Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Training on Making Herbal Product Brochures Using Effective and Persuasive Language to Increase the Effectiveness of Product Promotion: Pelatihan Pembuatan Brosur Produk Herbal Dengan Bahasa Efektif Dan Persuasif Untuk Meningkatkan Efektivitas Promosi Produk Muharudin, Eko; Sukirno, S; Setiawan, Didik; Singgih, Aditya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah yang mempunyai potensi ekonomis cukup besar dalam produk herbal. Namun, masyarakat Desa Margasana, Jatilawang, Kab. Banyumas belum mengetahui teknik pembuatan brosur sebagai media promosi atau iklan dengan bahasa yang efektif dan persuasif serta komoditas produk herbal yang bernilai ekonis tinggi.. Dengan demikian diperlukan kegiatan pelatihan untuk memecahkan masalah tersebut.Tujuan kegiatan ini ialah (1) pelatihan teknik pembuatan brosur dan kemasan untuk promosi dengan bahasa yang efektif dan persuasif dan (2) pemberian wawasan tentang produk atau olahan herbal yang bernilai tinggi dari segi kesehatan dan ekonomi masyarakat. Masyarakat belum mengetahui teknik pembuatan brosur sebagai media promosi atau iklan dengan bahasa yang efektif dan persuasif. Hasil yang didapatkan dari pelatihan ini ialah (1) masyarakat memahami nilai jual produk olahan herbal sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan (2) masyarakat penekun produk olahan herbal dapat membuat brosur pemasaran produk herbal dengan bahasa yang efektif dan persuasif sehingga dapat meningkatkan efektivitas nilai promosi produk olahan herbal.
Variations of Sundanese in Agrarian Societies in Central Java Mutmainah, Sevia; Fahrani Almira Rizkya Haryanto; Dwi Astuti; Shafira Anggraeni Kismanto; El Fathia Raisya Qonitulhaq; Eko Muharudin
Athena: Journal of Social, Culture and Society Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/athena.v2i4.302

Abstract

The purpose of this study is to describe the differences in language variations, explain the history of language development, and describe the differences in language variations in the agrarian society in Central Java. The problem that arises is how is the language variation, the history of development and the difference in language variation in the agrarian society in Central Java?. This research is qualitative with an approach that uses sociology and dialectology.qualitative approach. The data collection technique is by recording a list of questions and answers from informants directly or in writing. Then record images and sounds using a mobile phone. The results of the study show that there are two language variations, namely Sundanese and Javanese. Comparison of language variations in agrarian societies in Central Java includes phonology, morphology and lexicals.
Argot in the Motorcycle Buying and Selling Forum on Facebook as a Buying and Selling Strategy : A Sociolinguistic Study Annafi, Ghilman Ghani; Muharudin, Eko
Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Vol. 4 No. 001 (2024): Special Issues
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/jcell.v4i001.458

Abstract

Language has an important role in daily life, especially for communication between humans, including in buying and selling activities on social media, therefore the researcher conducted a study to reveal how the form and meaning of argot develops in the motorcycle buying and selling forum on Facebook, as well as how its use plays a role in strengthening social dynamics and community identity and this study aims to describe the use of argot in the motorcycle buying and selling forum that available on the Facebook platform. Argot, as a special form of language used by certain groups, in addition to this study is also to help members of the motorcycle buying and selling community to improve their strategies in terms of buying and selling and help increase knowledge for ordinary people, Through the study of sociolinguistic studies, this study examines the forms and meanings used by forum members, as well as their implications for social dynamics and interactions between members. This study uses a qualitative method with a descriptive approach and content analysis from posts in the facebook forum for buying and selling CB/GL/TIGER motorcycles in the Purbalingga, Banjarnegara and Purwokerto areas. Data was collected through the ability to see and record techniques on posts and buying and selling interactions in the forum. The results of the study show that the use of argot in this forum not only serves as an effective communication tool, but also as a symbol of identity and solidarity of the motorcycle loving community. Researchers found 16 forms of argot and divided into 3 types, namely the discovery of 5 phrases, 12 abbreviations, 3 sentences. These findings confirm the importance of understanding the role of language in the formation and maintenance of online communities, as well as provide further insights into sociolinguistic dynamics in the digital realm.
ANALISIS TUTURAN SOSIAL MASYARAKAT DESA PANIMBANG CIMANGGU KABUPATEN CILACAP DENGAN TEORI SPEAKING DELL HYMES 2025 Mutmainah, Sevia; Muharudin, Eko; Suroso, Eko; Nurlina, Laily
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.5982

Abstract

The linguistic phenomenon in Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency, shows the continuity of the Sundanese language in the dominant area of the Javanese language, making it a linguistic context that needs to be studied empirically. This study aims to analyze the social speech of the Sundanese community in Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency, through a Sociolinguistic approach using the SPEAKING model developed by Dell Hymes. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely observation and interviews, on various speech events in the social realm such as markets, religious activities, and community meetings. The analysis was carried out using an extralingual matching method to reveal the social and cultural elements behind the forms of social speech of the community in Panimbang village, Cimanggu district, Cilacap district. The results of the study showed that the eight components in the SPEAKING model including Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms of Interaction and Interpretation, and Genre were identified in the speech of the people of Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency.The speech of the Sundanese people in Panimbang village functions not only as a means of communication, but also as a medium for the expression of values such as solidarity, familiarity, and cultural identity. The implications of this research can be used as material for Indonesian language learning and continuous research involving other language fields, namely ethnolinguistics, which connect language with cultural aspects. ABSTRAK Fenomena kebahasaan di Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, menunjukkan keberlangsungan bahasa Sunda dalam wilayah dominan bahasa Jawa, menjadikannya konteks linguistik yang perlu dikaji secara empirik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuturan sosial masyarakat Sunda di Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, melalui pendekatan Sosiolinguitik dengan menggunakan model SPEAKING yang dikembangkan oleh Dell Hymes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara, terhadap berbagai peristiwa tutur di ranah sosial seperti pasar, kegiatan keagamaan, dan rapat warga. Analisis dilakukan dengan metode padan ekstralingual untuk mengungkap unsur-unsur sosial dan budaya yang melatarbelakangi bentuk-bentuk tuturan sosial masyarakat di desa Panimbang, kecamatan Cimanggu, kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan komponen dalam model SPEAKING meliputi Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms of Interaction and Interpretation, dan Genre teridentifikasi dalam tuturan masyarakat Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Tuturan masyarakat Sunda di desa Panimbang berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media ekspresi nilai-nilai sosial seperti solidaritas, keakraban, dan identitas budaya. Implikasi penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia dan penelitian berkelanjutan yang melibatkan bidang bahasa lain, yaitu etnolinguistik, yang menghubungkan bahasa dengan aspek budaya.
PERBANDINGAN SIKAP BAHASA ATLET BULUTANGKIS DALAM KOMPETISI PURWOKERTO DAN BANDUNG (OPEN TINGKAT NASIONAL 2024) Haryanto, Fahrani Almira Rizkya; Muharudin, Eko; Sukirno, Sukirno; Suroso, Eko
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.5987

Abstract

The phenomenon of language attitudes shown by Bandung athletes in badminton competitions is more positive than Purwokerto athletes. However, this statement is certainly still an assumption, which requires empirical study. Therefore, the study aims to elaborate on the comparison of the language attitudes of Purwokerto and Bandung athletes in Badminton competitions. The problem that arises is the comparison of what kind of language attitudes are contained in the speech of Purwokerto and Bandung athletes. This research was conducted using qualitative. The relevant theory to use is the theory of Garvin and Mathiot. The approach used is sociolinguistic. The data of this study is in the form of speech with the data source in the form of the results of recordings and observations. The data collection techniques used in this study are tapping techniques and recording techniques. Meanwhile, the data analysis technique used is an extralingual matching method including stages 1) reduced data collection in the context of data availability, 2) identification of data in accordance with the focus of the research. The results of the study showed that there was a difference in language attitudes between Purwokerto and Bandung athletes, (1) the language attitudes shown by Purwokerto athletes were more positive because they tended to speech that referred to loyalty and awareness of language norms, while the results of the data (2) Bandung athletes showed a positive attitude in the form of language pride. The implications of this research can be an opportunity for the study of language in the field of sociolinguistics by involving cultural and diverse backgrounds, as well as the defense of language attitudes as an appropriate alternative to improve communication varied with the characteristics of the region between coaches and athletes. ABSTRAK Fenomena sikap bahasa yang ditunjukkan oleh atlet Bandung dalam kompetisi Bulu tangkis, lebih positif daripada atlet Purwokerto. Namun, pernyataan ini tentu masih menjadi asumsi, yang memerlukan pengkajian empirik. Oleh karena itu, Penelitian bertujuan untuk menguraikan perbandingan sikap bahasa atlet Purwokerto dan Bandung dalam kompetisi Bulu tangkis. Permasalahan yang muncul adalah perbandingan sikap bahasa seperti apa yang terdapat dalam tuturan atlet Purwokerto dan Bandung. Penelitian ini dilakukan menggunakan kualitatif. Teori yang relevan untuk digunakan yaitu teori dari Garvin dan Mathiot. Pendekatan yang dipakai adalah sosiolinguistik. Data penelitian ini berupa tuturan dengan sumber datanya adalah berupa hasil dokumentasi rekaman dan observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah teknik sadap dan teknik rekam. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan ekstralingual meliputi tahapan 1) pengumpulan data yang direduksi dalam konteks ketersediaan data, 2) pengidentifikasian data sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap bahasa antara atlet Purwokerto dan Bandung, (1) sikap bahasa yang ditunjukkan oleh atlet Purwokerto lebih positif karena cenderung pada tuturan yang merujuk pada kesetiaan dan kesadaran adanya norma bahasa, sementara hasil data (2) atlet Bandung sikap bahasa yang ditunjukkan adalah sikap positif berupa kebanggaan bahasa. Implikasi penelitian ini dapat menjadi peluang untuk pengkajian bahasa dalam bidang sosiolinguistik dengan melibatkan latar budaya dan beragam, juga pemertahanan sikap bahasa sebagai alternatif yang tepat untuk meningkatkan komunikasi bervariasi dengan ciri khas daerahnya antara pelatih dan atlet.
KESALAHAN EJAAN DALAM PENULISAN SURAT RESMI DI KANTOR DESA KEBANGGAN KECAMATAN MOGA KABUPATEN PEMALANG Mugiarti, Rizka Fitriani; Muharudin, Eko; Suroso, Eko; Sukirno, Sukirno
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6539

Abstract

This study aims to describe the types of spelling errors that frequently occur in official letters written at the Kebanggan Village Office, Moga District, Pemalang Regency. This study uses a qualitative approach and descriptive methods. The data in this study are written data in the form of spelling errors, including capitalization errors, word misspellings, punctuation errors, and loanword errors. The data sources used in this study were official letter documents prepared by the Kebanggan Village officials, Moga District, Pemalang Regency. The technique used in this study was observation and note-taking. The data analysis techniques included data preparation, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that eleven types of spelling errors were found in official letters written at the Kebanggan Village Office, Moga District, Pemalang Regency. First, there were five capitalization errors. Second, there was one word misspelling. Third, there were four punctuation errors. Fourth, there was one loanword error. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan ejaan yang sering muncul dalam penulisan surat resmi di Kantor Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu data tertulis yang berupa kesalahan ejaan yakni mencakup kesalahan penulisan huruf kapital, kesalahan penulisan kata, kesalahan penulisan tanda baca, dan kesalahan penulisan serapan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen surat resmi yang dibuat oleh perangkat Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Teknik yang dilakukan dalam penelitian adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari tahap penyediaan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penulisan surat resmi di Kantor Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang terdapat sebelas bentuk kesalahan ejaan. Pertama, terdapat lima data kesalahan penulisan huruf kapital. Kedua, terdapat satu data kesalahan penulisan kata. Ketiga, terdapat empat data kesalahan penggunaan tanda baca. Keempat, terdapat satu data kesalahan penulisan serapan.
ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER MATA KULIAH PENGANTAR PENYUNTINGAN Utami, Santi Pratiwi T; Juidah, Imas; Muharudin, Eko; Syam, Suhendi; Yuda, Ramadhan Kusuma; Sumarwati
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v6i2.121

Abstract

This study aims to describe the quality of the odd semester final exam items for the Introduction to Editing course for the 2020/2021 academic year at the Indonesian Literature Program, Universitas Negeri Semarang. This research is a quantitative research with descriptive method. The research subjects were 60 students. Data collection techniques were carried out by documenting. Quantitative data analysis based on level of difficulty, discriminating power, quality of distractors, validity, and reliability with 100 questions. The results of the analysis show that the quality of the odd semester final exam items in the Introduction to Editing course has a moderate level of difficulty, sufficient discriminating power, and very good distracting qualities. In addition, there are 68 valid items and 0.78 reliability in the high category. The conclusion of the study is that the odd semester final exam items for the Introduction to Editing subject need to be revised to improve the quality of the items.
KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN DARING (ONLINE) DI MASA PANDEMI COVID-19 Muharudin, Eko; Badarudin; Eko Sri Israhayu
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v7i1.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesantunan berbahasa Indonesia siswa sekolah dasar (SD) dalam pembelajaran oneline (daring) di masa pandemi Covid-19 dengan guru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 SD dan guru kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran oneline (daring) siswa kelas 4 SD Laboratorium UMP dengan guru terdapat pematuhan tuturan prinsip kesantunan Geoffrey Leech dengan 6 maksim dan pelanggaran tuturan prinsip kesantunan Geoffrey Leech dengan 4 maksim. Dalam pembelajaran oneline, siswa menunjukkan kesantunan dengan guru. Namun, masih terdapat ketidaksantunan siswa dalam berkomunikasi dengan guru. Hal ini disebabkan oleh penggunaan media (platform) baru dalam pembelajaran sehingga siswa tidak menyimak dan memperhatikan pelajaran sehingga siswa kurang memperhatikan kesantunan berbicara dengan guru dan teman. Kata kunci: kesantunan berbahasa, bahasa Indonesia, siswa SD, pembelajaran daring (online), p andemi Covid-19