Claim Missing Document
Check
Articles

Found 58 Documents
Search
Journal : e-GIGI

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN STATUS GINGIVA PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN Manibuy, Katarina D.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10018

Abstract

Abstract:Currently, smokers in Indonesia have already included teenagers. Adolescent phase is particularly vulnerable to try new things with the purpose of identity searching, one of which is through smoking. Smoking does not only cause a systemic effect on the body, but can also cause pathologic conditions in the oral cavity such as gingivitis. Accumulation of heat and combustion products of cigarettes can affect the response of gingival inflammation. The objective of this study was to determine the relation between smoking habits based on the amount and duration of smoking cigarettes with gingival status in adolescents aged 15-19 years in Tuminting district.This research was descriptive analytic with cross sectional approach. The population was all adolescents aged 15-19 years in Tuminting district. A sample of 99 adolescents was taken using proportional random sampling. The data were collected using questionnaires and checks on gingival status by gingival index.The research findings show that as many as 49 adolescents (49.5%) had a mild smoking habit based on the number of cigarettes (1-4 cigarettes/day), 39 adolescents (39.4%) had a heavy smoking habit by smoking duration (>2 years) and 70 adolescents (70.7%) had mild gingival status. Chi-square test results show no significant relation between smoking habits based on the amount of cigarettes smoked and gingival status (p>0.05), but smoking habits based on the duration of smoking relate to gingival status (p<0.05).Keywords: smoking habit, gingival status, adolescentsAbstrak:Saat ini, perokok di Indonesia sudah mencakup ke kalangan remaja. Fase remaja sangat rentan untuk mencoba hal-hal baru dengan tujuan untuk pencarian jati dirinya, salah satunya yaitu dengan caramerokok. Kebiasaan merokok tidak hanya menimbulkan efek sistemik pada tubuh, tetapi juga dapat menimbulkan kondisi patologis di rongga mulut, salah satunya yaitu gingivitis.Panas dan akumulasi produk hasil pembakaran rokok dapat memengaruhi respon inflamasi gingiva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dan lama merokok dengan status gingiva pada remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ialah seluruh remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting. Jumlah sampel 99 orang diambil dengan caraproportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 49 orang (49,5%) memiliki kebiasaan merokok ringan berdasarkan jumlah rokok (1-4 batang rokok/hari), 39 orang (39,4%) memiliki kebiasaan merokok berat berdasarkan lama merokok (>2 tahun), 70 orang (70,7%) yang memiliki status gingiva ringan. Hasil uji chi-sqaure menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dengan status gingiva (p>0,05) namun kebiasaan merokok berdasarkan lama merokok berhubungan dengan status gingiva ((p<0,05).Kata kunci: kebiasaan merokok, status gingiva, remaja
GAMBARAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA BULAN KESEHATAN GIGI NASIONAL PERIODE TAHUN 2011 DAN 2014 DI RSGMP UNSRAT Windrawati, Ni Made; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8766

Abstract

Abstract: Dentists in Indonesia in order to improve the health of society, shall act as a motivator, educator, and providers of health services (preventive, promotive, curative, and rehabilitative). Dentists have to serves in an efficient, effective, and qualified in accordance with the needs and demands of patients when providing health service. This study was conducted to describe the oral cares in the Bulan Kesehatan Gigi Nasional periods of 2011 and 2014 in RSGMP Unsrat. The research design used was descriptive with retrospective approach. The population is the entire patient record in BKGN periods in 2011 and 2014 in RSGMP Unsrat each numbered 1372 and 1327 records. Sampling was done by using total sampling technique. The sample size in this study after seeing the inclusion and exclusion criteria was 1237 in the period of 2011 and 1079 in the period of 2014. The results showed that the percentage of oral cares according to sex in BKGN periods in 2011 and 2014 showed that female gender is higher than men. The percentage of oral cares by age group in BKGN period in 2011 shows that the age group 0-11 years is higher than other age groups. The percentage of oral cares highest in the age group 12-25 years was only found in the permanent tooth extractions and scaling. The percentage of oral cares by age group in BKGN period in 2014 showed that the oral cares in the age group 0-11 years are fissure sealants and topical application fluoride. Oral cares highest in the age group 12-25 years is scaling. The highest oral cares at BKGN in the periods of 2011 and 2014 is scaling.Keywords: oral cares, scaling, permanent tooth extraction, fissure sealant, topical application fluorideAbstrak: Doker gigi di Indonesia dalam rangka meningkatan derajat kesehatan masyarakat, wajib bertindak sebagai motivator, penididik, dan pemberi pelayanan kesehatan (preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif). Dokter gigi wajib bertindak efisien, efektif, dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasien saat melakukan pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perawatan gigi dan mulut pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional periode tahun 2011 dan 2014 di RSGMP Unsrat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi yang digunakan yaitu seluruh rekam medik pasien pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 di RSGMP Unsrat yang masing-masing berjumlah 1372 dan 1327 rekam medik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Besar sampel pada penelitian ini setelah melihat kriteria inklusi dan ekslusi menjadi 1237 pada periode tahun 2011 dan 1079 pada periode tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perawatan gigi dan mulut menurut jenis kelamin pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Persentase perawatan gigi dan mulut menurut kelompok umur pada BKGN periode tahun 2011 menunjukkan bahwa kelompok umur 0-11 tahun lebih tinggi daripada kelompok umur lainnya. Persentase perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 12-25 tahun hanya ditemukan pada pencabutan gigi permanen dan scaling. Persentase perawatan gigi dan mulut menurut kelompok umur pada BKGN periode tahun 2014 menunjukkan bahwa perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 0-11 tahun yaitu fissure sealant dan aplikasi fluor topikal. Perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 12-25 tahun yaitu scaling. Perawatan gigi dan mulut terbanyak pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 yaitu scaling.Kata kunci: perawatan gigi dan mulut, scaling, pencabutan gigi permanen, fissure sealant, aplikasi fluor topical
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENCABUTAN GIGI PADA MASYARAKAT KELURAHAN KOMBOS BARAT BERDASARKAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN Lethulur, Vita A.; Pangemanan, Damajanti H. C.; Supit, Aurelia
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6397

Abstract

Abstract: Dental health as an integral part of public health needs attention of the government and society. Efforts to provide dental care to the community in the field of curative usually a tooth extraction. Lack of knowledge about tooth extraction causes the general public, especially people in West Kombos village avoid prolonged pain even though the tooth can still be maintained. This study aimed to describe the level of public knowledge about tooth extraction based on education and jobs in West Kombos village. This was a cross sectional study. Data were taken by using stratified random sampling method in which the number of samples taken at 5 areas. The result showed that the level of knowledge based on public education 39.7% were in primary school education and the level of knowledge based on jobs 35.87% were housewives. Conclusion: Based on education and jobs, the level of knowledge about tooth extraction among West Kombos people were largely categorized bad.Keywords: knowledge, tooth extractionAbstrak: Kesehatan gigi sebagai bagian integral dari kesehatan umum perlu mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat. Upaya pemberian pelayanan kesehatan gigi pada masyarakat dibidang kuratif umumnya berupa pencabutan gigi. Kurangnya pengetahuan tentang pencabutan gigi menyebabkan masyarakat umum khususnya masyarakat di kelurahan Kombos Barat melakukan pencabutan agar terhindar dari rasa sakit berkepanjangan meskipun gigi tersebut masih bisa dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencabutan gigi berdasarkan pendidikan dan pekerjaan di kelurahan Kombos Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang. Data diambil menggunakan metode proportional stratified random sampling dimana jumlah sampel diambil pada 5 lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berdasarkan pendidikan yaitu 39,7% pendidikan sekolah dasar dan tingkat pengetahuan berdasarkan pekerjaan yaitu 35,87% ibu rumah tangga. Simpulan: Tingkat pengetahuan masyarakat kelurahan Kombos Barat tentang pencabutan gigi berdasarkan pendidikan dan pekerjaan sebagian besar dikategorikan buruk.Kata kunci: pengetahuan, pencabutan gigi
Uji daya hambat ekstrak alga coklat (Padina australis Hauck) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis secara in vitro Sari, Dewi P.; Pangemanan, Damajanty H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13652

Abstract

Abstract: Padina australis Hauck is one of the brown algae used as human food, cattle woof, and as antibacterial in medicine. This brown algae contains some antibacterial compounds such as alkaloid, phenol, tannin, steroid, and saponin. Periodontitis is a disease that causes infection and inflammation around tooth’s supportive tissue. One of the alternatives to treat periodontitis is using the brown algae Padina australis Hauck. This study aimed to obtain the effectiveness of Padina australis Hauck to inhibit the growth of Porphyromonas gingivalis. This was an experimental study using wells with modified Kirby-Bauer method. Samples were obtained from Molas coastal areaa, sub district of Bunaken, Manado city, North Sulawesi. The samples were extracted by maceration method. Porphyromonas gingivalis was obtained from pure stock bacteria at the Microbiology Laboratory Faculty of Medicine, University of Hassanuddin Makassar. The results showed that the total diameter of inhibition zones of Padina australis Hauck extract was 91.0 mm from five Petri dishes with an average of 18.2 mm. Conclusion: Padina australis Hauck extract had sttrong antibacterial effect to inhibit the growth of porphyromonas gingivalis bacteria.Keywords: padina australis hauck, porphyromonas gingivalis, zona hambatAbstrak: Padina australis Hauck merupakan salah satu jenis alga coklat yang berguna sebagai makanan manusia, pakan ternak, dan antibakteri dalam bidang kesehatan. Padina australis Hauck mengandung berbagai senyawa yang bersifat antibakteri seperti alkaloid, fenol, tannin, steroid dan saponin. Periodontitis merupakan penyakit yang menyebabkan infeksi dan peradangan jaringan pendukung gigi. Salah satu alternatif untuk menanggulanginya yaitu dengan tumbuhan alga coklat (Padina australis Hauck). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Padina australis Hauck dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Jenis penelitian ini ialah eksperimental secara in vitro dengan metode modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel diperoleh dari pesisir pantai Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado Sulawesi Utara dan diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Porphromonas gingivalis yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari stok bakteri murni di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Hasil penelitian menunjukkan total diameter zona hambat yang dihasilkan ekstrak Padina australis Hauck pada lima cawan Petri sebesar 91,0 mm dengan nilai rerata 18,2 mm. Simpulan: Ekstrak Padina australis Hauck memiliki efek antibakteri yang tergolong dalam katagori kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis.Kata kunci: Padina australis Hauck, Porphyromonas gingivalis, zona hambat
KADAR KALSIUM GIGI YANG TERLARUT PADA PERENDAMAN MINUMAN ISOTONIK Panigoro, Syahril; Pangemanan, Damajanty H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9604

Abstract

Abstract: Dental enamelis a tissuethat experience a very high and susceptibleprocess ofmineralizationto acid attack. The composition ofdrinksthat contain lots ofacidwillaccelerate the damageto the tooth surface. Isotonic drink is one of several carbonated or noncarbonated products to improve fitness, which contains sugar, citric acid, and minerals. Isotonicdrinkshavea low pH that cancausedemineralization ofthe enamel surface and continuous demineralizationwill formporosity on the enamel surface and it can cause thedissolution ofmineralcalcium. This study aims to determine the solubility of calcium in teeth soaking in the isotonic drinks. This research was a laboratory experiment with control time series design. The samples used in this study were four post extraction permanent premolar teeth which are divided into treatment group and control group. Based on this study it can be concluded that the level of the teeth calcium dissolved in the immersion of isotonic drink is 0.005 ppm.Keywords: isotonic drinks, teeth calcium dissolutionAbstrak:Email gigi merupakan suatu jaringan yang mengalami proses mineralisasi yang sangat tinggi dan rentan terhadap serangan asam. Komposisi minuman yang banyak mengandung asam akan mempercepat kerusakan pada permukaan gigi. Minuman isotonik merupakan salah satu dari beberapa produk minuman ringan karbonasi atau nonkarbonasi untuk meningkatkan kebugaran, yang mengandung gula, asam sitrat, dan mineral. Minuman isotonik mempunyai pH rendah yang dapat menyebabkan demineralisasi permukaan email gigi dan demineralisasi yang terus menerus akan membentuk porositas pada permukaan email gigi sehingga dapat menyebabkan larutnya mineral kalsium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar kelarutan kalsium pada perendaman gigi dalam minuman isotonik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratoriumdengan desain penelitian control time series design. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak empat buah gigi premolar permanen post ekstraksi yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan dan kontrol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kadar kalsium gigi yang terlarut pada perendaman minuman isotonik adalah sebesar 0,005 ppm.Kata kunci: minuman isotonik, kelarutan kalsium gigi
Perilaku Pemeliharaan dan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro Wulandari, Fitri K.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17607

Abstract

Abstract: Oral health plays an important role in the body health status. This study was aimed to determine the behavior about dental and oral health care among the people at Paniki, Sitaro. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population consisted of people living at Paniki, Sitaro aged 18-60 years. There were 92 respondents obtained by using purposive sampling method. Data were collected by using questionnaire and examination of simplified oral hygiene index (OHI-S). The results showed that 60.8% of respondents had good behavior of dental and oral health care, and 75% of respondents had OHI-S evaluation as poor category. Conclusion: In general, people of Paniki, Sitaro had good behavior about dental and oral health care but their dental and oral hygiene was in poor category.Keywords: behavior of dental and oral hygiene maintenance Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut berperan penting bagi kesehatan tubuh umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan dan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, dilakukan terhadap masyarakat usia 18-60 tahun di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro. Jumlah responden 92 orang diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data didapat melalui pengisian kuisioner dan pemeriksaan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro sebanyak 60,8% tergolong baik. Penilaian OHI-S dari masyarakat Paniki sebanyak 75% tergolong buruk. Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro tergolong baik tetapi status kebersihan gigi dan mulut tergolong buruk.Kata kunci: Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut
STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA NELAYAN DI KELURAHAN BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO SULAWESI UTARA Nayoan, Gary S. J.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10014

Abstract

Abstract: Oral hygiene is a part of the general health that is needed to be considered by the community. Some causes of a person neglecting his/her teeth and mouth cleanliness are level of education, level of knowledge, and the person's income. Generally, fishermen do not have enough time to take care of their oral hygiene. This study aimed to determine the status of oral hygiene of fishermen living in Bahu Malalayang Manado, North Sulawesi. This was a descriptive study using a cross sectional design. There were 63 fishermen, but only 38 fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The results showed that based on the knowledge, most of the dental and oral hygiene status (62.52%) belonged to the medium category of OHI-S. Oral hygiene status Based on the characteristics of age, most of the age group of 36-45 years (61.29%) had the medium category of OHI-S. Distribution of oral hygiene status by education was most dominant subjects with secondary school education level that is equal to 81,82%. Distribution of oral hygiene status by income is most prevalent subject to income <UMP included in category status OHI-S was in the amount of 60.00 %.Keywords: status of oral hygiene, fishermanAbstrak: Kebersihan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan secara umum yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Beberapa faktor penyebab seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya yaitu diantaranya tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, dan penghasilan. Kegiatan perikanan para nelayan yang sehari semalam berada dilaut menyebabkan perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut menjadi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pada nelayan di kelurahan Bahu kecamatan Malalayang kota Manado Sulawesi Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan potong lintang, dilakukan pada nelayan yang berada di kelurahan Bahu kecamatan Malalayang kota Manado Sulawesi Utara yang berjumlah 63 orang, namun sampel yang didapat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu berjumlah 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengetahuan paling banyak ditemukan pada kategori OHI-S sedang (65,52%). Status kebersihan gigi dan mulut berdasarkan karakteristik usia lebih banyak ditemukan pada kategori usia 36-45 tahun yang memiliki status OHI-S sedang (61,29%). Distribusi berdasarkan pendidikan paling banyak ditemukan tingkat pendidikan SMA dengan status OHI-S sedang (81,82%). Distribusi berdasarkan penghasilan paling banyak ditemukan penghasilan lebih kecil dari UMP yang termasuk dalam kategori status OHI-S (60,00%).Kata kunci: status kebersihan gigi dan mulut, nelayan
GAMBARAN STATUS GINGIVA MENURUT KEBIASAAN MENYIKAT GIGI SEBELUM TIDUR MALAM HARI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 70 MANADO Maruanaya, Anna M.; Mariati, Ni Wayan; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8762

Abstract

Abstract: Gingiva is a part of the oral mucosa which is closely related to the elements of teeth, interdental space, and alveolar bones. Gingival tissue health status is affected by dental and oral hygiene. Tooth brushing is needed to maintain the oral hygiene. This study aimed to obtain the gingival status related to tooth brushing before going to bed at night among students at Elementary School 70 Manado. This was a descriptive study. Samples were obtained by using total sampling technique. There were 45 students as samples. The results showed that based on gingival index, most of the students had gingival status of mild inflammation (55.6%). Based on gingival status related to tooth brushing before going to bed, the majority of students (55.6%) did that before going to bed at night.Keywords: gingival status, brushing teeth before bed at nightAbstrak: Gingiva merupakan bagian dari mukosa mulut yang memiliki hubungan erat dengan elemen-elemen gigi, ruang interdental, dan tulang alveolar. Kesehatan jaringan gingiva dipengaruhi oleh kebersihan gigi dan mulut. Salah satu cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yaitu dengan menyikat gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran status gingiva menurut kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam hari pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 70 Manado. Penelitian ini merupakan menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampe total sampling. Jumlah sampel penelitian 45 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengukuran indeks gingiva sebagian besar siswa-siswi memiliki status gingiva dengan kriteria inflamasi ringan (55,6%). Untuk status gingiva berdasarkan menyikat gigi sebelum tidur malam hari diperoleh hasil bahwa sebagian besar siswa-siswi (55,6%) menyikat gigi sebelum tidur malam hari.Kata kunci: status gingiva, menyikat gigi sebelum tidur malam hari
Xerostomia pada Usia Lanjut di Kelurahan Malalayang Satu Timur Tawas, Stevany A.D.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 6, No 1 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.1.2018.19556

Abstract

Abstract: Generally, in elderly there is a change in saliva composition due to the decreased production of saliva which leads to dry mouth or xersotomia. Clinically, a patient with dry mouth will feel dry on his/her lips and the mouth corners become irritated. This study was aimed to obtain the profile of xerostomia in the elderly at Kelurahan Malalayang Satu Timur. This was a descriptive study using a cross sectional design. This study was conducted in Kelurahan Malalayang Satu Timur. Samples of this study were obtained by using total sampling method. The study was performed on 35 peoples aged 60 to 75 years (according to WHO standard) as subjects. Salivary flow rate was measured with a measuring cup. The results showed that xerostomia was found in 87.5% of the subjects, more dominant in females (96.7%), and more frequent in the age group 65-69 years (66.7%). Conclusion: At Kelurahan Malalayang Satu Timur, xerostomia was more common in female elderly and age group 65-69 yearsKeywords: xerostomia, elderly Abstrak: Umumnya seseorang yang sudah memasuki usia lanjut akan mengalami perubahan dalam komposisi saliva akibat produksi saliva berkurang yang bermanifestasi sebagai xerostomia. Secara klinis pasien dengan xerostomia akan merasa kering pada bibir dan bagian sudut mulut mengalami iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran xerostomia pada kelompok usia lanjut di Kelurahan Malalayang Satu Timur. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Penelitian dilakukan di Kelurahan Malalayang Satu Timur. Terdapat 35 subyek usia lanjut dengan usia 60-75 tahun (menurut standar WHO). Pengukuran laju aliran saliva dilakukan dengan menggunakan metode spitting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa xerostomia ditemukan pada 85,7% dari subyek. Jenis kelamin perempuan lebih dominan (96,7%) dan tersering pada rentang usia 65-69 tahun (66,7%). Simpulan: Pada kelompok usia lanjut di Kelurahan Malalayang Satu Timur xerostomia lebih sering terjadi pada yang berjenis kelamin perempuan dan usia 65-69 tahun.Kata kunci: xerostomia, usia lanjut
Uji Daya Hambat Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Parengkuan, Henaldy; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 8, No 1 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.1.2020.27815

Abstract

Abstract: Hibiscus plant (Hibiscus rosa-sinensis L.) contains several antibacterial compounds such as tannin, alkaloids, triterpenoids, cyanidine, glycosides, and quercetin. One alternative to deal with diseases such as caries caused by bacterial infections is the use of hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L.). This study was aimed to determine the inhibitory effect of hibiscus flower extract on the growth of Streptococcus mutans bacteria causing caries. This was an experimental study with the modified Kirby-Bauer method using disks. Hibiscus flowers were obtained from Kotamobagu, North Sulawesi, and extracted by using maceration method and 96% ethanol as the solvent. The results showed that the total inhibition zone diameter resulted by hibiscus flower extract in five Petri dishes was 23.5 mm with an average of 4.6 mm. In conclusion, hibiscus flower extract had a weak inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans.Keywords: Hibiscus rosa-sinensis L., Streptococcus mutans, caries, inhibition zone Abstrak: Tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung beberapa senyawa yang bersifat antibakteri seperti tannin, alkaloid, triterpenoid, sianidin, glikosida, kuersetin. Salah satu alternatif untuk menanggulangi infeksi bakteri seperti karies yaitu dengan penggunaan bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak bunga kembang sepatu terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan cakram. Bunga kembang sepatu diperoleh dari daerah Kotamobagu, Sulawesi Utara, dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Hasil penelitian menunjukkan total diameter zona hambat yang dihasilkan ekstrak daun bunga sepatu pada lima cawan Petri sebesar 23,5 mm dengan nilai rerata 4,6 mm. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak bunga kembang sepatu memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang tergolong lemah.Kata kunci: bunga kembang sepatu, Streptococcus mutans, karies, daya hambat
Co-Authors Aji M. Sanhia Amelia Ramadhani, Amelia Ampow, Falen V. Anastasia P. G. Goni Angelia Langkir Angelita A. Durado Angmalisang , Elvin C. Anna M. Maruanaya, Anna M. Apituley, Tracy L. D Arif P. Yanto Aruperes, Geraldo Y. Astrid M. Lesar, Astrid M. Aurelia Supit Aviva, Novia N. Bangun, Liasma K. Beatrix I. Pontoh Berhimpon, Siemona Lydia_Eunike Castendo, Cynthia C. Catra H. E. Lengkey, Catra H. E. Christal G. Oroh, Christal G. Christian Rompis, Christian Christoffel Elim Christy Mintjelungan Christy N. Mintjelungan Cicilia A. Fernatubun Danes, Vennetia Ryckerens Debby J. Suhanda Dewi P. Sari, Dewi P. Dinar A. Wicaksono Dondokambey, Serena D. V. Dwi Cahya Fitriyana Fara M. Lossu, Fara M. Felicia P. C. C. Pantow, Felicia P. C. C. Fernanda, Vena Franly Onibala Fransiska Lintong Frenly Muntu Untu Gabrielly F. J. Rorong, Gabrielly F. J. Galant Rompas Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Geri W. Setiawan, Geri W. Gita J. Tulangow, Gita J. Hedison Polii Hendro Bidjuni Herlina I. S. Wungouw Hutagalung, Bernart S.P. Iksan, Nurwahid P. Indriani Tubagus Ivander A. Supit, Ivander A. Ivonny M. Sapulete Jeffry Sony Junus Lengkong Jeremy Frans, Joel Johanna A. Khoman Joice M. Laoh Joice N. A. Engka Joice N.A. Engka Juliatri . Kainde, Abedneju R. Karamoy, Deborah Karjoyo, Julianti Dewi Katarina D. Manibuy, Katarina D. Keloay, Princess Kewo, Lidia A. Khoman, Johanna Koagouw, Marco S. Korah, Sanny C. Korompot, Febri Krista V. Siagian Krista Veronica Siagian Kustina Zuliari, Kustina Li Ping Pontoh Lontaan, Jehuda Lumunon, Novita P. Mangindaan, Rocky J. Mariane Wowor Marimbun, Betrix E. Marunduh, Sylvia Ritta Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Mendur, Sheren Ch. M. Michael A. Leman Mirani A. Uga Monica M. Sengkey, Monica M. Moningka, Maya Esther Wullur Muchyar, Dwi S.R. Myrtle Irene Sarjono Nancy Engka Natalia Purnamasari Natalia, Adriani Ngongoloy, Johanes J. F. Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. P. S. Anindita Paputungan, Fazriah F. Parengkuan, Henaldy Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pingkan E.O. Lengkong Pormes, Oktovianus Pritartha S. Anindita Puk, Jimmy Rumam Rahayu, Mayangsari P. Rando F. Mamitoho, Rando F. Randy V. S. Kindangen Rantung, Galatia Marline Victoria Rasni, Novia D. P. Rawung, Meilita M. Rebecca A. Ngantung, Rebecca A. Rinto Mangiwa Rompis, Karen Ronald Sondakh Rumampuk, Jimmy Franky Sanger, Seily E. Sapulete, Ivonny M Saputra, Yoddy G. Sarah Warouw Sekeon, Saskia E. Shianata, Chrisshania M. Siada, Gracela Marchtica Siantan Supit Siemona Berhimpon, Siemona Silalahi, Agnes M. Simak, Valen Siwi, Filliany A. P. Soba, Siane Stefana H. M. Kaligis Suci M. J. Amir Sukarno, Karina Janneta Sumual, Inriyani A. Sundah, Michael J. Supit, Aurelia S.R. Syahril Panigoro, Syahril Sylvia Marunduh Sylvia R. Marunduh Tawas, Stevany A.D. Tendean, Brigitta A. Tilaar, Keren D. Tinneke A. Tololiu Tinneke Tololiu Tombokan, Kevin C. Triska Yolanda Worang Tulungnen, Regina S. Tulungnen S Vellisia Lindo Vita A. Lethulur Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Warong, Kristo Waworuntu, Elshadai Teovilia Wibowo, Devina V. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K. Wuon, Kleysia D.