan dalam mengatasi permasalahan maraknya penolakan pembebasan lahan/tanah oleh masyarakat untuk   pembangunan kepentingan umum. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah desa mitra dalam menemukan solusi terkait permasalahan  yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan hukum terkait  Pengadaan Tanah untuk  Kepentingan Umum Berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012. Mitra dalam kegiatan adalah Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara, dalam pelaksanaan kegiatan peserta yang dilibatkan terdiri dari unsur pemerintah desa, perwakilan tokoh masyarakat.  Kegiatan telah terlaksana pada tanggal 6 Juni 2022, yang berkontribusi memberikan beberapa output positif terhadap mitra seperti: 1) ditemukan solusi  terkait kendala penolakan pembebasan lahan/tanah oleh masyarakat untuk pembangunan kepentingan umum, 2) masyarakat memahami aturan dan prosedur pembebasan lahan/tanah bagi kepentingan umum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, 3) masyarakat mengetahui dampak positif pembangunan kepentingan umum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Pengadaan Tanah, Pembangunan Kepentingan Umum  ABSTRACT This community service activity is backgrounded by the situation and condition of partner villages which have obstacles in overcoming the problem of the rampant rejection of land/land acquisition by the community for public interest development. This activity aims to assist partner village governments in finding solutions to the problems faced. The method used in this activity is legal counseling related to Land Acquisition for the Public Interest Based on Law Number 2 of 2012. Partners in the activity are the Lendang Nangka Utara Village Government, in the implementation of the activities the participants involved consist of elements of the village government, representatives of community leaders.  The activity has been carried out on June 6, 2022, which contributes to providing several positive outputs to partners such as: 1) solutions are found related to the obstacles to the rejection of land/land acquisition by the community for the development of the public interest, 2) the community understands the rules and procedures for land/land acquisition for the public interest based on the applicable laws and regulations, 3) the community knows the positive impact of public interest development to improve community welfare. Keywords: Land Acquisition, Development of public interest
ANTISIPASI BULLYING DILINGKUNGAN SEKOLAH DASAR AISYIYAH I MATARAM MELALUI PENYULUHAN HUKUM UU NO. 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Hasanah, Siti; Amelia, Fitriani; Asidah, Erwin; Asri, Asri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32330

Abstract

ABSTRAK                                                                            Bullying atau perundungan merupakan bentuk kekerasan yang sering terjadi dalam lingkungan pendidikan. Tindakan ini tidak hanya berdampak pada korban secara fisik, tetapi juga secara psikologis dan sosial, yang dapat menghambat proses belajar dan perkembangan anak. Di usia sekolah dasar, anak-anak berada dalam tahap perkembangan karakter yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman. Untukmewujudkan kondisi tersebut perlu upaya penguatan pemahaman hukum terkait perlindungan anak terhadap pihak-pihak terkait baik guru sebagai penanggung jawab pendidikan anak disekolah maupun orang tua siswa saat anak-anak berada dalam lingkungan keluarga. Pola penguatan tersebut dilakukan melalui program penyuluhan hukum yang bertujuan untuk mengantisipasi tindakan bullying di lingkungan solah Aisyiyah. Kegiatan terselenggara atas kerjasama LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram dengan Kepala Sekolah dan TIM Guru SD Aisyiyah I Mataram. Kegiatan telah terlaksana pada tanggal Tanggal 16 Mei Tahun 2025, yang dihadiri oleh  unsur Guru, wali murid, dan tokoh pendidikan. Penyampaian materi dilakukan dengan metode  ceramah interaktif, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap bentuk-bentuk bullying serta konsekuensi hukum serta solusi antisipatif dalam mencega terjadnya bullying.  Kegiatan ini juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih peduli terhadap perlindungan hak anak. Sosialisasi hukum secara berkelanjutan diharapkan mampu menanamkan kesadaran hukum sejak dini dan meminimalisasi kasus bullying di sekolah dasar. Kata kunci: antisipasi; bullying; penyuluhan hukum ABSTRACT Bullying is a form of violence that often occurs in educational settings. This behavior not only affects victims physically, but also psychologically and socially, which can hinder children's learning and development. At the elementary school age, children are in a stage of character development that is vulnerable to environmental influences, so it is important to create a safe and comfortable learning environment. To achieve this, efforts are needed to strengthen legal understanding regarding child protection among relevant parties, including teachers as educators responsible for children's education at school and parents when children are in the family environment. This strengthening is carried out through legal awareness programs aimed at preventing bullying in the Aisyiyah school environment. The activity was carried out in collaboration with the Research and Community Service Center (LPPM) of Muhammadiyah University of Mataram, the School Principal, and the Teacher Team of Aisyiyah I Elementary School in Mataram. The activity took place on May 16, 2025, and was attended by teachers, parents, and education figures. The presentation of materials was conducted using an interactive lecture method and question-and-answer sessions. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the forms of bullying, legal consequences, and preventive solutions to prevent bullying from occurring. This activity also encouraged the creation of a school culture that is more concerned with the protection of children's rights. Continuous legal socialization is expected to instill legal awareness from an early age and minimize bullying cases in elementary schools.  Keywords: anticipation; bullying; legal counseling
PENCEGAHAN KEKERASAN FISIK DAN SEKSUAL TERHADAP ANAK MELALUI PENYULUHAN HUKUM UNTUK PENGUATAN SISTEM PERLINDUNGAN DI SEKOLAH DASAR Hasanah, Siti; Asri, Asri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34624

Abstract

ABSTRAK                                     Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru, murid, dan orang tua terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, dampaknya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama. Berlatar-belakang dari fenomena maraknya kekerasan fisik dan seksual terhadap anak di lingkungan sekolah menjadi alasan pentingnya dilakukan kegiatan ini.  Sekolah dasar sebagai ruang awal pembentukan karakter dan nilai harus menjadi tempat yang aman untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan. Sebagai akademisi kami terpanggil untuk berpartisipasi membantu mencari solusi terhadap masalah tersebut. Hasil analisis TIM menyepakati lokasi kegiatan di SD Aisyiyah 2 Ampenan. Koordinasi teknis dilakukan oleh ketua Tim dengan Kepala Sekolah untuk menentukan teknis, pelaksanaan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2025 di SD Aisyiyah 2 Ampenan dengan jumlah peserta 50 orang terdiri-dari orang tua murid, guru, dan siswa. Manfaat utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan literasi perlindungan anak di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh pihak sebagai aktor penting dalam sistem perlindungan. Melalui penguatan kesadaran kolektif diharapkan terbentuk sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Metode yang digunakan dalam penyuluhan hukum ini bersifat edukatif dan partisipatif, yaitu melalui ceramah, sesi tanya jawab, dan simulasi. Ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman konseptual, tanya jawab untuk menggali pengalaman serta memperkuat keterlibatan peserta, dan simulasi untuk memberikan praktik nyata mengenai cara menghadapi dan mencegah kekerasan. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif, kuisioner singkat, serta refleksi kelompok yang memperlihatkan peningkatan kesiapan sekolah dalam merespons kasus kekerasan secara preventif dan responsif. Kata kunci: Penyuluhan hukum; perlindungan anak; Pencegahan kekerasan; sekolah dasar ABSTRACT The community service activity aims to increase the understanding of teachers, students, and parents regarding various forms of violence against children, their impacts, and preventive measures that can be taken together. The background of the phenomenon of rampant physical and sexual violence against children in the school environment is the reason for the importance of this activity. Elementary schools as the initial space for character and value formation must be a safe place to protect children from all forms of violence. As academics, we are called to participate in helping find solutions to this problem. The results of the TEAM analysis agreed on the location of the activity at Aisyiyah 2 Ampenan Elementary School. Technical coordination was carried out by the Team leader with the Principal to determine the technical and implementation steps. The activity was held on May 24, 2025 at Aisyiyah 2 Ampenan Elementary School with a total of 50 participants consisting of parents, teachers, and students. The main benefit of this activity is to foster child protection literacy in the school environment by involving all parties as important actors in the protection system. By strengthening collective awareness, it is hoped that synergy will be established between schools and families in creating a safe and child-friendly learning environment. The methods used in this legal counseling are educational and participatory, including lectures, question-and-answer sessions, and simulations. Lectures are used to provide conceptual understanding, questions and answers to explore experiences and strengthen participant engagement, and simulations to provide real-world practice on how to deal with and prevent violence. Evaluation is conducted through participant observation, short questionnaires, and group reflections, demonstrating improved school preparedness in responding to cases of violence in a preventive and responsive manner. Keywords: Legal counseling; child protection; violence prevention; elementary schools.