Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Model Peningkatan Daya Saing Kopi Robusta Bagi Petani Di Kabupaten Bondowoso Santosa, Teguh Hari; Oktarina, Oktarina; Wardhana, Danu Indra
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3405

Abstract

Daya saing kopi rakyat dari masyarakat pinggiran hutan umumnya rendah yang berakibat pada lemahnya ekonomi masyarakat. Upaya peningkatan daya saing kopi rakyat tersebut akan memperkokoh ekonomi masyarakat melalui perbaikan teknologi budidaya, pengolahan pasca panen, struktur industri dan kondisi permintaan terhadap kopi rakyat.    Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui daya saiang kopi robusta dikabupaten bondowoso. Untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan metode survei. Penelitian ini telah dilakukan di Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso selama 6 bulan pada tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  daya saing kompetitif dan komparatif kopi rakyat hasil olah kering  adalah tinggi yang ditunjukkan dengan nilai PCR  0,4261  dan nilai DRCR 0,4397.  Kopi olah basah juga mempunyai daya saing  kompetitif tinggi dengan nilai PCR 0,3679, namun daya saing komparatif cukup tinggi dengan nilai DRCR 0,5135. Meskipun daya saing kompetitif dan komparatif tinggi, namun keuntungan rata-rata per hektar kopi rakyat olah kering hanya sebesar Rp 743.681/ha/bulan lebih kecil dari UMR Kabupaten Bondowoso dan memberikan kontribusi kepada pendapatan keluarga sebesar 33,96%.  Sedangkan kopi olah basah meskipun mempunyai daya saing komparatif dengan kategori cukup tinggi namun keuntungannya lebih tinggi, yaitu Rp 1.483.742/ha/tahun  dan mempunyai kontribusi 48,05% terhadap pendapatan keluarga. Terdapat enam sarana produksi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing kopi rakyat, yaitu sumberdaya manusia, teknologi, modal, bahan baku, mesin dan pasar.
Respon Berbagai Varietas Pakcoy (Brassica rapa Kultivar chinensis) Terhadap Sumber Nutrisi Pada Sistem Budidaya Secara Hidroponik Umarie, Iskandar; Oktarina, Oktarina; Ningrum, Silvia Dwi
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.4108

Abstract

Meningkatnya kemajuan teknologi industri seperti pabrik-pabrik. semakin berkembang, sehingga menggeser lahan pertanian terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan lahan pertanian semakin sedikit. Kebutuhan masyarakat akan pangan semakin meningkat, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khusus masyarakat perkotaan, yaitu dengan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respon pertumbuhan beberapa varietas dan jenis nutrisi pada tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa Kultivar chinensis) yang dibudidayakan dengan system hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot yang rangcang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor (3x3) faktor utama jenis nutrisi (N) yang terbagi tiga taraf : N1 = AB mix, N2 = POC Biogan, N3 = POP Supernasa dan faktor kedua perlakuan varietas (V) yang terbagi tiga taraf : V1 = Green Pakcoy, V2 = White Pakcoy, V3 = Brisk Green, yang masing-masing diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan nutrisi menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy, nutrisi AB Mix memberikan respon yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy.Perlakuan varietas Pakcoy berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy, Varietas White Pakcoy dan Green Pakcoy memberikan respon yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy. Interaksi antara Nutrisi dengan varietas Pakcoy, menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan sawi Pakcoy.  Hasil terbaik interaksi   nutrisi diperoleh antara AB mix dengan  varietas White Pakcoy, POC Biogan dengan Green Pakcoy, POP Supernasa dengan White Pakcoy. Sedangkan interaksi verietas dengan nutrisi hasil terbaik diperoleh antara semua varietas pakcoy dengan nutrisi AB Mix.
IDENTIFIKASI JENIS GULMA DARI EMPAT LOKASI PERTANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN JEMBER (Weed species identification from four corn growing areas in Jember District) Hazmi, Muhammad; Sari, Meni; Oktarina, Oktarina
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.3304

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur yang menopang produksi nasional. Gulma dapat menekan pertumbuhan dan produksi jagung hingga 31% bahkan bisa gagal panen. Pengendalian gulma akan efisien jika jenis dan karakternya diketahui. Tujuan penelitian untuk mengetahui spesies gulma dominan yang mampu bersaing pada pertanaman jagung. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode kuadrat dengan peletakan 10 plot secara purposive sampling di setiap area penelitian, ukuran setiap plot 1x1 m. Hasil penelitian menunjukkan ada 17 spesies gulma, terdiri dari 12 spesies berdaun lebar, empat spesies rumput dan satu spesies teki. Gulma berdaun lebar mendominasi di setiap lokasi penelitian. Nilai SDR gulma tertinggi dari setiap lokasi penelitian yaitu:  Jelbuk adalah Cynodon rotundus sebesar 31,934, Silo adalah Amaranthus spinosus sebesar 28,214, Ambulu adalah Cynodon dactylon sebesar 31,719, dan Tanggul adalah C. rotundus sebesar 37,061. Nilai diversitas gulma hampir sama di kisaran H’ 1, termasuk kategori rendah dengan indeks kesamaannya tinggi. Jenis gulma dominan di berbagai pertanaman jagung di Kabupaten Jember relatif sama. Kata kunci: gulma dominan, identifikasi, jagung
Peran Dinas Sosial Dalam Mendukung Program Pelayanan Kesehatan Bagi Lansia (Studi Kasus Di Dinas Sosial Kota Surabaya) Razak, Rukmini; Oktarina, Oktarina; Paramita, Astridya
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i1.2051

Abstract

In five decades (1971-2017), the percentage of the elderly population in Indonesia has doubled, namely 8.97 percent (23.4 million people). The number of elderly in East Java ranks third at 12.16% in Indonesia, while in the city of Surabaya it reached 227,527 people (7.90 percent). For this reason, a special program for the elderly is needed for their survival to stay healthy and productive. This study aims to analyze the role of the Social Service in supporting health care programs for the elderly in the city of Surabaya. This research is a case study with a qualitative approach in the Surabaya Social Service. Data collection with in-depth interviews and focus group discussions was conducted with the Head of Social Rehabilitation for the Surabaya City Social Service and the Head of the Section for Rehabilitation of Children and the Elderly Social Tuna and staff, the East Java Pronvisi Health Service and the City of Surabaya. The results of the study inform the set of policies and regulations related to the welfare and health of the elderly have been available and implemented through a social service program by the Surabaya City Social Service. The program is in the form of food, gymnastics, elderly family development, training or entrepreneurship technical guidance and UPTD Griya Wredha. The implementation of the program did not get significant obstacles because the Surabaya Mayor's commitment was very high, so that Surabaya City was awarded the title as a Friendly Friendly City. The Social Service plays an important role in supporting health services, both in collaborative activities with the Health Service, Puskesmas, Elderly Posyandu and cross sector partnership activities through the Elderly-Friendly City. It requires commitment, partisanship and high concern and support for adequate allocation of funds from local governments for the success of the program Elderly welfare services, as has been demonstrated by the City of Surabaya.
Paparan Konferensi Virtual dan Musculoskeletal disorders (MSD) Selama Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid -19 pada Mahasiswa Kedokteran Oktarina, Oktarina; Shafiera, Aulia Diandra
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 1 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1355.338 KB) | DOI: 10.33096/whj.v0i0.65

Abstract

Kebijakan pembelajaran jarak jauh menggunakan konferensi virtual secara daring, menyebabkan tingginya tingkat paparan konferensi virtual sebagai media belajar mahasiswa. Hal ini berisiko munculnya kelainan musculoskeletal pada mahasiswa. Diketahuinya hubungan paparan konferensi virtual selama pembelajaran di masa pandemi COVID-19 dengan kejadian Musculoskeletal disorders (MSD) pada mahasiswa fakultas kedokteran. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dan pendekatan Cross Sectional dengan mahasiswa PSKd FKK UMJ 2017, 2018, 2019, dan 2020 sebagai subjek penelitian. Alat ukur pada penelitian ini yaitu kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan kuesioner tentang paparan konferensi virtual yang disusun oleh peneliti. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020. Dalam penelitian ini didapatkan hubungan bermakna antara lama paparan konferensi virtual responden dengan kejadian MSD pada mahasiswa PSKd FKK UMJ dengan nilai p value = 0,044 (nilai p kurang dari α). Penelitian ini menunjukan sebagian besar mahasiswa PSKd FKK UMJ pernah mengalami keluhan MSD selama pembelajaran menggunakan konferensi virtual serta didapatkan adanya hubungan signifikan antara paparan konferensi virtual dengan kejadian MSD.
Efektivitas Konsentrasi Giberelin (Ga3) Dan Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Rima, Baidhatul Khoirimah; Oktarina, Oktarina; Murtiyaningsih, Hidayah
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i1.2072

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia terus bertambah dan konsumsi mentimun juga semakin meningkat. Efektivitas Konsentrasi Giberelin (GA3) dan Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.). 2 faktor dalam penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dalam 3 ulangan. Faktor yang pertama konsentrasi giberelin G0 (0 ppm/kontrol) G1 (50 ppm) G2 (150 ppm) G3 (200 ppm), dan faktor yang kedua penyiangan P0 (tanpa penyiangan) P1 (disiangi 1&3 mst) P2 (disiangi 2&4 mst). Konsentrasi giberelin berpengaruh secara nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali panjang tanaman mentimun 7 hst dan 14 hst, jumlah daun mentimun 28 hst dan jumlah buah mentimun. Perlakuan terbaik ada pada G3 (200 ppm). Penyiangan berpengaruh secara nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali panjang tanaman mentimun 28 hst, jumlah daun mentimun 21 hst, jumlah buah mentimun dan berat mentimun per buah. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan P2 (disiangi 2&4 mst). Interaksi antara konsentrasi giberelin dan penyiangan berbeda secara nyata terhadap semua parameter kecuali panjang tanaman mentimun 7 hst dan 21 hst dan berat mentimun per buah.
Efektivitas Pemangkasan Pucuk Dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Ayub, Mohammat Sholahudin Al Ayyubi; Oktarina, Oktarina; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i1.2073

Abstract

Produktivitas mentimun di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, namun luas panen mentimun di Indonesia cenderung menurun. Efektivitas Pemangkasan Pucuk dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). 2 faktor dalam penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dalam 3 ulangan. Faktor yang pertama pemangkasan P0 (tanpa pemangkasan) P1 (pemangkasan menyisakan 4 ruas) P2 (pemangkasan menyisakan 6 ruas) P3 (pemangkasan menyisakan 8 ruas), dan faktor yang kedua jarak tanam J1 (60 cm×35 cm) J2 (60 cm×40 cm) J3 (60 cm×60 cm). Pemangkasan berpengaruh secara nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali panjang cabang mentimun 7 hst, 14 hst, 21 hst dan 28 hst, jumlah daun mentimun 28 hst, panjang buah mentimun dan berat mentimun per sampel. Perlakuan terbaik ada pada P3 (menyisakan 8 ruas). Jarak tanam berpengaruh secara nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali jumlah daun mentimun 21 hst dan berat mentimun per buah. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan J3 ( jarak tanam 60×60). Interaksi antara pemangkasan dan jarak tanam berbeda secara nyata terhadap semua parameter kecuali panjang cabang mentimun 7 hst, 14 hst, 21 hst dan 28 hst, panjang buah mentimun, berat mentimun per buah dan berat mentimun per plot.
Respon pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau (solanum melongena l.) Terhadap beberapa macam dan interval waktu pemberian pupuk daun Alghoni, Muhammad Ilyas; Oktarina, Oktarina; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2528

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman pangan yang yang tergolong dalam family solanaceae dan banyak diminati oleh masyarakat dan murah harganya karena mengandung beberapa zat gizi seperti: vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalium, fosfor, zat besi, protein, lemak, dan karbohidrat. Salah satu upaya untuk mendapatkan hasil tanaman terung yang optimum yaitu dengan melakukan teknik budidaya tanaman terung yang baik dan pengunaan pupuk yang efisien menggunakan pupuk organik karena mengandung sejumlah nutrisi yang diperlukan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan beberapa macam pupuk daun , interval waktu pemberian, dan interaksi antara bebrapa macam pupuk daun dan interval waktu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di dusun Lengkong Barat, RT 04 RW 01, desa Mrawan, kecamatan Mayang, kabupaten Jember. Dilaksanakan pada bulan Juli – September 2023 dengan ketinggian tempat 102 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis pupuk daun (P) yaitu :P0: (Tanpa pupuk Daun), P1= Gandasil D, 3 g/L), P2= (Hanamaru, 3ml/L) dan interval waktu pemberian (I) yaitu : I1 = 7 hari sekali, I2= 9 hari sekali, I3= 11 hari sekali, I4= 13 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara antara jenis pupuk daun dengan interval waktu pemberian berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.), terbukti pada variabel pengamatan jumlah daun dan total berat buah persampel.
Penerapan Terapi Musik Klasik Mozart Dalam Mengontrol Halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Oktarina, Oktarina; Nursa’adah, Nursa’adah; Masthura, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3427

Abstract

Halusinasi merupakan diagnosa keperawatan terbanyak dan rata-rata lebih dari 60% pasien rawat inap diagnosa keperawatannya adalah halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh. Tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien halusinasi adalah pendekatan secarapsikologi, memberikan obat-obatan dan kegiatan kerohanian. Pengobatan secara non farmakologi dengan terapi musik mozart bermanfaat untuk pasien yang terisolir dalam lembaga rehabilitasi untuk ketenangan jiwa pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan terapi musik klasik mozart dalam mengontrol halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Tahun 2023. Desain penelitian eksperimen semu (quasi experimen) dengan rancangan penelitian adalah pretest-posttest control group design. Populasi penelitian yaitu 116.466 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 30 responden terdiri dari 15 kelompokkontrol dan 15 kelompok intervensi. Penelitian ini dilakukan tanggal 25 sampai dengan 30 Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pasien halusianasi sebelum diberikan terapi musik mozart yaitu 21,47 dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 5,718. Sedangkan nilai rata-rata skala pasien halusianasi setelah diberikan terapi musik mozart yaitu 20,93 dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 6.112. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai uji T Paired sebesar 2,477 dan nilai P value 0,027 yang artinya ada pengaruh sebelum dan setelah diberikan penerapan terapi musik klasik mozart dalam mengontrol halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh sebelum diberikan penerapan terapi musik klasik mozart dalam mengontrol halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Tahun 2023.Kata kunci: Terapi Musik Mozart, HalusinasiHallucinations are the loss of human ability to distinguish internal stimuli (thoughts) and external stimuli (the outside world). Music therapy is an effort to improve physical and mental quality with sound stimulation consisting of melody, rhythm, harmony, timbre, shape and style which are organized in such a way as to create music that is beneficial for physical and mental health. The aim of the study was to find out the application of Mozart's classical music therapy in controlling hallucinations in hallucinatory patients at the Aceh Government Psychiatric Hospital in 2022. The quasi-experimental research design (quasi experiment) with the research design was a pretest-posttest control group design. The research population is 15 mothers giving birth. The number of samples is 30 respondents. This research was conducted from May 1 to June 17, 2022. The results showed that the average hallucination of patients before being given Mozart music therapy was 21.47 with a standard deviation value (SD) of 5.718. Meanwhile, the average value of the hallucinatory patient scale after being given Mozart music therapy was 20.93 with a standard deviation (SD) value of 6,112. The results of the statistical test showed that the T Paired test value was 2.477 and the P value was 0.027, which means that there was an effect before being given the application of Mozart's classical music therapy in controlling hallucinations at the Aceh Government Psychiatric Hospital in 2023. The conclusion in this study was that there was an effect before being given the application of music therapy classic mozart in controlling hallucinations at the Aceh Government Psychiatric Hospital in 2023.Keywords: Mozart Music, Hallucinations
Perceptions of Medical Teachers and Students about Barriers and Capacities in Distance Learning Oktarina, Oktarina; Afifah, Alidina Nur; Adriansyah, Ahmad Fikri
Muhammadiyah Medical Journal Vol 3, No 1 (2022): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.3.1.33-39

Abstract

Background: Currently, distance learning is booming and requires adaptation from students, teachers, and faculty. Identifying constraints is essential as inputs for faculty development. Purposes: to identify teacher and medical student perceptions of barriers and capacity in distance learning. Methods: This research was conducted using a cross-sectional survey of 42 medical teachers and 613 students Faculty Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta students. It utilized secondary data from the Quality Assurance Unit in October 2020. Six variables were studied in this research, i.e., technical constraints of distance learning, teachers' perceptions of the essential components in distance learning, student self-perceptions, teachers' and students' perceptions of web conference effectiveness, and teachers' self-perceptions and students' satisfaction. Results: The top 5 technical constraints of distance learning complained were signal interference, internet data plan, limited e-literatures, and lack of communication with the faculty. According to the teachers, the essential components were faculty commitment (90%), regulation (85%), technical support (79%), course management, and teaching-learning guidelines (77%). Most students experience learning difficulties during distance learning. However, only 45% of students felt their independent learning method is effective. Teachers and students agreed that web conferencing is ineffective for learning clinical skills but disagreed on cognitive knowledge. 74% of teachers stated that the presentation was engaging. Meanwhile, more than 25% of students were dissatisfied. Conclusion: The top 4 technical constraints were signal interference, internet data plan, limited e-literatures, and lack of communication with the faculty. The important components of distance learning were faculty commitment (90%), 83% of students experienced learning difficulties during distance learning.
Co-Authors Abdul Jalil Abela, Widia Adriansyah, Ahmad Fikri Afifah, Alidina Nur Agil, Faruq Alghoni, Muhammad Ilyas Alhanannasir, A. Anisa Nurina Aulia Ardiansyah Putra, Yulias Figo Arnini, Arnini Arrofi'u, Ahlun Arrosyad, M Iqbal Asfanza, Asfanza Asrinaldi Asrinaldi Astridya Paramita Ayub, Mohammat Sholahudin Al Ayyubi Bagus , Tripama Bejo, Suroso Bustam, Del Afriadi Chumaidi, Muhammad Firdausi, Dzihan Khilmi Ayu Friska Octavia Rosa, Friska Octavia Hasan, Achmad Faisal Hazmi, M. Henik Prayuginingsih Hidayah Murtiyaningsih Hudaini , Hasbi Imansyah, Farizal Indriani, Anggi Dwi Insan Wijaya Iskandar Umarie Iwan Wahyudi Jujur Gunawan Manullang Komariah Komariah Lies Zubardiah M Iwan Wahyudi Maharani, Nabilla Aulia Mahendra, Andika Yogi Margareta, Siska Mawarni, Sri Arum Muchta, Anggi Mediana Muhammad Hazmi Munawaroh, Faridatul Nasya, Imelita Naviri, Sinta Nico Syahputra Sebayang Ningrum, Silvia Dwi Nursa’adah, Nursa’adah prameswari, estika Pramona, Leksa Sahara Priyandana, Dhiaz Ari Purnamasari, Ratno Putranto, Dedy Putri Nurhaliza, Adinda Dwi Qolbi, Intan Sovi Aghnia Ramadhan, Sahrul Ramadini, Savira Dwi Razak, Rukmini Rima, Baidhatul Khoirimah Rizki, Ade Sandi Sandi Saptya , Prawitasari Sari, Meni Sarmiati Sarmiati Setiawan, Andika Putra Shafiera, Aulia Diandra Simbolon, Muhammad Eka Mardyansyah Supratio, Bambang Suroso , Bejo Suroso, Bejo Syarifah Masthura Tanjung, Rafif Jauhar Teguh Hari Santosa Tiyandara, Nandia Arti Tripama, Bagus Ulfah, Widati Amalin Wahyudi, M Iwan Wardhana, Danu Indra Wati, Rani Fajar Widiarti , Wiwit Widiarti, Wiwit Widjayantil, Fefi Nurdiana Wijaya, Insan Yuanita, Yuanita