Claim Missing Document
Check
Articles

Found 58 Documents
Search
Journal : e-GIGI

GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SERTA STATUS GINGIVA PADA ANAK REMAJA DI SMP ADVENT WATULANEY KABUPATEN MINAHASA Lesar, Astrid M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Zuliari, Kustina
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8823

Abstract

Abstract: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood characterized by the presence of physiological amendments, as well as hormonal. Such reformations may influence the hygiene of dental, mouth and gingiva. Thus are results of mental pattern, adolescents cooperation to look after dental and mouth hygiene in order to prevent gingiva’s inflammation when the level of dental and mouth hygiene decreases. Gingivitis is one of periodontal diseases that is particularly vulnerable to occur during adolescence period, when dental and mouth hygiene are not carefully preserved. The purpose of this research is to identify the status of dental, mouth, and gingiva hygiene among advent junior high school adolescents in Watulaney, Regency of Minahasa. This is a descriptive study, with cross sectional study approach. Conducted in Advent Junior High School, Watulaney, Regency of Minahasa. With 63 subjects under Total Sampling method, measured by oral hygine index simplified by Green and Vermillion, and gingiva index by Loe and Sillness. The implication of this study shows that dental and mouth hygiene among adolescents overall reaches the good category obtains 14,28%, medium category obtains 65,08%, and poor category obtains 20,64%. The status of gingiva upon general adolescents 47,62% for light inflammation, 34,92% for medium inflammation, 17,46% for severe inflammation.Keywords: adolecents, oral hygiene status, gingival statusAbstrak: Remaja merupakan masa transisi dari anak menuju kedewasaan yang ditandai oleh adanya perubahan fisiologis dan hormonal. Perubahan ini dapat memengaruhi kebersihan gigi dan mulut serta gingiva. Hal ini disebabkan oleh pola pemikiran, kepatuhan anak remaja terhadap kebersihan gigi dan mulut guna menjaga terjadinya peradangan pada gingiva apabila kurangnya tingkat kebersihan gigi dan mulut. Gingivitis merupakan salah satu penyakit periodontal yang sangat rentan terjadi di usia remaja apabila kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut serta status gingiva pada anak remaja di SMP Advent Watulaney kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan di SMP Advent Watulaney kabupaten Minahasa dengan subjek penelitian sebanyak 63 orang, menggunakan metode Total Sampling yang diukur dengan indeks oral hygiene index simplified menurut Green and Vermillion dan indeks gingiva menurut Loe and Sillness. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut anak remaja berada pada kategori baik 14,28%, kategori sedang 65,08%, dan kategori buruk 20,64. Status gingiva anak remaja yang memiliki inflamasi ringan sebesar 47,62%, inflamasi sedang sebesar 34,92%, inflamasi berat sebesar 17,46%.Kata kunci: anak remaja, status kebersihan gigi dan mulut, status gingiva
GAMBARAN PENGGUNAAN MATERIAL RESTORASI SEMEN IONOMER KACA DI POLI GIGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO Sarjono, Myrtle Irene; Wicaksono, Dinar A.; Pangemanan, Damayanti H. C.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5762

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dapat terganggu oleh adanya karies. Gigi yang karies dapat dikembalikan fungsinya dengan cara membuang jaringan karies dan merestorasinya dengan material restorasi. Salah satu material restorasi yang digunakan di Poli Gigi RS Bhayangkara Manado ialah Semen ionomer kaca (SIK). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan material restorasi SIK di Poli Gigi RS Bhayangkara Manado tahun 2011 – 2013 berdasarkan waktu penumpatan, usia pasien, regio gigi dan jenis kelamin. Desain penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 rekam medik dan 67 tindakan. Berdasarkan waktu penumpatan, pada tahun 2011 terdapat 11 penumpatan dan mengalami peningkatan pada tahun 2012 menjadi 17 penumpatan dan tahun 2013 menjadi 39 penumpatan. Distribusi frekuensi usia berdasarkan waktu penumpatan, pasien usia dewasa lebih banyak terdapat penumpatan dibanding kelompok umur lainnya. Frekuensi regio gigi berdasarkan tahun restorasi didapatkan hasil penumpatan paling banyak pada posterior. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penumpatan paling banyak pada jenis kelamin perempuan dibanding laki-laki. Kata kunci: Semen ionomer kaca, material restorasi, RS Bhayangkara Manado   Abstract: Dental health can be damage by the caries. Dental caries can be restored by removing carious tissue and restore it with restoration materials.One of the restorative material that used in Poly Dental of Manado Bhayangkara Hospital is Glass ionomer cement (GIC). The purpose of this research is to describe the use of restorative material GIC at Poly Dental of Manado Bhayangkara Hospital years 2011 – 2013, based on years of restoration, age, dental regions and gender.This research is a descriptive research that used cross sectional approach. The study sample number is 55 medical record and 67 action. Based on the time of fillings, in 2011 there were 11 fillings. It increased in 2012 to 17 fillings and in 2013 to 39 dental fillings. The frequency distribution of age base on years of restoration, adult patients get more fillings than other age groups. The frequency of dental regions based on years restoration show that teeth fillings most occur in posterior. By gender, the number of teeth fillings most occur in the female than male. Keywords: Glass ionomer cement, restorative materials, Manado Bhayangkara Hospital
Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada penyandang tunanetra Marimbun, Betrix E.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13924

Abstract

Abstract: Blind people have limited ability to receive any knowledge through their sight. A false perception can lead to wrong actions including the act of oral health maintenance, therefore, the risk of oral diseases such as caries, is higher in blind people than in normal ones. This study was aimed to determine the relationship between the level of oral health knowledge and caries status. Respondents were selected by using total sampling technique. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnaires and caries status examination, the DMF-T (Decay, Missing, Filling - Teeth), and were presented in frequency distribution tables. The results showed that of 31 respondents aged 18-45 years old, there were 18 (58.1%) with poor knowledge and 13 (41.9%) with good knowledge. There were also 25 respondents (80.6%) with high caries status and 6 (19.4%) with low caries status. The Chi-Square showed a significant relationship between the level of oral health knowledge and caries status (p=0,022). Conclusion: There was a significant relationship between the oral health knowledge and caries status among blind people.Keywords: oral heath knowledge, caries status, blind people Abstrak: Penyandang tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan yang memengaruhi kemampuan untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Persepsi yang salah dapat menghasilkan tindakan yang keliru dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga resiko penyakit mulut antara lain karies diprediksikan lebih tinggi pada tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies penyandang tunanetra. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status karies menggunakan DMF-T (Decayed, Missing, Filled - Teeth) dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Responden penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 31 responden pada kelompok usia 18-45 tahun. Sejumlah 18 responden (58,1%) dengan tingkat pengetahuan kurang dan 13 responden (41,9%) dengan tingkat pengetahuan baik. Terdapat 25 responden (80,6%) dengan status karies tinggi dan 6 responden (19,4%) dengan status karies rendah. Hasil uji Chi Square mendapatkan hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies (p = 0,022). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada penyandang tunanetra. Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, status karies, tunanetra.
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN MULUT SISWA SD KATOLIK ST. AGUSTINUS KAWANGKOAN Mawuntu, Maureen M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8763

Abstract

Abstract: Oral health problems are influenced by many factors, one of them is personal attitude. School aged children need special attention since they are still in growth and development process, and still depend on adult people to maintain their oral hygiene. Caries of deciduous teeth will make bad impacts on the growth of their permanent teeth. This study aimed to obtain the oral hygiene status of students in Catholic Elementary School St. Agustinus, Kawangkoan. Total respondents were 65 student. Data of oral hygiene were obtained by using OHI-S index. The results showed that there were 37% of students belonged to good category; 60% of students to fair category; and 3% to poor category. Conclusion: Most of the students in Catholic Elementary School St. Agustinus, Kawangkoan belonged to fair category of oral hygiene.Keywords: oral hygiene status, elemetary studentAbstract: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya ialah perilaku. Anak usia sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang, dan masih sangat bergantung kepada orang dewasa dalam hal menjaga kesehatan dan kebersihan mulut. Gigi susu yang terkena karies akan memengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran status kebersihan misturb the development of permanent teeth.ulut siswa SD Katolik St. Agustinus Kawangkoan. Responden penelitian ialah seluruh siswa berjumlah 65 anak. Data status kebersihan mulut siswa diperoleh melalui pemeriksaan status kebersihan menggunakan indeks OHI-S. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 37% responden termasuk kategori baik; 60% kategori sedang; dan 3% kategori buruk. Simpulan: Gambaran status kebersihan mulut sebagian besar siswa SD Katolik St. Agustinus Kawangkoan termasuk dalam kategori sedang.Kata kunci: status kebersihan mulut, anak SD
Prevalensi stomatitis nikotina pada buruh tambang yang memiliki kebiasaan merokok Siwi, Filliany A. P.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15415

Abstract

Abstract: Smoking is one of the causes of death that is already known by most people. Besides that, smoking can cause several diseases in the oral cavity, inter alia nicotinic stomatitis. Although there are many bad effects of smoking, the prevalence of smokers in Indonesia is still increasing. Miners belong to the largest proportion of active smokers. This study was aimed to obtain the prevalence of nicotinic stomatitis among the miners who had smoking habit. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Ratatotok mining with a population of 1.463 miners. Subjects were 94 miners obtained by using simple random sampling. The results showed that 78.7% of subjects had nicotinic stomatitis. Based on the types of cigarette, the majority (53.3%) smoked white cigarette. Based on the duration of smoking, most subjects had smoking habbit for >20 years (38.3%). Moreover, based on the number of cigarettes smoked each day, most subjects (44.7%) smoked more than 20 cigarettes per day. Conclusion: The majority of miners that suffered from nicotinic stomatitis smoked white cigarettes, had smoking habit for more than 20 years, and smoked more than 20 cigarettes per day.Keywords: smoking habit, nicotinic stomatitisAbstrak: Rokok termasuk salah satu penyebab kematian yang umumnya telah diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Selain penyebab kematian, rokok juga dapat menyebabkan penyakit dalam rongga mulut, salah satunya yaitu stomatitis nikotina. Meskipun banyak dampak buruk dari rokok namun prevalensi perokok di Indonesia semakin meningkat. Buruh tambang merupakan salah satu jenis pekerjaan yang mempunyai proporsi terbesar perokok aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stomatitis nikotina pada buruh tambang yang memiliki kebiasaan merokok. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di wilayah pertambangan Kecamatan Ratatotok dengan jumlah populasi buruh tambang yang terdaftar sebanyak 1463 orang. Subyrk pernelitian sebanyak 94 orang diperoleh dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian dengan stomatitis nikotina sebanyak 78,7%. Subjek penelitian yang terlihat adanya stomatitis nikotina berdasarkan jenis rokok paling banyak pada subjek yang merokok dengan jenis rokok putih (55,3%). Berdasarkan lama merokok paling banyak pada subjek yang sudah merokok >20 tahun (38,3%), dan berdasarkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari paling banyak pada subjek yang merokok >20 batang per hari (44,7%). Simpulan: Sebagian besar buruh tambang yang menderita stomatitis nikotina menghisap rokok dengan jenis rokok putih, sudah merokok selama >20 tahun, dan merokok >20 batang per hari.Kata kunci: kebiasaan merokok, stomatitis nikotina
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Tingkat Kepatuhan Pemakai Gigi Tiruan Lepasan di Kelurahan Batu Kota Iksan, Nurwahid P.; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.20151

Abstract

Abstract: The purpose of artificial teeth is to replace the lost teeth and to maintain the function of mastication and speech. Lack of personal mindset to wear denture leads to poor compliance. Motivation can affect personal mindset or attitude. Extrinsic motivation can make the denture wearers become more compliant. This study was aimed to determine the effect of extrinsic motivation on the compliance of removable denture wearers as well as the compliance level of the denture wearers at Batu Kota Manado. This was an analytical descriptive study using a cross sectional design. There were 81 respondents in this study obtained by using purposive sampling method. We used questionnaires which were already tested in terms of validity and reliability. Data were analyzed by using the simple regression test. The results showed that the extrinsic motivation of 60.5% respondents belonged to moderate category, 23.5% to high category, and 16% to low category. Based on the compliance level, 55.6% of respondents were in moderate level, 24.7% in low level, and 19.7% in high level. The simple regression test showed a P value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Extrinsic motivation and compliance level of removable denture wearers were generally moderate. Moreover, extrinsic motivation could influence the level of compliance of the removable denture wearers at Batu Kota Manado.Keywords: extrinsic motivation, compliance, removable denture Abstrak: Pemakaian gigi tiruan bertujuan untuk menggantikan gigi yang hilang dan mence-gah terjadinya gangguan fungsi pengunyahan hingga fungsi bicara. Kurangnya pola pikir seseorang terhadap pemakaian gigi tiruan menyebabkan kepatuhan yang rendah. Motivasi dapat memengaruhi pola pikir atau sikap seseorang. Motivasi ekstrinsik dapat menjadikan pengguna gigi tiruan menjadi taat dan patuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap tingkat kepatuhan pemakai gigi tiruan di Kelurahan Batu Kota. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 81 responden diperoleh dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian menggunakan uji statistik regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,5% masyarakat Kelurahan Batu Kota memiliki motivasi ekstrinsik sedang, 23,5% tinggi, dan sebanyak16% rendah. Sebanyak 55,6% masyarakat memiliki tingkat kepatuhan sedang, 24,7% rendah, dan 19,7% tinggi. Hasil uji regresi sederhana mendapatkan P=0,000 (<0,05). Simpulan: Motivasi ekstrinsik masyarakat pemakai gigi tiruan lepasan dan tigkat kepatuhan umumnya tergolong sedang. Terdapat pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap tingkat kepatuhan pemakai gigi tiruan lepasan di Kelurahan Batu Kota Manado.Kata kunci: motivasi ekstrinsik, kepatuhan, gigi tiruan lepasan
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN INDEKS GINGIVA SISWA SD KATOLIK 03 FRATER DON BOSCO MANADO Lossu, Fara M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10489

Abstract

Abstract: The knowledge about healthy teeth and mouth is very important at this time. At their early ages, children start to acknowledge how important their tooth health is and their bad habbits which effect their teeth. If they can not keep their teeth clean, it can increase the risk og gingival inflammation. This study aimed to obtain the relationship between the knowledge of healthy teeth and the gingival indexes of students in SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were collected by using a questionairre and checking the gingival status with gingival index of Loe and Silness. There were 42 students in grade VB and VIB as samples obtained by using total sampling method. The chi square test showed a p value of >0.05. Conclusion: There was no significant relationship between the knowledge of healthy teeth and their gingival indexes among students in SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado.Keywords: knowledge, healthy teeth and mouth, gingival indexAbstrak: Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sangat penting pada usia dini. Pada usia dini anak-anak mulai memahami pentingnya kesehatan serta pembatasan yang harus dijauhi atau kebiasaan yang dapat memengaruhi keadaan gigi dan mulut termasuk gingiva mereka. Bila kondisi rongga mulut tidak terjaga kebersihannya maka akan meningkatkan resiko terjadinya inflamasi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan indeks gingiva siswa SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status gingiva menggunakan indeks gingiva Loe dan Silness. Sejumlah 42 responden pada siswa kelas VB dan VIB dengan menggunakan teknik total sampling. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil analisis data menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p>0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan indeks gingiva.Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, indeks gingiva.
GAMBARAN KERUSAKAN GIGI PENYANGGA PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGAI LEPASAN DI KELURAHAN BATU KOTA Fernatubun, Cicilia A.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6452

Abstract

Abstract: Removable partial denture is inserted in the mouth after remained generally require maintenance. Most people who think that the problem of missing teeth in the oral cavity has been overcome with the use of dentures, but in fact the use of denture without maintenance of good oral health can lead to disrupted. Oral hygiene that is not maintained properly can result in an increase in plaque and caries and periodontal disease more. The aim of this study was to assess the damage abutment on the user partial dentures in Kota Batu village. This study is a descriptive study with cross sectional study. The sampling technique used purposive sampling with a sample size in this study of 81 patients. The data were collected with intra oral examinatio. The results of this study indicate damage to the gear elements that serve as a buffer in the form of caries and fractures by 59 damage and damage to the tissues supporting the teeth in the form of mobility of teeth, gingivitis, bleeding and periodontitis by 72 damage. In this study found the majority of respondents suffered damages in abutment with the most damage occurred on the elements of the teeth that serve as the backbone is in the form of caries damage and damage most of the tissues supporting the abutment is damage in the form of gingivitis. Keywords: removable partial dentures, tooth decay bufferAbstrak: Gigi Tiruan Sebagian Lepasan setelah dipasang dalam mulut pada umumnya tetap memerlukan pemeliharaan. Kebanyakan individu yang kehilangan gigi berpikir bahwa masalah pada rongga mulut sudah teratasi dengan pemakaian gigi tiruan, namun kenyataannya penggunaan gigi tiruan tanpa pemeliharaan yang baik dapat mengakibatkan kesehatan rongga mulut terganggu. Kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik dapat mengakibatkan meningkatnya plak dan terjadi peningkatan karies dan penyakit periodontal lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kerusakan gigi penyangga pada pengguna Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di Kelurahan Batu Kota. Penelitian ini merupakan penelian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan intra oral. Hasil penelitian ini menunjukkan kerusakan pada elemen gigi yang dijadikan sebagai penyangga berupa karies dan fraktur sebesar 59 kerusakan dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi berupa mobilitas gigi, gingivitis, perdarahan dan periodontitis sebesar 72 kerusakan. Pada penelitian ini ditemukan sebagian besar responden mengalami kerusakan pada gigi penyangga kerusakan yang paling banyak terjadi pada elemen gigi geligi yang dijadikan sebagai penyangga ialah kerusakan berupa karies dan kerusakan terbanyak pada jaringan penunjang gigi penyangga ialah kerusakan berupa gingivitis. Kata kunci: gigi tiruan sebagian lepasan, kerusakan gigi penyangga
UJI PENGARUH SALIVA BUATAN TERHADAP KEKUATAN TEKAN SEMEN IONOMER KACA TIPE II YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN ISOTONIK Fitriyana, Dwi Cahya; Pangemanan, D. H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5900

Abstract

Abstract: The immersion of GIC type II in acid drink like isotonic drink could reduce the compressive strength (CS) of GIC type II. This is due to the matrix degradation process of  GIC in acid condition. But on the other hand, there is artificial saliva that can neutralize this condition. Purpose: Purpose of this study was to evaluate the effect of artificial saliva on compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Method: The GIC specimens of 6mm x 6mm x 12mm (length x width x depth) were immersed for 24 hours in water, 24 hours in isotonic drink, 24 hours in isotonic drink and continue with 72 hours in artificial saliva, 48 hours in isotonic drink, and 48 hours in isotonic drink and continue with 144 hours in artificial saliva. The compressive strength was determined using Universal Testing Machine with a crosshead speed of 0.5 mm/min. Statistical analysis was performed by one-way ANOVA and post-hoc LSD test ( = 0.05). Result: Statistic test shows significant difference of CS (p<0,05). Conclusion: conclusion of this study artificial saliva gives effect to the rising of the compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Keywords: Isotonic drink, artificial saliva, compressive strength, Glass Ionomer Cement       type II.  Abstrak: Perendaman SIK tipe II dalam minuman asam seperti minuman isotonik dapat mengurangi kekuatan tekan SIK tipe II. Hal ini disebabkan proses degradasi matriks SIK pada kondisi asam. Namun di sisi lain, saliva buatan yang dapat menetralkan kondisi ini. Tujuan: untuk untuk mengetahui pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK yang direndam dalam minuman isotonik. Metode: Spesimen SIK tipe II berukuran 6mm x 6mm x 12 mm (panjang x lebar x tinggi) direndam selama 24 jam dalam air, 24 jam di dalam minuman isotonik, 24 jam di dalam minuman isotonik dan lanjutkan dengan 72 jam pada saliva buatan, 48 jam di minuman isotonik, dan 48 jam di minum isotonik dan lanjutkan dengan 144 jam dalam saliva buatan. Kekuatan tekan diukur menggunakan Universal Testing Machine dengan kecepatan 0,5 mm / min. Analisis statistik dilakukan dengan one-way ANOVA dan post-hoc uji LSD ( = 0,05). Hasil: Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dari kekuatan tekan (p <0,05). Simpulan: terdapat pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK tipe II yang direndam dalam minuman isotonik. Kata kunci: minuman isotonik, saliva buatan, kekuatan tekan, Semen Ionomer Kaca tipe II.
Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua Saputra, Yoddy G.; Anindita, P. S.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14163

Abstract

Abstract: Mandibular size and shape are important information especially in terms to figure out the right diagnosis and the type of treatment a patient should have. Human mandible is a key factor for occlusion adjustment, meanwhile maxilla is following the mandible’s position. Several studies show that the stability of mandibular shape and size determines the success of one’s treatment. Each ethnic group has a particular skeletal pattern as well as shape and size of mandible. This study was aimed to obtain the average size and shape of mandibles among local Papuans. This was a descriptive observational study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using purposive sampling method. There were 35 local Papuans aged 18-25 years as subjects. Data were obtained by molding the subject’s mandible, therefore, each subject produced a study model. The study model was measured in sagittal (length) and transversal (width) views based on Raberin method. The results showed that the average lengths of local Papuans’ mandibular size in sagittal view (L31, L61, and L71 in a row) were 6.143; 26.463; and 43.743 mm meanwhile the average widths of local Papuans’ mandibular size (L33, L66, and L77 in a row) were 30.857; 50.971; and 60.971 mm. The mandibular shape of most local Papuans was mid shape (45.8%) meanwhile the least shape of them was pointed (5.7%)Keywords: dental arch size, dental arch shape, mandibular, local Papuan Abstrak: Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah sangat diperlukan dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat dalam bidang ortodontik karena rahang bawah merupakan faktor stabilitas oklusi, sedangkan rahang atas menyesuaikan pada rahang bawah. Beberapa peneliti menyatakan bahwa kestabilan bentuk dan ukuran lengkung gigi rahang bawah merupakan faktor stabilitas dari hasil perawatan. Setiap kelompok etnik cenderung memiliki pola skeletal dan ukuran lengkung gigi rahang bawah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rerata ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ini sebanyak 35 orang Papua berusia 18-25 tahun diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian dilakukan dengan mencetak rahang bawah setiap subjek penelitian dan didapatkan hasil cetakan berupa model studi. Model studi yang diperoleh diukur dalam arah sagital (panjang) dan transversal (lebar) berdasarkan metode Raberin. Hasil pengukurun diperoleh rerata panjang lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua dalam arah sagital (yaitu L31, L61, L71) berturut-turut 6,143; 26,463; dan 43,743 mm, sedangkan rerata lebar lengkung gigi dalam arah transversal (yaitu L33, L66, L77) berturut-turut 30,857; 50,971; dan 60,971 mm. Bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang asli Papua paling banyak yaitu bentuk mid (45,8%) dan yang paling sedikit berbentuk pointed (5,7%). Kata kunci: ukuran lengkung gigi, bentuk lengkung gigi, rahang bawah, orang asli Papua
Co-Authors Aji M. Sanhia Amelia Ramadhani, Amelia Ampow, Falen V. Anastasia P. G. Goni Angelia Langkir Angelita A. Durado Angmalisang , Elvin C. Anna M. Maruanaya, Anna M. Apituley, Tracy L. D Arif P. Yanto Aruperes, Geraldo Y. Astrid M. Lesar, Astrid M. Aurelia Supit Aviva, Novia N. Bangun, Liasma K. Beatrix I. Pontoh Berhimpon, Siemona Lydia_Eunike Castendo, Cynthia C. Catra H. E. Lengkey, Catra H. E. Christal G. Oroh, Christal G. Christian Rompis, Christian Christoffel Elim Christy Mintjelungan Christy N. Mintjelungan Cicilia A. Fernatubun Danes, Vennetia Ryckerens Debby J. Suhanda Dewi P. Sari, Dewi P. Dinar A. Wicaksono Dondokambey, Serena D. V. Dwi Cahya Fitriyana Fara M. Lossu, Fara M. Felicia P. C. C. Pantow, Felicia P. C. C. Fernanda, Vena Franly Onibala Fransiska Lintong Frenly Muntu Untu Gabrielly F. J. Rorong, Gabrielly F. J. Galant Rompas Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Geri W. Setiawan, Geri W. Gita J. Tulangow, Gita J. Hedison Polii Hendro Bidjuni Herlina I. S. Wungouw Hutagalung, Bernart S.P. Iksan, Nurwahid P. Indriani Tubagus Ivander A. Supit, Ivander A. Ivonny M. Sapulete Jeffry Sony Junus Lengkong Jeremy Frans, Joel Johanna A. Khoman Joice M. Laoh Joice N. A. Engka Joice N.A. Engka Juliatri . Kainde, Abedneju R. Karamoy, Deborah Karjoyo, Julianti Dewi Katarina D. Manibuy, Katarina D. Keloay, Princess Kewo, Lidia A. Khoman, Johanna Koagouw, Marco S. Korah, Sanny C. Korompot, Febri Krista V. Siagian Krista Veronica Siagian Kustina Zuliari, Kustina Li Ping Pontoh Lontaan, Jehuda Lumunon, Novita P. Mangindaan, Rocky J. Mariane Wowor Marimbun, Betrix E. Marunduh, Sylvia Ritta Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Mendur, Sheren Ch. M. Michael A. Leman Mirani A. Uga Monica M. Sengkey, Monica M. Moningka, Maya Esther Wullur Muchyar, Dwi S.R. Myrtle Irene Sarjono Nancy Engka Natalia Purnamasari Natalia, Adriani Ngongoloy, Johanes J. F. Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. P. S. Anindita Paputungan, Fazriah F. Parengkuan, Henaldy Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pingkan E.O. Lengkong Pormes, Oktovianus Pritartha S. Anindita Puk, Jimmy Rumam Rahayu, Mayangsari P. Rando F. Mamitoho, Rando F. Randy V. S. Kindangen Rantung, Galatia Marline Victoria Rasni, Novia D. P. Rawung, Meilita M. Rebecca A. Ngantung, Rebecca A. Rinto Mangiwa Rompis, Karen Ronald Sondakh Rumampuk, Jimmy Franky Sanger, Seily E. Sapulete, Ivonny M Saputra, Yoddy G. Sarah Warouw Sekeon, Saskia E. Shianata, Chrisshania M. Siada, Gracela Marchtica Siantan Supit Siemona Berhimpon, Siemona Silalahi, Agnes M. Simak, Valen Siwi, Filliany A. P. Soba, Siane Stefana H. M. Kaligis Suci M. J. Amir Sukarno, Karina Janneta Sumual, Inriyani A. Sundah, Michael J. Supit, Aurelia S.R. Syahril Panigoro, Syahril Sylvia Marunduh Sylvia R. Marunduh Tawas, Stevany A.D. Tendean, Brigitta A. Tilaar, Keren D. Tinneke A. Tololiu Tinneke Tololiu Tombokan, Kevin C. Triska Yolanda Worang Tulungnen, Regina S. Tulungnen S Vellisia Lindo Vita A. Lethulur Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Warong, Kristo Waworuntu, Elshadai Teovilia Wibowo, Devina V. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K. Wuon, Kleysia D.