Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Teoritis Fenomena Calon Tunggal Kota Samarinda Berdasarkan Konsep Kompetisi Politik Joseph Schumpeter Rayhan Raditya; Niken Nurmiyati; Anwar Alaydrus; Asbudi Asbudi
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v12i1.5757

Abstract

This article aims to conduct a theoretical analysis of the phenomenon of single candidates in the Samarinda City regional head elections, using Joseph Schumpeter’s concept of political competition. The method employed in this study is a descriptive qualitative method with a theoretical analytical approach. This study utilises secondary data obtained through a literature review, comprising books, academic articles, official news reports, official websites, and various documents relevant to the subject of study. Data analysis was conducted conceptually by examining and linking Joseph Schumpeter’s theory of political competition with the empirical conditions observed in the single-candidate phenomenon in Samarinda City. Through this approach, this study seeks to provide a comprehensive understanding of the alignment between theoretical concepts and the empirical realities unfolding on the ground. The findings indicate that the phenomenon of a single candidate in the Samarinda regional elections reflects a crisis of electoral competition due to the dominance of the incumbent, large party coalitions, and weak party cadre development. Procedurally, this situation is still considered legitimate as the election was conducted in accordance with the applicable regulations. However, within the framework of Schumpeterian political competition, the 2024 Samarinda mayoral election essentially fails to meet the criteria of procedural democracy, as there was no competition amongst political elites during its conduct.
CAP JEMPOL: Inovasi Pelayanan Publik Untuk Lansia di Desa Suka Damai Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Yunita Yunita; Niken Nurmiyati; Iman Surya; Merina Afrilia; Imam Syahid
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1775

Abstract

Program CAP JEMPOL merupakan inovasi pelayanan publik yang diinisiasi oleh Puskesmas Badak Baru sebagai bentuk pelayanan jemput bola bagi lansia yang mengalami keterbatasan akses menuju posyandu akibat kondisi geografis, keterbatasan fisik, dan minimnya sarana transportasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, ketua RT, keluarga lansia, dan lansia penerima layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program CAP JEMPOL telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan asas pelayanan publik dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, khususnya pada aspek fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, partisipatif, persamaan perlakuan, akuntabilitas, ketepatan waktu, serta kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan pelayanan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu dan mempermudah akses layanan kesehatan secara rutin. Faktor pendukung program meliputi dukungan pemerintah desa, keterlibatan kader posyandu, kerja sama lintas sektor, serta partisipasi masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana transportasi, kondisi geografis desa, cuaca, serta keterbatasan sumber daya manusia kader. Dengan demikian, CAP JEMPOL menjadi inovasi pelayanan publik berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi lansia sebagai kelompok rentan sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan.