Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Daya Tahan Jantung Paru pada Anggota Club Tondano Runners Rivaldo Chandra Lapian; Fentje Welliam Langitan; Nancy Sylvia Bawiling; Melky Pangemanan; Maxi Moleong; Fredrik Alfrets Makadada
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8686

Abstract

Daya tahan jantung paru (cardiorespiratory endurance) merupakan komponen vital kebugaran jasmani yang menggambarkan efisiensi sistem kardiovaskular dan pernapasan dalam menyediakan oksigen bagi otot selama aktivitas fisik berkepanjangan. Individu yang rutin berlari cenderung memiliki VO₂max lebih tinggi, yang berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit kronis. Meskipun Klub Tondano Runners aktif menjalankan fun run, belum ada data objektif mengenai profil daya tahan jantung paru anggotanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil daya tahan jantung paru anggota Klub Tondano Runners di Kabupaten Minahasa. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 34 anggota aktif. Pengukuran dilakukan menggunakan Multi-Stage Fitness Test (Bleep Test), yakni tes lari progresif maksimal bolak-balik 20 meter mengikuti irama bunyi yang semakin cepat. Level dan shuttle terakhir yang berhasil diselesaikan dikonversi menjadi estimasi nilai VO₂max, lalu diklasifikasikan berdasarkan norma baku menjadi lima kategori. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 anggota (64,7%) mencapai kategori baik sekali, 7 anggota (20,6%) kategori baik, dan 5 anggota (14,7%) kategori cukup; tidak ada yang termasuk kategori kurang maupun kurang sekali. Proporsi dominan pada kategori baik sekali mengindikasikan tingkat kebugaran kardiorespirasi yang tinggi di kalangan anggota. Disimpulkan bahwa latihan lari rutin yang dijalani komunitas Tondano Runners telah memberikan dampak positif terhadap daya tahan jantung paru. Namun, anggota dengan kategori cukup perlu mendapat perhatian melalui program latihan yang lebih terindividualisasi agar pemerataan kebugaran optimal tercapai. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi berkala dan penyesuaian program untuk mempertahankan serta meningkatkan kebugaran seluruh anggota.
Stroke frequency and decisiveness in elite competitive badminton (2020–2026): a systematic review of match analysis studies Melky Pangemanan; Fredrik Alfrets Makadada; Fadli Ihsan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036860000

Abstract

In accordance with the PRISMA 2020 guidelines, a systematic search was conducted in the Scopus database, and in the first phase, 639 documents were identified that were published from 2020 to 2026. When 15 duplicates were removed, 624 records left were screened by title and abstract. Records that did not fall under English-language peer-reviewed articles or reviews deal explicitly with badminton stroke or match analysis were discarded, so in the end, 158 full-text articles were obtained for the eligibility check. The final thematic screening found 55 papers that were synthesized to prepare this review. The four main findings of the analysis are: (1) the smash stroke was recognized as the shot most used for attacking and also the shot most responsible for playing the winning points in elite singles and doubles; regardless of the level, (2) net shots, along with net-kills, were also the second most frequently used weapon, mainly in short-rally scenarios enabled by the rally-point scoring system; (3) gender and format-based differences are so marked that in male singles, more rear-court to front-court transitions occur than in female players; (4) there is a growing use of artificial intelligence and machine learning techniques to accurately quantify stroke patterns instead of mere notational analysis. In terms of numbers, the smash and net shot combined made up just about 73% of the winning shots in elite singles as per the gathered research, whereas net-kills represented more than 40% of the points won in elite women's doubles. These results lead directly to areas of coaching pedagogy, talent identification, and the design of training programs. The aim of future research should be to longitudinally monitor changes in stroke distribution as scoring systems change and to utilize wearable sensor technology for real-time stroke classification in natural match conditions.
Perbandingan Kualitas Tidur dengan Mengukur Keseimbangan dan Kelincahan pada Siswa SMP Negeri 1 Kema di Waleo Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Naftanael Mourits Walangitan; Fentje W. Langitan; Melky Pangemanan; Marnex W. Berhimpong; Nancy S. Bawiling
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10377

Abstract

Kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga fungsi fisik, kognitif, dan kesehatan remaja. Kurangnya kualitas tidur pada remaja dapat memengaruhi kemampuan motorik, termasuk keseimbangan dan kelincahan yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari maupun pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keseimbangan dan kelincahan antara siswa yang memiliki kualitas tidur baik dan kualitas tidur kurang baik di SMP Negeri 1 Kema, Waleo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan keseimbangan diukur menggunakan Tes Stork Stand dan kelincahan diukur menggunakan Illinois Agility Test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas tidur siswa adalah 6,2 yang termasuk kategori kurang baik. Sebanyak 21 siswa (70%) memiliki kualitas tidur kurang baik dan 9 siswa (30%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil pengukuran keseimbangan menunjukkan rata-rata waktu bertahan sebesar 26,81 detik, dengan 26,67% siswa berada pada kategori sangat baik. Sementara itu, hasil pengukuran kelincahan menunjukkan rata-rata waktu penyelesaian sebesar 21,18 detik, dengan 43,33% siswa berada pada kategori baik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kualitas tidur berhubungan dengan performa fisik siswa, di mana siswa yang memiliki kualitas tidur lebih baik cenderung menunjukkan kemampuan keseimbangan dan kelincahan yang lebih optimal dibandingkan siswa dengan kualitas tidur kurang baik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tidur perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung kebugaran dan performa fisik remaja di lingkungan sekolah.
Persepsi Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon Novianty Simbolon; Melky Pangemanan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Theo Welly Everd Mautang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.994

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas lima pasien rawat jalan dan satu tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon. Kebersihan lingkungan, prosedur pelayanan, ketanggapan petugas, kemampuan petugas, serta komunikasi dinilai baik. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kursi ruang tunggu, area parkir yang sempit, waktu tunggu pelayanan yang cukup lama, dan masih adanya petugas yang dinilai kurang ramah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan perbaikan pada beberapa aspek untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Hubungan Tingkat Kecanduan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pemuda Di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor Walanda Raintama; Christian B Pajung; Melky Pangemanan; Beatrix J Podung; Agustinus Butar-Butar; Mieke Mumekh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1308

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan pemuda, termasuk di Kota Tomohon yang memiliki tingkat penggunaan internet untuk media sosial mencapai 85,55%. Penggunaan media sosial yang berlebihan diduga berkaitan dengan gangguan kualitas tidur dan pola pemanfaatan pelayanan kesehatan pada kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecanduan media sosial dengan kualitas tidur dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pemuda di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 129 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 190 pemuda berusia 18–30 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner intensitas penggunaan media sosial, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan kuesioner pemanfaatan pelayanan kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori kecanduan media sosial tinggi (60,5%), kualitas tidur buruk (94,6%), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang baik (72,1%). Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan namun lemah antara kecanduan media sosial dengan kualitas tidur (r = -0,210; p = 0,017), sedangkan hubungan antara kecanduan media sosial dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = -0,033; p = 0,714), begitu pula hubungan antara kualitas tidur dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = 0,119; p = 0,181). Disimpulkan bahwa kecanduan media sosial berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur pemuda, tetapi tidak berhubungan secara langsung dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan mereka. Diperlukan edukasi digital detox dan skrining kualitas tidur pada pelayanan kesehatan primer bagi kelompok usia muda.