Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Widayatul Khairi; Gunawan Pamudji Widodo; Nuraini Harmastuti; Safwan Safwan; Abdul Rahman Wahid; Irmatika Hendriyani; Dzun Haryadi Ittiqo
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30257

Abstract

AbstrakMoringa oleifera yang dikenal di Indonesia dengan nama kelor dan dikatakan sebagai “the miracle tree” atau pohon ajaib karena secara alamiah sebagai sumber gizi dan obat.Komponenekstrak daun kelor yang ditemukan memiliki golongan flavonoid. Sebagai antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antimikroba, senyawa ini memiliki gugus -OH yang terikat pada cincin benzena. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada daun kelor. Ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil ekstrak dan fraksi daun kelor, termasuk air, etil asetat, dan n-heksan, terdapat senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin pada fraksi etil asetat sedangkan pada ekstrak dan fraksi air terdapat senyawa tanin, pada fraksi n-heksan terdapat senyawa steroid. Kesimpulan terdapat senyawa metabolit sekunder pada daun kelor (Moringa oleifera).AbstractMoringa oleifera, known in Indonesia as "kelor," is referred to as “the miracle tree” due to its natural nutritional and medicinal properties. The components found in the Moringa leaf extract belong to the flavonoid group. As antioxidants, antidiabetic, anti-inflammatory, and antimicrobial agents, these compounds contain -OH groups attached to a benzene ring. The aim is to identify the secondary metabolites present in Moringa leaves using thin-layer chromatography (TLC) techniques. The study includes extracts and fractions of Moringa leaves, specifically water, ethyl acetate, and n-hexane, showed the presence of flavonoids, tannins, alkaloids, and saponins in the ethyl acetate fraction, while tannins were found in both the extract and water fraction. Additionally, steroids were detected in the n-hexane fraction. In conclusion, Moringa oleifera leaves contain secondary metabolites.
Uji Aktivitas Antibakteri Dan Antijamur Fraksi Aseton, Etil Asetat, Dan Air Pada Tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes) Irmatika Hendriyani; Safwan Safwan; Dzun Hariadi Ittiqo; Yuli Fitriana; Abdul Rahman Wahid
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.14591

Abstract

Tanaman apu apu (Pistia stratiotes L) biasa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam, batuk rejan, flu, radang, serta penyakit kulit seperti bisul dan eksim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan perbandingan aktitivitas fraksi air, etil asetat dan n-heksan tanaman apu-apu terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Eschericia coli dan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan pada uji aktivitas antibakteri dan antijamur dengan tiga kali pengulangan menggunakan metode cakram kertas. Hasil penelitian menunjukan pada bakteri Propionibacterium acnes dari ketiga fraksi pada bagian tanaman apu-apu yang memiliki zona hambat yang baik terdapat pada fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat dengan masing-masing diameter pada daun 7.9±0.95 mm, 3.1±0.36 mm pada batang, dan pada akar 7.2±0.49 mm. Pada bakteri Eschericia coli dari ketiga fraksi pada bagian tanaman apu-apu yang memiliki zona hambat yang baik terdapat pada daun fraksi n-heksan dengan diameter zona hambat 7.3±0.49 mm. Pada jamur Candida albicams dari ketiga fraksi yang memiliki diameter zona hambat yang baik terdapat pada daun fraksi etil asetat dengan besar diameter 2.2±0.88 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah pada ketiga fraksi tanaman apu-apu memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang berbeda-beda terhadap bakteri Propionibacterium acne, Escherichia coli dan jamur Candida albicans, dengan diameter zona hambat terbesar terdapat pada bakteri Propionibacterium acne sebagai gram positif.