Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI PENGUATAN DAKWAH KOMUNITAS PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH CILACAP DI ERA REVOLUSI SOSIAL 5.0 Muharudin, Eko; Wibowo, Mukti Agung; Rabbani, Ilham; Pamungkas, Onok Yayang; Sadeli, Elly Hasan
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2550

Abstract

Di era revolusi sosial 5.0 sekarang ini, seseorang harus menguasai literasi yang mumpuni agar dapat mengembangkan diri dan mampu bersaing di kancah global. Pemuda Muhammadiyah sebagai ujung panah dakwah Persyarikatan Muhammadiyah sangat memerlukan wawasan berupa pelatihan dan pengembangan literasi digital untuk menunjang kegiatan dakwah. Tujuan kegiatan ini adalah (1) memberi pemahaman tentang pentingnya penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah di era revolusi sosial 5.0, (2) memberi dan menguatkan pemahaman tentang teknik mencari sumber kegiatan dakwah dengan baik dan benar (sahih) di media digital, khususnya berbasis media sosial, dan (3) melatih untuk meningkatkan keterampilan menulis esai populer berbasis media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas. Metode yang digunakan adalah tes dan pelatihan. Hasil yang kegiatan ini yaitu (1) meningkatnya pemahaman tentang penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah komuniktas di era revolusi sosial 5.0, (2) meningkatnya pemahaman teknis mencari sumber informasi untuk kegiatan dakwah komunitas dengan baik dan benar (sahih) di media sosial, dan (3) terampil dalam menulis esai populer di media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas di lingkungan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Cilacap. , pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang lebih cakap, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan media digital untuk tujuan edukatif dan dakwah.
Perubahan Bunyi Y Menjadi Z pada Bahasa Ibu di Desa Maron Garung Wonosobo Brenda Dara Sekar Ayuningtyas; Eko Muharudin; Sukirno Sukirno; Eko Suroso
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1489

Abstract

Bahasa ibu yang beragam di tiap daerah menjadikan bahasa ibu memiliki keunikannya tersendiri yang harus dilestarikan. Salah satu bahasa ibu yang memiliki keunikan adalah bahasa ibu di Desa Maron Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keunikan bahasa ibu di Desa Maron. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Maron lalu data yang digunakan yaitu berupa 42 kata dari Kamus Lengkap Bahasa Jawa Karya Sudarmanto. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik ubah ujud, sehingga hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah seluruh kata yang ada di dalam data penelitian mengalami perubahan bunyi dari y menjadi z tanpa mengalami perubahan arti dan perubahan yang terjadi termasuk ke dalam fonetik artikulatoris. Penelitian ini nantinya dapat menambah kajian ilmu linguistik, khususnya dalam bidang fonetik dan fonologi. Selain itu, penelitian ini dapat memperkaya khasanah keunikan bahasa di nusantara.
PERBANDINGAN VARIASI FONEM PADA DIALEK BANYUMASAN DI KABUPATEN BANYUMAS DAN KABUPATEN CILACAP Wicaksono, Lutfi Wiwit; Muharudin, Eko; Suroso, Eko; Nurlina, Laily
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 2 (2025): SKRIPTA NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i2.8329

Abstract

The Banyumasan dialect or better known as "Ngapak" is part of the Javanese dialect which has striking phonological characteristics when compared to the Mataraman dialect. This study aims to describe the form of phoneme variation in the Banyumasan dialect spoken in two regions, namely Banyumas Regency and Cilacap Regency. This research was conducted using a qualitative descriptive method through a dialectological approach, focusing on phoneme units as the smallest unit in the language sound system. The results of field observations and direct interaction with native speakers from Banyumas and Cilacap show that there are several forms of phonemic variation, including: (1) apokope, which is the elimination of vowel sounds at the end of words, such as in the word "koe" which becomes "ko" or "uwis" becomes "wis"; (2) the addition of phonemes, especially epenetic vowels that are added to refine articulation, such as in the word "arep" which becomes "arepan"; and (3) consonant substitution, e.g. simplification of the phoneme /ai/ which is reduced to /i/ in the word "wae" to "baen", or the change of the phoneme /n/ to /ɲ/ (ng) in the phrase "nang endi" which changes to "ngendi". This phonemic analysis shows that each change has a certain pattern that reflects systemic consistency in people's spoken language. This not only reflects linguistic adaptations to local communication needs, but also demonstrates the social function of language variation as part of community identity. In other words, the phonemic differences found are not just deviations from the standard form, but a reflection of the typical phonological structure that develops naturally in the Banyumasan language community. This research also strengthens the understanding of regional language dynamics and the importance of preserving local languages in the midst of globalization.
Don's Motivation for Speech in Jumbo Animated Films: A Psycholinguistic Study Putri, Sandrina Febiola; Eko Muharudin; Eko Suroso; Sukirno
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 13 No. 1 (2026): Volume 13 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.936

Abstract

Speech motivation in animated films is generally influenced by the emotional dynamics and psychological needs of the characters involved in a particular speech situation. The relationship between internal drives, affective conditions, and language realization has not been fully understood in animated film studies, especially from a psycholinguistic perspective. This study aims to identify and describe the forms of speech motivation of the character Don in the animated film Jumbo (2025) through a psycholinguistic approach supported by pragmatic context analysis. The issues examined in this study are how Don's emotional state and psychological needs become dominant factors in shaping the construction of speech motivation and how this circular pattern of motivation works in speech dynamics. This study uses a qualitative descriptive method with a psycholinguistic approach. The research data consists of quotes from Don's dialogue that contain indications of speech motivation in the film. The data collection technique was carried out through listening and note-taking, while the data analysis technique used an interactive analysis model that included data reduction, data presentation, and verification and conclusion drawing. The research findings were then integrated into a contextual circular model of speech motivation as a conceptual analysis tool to map the relationship between situational stimuli, emotions, psychological needs, communicative goals, and social responses. The results showed that Don's speech motivation was dominated by the needs for belonging and recognition, which emerged through various emotional conditions such as happiness, fear, anger, disappointment, regret, and longing. Each utterance is formed through a circular process involving external stimuli, cognitive evaluation, activation of psychological needs, and linguistic realization in the form of verbal and nonverbal expressions. The circular model of speech motivation formulated in this study shows that speech is the result of psychological drives and becomes an evaluative mechanism that re-influences the
Alih Kode dan Campur Kode pada Percakapan dalam Podcast Close The Door Episode Denny Caknan dengan Bella Bonita: Code Switching and Code Mixing in Conversations in the Close The Door Podcast Episode Featuring Denny Caknan and Bella Bonita Nurhidayat, Amelia Rachma; Sukirno; Eko Suroso; Eko Muharudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2715

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk alih kode dan campur kode dalam podcast “Close The Door” episode yang menampilkan Denny Caknan dan Bella Bonita. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada sosiolinguistik. Data diperoleh melalui teknik simak, catat, dan transkripsi, lalu dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian mengungkapkan adanya 9 data, yang terdiri dari 4 data alih kode dan 5 data campur kode, campur kode sebagai fenomena yang lebih dominan muncul. Alih kode yang ditemukan adalah perubahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa dalam konteks situasi yang santai, humoris, dan bersifat pribadi. Bahasa Jawa digunakan sebagai penanda identitas lokal, membangun keakraban, serta menciptakan kedekatan emosional antarpembicara. Campur kode terjadi melalui penyisipan unsur bahasa Jawa dan bahasa Inggris dalam bentuk kata maupun frasa. Unsur-unsur bahasa Jawa menyampaikan suasana budaya dan ekspresi yang lebih natural, sedangkan bahasa Inggris digunakan dalam istilah media dan industri hiburan digital. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh identitas penutur, humor, kebiasaan berbahasa, topik pembicaraan, dan kebutuhan leksikal.
Alih Kode dan Campur Kode Anak-Anak dalam Masyarakat Dwibahasa Sunda–Indonesia di Desa Bantarpanjang Cilacap: Code Switching and Code Mixing among Children in the Sundanese–Indonesian Bilingual Community in Bantarpanjang Village, Cilacap Yohana Dinda Putrika; Sukirno; Eko Suroso; Eko Muharudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk dan faktor penyebab munculnya fenomena alih kode dan campur kode pada anak-anak dalam masyarakat dwibahasa. Penelitian menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data terdiri dari tuturan anak-anak dengan sumber data berasal dari anak-anak di Desa Bantarpanjang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan melalui metode agih dengan teknik BUL, kemudian dilengkapi dengan analisis sosiolinguistik berbasis konteks tutur. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa alih kode anak-anak berlangsung antara bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, sedangkan campur kode muncul melalui penyisipan unsur bahasa Indonesia, Sunda, dan Inggris. Bahasa Sunda cenderung digunakan dalam interaksi akrab dengan teman sebaya, bahasa Indonesia muncul dalam komunikasi dengan orang dewasa atau situasi yang lebih terarah, sedangkan bahasa Inggris hadir melalui istilah digital. Temuan ini menampilkan bahwa praktik alih kode dan campur kode pada anak-anak tidak terjadi secara acak, tetapi dipengaruhi oleh lingkungan dwibahasa, relasi sosial, serta perkembangan budaya digital.  
Alih Kode dan Campur Kode dalam Interaksi Pedagang dan Pembeli di Pasar Cikebrok: Studi Kualitatif pada Komunikasi Informal: Code Switching and Code Mixing in Interactions between Sellers and Buyers at Cikebrok Market: A Qualitative Study of Informal Communication Fairuz Primanda; Sukirno; Eko Suroso; Eko Muharudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, faktor, dan peranan alih kode serta campur kode dalam interaksi pedagang dan pembeli di Pasar Cikebrok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan sosiolinguistik untuk memahami penggunaan bahasa yang digunakan pedagang dan pembeli saat berinteraksi di pasar. Data diperoleh melalui teknik observasi partisipan, simak, rekam, catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa alih kode dan campur kode yang terjadi secara langsung dalam interaksi pedagang dan pembeli di Pasar Cikebrok Purwokerto, baik dalam bentuk peralihan bahasa maupun penyisipan atau percampuran kata, frasa, dan kalimat dalam satu tuturan.  
TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF PADA PODCAST WARUNG KOPI (PWK) DALAM EDISI DAVINA KARAMOY DI HAS CREATIVE Anisa Zikriyah Oktaviana; Eko Suroso; Sukirno; Eko Muharudin
JURNAL SKRIPTA Vol 12 No 1 (2026): SKRIPTA MEI 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v12i1.9540

Abstract

This study aims to identify and describe the forms of directive illocutionary discourse acts in the podcast Warung Kopi bersama Davina Karamoy, which airs on the HAS Creative channel. This study employs a qualitative descriptive approach, with data consisting of utterances containing directive elements, sourced from podcast videos uploaded in May 2025. Data collection was conducted using the Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) method. Data analysis followed the Miles and Huberman model, consisting of three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate the presence of various forms of directive illocutionary discourse acts, such as questions, commands, prohibitions, and advice, which are used to direct, request, and influence the actions of the interlocutor. Among these forms, questions and commands are the most dominant, consistent with the interactive and spontaneous nature of podcasts. Thus, this study confirms that directive illocutionary acts play a significant role in establishing communicative interaction, particularly in the context of digital media.
Implikatur Percakapan dalam Podcast Supaya Sembuh dari Trauma pada Kanal YouTube Raditya Dika: Kajian Pragmatik: Conversational Implicatures in the Podcast Supaya Sembuh dari Trauma on the YouTube Channel of Raditya Dika: A Pragmatic Study Dhina Laras Asih; Eko Suroso; Eko Muharudin; Isnaeni Praptanti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan dalam podcast “Supaya Sembuh dari Trauma” pada kanal YouTube Raditya Dika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan yang mengandung implikatur percakapan antara Raditya Dika dan Dr. Jiemi Ardian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan teknik padan pragmatik dengan memperhatikan konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan data implikatur percakapan yang terdiri atas implikatur umum dan implikatur khusus. Implikatur umum muncul pada tuturan berupa definisi dan penjelasan umum mengenai trauma yang dapat ditafsirkan tanpa memerlukan konteks situasional yang sangat spesifik, sedangkan implikatur khusus muncul pada tuturan yang memerlukan konteks pertanyaan, hubungan topik, dan situasi percakapan untuk memahami makna tersiratnya. Implikatur percakapan dalam podcast digunakan untuk menjelaskan konsep trauma dengan bahasa yang lebih sederhana, memberikan saran secara halus, serta membangun kedekatan dengan audiens melalui percakapan yang santai dan komunikatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implikatur percakapan berperan penting dalam menyampaikan informasi secara tidak langsung serta membantu audiens memahami pembahasan trauma dengan lebih mudah. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, khususnya implikatur percakapan dalam media digital berupa podcast.
Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif dr. Tirta pada Podcast Malaka Sistyani Putri Utami; Eko Suroso; Eko Muharudin; Laily Nurlina
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10679

Abstract

This study discusses the expressive illocutionary speech acts used by Dr. Tirta in the Malaka podcast entitled "Just Graduated, Do You Want to Open a Business?". This study is motivated by the importance of understanding the use of expressive illocutionary speech acts in digital media that can influence people's perspectives, especially the younger generation. So far, research on speech acts has focused more on the context of formal education and daily life, while on business motivation podcasts is still relatively limited. The purpose of this study is to describe the form and function of expressive illocutionary speech acts used by Dr. Tirta in the Malaka Podcast. This study uses a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The research data in the form of Dr. Tirta's utterances which are forms of expressive illocutionary speech acts, were obtained through listening and note-taking techniques. Data analysis was carried out by identifying the forms of acts and utterances, classifying the types of acts and utterances, and then interpreting their pragmatic functions. The results of the study show that the dominant expressive illocutionary speech acts include criticism, sarcasm, support, praise, and expressions of concern. These speech acts are used to convey motivation, build social awareness, and influence listeners' mindsets regarding education and the world of work. This study concludes that Dr. Tirta's use of expressive illocutionary acts in the Malaka podcast can be used as an effective communication strategy in conveying motivational messages clearly and persuasively.