Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Digital Adaptation in Islamic Religious Education: A Comparative Case Study of University and Pesantren in Indonesia Afrizal Galela; Mohammad Asrori; M. Mujab
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 2 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i2.37256

Abstract

Digital transformation presents a dualism of opportunities and challenges for the sustainability of Islamic Religious Education (PAI). This qualitative multiple-case study analyzes technology integration at the Islamic University of Malang (UNISMA) and Sabilurrosyad Islamic Boarding School. Data were gathered through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. Findings show that UNISMA integrates technology via Learning Management Systems (LMS) to foster constructivist learning, while Sabilurrosyad adopts digital tools selectively to preserve ta'dib (moral discipline) and traditional values. This study demonstrates that effective PAI digitalization requires a synergy between technological utility and Islamic spirituality. Furthermore, it proposes an integration of the Technology Acceptance Model (TAM) with religious value dimensions and ta'dib principles as a theoretical framework for Islamic educational contexts. Ultimately, digital transformation in PAI must transcend instructional efficiency to actively reinforce the moral and spiritual dimensions of learners.
Islamic Religious Education Learning Strategy Based on Self-Regulated Learning in Enhancing Students' Metacognition at Al-Izzah International Islamic Boarding School Komariyatul Mahmuda; Mohammad Asrori; Ahmad Sholeh
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 24, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v24i2.9397

Abstract

ENGLISH: Islamic Religious Education Learning Strategy Based on Self-Regulated Learning in Enhancing Students' Metacognition at Al-Izzah International Islamic Boarding SchoolObjective: This study aims to analyze the learning strategies employed by teachers to enhance students' metacognition through a Self-Regulated Learning (SRL) approach at Al-Izzah IIBS Batu High School. Method: This study employs a qualitative approach, utilizing a case study design. Data was obtained through interviews with the principal, vice principal for curriculum, Islamic Education teachers, homeroom teachers, and students. Results: The improvement of students' metacognition at SMA Al-Izzah IIBS Batu is achieved through a Self-Regulated Learning (SRL)-based Islamic Religious Education teaching strategy that involves teacher reflection and the development of students' learning independenc. Conclusion: Students' self-regulated learning (SRL) abilities influence their metacognition, which, in turn, shapes their learning independence and readiness to become lifelong learners. Contribution: This study contributes to the implementation of Self-Regulated Learning in Islamic Religious Education, enhancing metacognition and fostering life skills such as independence, responsibility, and self-awareness among students.INDOENSIAN: Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Self-Regulated Learning Dalam Meningkatkan Metakognisi Siswa di Al-Izzah International Islamic Boarding SchoolTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan metakognisi siswa melalui pendekatan berbasis Self Regulated Learning (SRL) di SMA Al-Izzah IIBS Batu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, waka kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas dan siswa. Hasil: Peningkatan metakognisi siswa di SMA Al-Izzah IIBS Batu tercapai melalui strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Self-Regulated Learning (SRL), yang melibatkan refleksi guru dan pengembangan kemandirian belajar siswa. Kesimpulan: Kemampuan Self-Regulated Learning (SRL) peserta didik memberikan pengaruh terhadap metakognisinya, yang pada akhirnya membentuk kemandirian belajar dan kesiapan menjadi pembelajar sepanjang hayat secara berkelanjutan. Kontribusi: Penelitian ini berkontribusi dalam penerapan Self-Regulated Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yang meningkatkan metakognisi dan menumbuhkan keterampilan hidup seperti kemandirian, tanggung jawab, dan kesadaran diri pada peserta didik.
The Role of Islamic Education Teachers in Fostering Junior High School Students' Religious Character (Aqidah and Akhlak) through a Scientific Approach Ghozali Ghozali; Mohammad Asrori; Mokhammad Yahya
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11623

Abstract

ENGLISH: The Role of Islamic Education Teachers in Fostering Junior High School Students' Religious Character (Aqidah and Akhlak) through a Scientific ApproachObjective: This Objective: This study aims to analyze the role of Islamic Education teachers in fostering junior high school students' religious character, particularly in Aqidah and Akhlak, through a scientific approach. Methods: A qualitative descriptive approach was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data credibility was established using source and technique triangulation. Results: The findings indicate that Islamic Education teachers serve as facilitators, motivators, mentors, supervisors, and role models by integrating Aqidah and Akhlak values into every stage of the scientific approach. Implementation was supported by teacher commitment, a religious school environment, and habituation programs, while variations in students' backgrounds, limited parental supervision, and negative peer influence remained major challenges. Conclusion: Integrating religious values (Aqidah and Akhlak) into the scientific approach effectively strengthens students' religious character in junior high school. Contribution: This study contributes an integrative model of scientific-based Islamic Education learning to strengthen students' Aqidah and Akhlak in secondary educational institutionsINDONESIAN: Peran Guru Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Religius (Akidah dan Akhlak) Siswa SMP melalui Pendekatan Saintifik Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter religius siswa sekolah menengah pertama, khususnya pada aspek Akidah dan Akhlak, melalui pendekatan saintifik. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kredibilitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, pengawas, dan teladan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Akidah dan Akhlak ke dalam setiap tahapan pendekatan saintifik. Implementasi didukung oleh komitmen guru, lingkungan sekolah yang religius, dan program pembiasaan, sementara perbedaan latar belakang siswa, keterbatasan pengawasan orang tua, serta pengaruh teman sebaya menjadi tantangan utama. Kesimpulan: Integrasi nilai-nilai religius (Akidah dan Akhlak) ke dalam pendekatan saintifik efektif menguatkan karakter religius siswa di sekolah menengah pertama. Kontribusi: Penelitian ini menyumbangkan model pembelajaran PAI berbasis pendekatan saintifik untuk memperkuat Akidah dan Akhlak siswa di lembaga pendidikan menengah.
KONTRIBUSI PERKEMBANGAN FILSAFAT ISLAM TERHADAP PENDIDIKAN ERA MODERN Ahsana Nabila; Aminah izza; Anisa Evinda; Mohammad Asrori
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2025): Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v9i1.2363

Abstract

Pembaharuan dan perkembangan dalam dunia pendidikan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan lagi. Oleh karena itu dalam proses pendidikan era modern ini banyak sering sekali terjadi perubahan baik dari aspek metode pembelajaran, kurikulum maupun Teknik dalam mengajar. Tentu hal ini tidak bisa lepas dari pengaruh tokoh gagasan filsafat Islam yang menjadi salah satu sumber inspirasi bagi para pemikir modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkorelasikan antara perkembangan filsafat islam dan pendidikan era modern serta menganalisis kontribusi pemikiran filsafat islam yang berpengaruh pada pendidikan era modern. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data metode library reseach atau studi pustaka. Dari pembahasan hasil yang ditemukan ialah adanya korelasi antara perkembangan filsafat islam dan pendidikan era modern dan juga pemikiran para tokoh dari filsafat islam yang berpengaruh pada pendidikan era modern sehingga masih relevan diimplementasikan hingga saat ini.
RECONSTRUCTION OF QUR'AN-BASED ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING: DIMENSIONS AND PRINCIPLES FOR THE CONTEMPORARY ERA Nur Alfiyah; Esa Nur Wahyuni; Mohammad Asrori; Putri Ayu Dwi Nabila
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2025): MARCH
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i1.1985

Abstract

Improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning is becoming increasingly important amid the challenges of globalization and digitalization, especially when spiritual values often receive less attention in modern education. This article aims to examine the concept of Islamic Education learning in the Qur'anic perspective, focusing on the dimensions and principles of learning that are relevant for the contemporary era. This research uses a literature study approach with content analysis of Qur'anic verses related to education, as well as literature review of academic journals and book literature. Data were collected through literature review and analyzed descriptively-qualitatively to identify a comprehensive conceptual framework. The results showed that the Qur'an offers a holistic educational framework that includes cognitive, affective, and psychomotor dimensions, as well as principles such as exemplarity, relevance, justice, patience, and development of individual potential. The integration of Qur'anic values into innovative learning strategies, such as project-based methods and the utilization of digital media has the potential to create relevant, effective, and meaningful learning experiences for learners.
DINAMIKA REGULASI DIRI ALUMNI PONDOK PESANTREN DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS SANTRI MELALUI PENDIDIKAN PESANTREN (Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor) Deni Anggrayani; Mohammad Asrori; Ahmad Nurul Kawakib; Haris Furkon Hasbi Firmasnyah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7784

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena terkikisnya identitas santri alumni pondok pesantren, yang diindikasikan oleh penurunan kemampuan regulasi diri (self-regulation) ketika berada di lingkungan luar pondok. Dengan mengambil studi kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor, penelitian kualitatif berjenis studi kasus ini bertujuan mengungkap dinamika regulasi diri alumni dalam mempertahankan identitas santri. Analisis data menggunakan kerangka teoretis Regulasi Diri (model Zimmerman dan Bandura Triadic Reciprocal Causality). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alumni Gontor mempertahankan identitas santri dengan menjadikan nilai Panca Jiwa Pondok (Ikhlas, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) sebagai standar diri yang diinternalisasi (Fase Forethought). Peran pendidikan pesantren adalah melalui sistem asrama 24 jam dan keteladanan guru (uswah) yang membentuk karakter terintegrasi. Faktor pendukung utama meliputi Ikatan Alumni (IKPM) sebagai penguat eksternal, sementara penghambatnya adalah gangguan pada fase transisi dari diatur menjadi mengatur diri sendiri, serta lingkungan luar yang permisif.
Relevansi Tasawuf dalam Islam di Era Modern Rama Armedi; Aminatul Fattachil ‘Izza; Mohammad Asrori
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v5i1.148

Abstract

Tasawuf pada era modern baiknya mengembalikan fitrahnya yang asli, yaitu sebagai cara mendekatkan diri kepada Tuhan, menciptakan individu yang Tangguh dan unggul. Ini adalah jalan menyatukan hubungan manusia dengan Tuhan betujuan tercapainya keseimbangan kehidupan rohani dan jasmani. Eksistensi tasawuf di era modern sangat penting demi membimbing manusia agar tetap merindukan Tuhannya. Kajian ini merupakan studi kepustakaan (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf sebagai ilmu agama terkait aspek moral perilaku Islam, dan memancarkan peran tasawuf sebagai terapi dalam konteks masyarakat modern yang diakibatkan oleh individualisme dan materialisme. Sebagai pengusul metode Islami Omar Alishah percaya bisa mengatasi gangguan kejiwaan melalui tradisi tasawuf. Selain itu, kebutuhan akan panduan spiritual dalam menghadapi dampak negatif materialisme, menganggap tasawuf sebagai pelekat berpotensi besar untuk menjaga integritas personal dan memberikan landasan moral dalam industri yang berkembang. Untuk itu, kajian ini menunjukkan bahwa tasawuf memiliki relevansi sebagai terapi spiritual dan panduan moral dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.