Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Pemahaman terhadap Praktik Perjanjian Hutang Piutang pada Masyarakat Desa Trucuk Kabupaten Bojonegoro: Improving Community Understanding of Debt Agreement Practices in Trucuk Village Bojonegoro Regency Gunawan Hadi Purwanto; Mochamad Mansur; Mida Izalia
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8954

Abstract

Salah satu konteks di bidang hukum perjanjian yang sering dilakukan oleh subyek hukum ialah perjanjian hutang piutang, baik antara perorangan dengan lembaga kredit maupun perorangan terhadap perorangan lainnya. Praktik perjanjian hutang piutang yang masih sering ditemukan di tengah-tengah masyarakat desa Trucuk ialah masih rendahnya kesadaran untuk memahami kedudukan, tanggung jawab, dan segala akibat yang ditimbulkan dari peristiwa yang disepakati oleh para pihak. Masih ditemukan masyarakat yang ingkar tidak membayar sesuai kesepakatan, tidak kooperatif, menolak membayar dengan kekerasan, ketakutan terhadap kreditur saat ditagih, dan segala bentuk perbuatan lainnya terhadap kreditur (perorangan maupun lembaga kredit). Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini ialah memberikan edukasi atas permasalahan tersebut, sehingga kami dengan kompetensi keilmuan di bidang hukum perjanjian memiliki tujuan melakukan peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai tanggung jawab dan akibat hukum yang timbul dari perbuatan hukum perjanjian hutang piutang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan memberikan edukasi secara komprehensif mengenai peristiwa perjanjian hutang piutang dan segala akibat hukum yang ditimbulkan. Dalam kegiatan ini diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat desa Trucuk secara mayoritas belum memiliki pemahaman yang baik terhadap praktik perjanjian hutang piutang, terutama pada aspek akibat hukum yang timbul dari kesepakatan tersebut. Dengan penyuluhan ini masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih luas terhadap segala kemungkinan yang dapat timbul dari peristiwa perjanjian hutang piutang, serta masyarakat bisa mengambil keputusan tepat terhadap segala akibat yang ditimbulkan dalam hubungan hukum tersebut.
Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar pada Bidang Studi PAI di SMA Abi Huroiroh Perak Jombang Mochamad Mansur; Muhammad Khoirur Roziqin; Zaki Ahmad Fauzan
ANWARUL Vol 6 No 4 (2026): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v6i4.11526

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka in pesantren-based schools faces challenges related to inadequate teacher preparedness and limited technological facilities, particularly the policy prohibiting students from using digital devices. This study aimed to analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka learning models in Islamic Religious Education (PAI) at SMA Abi Huroiroh Perak Jombang and identify the challenges and solutions in their implementation. The study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers, the vice principal for curriculum affairs, and students as research informants. The results showed that the Kurikulum Merdeka was implemented through Project-Based Learning (PjBL) and Problem-Based Learning (PBL). The implementation of both models supported improvements in student engagement, critical thinking skills, and the application of Islamic values in learning. The challenges identified included teachers’ limited ability to develop learning modules, time constraints, students’ adaptation to learning patterns, and inadequate interactive facilities. These challenges were addressed through teacher training and mentoring and by adapting the learning process to pesantren conditions. This study confirms that the implementation of PjBL and PBL can support improvements in the quality of Islamic Religious Education and the development of students’ Islamic character despite limited digital infrastructure. These findings provide practical implications for pesantren-based schools in flexibly adapting the Kurikulum Merdeka according to institutional characteristics, students’ needs, and the availability of learning facilities.