Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KOMUNIKASI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN UNTUK MENARIK MINAT BELI PELANGGAN SELAMA PANDEMI COVID-19 : (Studi Deskriptif Kualitatif Pada La Moringa East Nusa Tenggara Selama Bulan April 2021-Juli 2021) Delviani, Gabriela Agustina; Mandaru, Silvania S.E.; Tuhana, Veki Edizon
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v2i2.42

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi pemasaran yang digunakan oleh La Moringa East Nusa Tenggara untuk menarik minat beli pelanggan selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui elemen-elemen komunikasi pemasaran yang digunakan La Moringa East Nusa Tenggara dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran agar dapat menarik minat beli pelanggan selama pandemi covid-19, (2) untuk mengetahui bagaimana penerapan bauran pemasaran yang digunakan La Moringa East Nusa Tenggara agar dapat menarik minat beli pelanggan selama pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi deskriptif. Penelitian ini berfokus pada komunikasi pemasaran yang digunakan oleh La Moringa East Nusa Tenggara untuk menarik minat beli pelanggan selama pandemi Covid-19 (April-Juli 2021). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Untuk membantu menjawab rumusan masalah, penelitian ini menggunakan konsep bauran pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process) dari Kotler, Keller, Brady, Goodman, Hansen (2019). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) La Moringa menggunakan seluruh elemen-elemen komunikasi pemasaran dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran untuk menarik minat beli pelanggan selama pandemi covid-19, (2) dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran La Moringa East Nusa tenggara menerapkan 6 (enam) dari 7 (tujuh) bauran pemasaran yaitu product, place, price, promotion, people dan physical evidence untuk menarik minat beli pelanggan selama Pandemi Covid-19 (April-Juli 2021). Dari keenam kegiatan pemasaran yang dilakukan, yang paling menarik minat beli pelanggan adalah promotion.
Natoni Takanab Sebagai Komunikasi Ritual : (Studi Etnografi Komunikasi Pada Desa Sainoni TTU) Abi, Graciana; Manafe, Yermia Djefri; Tuhana, Veki Edizon
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v2i2.47

Abstract

Natoni takanab adalah salah satu ritual yang masih dipraktekkan masyarakat suku dawan hingga kini. Ritual natoni takanab merupakan ritual yang dilakukan dengan menuturkan kata-kata dalam bahasa daerah (bahasa dawan) atau uab meto dalam upacara-upacara tertentu. Komunikasi ritual ini sudah menjadi salah satu tradisi yang diturunkan dari leluhur bagi suku dawan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa komunikasi ritual natoni takanab dan pola komunikasi ritual natoni takanab di desa Sainoni Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif etnografi komunikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa komunikasi ritual natoni takanab dapat diidentifikasikan melalui komponen komunikasi. Komponen-komponen etnografi komunikai sebagai berikut: setting atau latar komunikasi, partisipan, tujuan, isi pesan, bentuk isi pesan, kaidah interaksi, norma-norma interpretasi, gendre atau tipe peristiwa komunikastif, topik atau focus referensi, dan urutan tindakan. Pola komunikasi dalam ritual natoni takanab dapat dipahami melalui isi dari natoni takanab yang disampaikan atonis dan nahe’en berupa kata sapaan dan sembah serta permohonan dan harapan. Komunikasi yang disampaikan berupa komunikasi verbal maupun non verbal. Komunikasi verbal dalam ritual natoni takanab adalah bahasa dawan yang dapat disampaikan secara langsung melalui penuturan natoni takanab, sedangkan komunikasi non verbal dapat dilihat bukan melalui bahasa lisan, melainkan isyarat dengan anggota tubuh antara lain mata, kepala, bibir, dan tangan.
PERSEPSI PRIA PADA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA (KB) Flaviana Bira, Ermelinda Septiani; Veki Edizon Tuhana; Roky Konstantin Ara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v4i2.357

Abstract

Kontrasepsi KB adalah sebuah alat atau metode yang diciptakan dan digunakan oleh pasangan suami dan/atau istri untuk menunda kehamilan dan mencegah terjadinya Infeksi Menular Seksual (IMS) agar dapat menciptakan keluarga kecil yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah: Mengetahui persepsi pria pada penggunaan alat kontrasepsi KB dan mengetahui motif pembentuk persepsi pria pada penggunaan alat kontrasepsi KB. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa keempat informan sangat mendukung penggunaan alat kontrasepsi KB pria sebagai tanggung jawab bersama dan sebagai langkah proaktif untuk mendukung kesehatan dan kebahagiaan pasangan serta mengendalikan pertumbuhan populasi. Penggunaan kondom masih menjadi pilihan umum di kalangan pria untuk mengatur kehamilan dan mencegah penularan IMS. Meskipun beberapa pria menyadari bahwa penggunaan kondom dapat mengurangi sensasi selama berhubungan seksual, mereka masih memilih untuk menggunakannya sebagai bentuk perlindungan. Di sisi lain, pengetahuan tentang vasektomi masih minim di kalangan pria, dan pertimbangan matang diperlukan sebelum memutuskan untuk menggunakan metode ini. Persepsi pria terhadap penggunaan KB dipengaruhi oleh motif pengalaman pribadi. Pengetahuan dan pengalaman pria memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan tindakan mereka terhadap penggunaan KB. Pemerintah perlu mensosialisasikan terkait dengan kontrasepsi pria, terutama vasektomi untuk meningkatkan partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi KB.
KOMUNIKASI PERSUASIF STAF SALES DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN : (Studi Kasus Pada PT. Bosowa Berlian Motor Cabang Kupang) Atok, Claudia Zita; Veki Edizon Tuhana; Roky Konstantin Ara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i1.466

Abstract

Komunikasi persuasif adalah proses komunikasi yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap, keyakinan, atau perilaku orang lain dengan cara yang meyakinkan dan mengarahkan mereka ke arah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi persuasif yang dilakukan sales PT. Bosowa Berlian Motor Cabang Kupang dalam meningkatkan penjualan dan untuk mengetahui Hambatan Komunikasi persuasif yang dialami sales pada PT. Bosowa Berlian Motor Cabang Kupang dalam meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan teori perubahan sikap dengan metode penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Bosowa Berlian Motor Cabang Kupang melakukan komunikasi persuasif melalui komunikasi langsung dan komunikasi melalui media, komunikasi langsung yang dilakukan yaitu komunikasi di kantor dengan memberikan test drive kepada konsumen dan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendekatan secara langsung guna mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan, menyebarkan brosur kepada masyarakat, dan memanfaatkan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat untuk melakukan komunikasi secara face to face kepada konsumen. Komunikasi melalui media dengan mempublikasikan produk dan menarik minat konsumen dengan penawaran diskon dan promo khusus melalui iklan kanal instagram, facebook, maupun whatsapp, juga melakukan komunikasi melalui chat pribadi dengan konsumen untuk menjawab pertanyaan dan memberikan informasi lebih detail terkait produk yang ditawarkan. Komunikasi langsung oleh staf penjualan, baik di lapangan maupun di kantor, menjadi kunci dalam membangun hubungan personal yang kuat dengan pelanggan. Beberapa hambatan utama yang dihadapi antara lain kesulitan dalam menghubungi konsumen, satu konsumen yang menghubungi dua sales, persaingan internal antara sales, ketidakefektifan komunikasi yang disampaikan oleh sales.
Penggunaan Media Sosial dalam Aktivitas Digital PR Hotel-hotel di Kota Kupang Tuhana, Veki Edizon; Sanga, Abner P.R.; Ara, Roky Konstantin
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.6098

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media sosial dalam aktivitas digital PR pada hotel-hotel di kota Kupang. Penelitian tentang digital PR di berbagai daerah sudah banyak dilakukan dengan metode dan temuan yang cukup beragam. Namun berdasarkan pantauan tim peneliti ke beberapa jurnal penelitian khususnya penelitan terkait dengan aktivitas digital PR pada hotel-hotel masih sangat jarang dilakukan khususnya di Kota Kupang. Meskipun media sosial telah banyak digunakan dalam PR digital di berbagai kota besar, studi spesifik di Kupang masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivisme (kualitatif) dan metode observasi (pada teks media sosial) dan wawancara dalam pengumpulan data. Jumlah hotel dan informan yang diteliti ada enam di kota Kupang. Fokus penelitian ini untuk menemukan penggunaan media sosial pada hotel-hotel di kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam aktivitas digital PR di arahkan pada informasi persuasif yaitu iklan atau promosi dan informasi umum yang dilakukan di hotel-hotel. Selain itu dampak yang ditumbulkan adalah adanya keterlibatan publik dalam memberikan tanggapan dan penggunaan lebih dari satu akun media sosial dalam menginformasikan produk dan jasa yang ditawarkan di Hotel-hotel di kota Kupang.
ANALISIS PERSEPSI MILENIAL DAN GEN-Z KOTA KUPANG PADA BRAND IMAGE BANK NTT Reyzaldi Juan Vansen Bahy; Veki Edizon Tuhana; Roky Konstantin Ara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.427

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana persepsi milenial dan gen-Z pada brand image Bank NTT yang terbentuk implikasi digital public relations melalui media sosial Instagram dan bagaimana efektivitas digital public relations melalui pemanfaatan media sosial Instagram dalam membentuk brand image berdasarkan persepsi milenial dan gen-Z. Tujuannya untuk mengetahui persepsi milenial dan gen-Z pada brand image Bank NTT yang terbentuk berdasarkan digital public relations melalui media sosial Instagram dan bagaimana efektivitas digital public relations yang dijalankan berdasarkan persepsi yang terbentuk tersebut. Analisis berlandaskan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis resepsi khalayak oleh Stuart Hall. Teori yang digunakan dalam menganalisis penilaian informan sampai terbentuknya persepsi adalah teori penilaian sosial (social judgement theory) oleh Muzafer Sherif.. Keenam informan memiliki persepsi positif mengenai sajian konten yang aktif dan informatif yang berorientasi terhadap isi kontennya. Kesimpulannya persepsi informan pada brand image Bank NTT berdasarkan digital public relations melalui instagram adalah aktif dan informatif. Gambaran efektivitas digital public relation yang dijalankan, pertama, Bank NTT sangat efektif dalam membangun kesan positif sebagai lembaga yang aktif dan informatif. Kedua, Bank NTT kurang efektif dalam menyajikan konten dan pemanfaatan fitur yang inovatif, kreatif, estetis dan interaktif.
Branding Bawaslu dalam Meningkatkan Kepercayaan Publik terhadap Pengawasan Pemilu: Studi Kasus pada Strategi Branding Bawaslu Kabupaten Ngada Johanis Aldian Sina Redo; Veki Edizon Tuhana; Henny L.L. Lada
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juitik.v6i1.2091

Abstract

This research aims to identify the branding strategies implemented by Bawaslu Ngada Regency in enhancing public trust in election supervision. This study employs a constructivism paradigm with a qualitative approach and case study method, with data collection through in-depth interviews, social media observations, and documentation involving the Head of Bawaslu Ngada, Public Relations Officer, and Bawaslu Ngada staff. Data analysis uses the Miles and Huberman model with data validity tested through source and method triangulation, and applies David Aaker's Brand Equity theory encompassing dimensions of brand awareness, brand associations, perceived quality, and brand loyalty. The research findings reveal that Bawaslu Ngada Regency implements five main strategies in building brand equity: branding through mass media and social media (Facebook and Instagram); face-to-face community activities through the "Healthy Friday" program and citizen forums; formation and empowerment of participatory supervisors through the Participatory Supervisor Cadre School (SKPP); political education through the "Bawaslu Goes to School" program; and opening multi-channel information services through offices, official websites, PPID, and the SIWASLU application. These strategies successfully increased institutional visibility and created positive associations with values of public participation, transparency, and accountability, although implementation still faces challenges including minimal communication appeal, limited budget and human resources, digital divide, and inconsistent implementation at various levels.
Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Bonding antara Pengasuh dan Anak Penyandang Disabilitas: Studi Kasus di Panti Asuhan Bhakti Luhur Desa Baumata Ceciliana Theresa Gat; Veki Edizon Tuhana; Sharon Claudia Rambu Podu Diah
Jurnal Media Administrasi Vol 11 No 1 (2026): April : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v11i1.3571

Abstract

Interpersonal communication is the main foundation in the process of communication and interaction in life, including in the context of caregivers and children with disabilities at orphanages, enabling the creation of emotional closeness, also known as bonding. This study uses a qualitative approach with data collection methods through interviews, participatory observation, and documentation studies. The results of this study illustrate that the interaction process between caregivers and children with disabilities occurs through interpersonal communication involving the use of verbal and nonverbal communication. In addition, emotional closeness through the communication process does not form immediately, but rather through stages leading to emotional closeness established in the interaction between caregivers and children with disabilities at the Bhakti Luhur Orphanage in Baumata Village. Nevertheless, in the interaction process, there are certainly obstacles that disrupt the effectiveness of communication and interaction, namely limitations in resources, learning challenges in interacting with children with special needs, and communication problems such as miscommunication. However, all of these can be overcome by caregivers who strive to become parental figures for children with disabilities through evaluation processes and intensive approaches with each child.
Komunikasi Persuasif Bank Sampah Mutiara Timor dalam Edukasi  Pengelolaan Sampah Bagi Masyarakat Kota Kupang Maria Agnestasia Ndu; Veki Edizon Tuhana; Sandra Clarissa Umbu Datta
Jurnal Media Administrasi Vol 11 No 1 (2026): April : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v11i1.3581

Abstract

This study aims to analyze the persuasive communication carried out by Bank Sampah Mutiara Timor in educating waste management among the people of Kupang City and to identify the obstacles faced in the communication process.This research uses a qualitative approach with a case study method and is based on a constructivist paradigm. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The informants consist of the managers of Bank Sampah Mutiara Timor and community members who participate as waste bank customers. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The theoretical framework applied in this study is Joseph A. DeVito’s persuasive communication theory.The results show that the persuasive communication of Bank Sampah Mutiara Timor is implemented through several strategies, including direct socialization, waste management education, storytelling approaches, and hands-on practices in waste sorting and management. The communication process is carried out in three stages: preparation, implementation,and evaluation. This persuasive communication has been able to increase public awareness and understanding of the importance of proper waste management, although community participation has not yet been fully optimal. The obstacles encountered include cognitive or perceptual barriers, technical limitations, and a lack of public awareness and consistency in sorting waste.This study concludes that persuasive communication plays an important role in community-based waste management education. Therefore, Bank Sampah Mutiara Timor is encouraged to continuously develop innovative and sustainable communication strategies to further enhance community participation in waste management efforts in Kupang City.
Pengalaman Komunikasi Pekerja Seks Komersial dengan Pelanggan (Studi Fenomenologi Pekerja Seks Komersial di Kampung Wisata Karaoke Alak, Kota Kupang) Dethan, Grace Marth; Manafe, Yermia Djefri; Tuhana, Veki Edizon
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman komunikasi pekerja seks komersial (PSK) dengan pelanggan di Kampung Wisata Karaoke Alak, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Alfred Schutz untuk menggali makna subjektif dari pengalaman yang dialami para informan. Informan penelitian berjumlah empat orang PSK yang memiliki pengalaman kerja dan interaksi langsung dengan pelanggan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam untuk memperoleh data yang kaya dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi PSK tidak hanya bersifat transaksional semata, melainkan telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari yang sarat dengan dimensi emosional dan reflektif. Interaksi yang terjalin antara PSK dan pelanggan membentuk cara pandang mereka terhadap diri sendiri, realitas sosial, serta hubungan interpersonal yang dibangun. Pengalaman komunikasi yang berlangsung secara berulang menghasilkan stock of knowledge, yaitu pengetahuan praktis yang digunakan PSK dalam menghadapi berbagai karakter pelanggan, membaca situasi emosional, mengelola konflik, serta menentukan strategi komunikasi yang tepat dalam pekerjaan mereka. Lebih lanjut, pemaknaan terhadap pengalaman komunikasi bersifat dinamis dan kontekstual, di mana komunikasi tidak hanya dipahami sebagai sarana memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai ruang emosional dan bentuk pengakuan diri. Dari pengalaman tersebut muncul motif tindakan PSK, yaitu because motive yang berakar pada pengalaman masa lalu serta in-order-to motive yang berorientasi pada tujuan masa depan, seperti mencapai kemandirian ekonomi dan menjaga kesehatan.