Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Gambaran Stimulasi Perkembangan yang diberikan Ibu dan Perkembangan Motorik anak balita Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Puskesmas Bengkuring Samarinda Rita Puspa Sari; Dwi Nopriyanto; Ruminem Ruminem; Anik Puji Rahayu
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.251 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i7.6576

Abstract

ABSTRACT The role of mothers is very important in the growth and development of children, especially during a pandemic, such as when mothers have more opportunities to provide stimulus or stimulation for children's development to be more optimal, stimulation of child development is carried out in an atmosphere that is very pleasant for children at all times. , monitoring (detection) of development by the family every month according to age by referring to the Maternal Child Health Handbook. To get an overview of the relationship between the developmental stimulation provided by the mother and motor development in toddlers during the covid 19 Pandemic in Bengkuring Health Center area, Samarinda City. This type of research is a descriptive correlation, using a cross-sectional design through a quantitative approach with a sample of 100 pairs of mothers and children under five. Data analysis was performed using correlation Spearman and Pearson. In the Spearman correlation analysis carried out, there was a relationship between developmental stimulation by mothers and gross motor development (p-value = 0.000 <0.005), the level of strength of the relationship was sufficient with the correlation coefficient value of 0.396 and the relationship was unidirectional because the correlation coefficient value was positive (+) , the analysis of variables outside of education, mother's job and the length of interaction with the child with maternal stimulation showed no relationship, likewise between the variables of the child's age and gender with the development of the child under five shows no relationship. Stimulation given by the mother has a strong enough relationship The ability of motor development of children under five and stimulation is one of the factors that affect the motor development of children under five Keywords:  Stimulation, Motor Development, Children Under Five  ABSTRAK Peran ibu sangatlah penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, apalagi di masa pandemic seperti saat ini ibu lebih banyak memiliki kesempatan dalam memberikan stimulus atau rangsangan untuk perkembangan anak agar lebih optimal, stimulasi perkembangan anak dilakukan dalam suasana yang sangat menyenangkan bagi anak setiap saat, melakukan pemantauan (deteksi) perkembangan oleh keluarga setiap bulannya sesuai umur dengan mengacu pada “Buku Kesehatan Ibu dan Anak”. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran Hubungan Stimulasi perkembangan yang diberikan Ibu dan Perkembangan motorik pada Anak Balita di masa Pandemi Covid 19 di wilayah Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif korelasi, menggunakan rancangan Cross Sectional melalui pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 pasang ibu dan anak balita, Analisa data dilakukan dengan menggunakan korelasi Spearman dan Pearson. Pada analisis korelasi Spearman yang dilakukan terdapat hubungan antara Stimulasi perkembangan yang dilakukan ibu dengan perkembangan  motorik kasar (p-value= 0,000<0,005), tingkat kekuatan hubungan cukup dengan nilai koefisien korelasi 0,396 dan hubungannya searah karena nilai koefisien korelasinya positif (+), analisis variabel luar pendidikan, pekerjaan ibu dan lamanya interaksi dengan anak dengan stimulasi ibu menunjukkan tidak ada hubungan, demikian juga antara variabel usia anak dan jenis kelamin anak dengan perkembangan anak balita menunjukkan tidak ada hubungan. Stimulasi yang diberikan ibu mempunyai hubungan yang cukup kuat terhadap kemampuan perkembangan motorik anak balita dan Stimulasi merupakan  salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak balita Kata Kunci: Stimulasi, Perkembangan Motorik, Balita
Pemberian Suplemen Jahe Merah Dan Senam Kaki Diabetik Bagi Jamaah Masjid Alam Semesta (MAS) Sempaja Samarinda Mayusef Sukmana; Ida Ayu Kade Sri Widiastuti; Endang Sawitri; Nurul Hasanah; Muhammad Aminuddin; Iwan Samsugito; Anik Puji Rahayu; Azi Surya Kurniawan; Yoga Bowo Leksono; Syaiful Yanwar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4310

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid memiliki risiko terjadinya penularan covid-19. Upaya yang dilakukan mencegah penularan selain menerapkan protokol kesehatan adalah dengan meningkatkan imunitas dan meningkatkan kebugaran jamaah masjid melalui pemberian jahe dan senam kaki diabetic. Pengabdian masyarakat bertujuan jamaah masjid Alam Semesta Sempaja Samarinda mampu mempraktikan senam kaki diabetik dan meminum jahe dalam rangka meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh. Metode yang digunakan adalah mendemontrasikan senam kaki diabetic, senam bersama, edukasi manfaat jahe, meminum jahe bersama dan membagikan jahe untuk 7 hari. Kegiatan menerapkan protokol kesehatan melalui pengukuran suhu dan membagikan masker, Kegiatan dikuti oleh seluruh jamaah Masjid Alam Semesta Sempaja berjumlah 80 orang. Para jamaah mampu melakukan senam kaki diabetic dan rutin meminum jahe.    Kata kunci : Senam Kaki Diabetic, Jahe ABSTRACT The implementation of worship activities in mosques has a risk of covid-19 transmission. Efforts made to prevent transmission in addition to implementing health protocols are to increase immunity and improve the fitness of mosque’s congregations through the provision of ginger water and diabetic foot exercises. Community service aims at the congregation of the Alam Semesta Sempaja Samarinda mosque to be able to practice diabetic foot exercises and drink ginger water in order to improve fitness and immunity. The method used was to demonstrate diabetic foot exercise, doing the exercise together, educate the benefits of ginger water, drink ginger water together and distribute ginger water for 7 days. The activity of implementing health protocols by measuring temperature and distributing masks, this activity was attended by 80 congregations of the Alam Semesta Sempaja Mosque. The congregation is able to do diabetic foot exercises and drink ginger water regularly. Keyword: Diabetic Foot Gymnastics, Ginger Water
STUDI PERBANDINGAN ANTARA CARING SPIRITUALITAS PERAWAT DALAM PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD. AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG DAN RSUD. IA. MOEIS SAMARINDA Anik Puji Rahayu
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.672

Abstract

Kebutuhan transendence need yaitu kebutuhan spiritualitas, akan bisa dicapai jika setiap manusia bahwa dirinya telah bermanfaat untuk orang lain, membantu orang lain untuk mencapai aktualisasi dirinya atau passion nya dalam hidup. Setelah manusia mampu membantu orang lain untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupannya, maka manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan sejati. Saat kebahagiaan sejati ini dapat dicapai maka transendence need dapat diwujudkan sebagai tingkatan tertinggi dari kebutuhan manusia yaitu kebutuhan spiritual terpenuhi (Maslow dalam Feist & Feist, 2010, hlm. 327). Jenis penelitian ini adalah Riset Kuantitatif, dengan pendekatan analisis deskriptif. Desain penelitiannya adalah Cross Sectional setelah 6 bulan diberikan pelatihan tentang caring spiritualitas. Jumlah responden nya 100 responden (terdiri dari 50 orang perawat RS.T dan 50 orang perawat RS.S). Hasil penelitian menggambarkan usia Perawat di kedua rumah sakit adalah berumur 29 tahun, dengan rentang usia termuda 23 tahun dan yang tertua 46 tahun dan tingkat pendidikan tertinggi Diploma III Keperawatan. Rata-rata perawat terjadi peningkatan nilai persepsi dan pengetahuan tentang caring spiritualitas adalah sangat signifikan. Penerapan caring Spiritualitas setelah dilakukan In house training, rata-rata terjadi kenaikan yang signifikan. Perbandingan antara persepsi dan penerapan caring spiritualitas di RS M dan RS T antara sebelum dan sesuad in house training terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Perbandingan antara pengetahuan dan penerapan caring spiritualitas dapat disimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Rekomendasi, menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya terkait konsep caring spiritualitas untuk membangun budaya yang kondusif di lingkup pelayanan keperawatan secara khusus dan membangun budaya kerja yang kondusif di lingkungan masyarakat secara luas. Kata kunci : Caring spiritualitas, pelayanan keperawatan, perawat
EVALUASI PENERAPAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PRE KLINIK SECARA DARING PADA MATA KULIAH KEPERAWATAN MATERNITAS DI PRODI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN: Evaluasi Penerapan Pembelajaran Pre Klinik Siti Rahmadhani; Anik Puji Rahayu; Ika Fikriah; Rahmat Bakhtiar; Sulistiawati Sudarso; Cicih Bhakti Purnamasari; Handy Wiradharma; Pipi Surianti
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v7i1.966

Abstract

Proses pembelajaran prosedur klinik di pendidikan kesehatan adalah hal yang paling krusial danharus mendapat perhatian yang sangat penting dan solusi yang untuk mengatasinya di masaPandemi ini agar tetap berjalan efektif dan berkelanjutan. Salah satunya adalah tetap melakukankegiatan pembelajaran prosedur klinik secara Daring. Metode Daring yang dilakukan adalah metodeceramah dan pemutaran video pada suatu keterampilan klinik tertentu. Jenis penelitian ini adalahpenelitian Kuantitatif, dengan pendekatan Analitik deskriptif. Desain dalam penelitian ini adalahCross Sectional, dimana data variabel dependen dan independen didapatkan dalam satu periodewaktu. Sampel sebanyak 75 mahasiswa tingkat 2 yang mengikuti pembelajaran Mata kuliahKeperawatan Maternitas 1 (Satu).Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa metode pembelajaran pada tahap 1 ini dapat meningkatkanpengetahuan sebesar 70,6 %, meningkatkan skills mahasiswa 14,7 % dan meningkatkan attitudemahasiswa 14,7 %. Hasil evaluasi pembelajaran klinik tahap 1 pada mata kuliah keperawatanmaternitas 1 (satu) dengan menonton video dan penjelasan dari dosen masih kurang efektif 61,7 %,efektif 28% dan tidak efektif 10,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini juga dinilai bahwa metodepembelajaran pada tahap 2 dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 14,7 %, meningkatkan skillsmahasiswa 70,6 % dan meningkatkan attitude mahasiswa 14,7 %. Berdasarkan hasil penelitian inijuga dinilai bahwa metode pembelajaran pada tahap 2 ini dapat meningkatkan pengetahuan sebesar36%, meningkatkan skills mahasiswa 20,7% dan meningkatkan attitude mahasiswa 37,3%.Berdasarkan hasil penelitian ini juga dinilai bahwa metode pembelajaran pada semua tahapan inidapat meningkatkan pengetahuan sebesar 40%, meningkatkan skills mahasiswa 40% danmeningkatkan attitude mahasiswa 20%.Hasil evaluasi masih banyak pada penilaian kurang efektif, maka memungkinkan untuk dilakukanpembelajaran metode Blended Learning yaitu gabungan antara metode daring dan luring. Hasilevaluasi akhir bahwa 3 tahapan metode ini dapat meningkatkan pengetahuan dan skills secaraberimbang yaitu 40% dan 20% meningkatkan attitude mahasiswa, maka metode ini dapat menjadipilihan alternatif yang baik dilakukan atau dengan memodifikasi dengan teknik luring pada bagianpenjelasan materi awal, dan selanjutnya tetap bisa menggunakan teknik daring. Rekomendasi untukpenelitian selanjutnya adalah modifikasi dari berbagai metode pembelajaran khususnya keterampilanklinik.Keyword : Penerapan pembelajaran secara daring, Keterampilan Pre Klinik,Keperawatan Maternitas
Research Result Evaluasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga dalam Manajemen Pelayanan Maternitas Pada Ibu Hamil di Kelurahan Sidodadi Samarinda: Evaluasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga di manajemen pelayanan Ibu Hamil Anik Puji Rahayu; Siti Rahmadhani; Ika Fikriah; Rahmat Bakhtiar; Novia Fransisca; Handy Wiradharma
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v7i1.967

Abstract

Peristiwa kehamilan, melahirkan dan merawat bayi adalah salah satu dari fase siklus kehidupankeluarga yang dapat menimbulkan stress dan merupakan masa krisis sehingga akan mempengaruhikesehatan seluruh anggota keluarga. Kelahiran seorang anak merupakan salah satu peristiwa terpentingdalam kehidupan keluarga. Kelahiran dan perawatan anak membutuhkan kematangan orangtua,kematangan psikologis dan kematangan intelektual. Untuk itu sangat diperlukan bantuan oleh tenagakesehatan dan orang terdekat dengan ibu dalam memberikan dukungan, dengan hubungan yang unikdengan keluarga sehingga membuat kelahiran sebagai suatu peristiwa yang berpusat pada keluarga(Konsep Family Center Maternity Care) dan sebagai suatu pengalaman yang sangat membahagiakan.Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif, dengan pendekatan Analitik deskriptif. Desain dalampenelitian ini adalah Cross Sectional. Berdasarkan hasil penelitian, usia ibu yang terbanyak adalah padarentang usia 20-30 tahun sebanyak 10 orang (20%) dan usia >30-40 sebanyak 9 orang (18%), dan untukusia keluarga yang terbanyak adalah pada usia 40-50 tahun sebanyak 22 orang (44%). Tingkatpendidikan responden, sebanyak 21 orang (42%) berpendidikan SMA dan sebanyak 11 orang (22%)berpendidikan PT. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pandangan ibu dan keluarga tentangpemberdayaan pelayanan maternitas sebanyak 7 orang (14%) tahu, sebanyak 25 orang (50%) kurangtahu dan sebanyak 18 orang (36%) tidak tahu. Sebanyak 10 orang (20%) mampu merawat, sebanyak 30orang (60%) kurang mampu merawat dan sebanyak 10 orang (20%) tidak mampu merawat ibu hamildan komplikasinya. Semua responden 50 orang (100%) menyatakan perlunya pemberdayaan pelayananmaternitas pada ibu hamil. Sebanyak 5 orang (10%) tahu, sebanyak 10 orang (20%) kurang tahu dansebanyak 35 orang (70%) tidak tahu tentang pemberdayaan ibu dan keluarga dalam pelayananmaternitas pada ibu hamil. Ibu dan keluarga dalam pemberdayaan pelayanan maternitas pada ibu hamilmemerlukan peningkatan pengetahuan 1). Tentang perawatan kehamilan dan komplikasinya, 2).Tentang Gizi pada ibu hamil dan, 3). Tentang pemeriksaan fisik pada ibu hamil dan janinnya.Manajemen pelayanan di area keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayananprofesional keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengansystem reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampaiumur 4 0 hari, beserta keluarganya. Setiap individu mempunyai hak untuk lahir sehat maka setiapindividu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga diperlukan pemberdayanibu dan keluarga khsusunya dan masyarakat pada umumnya.Kata kunci : Pemberdayaan ibu dan keluarga,, manajemen pelayanan maternitas, Ibu Hamil
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR Anik Puji Rahayu
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.383 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v3i1.79

Abstract

Background: Contraception services are one of the types of family planning services available. Most family planning acceptors choose and pay for themselves various types of contraception available.Objective: The purpose of this study was to determine the relationship of husband's support to the use of contraception in couples of childbearing age in the Air Putih Sub-District of Samarinda Ulu District.Method: The method of this research is Descriptive Correlation, with a cross sectional design. The sampling technique used in this study is Non Probability Sampling with a sample of 49 respondents data collected using a questionnaire measuring instrument.Results: Fisher test results obtained a value of P = 1,000> alpha = 0.05, it can be concluded that there was no relationship between husband's support and the use of contraception in couples of childbearing age in the Air Putih Sub-District of Samarinda Ulu District.Conclusion: There is no relationship between husband's support and the use of contraceptives in couples of childbearing age in the Air Putih Sub-District of Samarinda Ulu District
Research Result STUDI PERBANDINGAN ANTARA CARING SPIRITUALITAS PERAWAT DALAM PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD. AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG DAN RSUD. IA. MOEIS SAMARINDA Anik Puji Rahayu
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.949 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v6i1.688

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan transendence need yaitu kebutuhan spiritualitas, akan bisa dicapai jika setiap manusia bahwa dirinya telah bermanfaat untuk orang lain, membantu orang lain untuk mencapai aktualisasi dirinya atau passion nya dalam hidup. Setelah manusia mampu membantu orang lain untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupannya, maka manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan sejati. Saat kebahagiaan sejati ini dapat dicapai maka transendence need dapat diwujudkan sebagai tingkatan tertinggi dari kebutuhan manusia yaitu kebutuhan spiritual terpenuhi (Maslow dalam Feist & Feist, 2010, hlm. 327). Jenis penelitian ini adalah Riset Kuantitatif, dengan pendekatan analisis deskriptif. Desain penelitiannya adalah Cross Sectional setelah 6 bulan diberikan pelatihan tentang caring spiritualitas. Jumlah responden nya 100 responden (terdiri dari 50 orang perawat RS.T dan 50 orang perawat RS.S). Hasil penelitian menggambarkan usia Perawat di kedua rumah sakit adalah berumur 29 tahun, dengan rentang usia termuda 23 tahun dan yang tertua 46 tahun dan tingkat pendidikan tertinggi Diploma III Keperawatan. Rata-rata perawat terjadi peningkatan nilai persepsi dan pengetahuan tentang caring spiritualitas adalah sangat signifikan. Penerapan caring Spiritualitas setelah dilakukan In house training, rata-rata terjadi kenaikan yang signifikan. Perbandingan antara persepsi dan penerapan caring spiritualitas di RS M dan RS T antara sebelum dan sesuad in house training terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Perbandingan antara pengetahuan dan penerapan caring spiritualitas dapat disimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Rekomendasi, menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya terkait konsep caring spiritualitas untuk membangun budaya yang kondusif di lingkup pelayanan keperawatan secara khusus dan membangun budaya kerja yang kondusif di lingkungan masyarakat secara luas. Kata kunci : Caring spiritualitas, pelayanan keperawatan, perawat
Implementasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga serta Bakti Sosial dalam Manajemen Pelayanan Maternitas Pada Ibu Hamil di Kelurahan Sidodadi Samarinda: Implementasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga serta Bakti Sosial Anik Puji Rahayu; Siti Rahmadhani; Ika Fikriah; Rahmat Bakhtiar; Novia Fransisca; Handy Wiradharma; Naina
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.41 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v2i1.968

Abstract

Institusi pendidikan ‘bukanlah menara gading’ yang hanya dipandang dan dilihat tinggi tanpamenyentuh langsung kepada masyarakat. Institusi pendidikan harus melaksanakan 3 fungsi Tridarmaperguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satu kegiatan pengabdianmasyarakat yang dilakukan adalah pemberdayaan ibu dan keluarga serta bakti sosial dengan dukunganoleh dosen keperawatan maternitas dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Mandala BaktiPSDK FK-Unmul. Pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah sekitar kampus, karena dukunganmasyarakat di sekitar lingkungan kampus sangatlah bermakna dalam upaya mewujudkan prosespembelajaran yang sesungguhnya.Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan berupa pemberdayaan ibu dan kelurga sertabakti social dalam manajemen pelayanan maternitas pada ibu hamil. Kegiatan ini diharapkan dapatberlangsung secara berkesinambungan, dan masyarakat merasakan langsung keberadaan institusipendidikan dalam menunjang dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara langsung. Manfaatbagi mahasiswa sendiri, memberikan proses pembelajaran yang lebih konkrit pada pasien secara langsungsehingga meningkatkan skills, mengasah kepekaan sosial yang tinggi dan memiliki attitude yang baikdalam berinteraksi dengan masyarakat, khususnya di area keperawatan maternitas. Kegiatanpemberdayaan ibu dan keluarga ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan umum yangharus dimiliki oleh ibu dan keluarga pada perawatan ibu hamil, melahirkan, nifas dan perawatan bayi.Kegiatan bakti sosialini juga bukan hanya pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar kampus,tetapi juga memberikan bantuan nutrisi kepada ibu dan keluarga.Berdasarkan hasil penelitian, semua responden 50 orang (100%) menyatakan perlunyapemberdayaan pelayanan maternitas pada ibu hamil. Pemberdayaan adalah suatu upaya untukmembangun daya atau kekuatan itu, dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akanpotensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya. Pemberdayaan adalah memperkuatpotensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering). Dalam rangka ini diperlukan langkah-langkahlebih positif, selain dari hanya menciptakan iklim dan suasana. Perkuatan ini meliputi langkah-langkahnyata, dan menyangkut penyediaan berbagai masukan (input), serta pembukaan akses ke dalam berbagaipeluang (opportunities) yang akan membuat masyarakat menjadi berdaya.Rencana tindak lanjut yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat adalah : 1) Melaksanakankegiatan secara kontinyu di masyarakat 3 bulan sekali, 2) Mengevaluasi pemberdayaan ibu dan keluargadalam perawatan ibu hamil, 3) Menjalin kerjasama dengan aparat setempat, tokoh masyarakat danpenggiat posyandu serta Puskesmas Setempat.Kata kunci : Pemberdayaan ibu dan keluarga,, manajemen pelayanan maternitas, Ibu Hamil
PREVENTION OF COVID-19 IN PREGNANT MOTHERS: PREVENTION OF COVID-19 IN PREGNANT MOTHERS Mayusef Sukmana; Anik Puji Rahayu; Alma Fardania Zulfa
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.781 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v2i1.969

Abstract

The Covid-19 pandemic has had an impact on maternal and child health services, such asoptimal monitoring of maternal and child health. Offline maternity class services alsoencountered problems and resulted in a lack of information to pregnant women during theCovid-19 pandemic situation. Thus, re-implementing this online class for pregnant womencan reduce misconceptions that are still wrong in everyday life. The method used is an onlinemethod by forming discussion and consultation forums involving pregnant women, posyanducadres, health center midwives. The parameter for achieving this class of pregnant women isthat pregnant women can know how to prevent Covid-19 during pregnancy by applying theuse of adaptation of new habits and applying health protocols in daily life. The purpose of theclass for pregnant women is to increase the knowledge of pregnant women about problemsduring pregnancy and the formation of discussion and consultation forums regarding theprevention of Covid-19 during pregnancy.Keyword: pregnant women, covid-19, health mother
PENDAMPINGAN PENERAPAN CARING SPIRITUALITAS DALAM MEMBANGUN KARAKTER DIRI KADER POSYANDU, MASYARAKAT DAN PIK REMAJA DI WILAYAH SAMARINDA: Pendampingan penerapan caring spiritualitas Anik Puji Rahayu; Imran Irsal; Siti Rahmadhani; Handy Wiradharma; Pipi Surianti
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.119 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v2i2.1113

Abstract

ABSTRAK Program pendampingan masyarakat adalah bagian dari fungsi dosen di sebuah perguruan tinggi. Dosen menjadi pionir untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, utamanya di lingkungan sekitar kampus dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya sarana prasarana yang dimiliki. Institusi pendidikan ‘bukanlah menara gading’ yang hanya dipandang dan dilihat tinggi tanpa menyentuh langsung kepada masyarakat, untuk itu kami ingin melakukan fungsi dosen dalam meningkatkan kemampuan masyarakat secara umum dengan melakukan pendampingan dalam membentuk dan membangun karakter masyarakat dan mahasiswa yang peduli terhadap lingkungannya. Berdasarkan hasil survey di wilayah Samarinda, maka diputuskan prioritas pengabdian masyarakat adalah pendampingan untuk meningkatkan pemberdayaan khususnya pada kader posyandu, masyarakat dan Pusat Informasi Konseling Remaja dalam hal membangun karakter diri, Dukungan masyarakat di wilayah Samarinda sangatlah bermakna dalam upaya mewujudkan proses pembelajaran yang sesungguhnya. Manfaat bagi mahasiswa sendiri, memberikan proses pembelajaran yang lebih konkrit bersama para kader dan masyarakat secara langsung sehingga meningkatkan skills, mengasah kepekaan sosial yang tinggi dan memiliki attitude yang baik dalam berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan pendampingan ini dilakukan untuk melakukan perubahan mindset tentang pentingnya membangun karakter diri yang positip sehingga akan meningkat kesadaran para kader, masyarakat dan mahasiswa dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah : Kader Posyandu, Masyarakat dan anggota PIK Remaja di wilayah Samarinda untuk membangun karakter diri dengan konsep caring spiritualitas, Meningkatnya Kesadaran kader posyandu, masyarakat dan anggota PIK Remaja untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat karena memiliki karakter diri yang positip, terciptanya kawasan binaan di wilayah sekitar kampus di wilayah Samarinda, Meningkatkan kemampuan pengetahuan, skill dan attitude kader posyandu, masyarakat dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, Fungsi Kampus bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan pengajaran, tetapi juga dapat bermanfaat langsung kepada masyarakat Kata Kunci : Pendampingan, Caring spiritualitas, karakter diri