Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Secondary School Teachers' Development In TPACK, ICT Literacy and High-Level Thinking: Community Service In SMK N 3 Purwokerto, Central Java Nugroho Yanuarto, Wanda; Hapsari, Ira; Nurlina, Laily; Zakaria, Mohamad Ikram
International Journal Of Community Service Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024 (Indonesia - Thailand - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v4i4.816

Abstract

Students can gain a better grasp of subjects through the use of ICT literacy. Students can learn a wide range of facts and concepts in a balanced and effective way if they are literate in the use of information and communication technologies. Research has shown that there is a strong correlation between PLT and ICT Literacy. The correlation between TPACK and ICT literacy is strong as well. All of this points to the importance of TPACK, PLT, and ICT literacy as cornerstones of effective classroom instruction. The goals of this community service project are threefold: first, to increase teachers' TPACK competency, ICT literacy, and PLT understanding and knowledge; second, to develop TPACK competency programs; and third, to develop TPACK competency, ICT literacy, and PLT teaching materials. The author argues that the training implementation method is the most justified of the three prerequisites that any school must meet. These prerequisites include: 1) Setting up a system for online instruction. Naturally, their e-learning platform can cleanly display TPACK competencies, ICT literacy, and PLT; 2) Creating activities for innovation workshops; 3) Engaging students in learning TPACK competences, ICT literacy, and PLT through student-led activities.
Strategi Pembelajaran  BIPA  Berbasis Audio Visual  Dengan Pendekatan Budaya: Kajian Literatur Handayani, Wuri; Nurlina, Laily
Journal of Knowledge and Collaboration Vol. 1 No. 8 (2024): Journal of Knowledge and Collaboration
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/y67vxj29

Abstract

Meningkatnya minat orang asing untuk mempelajari Bahasa Indonesia berbanding lurus dengan kebutuhan akan metode pengajaran yang inovatif dan efektif, terutama dalam konteks budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan potensi penggunaan media audio visual berbasis budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) serta mengidentifikasi kelebihan dan tantangan penerapannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari artikel dan jurnal relevan dalam sepuluh tahun terakhir, menggunakan analisis isi untuk menginterpretasi hasil penelitian sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa media audio visual dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam belajar BIPA. Penggunaan media ini tidak hanya memperjelas konsep yang diajarkan, tetapi juga membantu siswa memahami konteks budaya Indonesia. Meskipun terdapat tantangan dalam pengembangan media berkualitas, penerapan media berbasis budaya terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu, media ini berkontribusi pada penguatan komunikasi antarbudaya, memungkinkan siswa untuk lebih memahami nuansa budaya yang melekat dalam bahasa. Dengan demikian, integrasi media audio visual berbasis budaya dalam pembelajaran BIPA memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan keterampilan bahasa peserta didik.
Strategi Belajar BIPA dengan Aplikasi dan Platform Digital-Kajian Literatur Kurniawati, Heni; Nurlina, Laily
Journal of Knowledge and Collaboration Vol. 1 No. 8 (2024): Journal of Knowledge and Collaboration
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/e2032n84

Abstract

Studi ini membahas strategi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menggunakan aplikasi dan platform digital melalui kajian literatur. Pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi signifikan dalam mengatasi tantangan konvensional pengajaran BIPA, seperti keterbatasan geografis, waktu, dan keterlibatan peserta. Beberapa aplikasi seperti Duolingo, Tandem, dan platform Zoom telah digunakan secara luas untuk memfasilitasi pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan terstruktur. Penelitian ini mengidentifikasi manfaat utama dari media digital, termasuk peningkatan motivasi belajar, fleksibilitas waktu dan tempat, serta kemudahan akses bagi peserta dari berbagai negara. Selain itu, platform-platform tersebut memungkinkan pengalaman belajar yang lebih personal melalui pendekatan gamifikasi dan interaksi langsung dengan penutur asli. Namun, tantangan juga ditemukan, terutama terkait kebutuhan akan koneksi internet yang stabil, keterampilan digital pengajar, dan potensi distraksi saat menggunakan media interaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital efektif dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran BIPA, serta memperkaya pengalaman budaya bagi peserta. Studi ini menyarankan pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan teknologi yang tepat guna, serta perlunya dukungan infrastruktur untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran BIPA secara digital. Penelitian mendatang diharapkan dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang dampak jangka panjang pembelajaran digital terhadap penguasaan bahasa dan pemahaman budaya. 
Pelatihan Da’i Cilik Sebagai Motivasi Dakwah Santri TPQ Taman Pesona Teluk di Purwokerto Selatan Septriana, Hera; Setiyawan, Dwi; Nurlina, Laily; Israhayu, Eko Sri
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16234

Abstract

Pelatihan da’i cilik ini merupakan kegitan yang memberikan pemahaman sejak dini kaitannya dengan dakwah. Dakwah untuk setiap muslim merupakan hal yang penting untuk diketahui, dipelajari dan dibina sejak dini. Hal ini sebagai pemilihan keterampilan anak yang memiliki kemapuan lebih dalam bidang dakwah. Hal tersebut dapat menjadikan kelanjutan perjuangan dalam bidang dakwah yang dimulai dari santri TPQ Taman Pesona Teluk. Pelatihan ini juga akan membantu santri dalam keterampilan berbicara di depan umum. Adapun keterampilan berbicara di depan umum dapat menjadi manfaat da’i cilik dalam lingkungan masyarakat. Pelatihan ini menggunaan metode observasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Palatihan ini dilakukan dan membuat santri antusias dalam berbicara di depan umum dan lebih percaya diri dalam melakukan dakwah.
ANALISIS TUTURAN SOSIAL MASYARAKAT DESA PANIMBANG CIMANGGU KABUPATEN CILACAP DENGAN TEORI SPEAKING DELL HYMES 2025 Mutmainah, Sevia; Muharudin, Eko; Suroso, Eko; Nurlina, Laily
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.5982

Abstract

The linguistic phenomenon in Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency, shows the continuity of the Sundanese language in the dominant area of the Javanese language, making it a linguistic context that needs to be studied empirically. This study aims to analyze the social speech of the Sundanese community in Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency, through a Sociolinguistic approach using the SPEAKING model developed by Dell Hymes. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely observation and interviews, on various speech events in the social realm such as markets, religious activities, and community meetings. The analysis was carried out using an extralingual matching method to reveal the social and cultural elements behind the forms of social speech of the community in Panimbang village, Cimanggu district, Cilacap district. The results of the study showed that the eight components in the SPEAKING model including Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms of Interaction and Interpretation, and Genre were identified in the speech of the people of Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency.The speech of the Sundanese people in Panimbang village functions not only as a means of communication, but also as a medium for the expression of values such as solidarity, familiarity, and cultural identity. The implications of this research can be used as material for Indonesian language learning and continuous research involving other language fields, namely ethnolinguistics, which connect language with cultural aspects. ABSTRAK Fenomena kebahasaan di Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, menunjukkan keberlangsungan bahasa Sunda dalam wilayah dominan bahasa Jawa, menjadikannya konteks linguistik yang perlu dikaji secara empirik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuturan sosial masyarakat Sunda di Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, melalui pendekatan Sosiolinguitik dengan menggunakan model SPEAKING yang dikembangkan oleh Dell Hymes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara, terhadap berbagai peristiwa tutur di ranah sosial seperti pasar, kegiatan keagamaan, dan rapat warga. Analisis dilakukan dengan metode padan ekstralingual untuk mengungkap unsur-unsur sosial dan budaya yang melatarbelakangi bentuk-bentuk tuturan sosial masyarakat di desa Panimbang, kecamatan Cimanggu, kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan komponen dalam model SPEAKING meliputi Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms of Interaction and Interpretation, dan Genre teridentifikasi dalam tuturan masyarakat Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Tuturan masyarakat Sunda di desa Panimbang berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media ekspresi nilai-nilai sosial seperti solidaritas, keakraban, dan identitas budaya. Implikasi penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia dan penelitian berkelanjutan yang melibatkan bidang bahasa lain, yaitu etnolinguistik, yang menghubungkan bahasa dengan aspek budaya.
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Penyusunan Soal Literasi Berbasis Hots Berbasis Aplikasi Diffit Di SMA Negeri 4 Purwokerto Nurlina, Laily; Aji Saputra, Wildan; Sri Israhayu, Eko
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 : Juni (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The compilation of literacy questions based on higher-order thinking skill or HOTS is one of the important components in improving the quality of learning. This technical guidance activity aims to improve the understanding and skills of SMA Negeri 4 Purwokerto teachers in compiling HOTS based literacy questions by introducing the use of the Diffit for Teachers application. The methods used in this activity include lectures, discussions, practises, and presentations on compiling questions according to subjects. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding of the concept of literacy, the application of Bloom's Taxonomy and the use of the Diffit application in making questions. In addition to Diffit for Teachers, teachers were introduced to other supporting digital platforms in compiling questions. This activity has a positive impact on the development of teacher professionalism and is expected to be implemented sustainably in schools.
Keefektifan Metode IPJ (Inkuiri Pada Jurnal) untuk Meningkatkan Kemampuan Menyunting Mahasiswa Semester 5 PBSI - UMP Nurlina, Laily; Trianton, Teguh
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa terbiasa menulis ide-ide mereka atau hal lainnya melalui media sosial seperti facebook, twitter atau WA. Kita tidak dapat menghindar dari perkembangan teknologi tetapi kita harus menguasai dan menggunakannya sebaik mungkin. Kemampuan menulis tidak diperoleh secara otomatis dan instan. Mahasiswa harus mengenal secara dekat pada jurnal dan literatur Bahasa Indonesia. Salah satu metode pembelajaran adalah inkuiri yang memberi kesempatan pada mahasiswa untuk mencari materi penyuntingan teks melalui jurnal nasional dan jurnal internasional. Membaca jurnal seharusnya menjadi rutinitas sehari-hari mahasiswa untuk menciptakan lingkungan akademik di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Metode IPJ (Inkuiri Pada Jurnal) cocok memaksa mahasiswa belajar bagaimana menyunting teks dengan menemukan sendiri. Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode IPJ efektif meningkatkan kemampuan menyunting teks mahasiswa.
PENERAPAN MODEL EXPERENTIAL LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII Prasanty, Arum Berliana; Yuwono, Singgih Wiku; Mayasuci, Tuti; Setyawati, Tri Puji; Nurlina, Laily; Pamungkas, Onok Yayang
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4747

Abstract

Poetry writing skills are important elements that Indonesian students should learn. Therefore, it is necessary to implement a learning model that is expected to improve the results of learning objectives. The purpose of this best practice is to describe the interactive multimedia based Experential Learning model as an innovation in learning poetry writing for grade VIII Indonesian subjects at SMPN 1 Maos, SMPN 2 Karangpucung, and SMPN 1 Pejawaran. The research subjects were 128 students. The application of the interactive multimedia-based Experential Learning model was able to improve poetry writing skills as evidenced by the completion rate at SMPN 1 Maos reaching 90.60%, SMPN 2 Karangpucung class B reaching 84.38%, SMPN 2 Karangpucung class H reaching 90.63%, and SMPN 1 Pejawaran reaching 87.50%. This learning model was able to be used as an alternative to improve creative and innovative poetry writing skills in other language subjects. ABSTRAKKeterampilan menulis puisi adalah salah satu elemen penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang seharusnya dapat dikuasai oleh peserta didik. Maka diperlukan penerapan model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil tujuan pembelajaran. Tujuan best practice ini adalah mendeskripsikan model Experential Learning berbasis multimedia interaktif sebagai inovasi pembelajaran menulis puisi mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII di SMPN 1 Maos, SMPN 2 Karangpucung, dan SMPN 1 Pejawaran. Subjek penelitian sejumlah 128 peserta didik. Penerapan model Experiental Learning berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi, dibuktikan dengan tingkat ketuntasan di SMPN 1 Maos mencapai 90,60%, SMPN 2 Karangpucung kelas B mencapai 84,38%, SMPN 2 Karangpucung kelas H mencapai 90,63%, dan SMPN 1 Pejawaran mencapai 87,50%. Model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi yang kreatif dan inovatif pada mata pelajaran rumpun bahasa lain.
Strategi Pembelajaran Bipa Dengan Pendekatan Konstruktivisme Berbasis Kebudayaan Lokal Istiana, Berti; Nurlina, Laily
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 2 : Desember (2023): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is [1] to provide a description of the constructivist approach for BIPA students, [2] to explain the role of local culture as a source of learning materials for BIPA students, and [3] as a basis for implementing a constructivist approach based on local culture in BIPA learning. The method used in this research is a library study using books and journal articles as data sources. Data collection was carried out by accessing sources to deepen understanding of BIPA learning strategies, constructivist approaches and local culture. Data analysis was carried out through comparative methods and validation of validity using source triangulation. The research results concluded that applying a constructivist approach can enrich BIPA learning vocabulary. Apart from that, introduction to local culture can make a significant contribution, creating a more enjoyable classroom atmosphere and increasing interest in learning so that differentiated learning is formed.
Proses Kreatif Drama Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Mahasiswa BIPA Primadi, Tedi; Nurlina, Laily
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 2 : Desember (2023): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cases were found where BIPA students studying in Indonesia did not have good language skills, especially in the speaking aspect. Meanwhile, speaking skills are one of the main skills in communication that are most often used in everyday life. For this reason, BIPA students' speaking skills need to be improved. Drama games are elementally close to communication. Because in drama games language is used to convey stories to the audience. This research aims to determine the effectiveness of the drama creative process in improving BIPA students' speaking skills. This research uses descriptive qualitative methods. The approach used is literature study. Data is collected through sources that are considered relevant, such as books, articles and other sources in the last ten years. The results of this research are that drama games have content that is closely related to aspects contained in speaking skills, both from a verbal perspective which includes intonation, articulation and power and from a non-verbal perspective, namely gestural and facial expressions. his speaking skills. Based on research findings and previous research results, drama is known to improve speaking skills.