Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Implementasi Manajemen Pembelajaran Era Revolusi Industri 4.0 Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya I Putu Widyanto; Ni Putu Eka Merliana; Pranata Pranata
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.777 KB) | DOI: 10.18784/smart.v6i1.981

Abstract

Bergulirnya revolusi industry 4.0. memberikan beberapa tantangan antara lain hilangnya beberapa pekerjaan dan memunculkan pekerjaan baru, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya sebagai Lembaga pendidikan tinggi keagamaan diharapkan menghasilkan lulusan kreatif, berkarakter, kompeten dan inovatif yang hanya dapat dilakukan melalui penciptaan kondisi pembelajaran kondusif yang didukung oleh manajemen pembelajaran. Tujuan penelitian dapat menghasilkan sebuah sintesa mengenai bagaimana manajemen pembelajaran di IAHN-TP Palangka Raya pada era revolusi industry 4.0 memenuhi kualifikasi kemampuan lulusan yang dapat bersaing dan berkompetensi. Pendekatan penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif (descriptive research). Penelitian dilaksanakan di IAHN-TP Palangka Raya. Peneliti mengumpulkan berbagai informasi dari pendidik dan peserta didik yang melaksanakan pembelajaran menggunakan prinsip manajemen pembelajaran. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan kompetensi yang ada di era revolusi industri 4.0 terdapat adanya inovasi dan sejumlah terobosan yang dihasilkan oleh dosen dalam meningkatkan mutu pembelajaran dalam bentuk pengembangan kurikulum serta penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam melakukan beberapa pendekatan dan strategi pembelajaran. Semua proses inovasi dan terobosan dalam proses pembelajaran didukung adanya kemampuan pendidik dalam melaksanakan prinsip-pribsip manajemen pembelajaran yang baik.
Pemanfaatan Teknologi Kriptografi dalam mengatasi kejahatan Cyber Ni Putu Eka Merliana
Satya Dharma : Jurnal Ilmu Hukum Vol 3 No 2 (2020): Satya Dharma : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi menjadi hal yang tidak bisa dihindari perkembangannya, karena sebagian besar masyarakat sudah menggunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Merembaknya penggunakan teknologi menjadi kesempatan para pelaku kejahatan untuk menggunakan teknik yang memanfaatkan teknologi agar mendapatkan keuntungan dan kejahatan itu disebut kejahatan siber (cyber crime). Tujuan dari tulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai kejahatan siber yang sudah terjadi serta perangkat hukum dan teknologi kriptografi sebagai bentuk pemecahan masalah dalam kejahatan siber. Walaupun teknologi yang digunakan dalam bentuk kriptografi, akan tetapi tidak bisa terlepas dari perangkat hukum yang sudah diterapkan oleh pemerintah dan ini dijadikan landasan bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam melakukan tindakan yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi.
Analisa SWOT-AHP untuk Penentuan Strategi Pembelajaran Proyek dalam Pengembangan Pendidikan Karakter pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Kapuas Merliana, Ni Putu Eka; Widyantara, I Made Oka; Wirastuti, Ni Made Ary Esta Dewi; Saputra, Komang Oka; Widyanto, I Putu
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i1.3771

Abstract

The project-based learning model is one of the strategies used to increase student engagement and motivation, especially in supporting the development of character education. However, in its application, project learning faces challenges such as taking a long time, causing students to feel bored, and not all students are fully and evenly active in the learning process. This has an impact on the non-achievement of learning objectives in the development of character education. This study aims to identify the factors needed to improve the quality of project learning implementation for character education development. The strategy analysis used in the study uses external as well as internal factors analysis with SWOT and AHP (Analytic Hierarchy Process). The method used in this study is a mixed method with an exploratory sequential design, which collects data qualitatively, namely through interviews and observations, which are then followed by quantitative analysis by distributing questionnaires to respondents. The results show that internal factors, namely innovative and digitalized school management, are the main strengths in implementing project learning for character education development. On the other hand, external factors show significant opportunities for driving schools to support this learning while considering external threats. The top priority strategy recommended in character education development is to utilize technology for innovative learning that increases student engagement. This strategy aims to provide space for students to make progress in cognitive, affective and psychomotor aspects. The main focus in project learning is to ensure students are actively engaged, so an innovative, technology-based approach is needed that allows students to explore, think critically and develop themselves.
Gamifikasi dan Teknologi Komunikasi : Meningkatkan Keterlibatan dan Interaksi Berkomunikasi dalam Pendidikan Arsana, I Nyoman Alit; Merliana, Ni Putu Eka; Purnawati, Ni Wayan
Dharma Duta Vol 22 No 02 (2024): Dharma Duta : Jurnal Penerangan Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/dd.v22i02.1395

Abstract

Communication technology with gamification is an innovative strategy that can change behavior in the learning process, especially in student engagement and interaction. In the context of learning, communication technology, such as e-learning, is used to connect students and teachers through digital platforms that provide learning content, discussion forums, and assignments. Communication technology with gamification provides opportunities for students to interact widely in the learning process. This study aims to explore the strategies used in the utilization of communication technology with game elements in gamification so as to produce positive behavior in communication engagement and interaction between students, students, teachers, and students with content. The method used was a literature review with the research spanning from 2014 to 2024. The results of this study show a conceptual model that can be used to develop learning strategies for gamification. The results will provide practical insights into developing an engaging and fun communication technology-based learning model to increase communication engagement and interaction.
Gamification Project-Based E-learning in Character Education: A Study in Senior High School Merliana, Ni Putu Eka; Widyantara, I Made Oka; Wirastuti, Ni Made Ary Esta Dewi; Saputra, Komang Oka; Setyohadi, Djoko Budiyanto
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 5 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.5.4033

Abstract

E-learning in education faces challenges in improving students' engagement, specifically regarding character education effectiveness. Gamification is among the strategies that can be applied to increase student engagement in the project-based learning process. Therefore, this study aimed to develop a Gamification Framework for Project-Based E-learning in Character Education (GaPolCE) as an innovative solution to improve engagement and character education at the senior high school level. A quantitative study was carried out using a quasi-experimental method, where data collection was carried out through a pre-post test and log data analysis to measure the effectiveness of gamification in achieving character education and student engagement. The results showed that the implementation of GaPolCE improved aspects of character education measured using the N-Gain score, where moral knowledge was in the high category (0.70) while moral feeling (0.49) and moral action (0.51) were in the moderate category. Student engagement increased significantly by 67%, 8%, and 25% for behavioral, emotional, and cognitive engagement. However, the effectiveness of in-depth character formation requires long-term evaluation. In addition, the assessment of the application of gamification in project learning for character education is still done manually, thus increasing teachers' workload. In this regard, further research is needed with a longitudinal approach to ensure the sustainability of its influence. In addition, it is necessary to develop an automatic assessment system based on artificial intelligence to increase the efficiency of character education evaluation. 
Challenges and Strategies in the Implementation of Sexual Violence Prevention and Response Task Forces in Religious Higher Education Institutions in Indonesia Akhmad Anwar Dani; Fathan Fathan; Budiasih Budiasih; Danang Try Purnomo; Ni Putu Eka Merliana
Khazanah Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v7i2.46385

Abstract

This study aims to analyze the challenges and strategies in enhancing the effectiveness of sexual violence prevention and response task forces in Indonesian religious higher education institutions. The study identifies various obstacles that universities face in implementing policies for the prevention and handling of sexual violence, as well as the strategies they employ to overcome these challenges. This research adopts a qualitative approach, collecting data through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGD) with heads of gender and child study centers, members of the sexual violence prevention and response task forces, and lecturers across seven religious higher education institutions in Indonesia. The findings reveal that, although several universities have established task forces, they still encounter major challenges, such as limited trained human resources, victims’ reluctance to report incidents, and conservative campus cultures. However, the strategies implemented, including continuous training for staff and lecturers and the use of technology for reporting, have proven effective in raising awareness and improving responsiveness to sexual violence. This study contributes significantly to the development of policies for the prevention and handling of sexual violence in religious higher education institutions. It recommends strengthening institutional structures, intensifying training programs, and developing more integrated digital reporting systems to create safer and more responsive campuses. Furthermore, this research provides an original contribution by exploring the challenges and strategies faced by religious universities in implementing sexual violence prevention and response policies, offering new insights into how these strategies can be improved and adapted to the specific context of religious higher education in Indonesia.
Bhakti Marga Yoga sebagai Penangkal Pengaruh Negatif Penggunaan Teknologi Komunikasi Ni Putu Eka Merliana; Puspo Renan Joyo
Tampung Penyang Vol 18 No 01 (2020): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v18i01.465

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi menjadikan banyak perubahan baik itu dari perilaku, sosial, budaya bahkan kesemua sektor. Perubahan ini yang menjadikan masyarakat akan beketergantungan terhadap teknologi komunikasi. Tanpa disadari perkembangan teknologi komunikasi memberikan pengaruh negatif dalam pemanfaatannya. Sehingga perlu adanya peningkatan keimanan (religi) dalam hal ini pelaksanaan Bhakti Marga Yoga sebagai bentuk cinta kasih yang tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mengetahui pelaksanaan Bhakti Marga Yoga dalam kehidupan sehari-hari; 2) Mengetahui dampak penggunaan teknologi komunikasi; 3) Mengetahui implementasi Bhakti Marga Yoga dalam menangkal pengaruh negatif penggunaan teknologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data yang diperoleh berdasarkan referensi yang relevan terhadap permasalahan yang diangkat. Hasil didapat menunjukan bahwa pelaksanaan Bhakti Marga Yoga dapat menumbuhkan rasa cinta dan bahagia dalam diri sendiri sehingga akan berdampak positif bagi sesama dan alam semesta dalam bentuk perilaku dan pengendalian diri dari perbuatan yang tidak baik. Hal ini yang menunjukan bahwa dengan meningkatkan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa rasa mencinta dan menyayangi antara sesama manusia akan tumbuh dari dalam diri sehingga manusia dapat mengantisipasi dan menangkal pengaruh negatif dalam penggunaan teknologi komunikasi.
Teknologi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya Hindu di tengah pandemi Covid 19 Ni Putu Eka Merliana
Tampung Penyang Vol 18 No 02 (2020): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v18i02.596

Abstract

Covid 19 sudah membawa kehidupan masyarakat secara umum menjadi berubah baik salah satunya adalah dalam hal pelaksanaan kegiatan keagamaan. Perilaku selama pandemic covid 19 dibatasi sehingga ini dapat mengurangi kualitas dalam peningkatan mutu masyarakat khususnya bagi umat Hindu dikarenakan adanya pembatasan kegiatan dan pelaksanaan dalam melakukan kegiatan keagamaan. Dengan berkembangannya teknologi menjadi peran yang sangat mendukung selama masa pandemic covid 19 yang mana hal tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya hindu dalam melaksanakan kegiatan ibadah atau persembahyangan tanpa harus berkerumun dengan tidak mengurangi nilai ketakwaan dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk medeskripsikan pemanfaatan teknologi sebagai media pendukung dalam peningkatan sumber daya manusia di masa pandemic covid 19. Hasil yang didapat dari penjabaran tersebut adalah bahwa teknologi membantu dalam mengimplementasikan pelaksanaan kegiatan keagamaan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi internet.
Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMKN 2 Katingan Hilir Kabupaten Katingan Ni Putu Eka Merliana
Tampung Penyang Vol 20 No 2 (2022): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v20i2.911

Abstract

Pembelajaran Daring menjadi proses pembelajaran yang diterapkan di masa pandemi Covid 19, karena dengan proses pembelajaran tersebut dapat mengurangi tingkat resiko penularan. Pembelajaran daring haruslah memperhatikan hal utama yaitu dalam penerapan teknologi bagi para siswa. Tidak semua siswa mampu dan memiliki teknologi sebagai pendukung dalam proses pembelajaran daring. SMKN-2 Katingan Hilir Kabupaten Katingan yang merupakan sekolah kejuruan dan lebih mengutamakan pembelajaran praktek sudah menerapkan pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi penerapan pembelajaran daring yang dilakukan di SMKN-2 Katingan Hilir Kabupaten Katingan khususnya pada mata pelajaran agama Hindu, implikasi atau hal yang berdampak secara langsung dari pemanfaatan teknologi terhadap para siswa dalam proses pembelajaran serta persepsi siswa dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pendukung proses pembelajaran secara daring di SMKN-2 Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan mix method (Metode campuran) dengan model Concurrent Triangulation. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa pandangan dari para siswa yang mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran daring merupakan hal yang mudah karena sudah terbiasanya para siswa memanfaatkan teknologi sebelum proses pembelajaran daring diterapkan, dan yang kedua adalah proses pembelajaran daring merupakan proses pembelajaran yang tidak efektif. Hal tersebut dikarenakan tidak pahamnya para siswa dalam menerima materi yang disampaikan oleh Guru terkhusus pada mata pelajaran agama Hindu.
Penerapan Gamifikasi Dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi Untuk Pendidikan Agama Hindu Ni Putu Eka Merliana
Tampung Penyang Vol 22 No 2 (2024): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v22i2.1387

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguraikan penerapan pendekatan gamifikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Fokus utama dari kajian ini adalah perilaku gamifikasi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam memahami ajaran spritual, nilai-nilai serta etika agama Hindu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dengan menganalisa berbagai sumber seperti buku, artikel, prosiding, jurnal baik itu nasional maupun internasional. Data dianalisa secara sistematik untuk mengidentifikasi hubungan yang relevan dengan fenomena yang diteliti. Hasil kajian ini menunjukan bahwa implementasi gamifikasi dapat dilakukan dengan mengintegrasikan elemen-elemen game ke dalam e-learning yang memuat materi yang berkaitan dengan pendidikan agama Hindu. Strategi ini menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik yang akan memberikan pengaruh terhadap keterlibatan, motivasi, kesenangan, kolaborasi serta keterampilan yang mana memberikan kontribusi terhadap hasil belajar yang diukur dengan tiga dimensi yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Kajian ini memberikan landasan teori dan strategi praktis untuk mengintegrasikan gamifikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.