Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Pisang Goroho Fermentasi Terhadap Bobot Giblet Pada Ayam Kampung Super Fatmah Ahmad; Sri Suryaningsih Djunu; Syahruddin Syahruddin; Srisukmawati Zainudin
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.28-36.2026

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of feeding fermented goroho banana peel flour on giblet weight (liver, gizzard, lymph, and heart). The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replicates. The number of super native chickens used in the study was 125. The treatments consisted of P0 (Ration (0%) without fermented goroho banana peel flour), P1 (ration + 5% fermented goroho banana peel flour), P2 (ration + 10% fermented goroho banana peel flour), P3 (ration + 15% fermented goroho banana peel flour), P4 (ration + 20% fermented goroho banana peel flour). The variables observed were giblet weight, which included the gizzard, heart, liver, and lymph. The results showed that fermented goroho banana peel flour as a feed substitute had no significant effect (P>0.05) on the weight of the gizzard, liver, heart, and lymph nodes in super native chickens. In conclusion, fermented goroho banana peel flour at 5% to 20% in the ration did not affect the weight of the gizzard, heart, liver, and lymph nodes of 60-day-old super native chickens.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit pisang goroho frementasi terhadap bobot giblet (hati, gizard, limfa, dan jantung). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Jumlah ayam kampung super yang digunakan dalam penelitian sebanyak 125 ekor. Perlakuan terdiri atas P0 (Ransum (0%) tanpa tepung kulit pisang goroho fermentasi), P1 (Ransum + 5% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P2 (Ransum + 10% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P3 (Ransum + 15% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P4 (Ransum + 20% tepung kulit pisang goroho fermentasi). Variabel yang diamati adalah bobot giblet yang meliputi: Gizzard, Jantung, Hati, dan Limfa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung kulit pisang goroho fermentasi sebagai pakan pengganti ransum tidak memberikan pengaruh nyata pada bobot gizzard, hati, jantung, dan limfa pada ayam kampung super. Kesimpulannya bahwa tepung kulit pisang goroho fermentasi 5% sampai 20% dalam ransum tidak memengaruhi bobot gizzard, jantung, hati, dan limfa, ayam kampung super umur 60 hari. Namun pada persentase bobot limfa terjadi peningkatan pada P4 yang menggunakan 20% tepung kulit pisang goroho fermentasi dalam pakan.
PERSENTASE KARKAS AYAM BROILER YANG DIBERI TEPUNG IKAN RED DEVIL DAN IKAN RUCAH PADA LEVEL BERBEDA Firman Gani; Sri Suryaningsih Djunu; Syahruddin Syahruddin; Syamsul Bahri; Srisukmawati Zainudin; Umbang A Rokhayati
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung ikan red devil dan ikan rucah pada level yang berbeda terhadap persentase karkas dan bagian-bagian karkas ayam broiler. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (tanpa tepung ikan), P1 (tepung ikan red devil 5%), P2 (tepung ikan red devil 10%), P3 (tepung ikan rucah 5%), dan P4 (tepung ikan rucah 10%). Parameter yang diamati meliputi persentase karkas dan persentase bagian-bagian karkas (dada, paha, punggung, dan sayap) ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung ikan red devil 10% (P2) sangat nyata (P<0,01) meningkatkan persentase karkas ayam broiler dibandingkan dengan P0, P3 dan P4 dengan nilai berturut-turut: P2; P1 vs P0; P3; P4 (75,03%; 74,72% vs 70,12%; 68,84%; 68,24%). Perlakuan P1 dapat meningkatkan persentase bagian sayap dibandingkan dengan perlakuan P3 dan P4 dengan nilai berkisar antara 10,46 – 11,65%. Perlakuan tidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap persentase dada, paha dan punggung. Persentase dada berkisar antara 37,25 – 42,09%; persentase paha berkisar antara 28,66 – 30,63%; persentase punggung berkisar antara 18,42 – 20,82%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung ikan red devil pada level 10% merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan persentase karkas ayam broiler. Sementara itu, penggunaan ikan rucah memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan tepung ikan red devil.