Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Dynamics of Multilingual Environment in the Development of Students' Speaking Skills in Indonesian for Foreign Speakers Baeti, Putri Nurul; Nurlina, Laily; Muharudin, Eko; Praptanti, Isnaeni
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i1.1115

Abstract

This study aims to describe the dynamics of a multilingual environment and its role in developing Indonesian speaking skills of students in the Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) program. The research was conducted at Universitas Muhammadiyah Purwokerto in the 2024/2025 academic year. The population of this study consisted of all foreign students enrolled in the BIPA program at Universitas Muhammadiyah Purwokerto, with the sample selected purposively, namely students who actively participated in BIPA classes and interacted with the campus environment and surrounding community. This study employed a qualitative method with a case study design. The research instruments included semi-structured interview guidelines and observation sheets. Data were analyzed qualitatively using thematic analysis through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that BIPA students are situated in a multilingual environment involving the use of Indonesian, local languages, and foreign languages. The environment functions as a source of language acquisition through out-of-class interactions, particularly through imitation and repetition. Formal learning provides linguistic foundations, while naturalistic learning supports speaking fluency and confidence. However, the dominance of local languages and affective factors pose challenges in oral communication.
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI PENGUATAN DAKWAH KOMUNITAS PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH CILACAP DI ERA REVOLUSI SOSIAL 5.0 Muharudin, Eko; Wibowo, Mukti Agung; Rabbani, Ilham; Pamungkas, Onok Yayang; Sadeli, Elly Hasan
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2550

Abstract

Di era revolusi sosial 5.0 sekarang ini, seseorang harus menguasai literasi yang mumpuni agar dapat mengembangkan diri dan mampu bersaing di kancah global. Pemuda Muhammadiyah sebagai ujung panah dakwah Persyarikatan Muhammadiyah sangat memerlukan wawasan berupa pelatihan dan pengembangan literasi digital untuk menunjang kegiatan dakwah. Tujuan kegiatan ini adalah (1) memberi pemahaman tentang pentingnya penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah di era revolusi sosial 5.0, (2) memberi dan menguatkan pemahaman tentang teknik mencari sumber kegiatan dakwah dengan baik dan benar (sahih) di media digital, khususnya berbasis media sosial, dan (3) melatih untuk meningkatkan keterampilan menulis esai populer berbasis media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas. Metode yang digunakan adalah tes dan pelatihan. Hasil yang kegiatan ini yaitu (1) meningkatnya pemahaman tentang penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah komuniktas di era revolusi sosial 5.0, (2) meningkatnya pemahaman teknis mencari sumber informasi untuk kegiatan dakwah komunitas dengan baik dan benar (sahih) di media sosial, dan (3) terampil dalam menulis esai populer di media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas di lingkungan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Cilacap. , pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang lebih cakap, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan media digital untuk tujuan edukatif dan dakwah.
Perubahan Bunyi Y Menjadi Z pada Bahasa Ibu di Desa Maron Garung Wonosobo Brenda Dara Sekar Ayuningtyas; Eko Muharudin; Sukirno Sukirno; Eko Suroso
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1489

Abstract

Bahasa ibu yang beragam di tiap daerah menjadikan bahasa ibu memiliki keunikannya tersendiri yang harus dilestarikan. Salah satu bahasa ibu yang memiliki keunikan adalah bahasa ibu di Desa Maron Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keunikan bahasa ibu di Desa Maron. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Maron lalu data yang digunakan yaitu berupa 42 kata dari Kamus Lengkap Bahasa Jawa Karya Sudarmanto. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik ubah ujud, sehingga hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah seluruh kata yang ada di dalam data penelitian mengalami perubahan bunyi dari y menjadi z tanpa mengalami perubahan arti dan perubahan yang terjadi termasuk ke dalam fonetik artikulatoris. Penelitian ini nantinya dapat menambah kajian ilmu linguistik, khususnya dalam bidang fonetik dan fonologi. Selain itu, penelitian ini dapat memperkaya khasanah keunikan bahasa di nusantara.
PERBANDINGAN VARIASI FONEM PADA DIALEK BANYUMASAN DI KABUPATEN BANYUMAS DAN KABUPATEN CILACAP Wicaksono, Lutfi Wiwit; Muharudin, Eko; Suroso, Eko; Nurlina, Laily
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 2 (2025): SKRIPTA NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i2.8329

Abstract

The Banyumasan dialect or better known as "Ngapak" is part of the Javanese dialect which has striking phonological characteristics when compared to the Mataraman dialect. This study aims to describe the form of phoneme variation in the Banyumasan dialect spoken in two regions, namely Banyumas Regency and Cilacap Regency. This research was conducted using a qualitative descriptive method through a dialectological approach, focusing on phoneme units as the smallest unit in the language sound system. The results of field observations and direct interaction with native speakers from Banyumas and Cilacap show that there are several forms of phonemic variation, including: (1) apokope, which is the elimination of vowel sounds at the end of words, such as in the word "koe" which becomes "ko" or "uwis" becomes "wis"; (2) the addition of phonemes, especially epenetic vowels that are added to refine articulation, such as in the word "arep" which becomes "arepan"; and (3) consonant substitution, e.g. simplification of the phoneme /ai/ which is reduced to /i/ in the word "wae" to "baen", or the change of the phoneme /n/ to /ɲ/ (ng) in the phrase "nang endi" which changes to "ngendi". This phonemic analysis shows that each change has a certain pattern that reflects systemic consistency in people's spoken language. This not only reflects linguistic adaptations to local communication needs, but also demonstrates the social function of language variation as part of community identity. In other words, the phonemic differences found are not just deviations from the standard form, but a reflection of the typical phonological structure that develops naturally in the Banyumasan language community. This research also strengthens the understanding of regional language dynamics and the importance of preserving local languages in the midst of globalization.