Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN SIMPANAN KARBON TANAMAN PENEDUH JALAN WOLTER MONGINSIDI KOTA MANADO Vederica Agumanis; Johny S. Tasirin; Wawan Nurmawan
COCOS Vol. 14 No. 2 (2022): EDISI APRIL-JUNI 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/cocos.v7i7.35974

Abstract

AbstractThe aim of this research was to determine the variation in carbon storage of eachspecies, total carbon accumulation, and the contribution of carbon of each species to thetotal carbon accumulation in the Wolter Monginsidi street. Data collection was carriedout in December 2020, using the non-destructive method and analyzed using specificand general allometric formulas. The data was collected by means of a census of treeswith a diameter of ≥ 10 cm, which were found along Wolter Monginsidi street, startingfrom the Boboca Malalayang Monument to the Bahu Police Station. The results showedthat, Samanea saman had the highest carbon storage value of 50,10 tons/tree, followedby Ceiba pentandra and Garuga floribunda with carbon storage values of 4,09 tons/treeand 2,58 tons/tree. The accumulated total carbon storage of Wolter Monginsidi street is9.787,09 tons, with variations in the three street segments. The highest accumulation(2.222,72 tons/ha) was in the early segment. The average carbon storage each tree is14,18 tons/tree. Samanea saman contributed 71,4 %, Ceiba pentandra 5,8 % andGaruga floribunda 3,7 %, to the total carbon storage accumulation of WolterMonginsidi street.Keywords: Carbon, biomass, non-destructive, shade trees.
PRODUKSI SERASAH POHON Spathodea campanulata, Ficus benjamina DAN Palaquium obovatum DI TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG TUMPA Fahrudjia Umasugi; Wawan Nurmawan; Fabiola Saroisong
COCOS Vol. 14 No. 3 (2022): EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/cocos.v8i8.38281

Abstract

ABSTRACT Efforts to maintain the availability of nutrients on the soil are very important in efforts to maintain forest productivity. Litter are materials that have died, located above ground level that will later undergo decomposition and mineralization. The study aims to find out and compare the littering prodication of Spathodea campanulata, Palaquium obovatum, and Ficus benjamina trees in Mount Tumpa Forest Park. The study was conducted on the spathodea campanulata, palaquium obovatum, and ficus benjamina trees. The method of collecting the production of litters using litter traps placed under the trees Spathode campanulata, Palaquium obovatum, and Ficus benjamina is then taken once a week for three weeks. The results of this study showed that of the three main tree types on Mount Tumpa, the highest production with an average of 3,094.64 (g/tree) addressed by Ficus benjamina followed by Spathodea campanulata as many 1,119.99 (g/tree) and Palaquium obovatum as much as 600.71 (g/tree). Keywords : litter, production of litter, Mount Tumpa
CADANGAN KARBON PADA POHON DI TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG TUMPA H. V. WORANG Wahyu D. P. A. Sardi; Reynold P. Kainde; Wawan Nurmawan
COCOS Vol. 14 No. 3 (2022): EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/cocos.v8i8.38736

Abstract

Abstract Taman Hutan Raya Gn. Tumpa H. V. Worang is an area that has an area of 208.81 ha with an ecological function that is able to absorb carbon because of the canopy stratification formed from a variety of vegetation, including trees, poles, saplings, seedlings where each type of plant will carry out a cycle of carbon and oxygen exchange. This study aims to analyze the total carbon storage of each tree species and the total accumulation of carbon stored in trees in the Gunung Tumpa H.V. Forest Park. people. The method used in this study is the Non-Destructive Sampling method with an observation map plot of 100 m x 100 m at the research site. The results of this study showed that there were 21 tree species with 88 individuals from 17 families where Alstonia Scholaris had the highest carbon storage value, namely 389.35 tons/ha. followed by Palaquium obavatum with a carbon storage value of 78.15 tons/ha, Dracontomelon dao 78.08 tons/ha, Lithocarpus celebicus 74.24 tons/ha, Calophyllum soulattri 35.57 tons/ha. Then the carbon value in Artocarpus atilis is 6.77 tons/ha, Dhyosphiros sp. 12.77 tons/ha, Dillenia ochereata 5.07 tons/ha, Euiginia aquea 7.28 tons/ha, Ficus benjamina 29.30 tons/ha, Ficus fistulosa 30.33 tons/ha, Gnetum gnemon 8.07 tons/ha ha, Homalium foetidum 4.80 tons/ha, Knema latericia 10.83, Laphopetalum javanicum 7.23 tons/ha, Myristyca fatua 9.67 tons/ha, Macaranga tanarius 4.63 tons/ha, Pterocarpus indicus 24.41 tons /ha, Pterospermum javanicum 10.48 tons/ha, Schleichera oleosa 8.38 tons/ha, and Terminalia copelandii 2.94 tons/ha and Accumulated total carbon storage trees in TAHURA Gn. Tumpa H.V. Worang is 838.35 tons/ha (good category). The area is about 208.81 hectares, the potential for storing carbon is 175,055.86 tons of carbon. Keywords: carbon, trees, Forest Park Gunung Tumpa H. V. worang, carbon stocks
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PRODUKSI SERASAH MANGROVE TELING TOMBARIRI, TAMAN NASIONAL BUNAKEN Langi, Martina A.; Nurmawan, Wawan
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 3 (2023): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i3.48394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas ekosistem berdasarkan laju produksi serasah yang dikaitkan dengan jenis pohon dan parameter iklim di Mangrove Teling Tombariri, Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Pengumpulan serasah dilakukan selama 12 bulan di tiga zona penyusun utama mangrove. Serasah kemudian dianalisis berdasarkan fraksi dan jenis. Produksi serasah kemudian dikorelasikan dengan curah hujan, suhu, dan kelembaban udara menggunakan koefisien korelasi sederhana. Korelasi linier antara produksi serasah bulanan fraksi daun, ranting, buah-bunga (fraksi reproduktif) dari setiap spesies mangrove dan parameter iklim bulanan (suhu, curah hujan, dan kelembaban) dihitung dengan menggunakan Korelasi Pearson p<0,01. Hasil menunjukkan bahwa laju produksi serasah di Mangrove Teling Tombariri Taman Nasional Bunaken didapatkan tertinggi pada jenis Sonneratia alba, diikuti oleh Rhizophora apiculata, dan terakhir Bruguiera gymnorhiza. Fraksi serasah terbesar adalah komponen daun, diikuti oleh ranting, dan komponen reproduktif (bunga dan buah), kecuali pada Sonneratia alba di mana fraksi komponen reproduktif lebih tinggi daripada komponen ranting. Selanjutnya faktor lingkungan yang menunjukkan korelasi paling kuat terhadap produksi serasah adalah curah hujan dan hal ini berlaku untuk ketiga jenis penyusun utama Mangrove Teling Tombariri.
Analisis Vegetasi di Sekitar Mangrove Trail Desa Bango, Kecamatan Wori, Pulau Mantehage, Taman Nasional Bunaken Mariangga, Gebriella; Nurmawan, Wawan; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57644

Abstract

Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis mangrove yang dapat tumbuh dan berkembang di daerah pasang surut pantai berlumpur, subur atau berpasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis struktur dan komposisi hutan mangrove di Sekitar mangrove Trail Desa Bango. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2023 dengan menggunakan metode transek, arah transek tegak lurus dengan mangrove trail, jarak antara titik 50 meter dengan mangrove trail dalam transek dibuat plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m untuk tingkat pohon, 10 m x 10 m untuk tingkat tiang , 5 m x 5 m untuk tingkat pancang , dan 2 m x 2 m untuk tingkat semai. Hasil dari penelitian ini di temukan 7 jenis mangrove dari 3 famili yaitu Acanthaceae (Acanthus ilicifolius), Avicenniaceae (Avicenia marina dan Avicenia officinalis) dan Rhizophoraceae (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Bruguiera cylindrica). Pada tingkat pohon terdapat Avicenia marina INP 300,00%, pada tingkat tiang didominasi oleh Avicenia marina INP 247,53 % ,dan pada tingkat pancang didominasi oleh Avicenia marina INP 124,29 %, sedangkan pada tingkat semai didominasi oleh Avicenia marina INP 55,952% dan Acanthus ilicifolius INP 52,976%.
Komposisi dan Struktur Vegetasi Hutan Mangrove di Desa Tinongko Pulau MantehageTaman Nasional Bunaken Sanning, Cicilia; Johny S.Tasirin; Wawan Nurmawan
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.50320

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi, struktur dan zonasi hutan mangrove di Desa Tinongko, Pulau Mantehage dalam kawasan Taman Nasional Bunaken. Kawasan mangrove yang dipilih sebagai objek penelitian adalah mangrove yang memiliki garis pantai dan berhadapan dengan laut. Penelitian ini menggunakan metode plot sistematik yang diletakkan pada tiga zona mangrove menurut posisi mangrove terhadap daratan dan laut yakni zona dalam, tengah dan luar. Penelitian ini mendapatkan 9 dari 4 famili yaitu Avicennia officinalis (Avicenniaceae), Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa (Rhizophoraceae), Lumnitzera racemosa (Combretaceae) dan Sonneratia alba (Sonneratiaceae). Struktur vegetasi semai didominasi Rhizophora mucronata (INP 70.0%), pancang didominasi Rhizophora mucronata (INP 33.5%), tiang didominasi Rhizophora apiculata (INP 98.6%) dan pohon didominasi Sonneratia alba (INP 129.42%). Hutan mangrove di Desa Tinongko di zona dalam ditumbuhi oleh Avicennia officinalis, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Rhizophora stylosa, dan Sonneratia alba. Zona tengah ditumbuhi oleh Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, dan Sonneratia alba. Zona luar ditumbuhi oleh Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan Lumnitzera racemosa. Kata kunci: Struktur vegetasi, komposisi vegetasi, mangrove, Bunaken, dominasi
Sebaran dan Fenologi Pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi Febrianti, Eka Mawar; Martina A. Langi; Wawan Nurmawan
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.50919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sebaran dan menganalisis fenologi pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan pohon yang akan diamati minimal diameter batang 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1972 pohon yang terdiri dari 74 jenis pohon yang ditemukan. Sebaran pohon di Kampus Universitas Sam Ratulangi didominasi oleh pohon mahoni daun besar (Swietenia macrophylla) yang tersebar di seluruh lokasi penelitian. Berdasarkan analisis fenologi jangka pendek (short time phenology) yang dilakukan pada bulan Juni-Juli di Kampus Universitas Sam Ratulangi, menunjukkan beberapa pohon angsana (Pterocarpus indicus) tidak berdaun karena pohon tersebut beradaptasi untuk mengurangi tingkat penguapan air yang tinggi. Berdasarkan kriteria pohon dalam kondisi berbunga, jumlah pohon jenis spoit (Spathodea campanulata) yang memiliki kondisi berbunga terbanyak dengan jumlah kondisi bunga kuncup 15 pohon, bunga mekar 25 pohon, bunga layu 23 pohon dan bunga gugur 26 pohon. Berdasarkan pohon dalam kondisi berbuah, jumlah pohon yang berbuah muda terbanyak yaitu mangga kweni (Mangifera odorata) 26 pohon dan jumlah pohon yang berbuah coklat (52 pohon) dan buah gugur (63 pohon) terbanyak yaitu pohon sengon (Paraserianthes falcataria). Kata kunci: Fenologi, Sebaran, Kampus Unsrat
Keanekaragaman Jenis Burung di Berbagai Tipe Habitat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara Migael, Migael; Langi, Martina Agustina; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 4 No. 1 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i1.56933

Abstract

This study examined bird species diversity in various habitat types in Likupang SEZ, North Sulawesi. Using the point count method, this study found 69 bird species from 35 families and 3 bird species from 2 families found outside the location and observation hours. Five bird species with the highest Index of Importance (INP) were Aerodramus vanikorensis, Collocalia esculenta, Corvus celebensis, Geopelia striata, and Pycnonotus aurigaster. Secondary forest had the highest bird species diversity with a diversity index of 2.99, followed by open hills H' (2.86) and coastline H' (2.48). There are 44 bird species that have the potential for birdwaching ecotourism by considering the attractiveness of morphological uniqueness (feather and beak color), sound, migratory birds, endemic and protected status. Keywords: Bird Species Diversity, Habitat Type, Birdwatching, Likupang SEZ
Pendugaan Karbon di Hutan Rakyat Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa Alelo, Maria Rosa Mystica Dinche; Nurmawan, Wawan; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 4 No. 1 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i1.57954

Abstract

Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat menyerap banyak karbondioksida yang ada di atmosfer merupakan hasil dari fotosintesis, dimana karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang diikat dan diubah menjadi sebuah bentuk energi (gugus gula) yang bermanfaat bagi banyak kehidupan. Wilayah Langowan merupakan bagian dari administrasi Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, yang terdiri dari 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Langowan Barat, Kecamatan Langowan Utara, Kecamatan Langowan Selatan dan Kecamatan Langowan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menduga jumlah karbon diatas permukaan tanah pada hutan rakyat di Kecamatan Langowan Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Non-Destructive Sampling dengan plot petak pengamatan seluas 20 x 20 m dilokasi penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata jumlah carbon di atas permukaan tanah di hutan rakyat di Kecamatan Langowan Selatan berjumlah 8,59 ton /ha dengan nilai jasa ekosistem dari Carbon Rp. 691.664,43/ha. Jenis pohon yang paling umum ditanam adalah Cempaka (Magnolia alba), mahoni (Switenia macrophylla), jabon putih (Anthocephalus cadamba), jati (Tectona grandis) dan nantu (Palaqium obovatum). Kata kunci: Hutan Rakyat, Biomassa, Karbon, Langowan Selatan.
Kajian Penggunaan Kayu Untuk Pembuatan Mebel di UD. Alisti Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Puasa, Orlando Z.; Kainde, Reynold P.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.346 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43539

Abstract

Kayu merupakan salah satu sumber daya alam, yang memilki sifat yang sangat kompleks yang tidak dimiliki oleh bahan bangunan lainnya dan banyak digunakan oleh industri furniture. Industri mebel/furniture adalah salah satu industri yang memanfaatkan kayu dan mengelolah kayu menjadi kayu olahan dalam bentuk barang-barang furniture. UD. Alisti merupakan salah satu industri furniture yang mengelolah kayu hingga menjadi bahan mebel dengan produk-produk seperti kursi, lemari, kusen pintu dan jendela dan berbagai macam produk yang dapat dihasilkan dari kayu, untuk mengolah kayu tersebut membutuhkan komponen kayu dengan ukuran dan bentuk tertentu sesuai yang diinginkan. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui volume kayu terpakai untuk menghasilkan produk kayu siap pakai seperti meja, kursi, kusen, pintu dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan volume kayu yang dipakai untuk bahan baku pintu sebesar 57.024cm3 dengan rendemen produksi 70,52% dan untuk volume bahan baku produk kusen 123.552cm3 dengan persentase rendemen 62,74%  dan volume kayu untuk jendela dengan bahan baku sebesar 57.290cm3 dengan persentase rendemen 25,02%.
Co-Authors Abanius Yanengga Alelo, Maria Rosa Mystica Dinche Alfonsius A. Thomas Alfonsius A. Thomas, Alfonsius A. Alfonsius Thomas Alfonsius Thomas Anggreyni Runtunuwu Bawanda, Febriano Rinaldi Darsan Umawaitina Edwan Tuidano Edwan Tuidano, Edwan Fabiola B. Saroinsong Fabiola B. Saroinsong Fabiola Saroisong Fahrudjia Umasugi Faldi Suhendro Gonibala Faris Andong Faris Andong, Faris Febrianti, Eka Mawar Fernandez, Gratsia Victoria Filadelfia Moumou Filadelfia Moumou, Filadelfia Fransisca Solang Fransisca Solang, Fransisca Hard N. Pollo, Hard N. Hengk D. Walangitan Hengki D. Walangitan Hengki D. Walangitan Jacobus, Mauritz Krisma Deo Johandi R. Lingkubi Johny S.Tasirin Josephus I. Kalangi Juwairia Umacina Kendy H. Kolinug Khardy Soamole Kiandreas Tarigan Lanes, Aldo Langi, Martina Agustina Lyndon R. J, Pangemanan M. A. Langi Maria Y.M.A. Sumakud Mariangga, Gebriella Marsaoly, Muhammad Ibnu Yusan B. Marthen T. Lasut Marthen T. Lasut Marthinus Fatemyo Martina A. Langi Martina A. Langi Marwan M. Wowor Meilin S. Sidabutar Meldi Djela Migael, Migael Muhammad Rezah M Ishak Novelianer M. Charvelindah Nurbaya Waisaley Ogie, Tommy B. Opriani Devi Tangilomban Otis Warwer Pangemanan, Euis F. S. Puasa, Orlando Z. Recky H.E. Sendouw Reinold P. Kainde Remina Wandik Remina Wandik Reynold P. Kainde Reynold P. Kainde Reynold P. Kainde Rian S. Darwis Rifahmi Ibrahim Rumambi, Juwita F. Runtu, Jonathan Sabtu, M. Sadman Safrin Radeng Samuel A. Mom Samuel A. Mom, Samuel A. Sanning, Cicilia Semuel P. Ratag Tabalujan, Elwin Noel Terry M. Frans Tiara W. N. Lasantu Tiara W. N. Lasantu Tommy Ogie, Tommy Vederica Agumanis Wahyu D. P. A. Sardi Wirawan, Alfonsius Ade Yosmin Wakur