Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi, Kompetensi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Desa Sekecamatan Tanralili Kabupaten Maros Awaluddin, Awaluddin; Latif, Nurdin; Ismail, Azhary
POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 7 No. 1 (2025): POINT JURNAL
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/point.v7i1.2614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Kinerja pegawai merupakan faktor krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif dan efisien. Budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan loyalitas, serta membangun etos kerja yang tinggi. Kompetensi pegawai, yang mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja, berperan penting dalam menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung akan mendorong pegawai untuk bekerja lebih produktif dan profesional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh simultan dan parsial dari variabel budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi yang baik mampu meningkatkan komitmen pegawai dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi yang tinggi berkontribusi terhadap efektivitas kerja pegawai dalam menyelesaikan tugas dan memberikan layanan kepada masyarakat. Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung, baik dari segi fasilitas maupun hubungan antarpegawai, juga terbukti meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja. Dengan demikian, untuk meningkatkan kinerja pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili, diperlukan penguatan budaya organisasi yang positif, peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan berkelanjutan, serta perbaikan lingkungan kerja agar lebih kondusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam merancang kebijakan yang dapat meningkatkan efektivitas kerja pegawai.    
PENGARUH KOMPENSASI, KEPEMIMPINAN, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. PEGADAIAN CABANG PABAENG-BAENG hasrani, waode; latif, nurdin; jumaida, jumaida
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Kewirausahaan Vol 2 No 4 (2025): JEKOMERS
Publisher : STIM-LPI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan data pustaka. Sampel pada penelitian ini adalah 30 orang pegawai PT. Pegadaian Cabang Pabaeng-baeng, Makassar dengan menggunakan metode Sampel Jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS 20. Selanjutnya dilihat seberapa besar pengaruh kompensasi, kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada pengujian hipotesis. Dari hasil uji regresi linear berganda didapatkan nilai adjusted R Square sebesar 60.3%. sehingga dapat dijelaskan bahwa 60.3% variabel kompensasi, kepemimpinan, dan disiplin kerja mempengaruhi kinerja pegawai. Sedangkan selisihnya 39.7% (100%-60.3%) dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwasanya kompensasi, kepemimpinan, dan disiplin kerja melalui uji secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Pegadaian Cabang Pabaeng-baeng Makassar. Sementara itu, secara hasil dari uji simultan didapatkan bahwa kompensasi, kepemimpinan, dan disiplin kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Pegadaian Cabang Pabaeng-baeng, Makassar. Variabel yang paling dominan pengaruhnya adalah disiplin kerja. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa faktor kompensasi, kepemimpinan, dan disiplin kerja adalah hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja pegawai agar lebih baik lagi demi terwujudnya tujuan perusahaan.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN HEWAN,IKAN DAN TUMBUHAN MAKASSAR agustinus tusran, paulus; latif, nurdin; mulkin, ansar
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Kewirausahaan Vol 2 No 1 (2025): JEKOMERS
Publisher : STIM-LPI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Balai Besar Karantina Pertanian Hewan Ikan dan Tumbuhan Makassar. Sampel yang digunakan sebanyak 70 responden dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t-hitung 11,103 lebih besar dari nilai t-tabel 2,380.Hal ini menunjukan bahawa variable Lingkungan Kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai.
PENGARUH KELENGKAPAN ALAT KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PELINDO TERMINAL PETIKEMAS NEW MAKASSAR qadri, muh asral; latif, nurdin; jumaida, jumaida
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Kewirausahaan Vol 2 No 1 (2025): JEKOMERS
Publisher : STIM-LPI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Kelengkapan Alat Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar. Pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang berjumlah 66 responden (Karyawan). Hasil kuesioner tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya, juga diuji asumsi klasik berupa asumsi Normalitas, asumsi Multikolinearitas Heteroskedastisitas, dan Autokorelasi. Metode analisis data menggunakan teknik regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis, ternyata Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima karena menunjukkan hasil uji hipotesis terdapat pengaruh positif signifikan. Berarti Kelengkapan Alat Kerja memberikan kontribusi yang nyata terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar. Hipotesis kedua diterima karena menunjukkan hasil uji hipotesis positif signifikan. Berarti Lingkungan kerja memberikan kontribusi nyata terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar. Kata kunci : Kelengkapan Alat Kerja, Lingkungan Kerja Dan Kinerja
Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. Semen Bosowa Maros Rika Arianti; Andi Nuryadin; Nurdin Latif
Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 1 (2025): FEBRUARI : Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/maeswara.v3i1.1523

Abstract

This study aims to determine how much influence the work environment (X) has on job satisfaction (Y) at PT SEMEN BOSOWA MAROS. This type of research is quantitative. The data source was obtained from the PT Semen Bosowa Maros Office and the object of the study was carried out by distributing questionnaires to employees. The sampling technique used was a saturated sample where the entire population was 94 respondents. The results of the respondent study were tested with validity tests, reliability tests, partial tests (t-tests) data analysis techniques included descriptive analysis and simple regression analysis. Based on the results of statistical analysis to test the significance of the influence of the work environment on job satisfaction using the t test, it can be seen in table 4.11 that the calculated t value is 29.728, with a significance level of 0.000. Because the calculated t> t table (29.728,> 1.986) or the significance of t <5% (0.000 <0.05), then based on a simple analysis between the independent variable (X) work environment and the dependent variable (Y) job satisfaction, these results indicate that the work environment has a positive and significant influence on job satisfaction.
Pengaruh Keseimbangan Kerja (Work Life-Balance) Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT Ide Kreasi Warna Jina Andarista; Nurdin Latif; Jumaidah Jumaidah
Lokawati : Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Vol. 2 No. 6 (2024): November : Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/lokawati.v2i6.1345

Abstract

This study aims to examine The Effect Of Work-Life Balance On Employee Job Satisfaction at PT Ide Kreasi Warna, a company engaged in the sales of paint and building materials. The research method involved 48 respondents grouped based on demographic characteristics such as age, gender, and education level. Linear regression analysis results showed a positive relationship between work-life balance and job satisfaction, with a positive regression coefficient, indicating that a one-point increase in work-life balance would increase job satisfaction by 61.9%. The partial significance test (t-test) confirmed that work-life balance has a positive and significant effect on job satisfaction, with t_calculated (9.438) greater than t_table (1.679) and a significance value (0.00) less than 0.005. The determination coefficient shows that 75.7% of the variation in job satisfaction is influenced by work-life balance. This conclusion suggests that a good work-life balance can enhance employee job satisfaction. To improve work-life balance, the company is advised to implement programs such as family gathering events. Future research is expected to explore other factors affecting job satisfaction beyond work-life balance, given that 25.3% of the variance may still be influenced by other variables.