Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : point

Pengaruh Budaya Organisasi, Kompetensi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Desa Sekecamatan Tanralili Kabupaten Maros Awaluddin, Awaluddin; Latif, Nurdin; Ismail, Azhary
POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 7 No. 1 (2025): POINT JURNAL
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/point.v7i1.2614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Kinerja pegawai merupakan faktor krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif dan efisien. Budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan loyalitas, serta membangun etos kerja yang tinggi. Kompetensi pegawai, yang mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja, berperan penting dalam menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung akan mendorong pegawai untuk bekerja lebih produktif dan profesional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh simultan dan parsial dari variabel budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi yang baik mampu meningkatkan komitmen pegawai dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi yang tinggi berkontribusi terhadap efektivitas kerja pegawai dalam menyelesaikan tugas dan memberikan layanan kepada masyarakat. Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung, baik dari segi fasilitas maupun hubungan antarpegawai, juga terbukti meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja. Dengan demikian, untuk meningkatkan kinerja pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili, diperlukan penguatan budaya organisasi yang positif, peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan berkelanjutan, serta perbaikan lingkungan kerja agar lebih kondusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam merancang kebijakan yang dapat meningkatkan efektivitas kerja pegawai.    
Pengaruh Digitalisasi Perbankan Melalui Efektivitas Kerja terhadap Produktivitas  Kerja Karyawan Pada Bank BRI Bo Ruteng Selvianus Sendo; Nurdin Latif; Andi Irfan
POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 8 No. 1 (2026): POINT JURNAL
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/point.v8i1.3297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi perbankan dan efektivitas kerja terhadap produktivitas kerja pegawai pada Bank BRI BO Ruteng yang berada di bawah Regional Office Denpasar. Tujuan khusus penelitian ini meliputi: (1) menganalisis pengaruh langsung digitalisasi perbankan terhadap produktivitas kerja pegawai, (2) menganalisis pengaruh langsung efektivitas kerja terhadap produktivitas kerja pegawai, (3) menganalisis pengaruh langsung digitalisasi perbankan terhadap efektivitas kerja, dan (4) menganalisis pengaruh tidak langsung digitalisasi perbankan terhadap produktivitas kerja melalui efektivitas kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 122 pegawai dari 12 unit kerja yang dipilih melalui teknik proportional sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis jalur (path analysis) dan uji Sobel untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, digitalisasi perbankan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja (β = 0,365, p < 0,001). Kedua, efektivitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja (β = 0,341, p < 0,001). Ketiga, digitalisasi perbankan secara signifikan meningkatkan efektivitas kerja (β = 0,615, p < 0,001). Keempat, digitalisasi perbankan berpengaruh tidak langsung terhadap produktivitas kerja melalui efektivitas kerja sebagai variabel mediasi (β = 0,209, p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital di sektor perbankan meningkatkan produktivitas kerja baik secara langsung maupun melalui penguatan efektivitas kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur manajemen sumber daya manusia di sektor perbankan serta implikasi praktis untuk peningkatan mutu pelayanan dan kinerja organisasi.