Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH LATIHAN WALLBOUNCE TERHADAP FOREHAND DALAM KETERAMPILAN BERMAIN TENIS MEJA SISWA PUTRA SMP NEGERI I TONDANO Gerung, Jevier; Pangemanan, Melky; Langitan, Fentje
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 1, No 3 (2013): Ilmu Kesehatan Olahraga
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dari penelitian ini yakni kurangnya prestasi dalam bidang tenis meja di sekolah tersebut karena keterampilan bermain tenis meja mereka belum sempurna. Maka dari itu sangat penting apabila pengaruh latihan wallbounce terhadap pukulan forehand ditingkatkan, agar berpengaruh pada keterampilan bermain tenis meja mereka sehingga prestasi yang dicapai bisa lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pukulan forehand SMP Negeri 1 Tondano. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mendapatkan konsep tentang pengaruh latihan wallbounce terhadap pukulan dasar forehand. Bagi SMP Negeri 1 Tondano, diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan informasi tentang tingkat pukulan forehand siswa. Sedangkan bagi dunia ilmu pengetahuan untuk menambah kajian tentang pengaruh latihan wallbounce terhadap pukulan dasar forehand. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra SMP Negeri 1 Tondano yang berjumlah 95 orang dan sampel berjumlah 78 orang. Variabel dalam penelitian variabel bebas (pengaruh latihan wallbounce) dan variabel terikat (keterampilan pukulan forehand). Untuk mengetahui  keterampilan bermain tenis meja digunakan instrumen back board test, tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan tenis meja. Analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis eksperimen. Berdasarkan data hasil penelitian serta hasil analisis diketahui,  keterampilan pukulan forehand antara kelompok siswa yang diberi perlakuan wallbounce lebih tinggi dari kelompok siswa yang tidak diberi perlakuan wallbounce. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata perlakuan wallbounce sangat berpengaruh terhadap keterampilan pukulan forehand, khususnya bagi siswa SMP Negeri 1 Tondano.   Kata Kunci:          Latihan Wall Baunce , Forehand,  Tenis Meja
PENGARUH AKTIVITAS ANAEROBIK TERHADAP FREKUENSI DETAK JANTUNG SISWA KELAS II SMP SATU ATAP NEGERI 1 RAINIS DI TABANG Tamasiro, Jayens; Manampiring, Djemie; Pangemanan, Melky
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 1, No 3 (2013): Ilmu Kesehatan Olahraga
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Dari penelitian ini yakni dari pengamatan penulis pada praktek penjaskes di SMP Satu Atap negeri 1 Rainis di Tabang, kelihatannya kurang baik daya tahan tubuh mereka. Karena itu dalam praktek penjaskes rata-rata siswa sangat cepat mengalami kelelahan saat berolahraga, sedangkan waktu pelaksanaan praktek olahraga disekola hanya memakan waktu sangat singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas anaerobik terhadap frekuensi detak jantung siswa Kelas II SMP Satu Atap Negeri 1 Rainis Di Tabang. Adapun manfaat penelitian pengaruh aktivitas Anaerobik terhadap frekuensi detak jantung siswa kelas II SMP satu Atap Negeri 1 Rainis Di Tabang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa kelas II SMP yang berjumlah 28 orang, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 orang. Variabel dalam penelitian Variabel bebas (Aktivitas Anaerobik) dan Variabel terikat (Frekuensi Detak Jantung). Untuk mengetahui  Frekuensi Detak Jantung, maka dilakukan uji tes lari sprint jarak 100 meter. Analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, ternyata pelaksanaan program latihan lari sprint 30 meter dapat mempengaruhi detak jantung rerponden secara berarti. Perubahan ini mengarah kepada menurunnya detak jantung setelah mengikuti  program latihan, namun kinerja jantung mengalami peningkatan. Kesimpulan dari penelitian ini ternyata ada pengaruh yang signifikan pemberian aktivitas anaerobik pada perubahan frekuensi detak jantung siswa kelas II SMP Satu Atap Negeri 1 di Tabang
STATUS GAYA HIDUP AKTIF DAN KEBUGARAN JASMANI REMAJA Wicaksono, Tawang; Runtu, Fat Buang Revo; Pangemanan, Melky
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 1, No 3 (2013): Ilmu Kesehatan Olahraga
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia  mutlak harus mulai mengubah gaya hidup santai (sedentary life) menjadi hidup yang lebih aktif. Olahraga yang ringan membuat kita lebih bugar dan membantu anda mengontrol glukosa darah. Aktivitas fisik adalah semua gerakan tubuh yang membakar kalori, misalnya menyapu, naik turun tangga, menyetrika, atau berkebun. Olahraga juga membakar kalori, tapi olahraga aerobik mengikuti serangkaian gerak yang berurutan untuk menguatkan dan mengembangkan otot dan semua bagian daripada tubuh. Dari kenyataan kehidupan  pada umumnya manusia belum  mengerti  dan  memahami  gaya  hidup  aktif  itu  seperti  apa  dan  tingkat  kebugaran  jasmani. Berdasarkan pernyataan di atas keberadaan status gaya hidup aktif terhadap kebugaran jasmani merupakan masalah yang penting untuk dikaji lebih dalam. Untuk itu perlu diadakan suatu kajian kepustakaan mengenai status gizi dan gaya hidup aktif. Tujuannya adalah untuk mengetahui status kebugaran jasmani remaja dan status gaya hidup aktif terhadap kebugaran jasmani manusia. Manfaatnya  adalah dapat lebih mengerti dan memahami manfaat tentang status gaya hidup aktif dan kebugaran jasmani, yang baik bagi dirinya dan  dapat  dijadikan  sebagai  pedoman  atau bahkan pertimbangan untuk menyadarkan para remaja akan pentingnya status gaya hidup aktif yang merupakan salah satu faktor penting yang mendukung dalam meningkatkan kebugaran jasmani derta dapat dijadikan acuan atau bahan pertimbangan dalam meningkatkan  aktifitas sehari-hari pada program  olahraga  yang  suda terlaksana. Dengan demikian, perlu adanya perhatian  terhadap gaya  hidup  aktif  dan kebugaran jasmani para remaja. Semakin  baik pengetahun  gaya hidup aktif remaja, semakin baik pula tingkat kebugaran jasmani remaja tersebut dalam menunjang proses   interaksi   di   lingkungan   masyarakat   ataupun di  lingkungan   sekolah terutama dalam keterlibatan belajar di sekolah. Maka disarankan bagi kita manusia   agar lebih memperhatian status   kebiasaan dan gaya hidup remaja sehari-hari sehingga lebih aktif serta dapat meningkatkan kebugaran jasmaninya. Bagi orang tua diharapkan, untuk  lebih  memahami prinsip  bergerak  agar anak-anak menjadi lebih sehat dinamis atau lebih baik kebugaran jasmaninya. Kata kunci: gaya hidup aktif, kebugaran jasmani
SURVEY MENEJEMEN IKASI PENGPROV SULAWESI UTARA Pijoh, Jendra; Kawengian, Jansen B.; Pangemanan, Melky
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 1 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah survey menejemen administrasi organisasi IKASI Pengprov Sulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran secara umum serta mengetahui menejemen administrasi organisasi IKASI Pengprov Sulut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif, yang bertujuan untuk menggambarkan menejemen administrasi organisasi IKASI Pengprov Sulawesi Utara. Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan chek list. Hasil penelitian menunjukkan IKASI Pengprov Sulut memiliki susunan personalia atau struktur pengurus yang jelas, IKASI Pengprov Sulut telah memiliki program latihan yang sistematis. Banyak atlit yang telah terdaftar di IKASI Pengprov Sulut dan mereka selalu aktif melaksanakan latihan dengan baik. Para atlit yang berlatih di IKASI Pengprov Sulut telah memiliki prestasi ditingkat Daerah, Nasional, Sea Games, bahkan ditingkat dunia, Pelatih IKASI Pengprov Sulut semuanya memiliki sertifikat Nasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan bantuan dana atau biaya kepada IKASI setiap mengikuti pertandingan atau kejuaraan. Kata Kunci: Menejemen Administrasi, IKASI Pengprov
SURVEI MENEJEMEN PANTI PIJAT DI KOTA MANADO Lumempouw, Juliardo; Manampiring, Djemie; Pangemanan, Melky
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 1 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah pada penelitian ini, tentang bagaimana menejemen panti pijat? Tujuan penelitian ini untuk mencari tahu bagaimana menejemen panti pijat di Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan menggambarkan menejemen panti pijat di Kota Manado. Hasil penelitian menunjukkan data penelitian yang menunjukkan bahwa setiap panti pijat mempunyai keaneka-ragaman dalam program kerja sesuai dengan keahlian masing-masing panti pijat dan alat-alat serta fasilitas yang ada dalam panti pijat sehingga dapat menarik perhatian masyarakat dalam hal pemijatan. Kesimpulan penelitian ini adalah memiliki gambaran bahwa tidak semua panti pijat di Kota Manado yang tidak benar. Kata Kunci : Survei Menejemen, Panti Pijat
PEMASARAN POLITIK PADA PEMILUKADA (SUATU STUDI PEMASARAN POLITIK PASANGAN HANNY SONDAKH & MAXIMILIAN JONAS LOMBAN, SE, M.SI PADA PEMILUKADA DI KOTA BITUNG TAHUN 2010) Pangemanan, Melky Jakhin
JURNAL POLITICO Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMASARAN POLITIK PADA PEMILUKADA(Suatu Studi Pemasaran Politik Pasangan Hanny Sondakh & Maximilian Jonas Lomban, SE, M.Si Pada Pemilukada di Kota Bitung Tahun 2010)Oleh : Melky Jakhin PangemananNIM : 090814009ABSTRAKPersoalan yang dihadapi dalam pemilukada saat ini adalah kurangnya partisipasi politik masyarakat, yang diakibatkan oleh hilangnya kepercayaan terhadap partai politik dan elit politik. Guna mengefektifkan strategi pendekatan kepada pemilih di pemilukada, maka seorang kontestan dituntut harus mampu memasarkan dirinya ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan kemajuan zaman dan kondisi di daerah pemilihan. Strategi dan konsep pemasaran politik yang dilakukan oleh pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Bitung Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si, sangat menarik untuk dielaborasi lebih lanjut, bagaimana pemasaran politik yang dilakukan disaat pergulatan Pemilukada di Kota Bitung Tahun 2010. Bila menilik lebih dalam pada sosok Hanny Sondakh yang maju sebagai calon Walikota, terdapat beberapa aspek yang dapat dikatakan kurang mendukung dalam proses pemasaran politiknya. Aspek tersebut dapat dilihat dari segi etnis, agama, dan background. Seperti yang diketahui bersama bahwa Hanny Sondakh berasal dari etnis Tionghoa dan menganut agama Kristen Katolik yang keduanya tidak dominan di kota Bitung. Belum lagi bila ditelaah dari background Hanny Sondakh yang merupakan seorang yang baru berkecimpung di dunia politik karena sebelumnya merupakan seorang pengusaha. Kondisi yang hampir serupa juga dialami oleh pasangannya yaitu Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si. Beliau merupakan seorang birokrat yang bukan merupakan penduduk asli kota Bitung, walaupun mengemban jabatan sebagai Sekretaris Kota Bitung sebelumnya. Aspek-aspek tersebutlah yang membuat strategi dan pemasaran politik dari kedua pasangan calon untuk memenangkan Pemilukada di Kota Bitung tahun 2010 menjadi menarik untuk diangkat sebagai bahan penelitian. Penelitian ini akan menelusuri tentang strategi pemasaran politik (political marketing) yang diterapkan pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban,S.E., M.Si, pada Pemilukada di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara Periode 2010-2015? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi pemasaran politik (political marketing) pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si. Dalam memenangkan Pemilukada di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara Periode 2010-2015. Penelitian ini sekurang-kurangnya diharapkan dapat memberikan dua manfaat, yaitu : Manfaat teoritis, dapat memperkaya konsep atau teori yang menyokong perkembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu politik, khususnya tentang pemasaran politik dalam pemilukada.Manfaat praktis, yaitu adanya pola strategi pemasaran politik yang dapat dijadikan acuan bagi para kontestan di pemilukada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menggambarkan pemasaran politik oleh pasangan calon tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pemasaran politik pasangan tersebut sangat efektif dalam suksesi Pemilukada di Kota Bitung. Hal ini dibuktikan dengan kemenangan mutlak mencapai 54% presentase perolehan suara.Key word: Pemasaran Politik dan Pemilukada PENDAHULUANPerubahan mekanisme Pemilukada dari sistem perwakilan ke sistem langsung diperjelas melalui Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan ditegaskan pengaturannya dalam Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Perubahan tersebut telah membuka ruang kesempatan yang luas kepada seluruh warga negara untuk dapat berpartisipasi dalam politik. Partisipasi politik tersebut tidak hanya berjalan dalam bentuk pemberian hak suara, melainkan adanya antusiasme warga yang terus meningkat untuk mendaftarkan diri sebagai kontestan di pemilukada. Jika menengok ke belakang, keberhasilan menyelenggarakan pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden secara aman dan tertib, mengindikasikan semakin tingginya kedewasaan berpolitik rakyat Indonesia. Rasio lanjutan yang bisa diterima adalah masyarakat akan semakin kritis dalam menjalani pemilihan-pemilihan umum berikutnya, termasuk pemilukada. Hal tersebut menjadikan kemenangan pertarungan di pemilukada semakin ditentukan oleh strategi yang dibawa para kandidat. Strategi memang mutlak dibutuhkan bagi siapa saja yang ingin menang dalam persaingan, terlebih lagi persaingan di kancah politik, yang terkenal sangat keras dan penuh intrik.Persoalan yang dihadapi dalam pemilukada saat ini adalah kurangnya partisipasi politik masyarakat, yang diakibatkan oleh hilangnya kepercayaan terhadap partai politik dan elit politik. Hal tersebut merupakan kelalaian partai politik dalam menjalankan fungsi pendidikan politik pada masyarakat. Kondisi ini menuntut para kontestan untuk dapat memberikan pendidikan politik dan pendekatan kepada konstituen untuk mengembalikan kepercayaan pemilih terhadappartai politik dan kontestan, serta meyakinkan para konstituen untuk menentukan pilihan politiknya.Guna mengefektifkan strategi pendekatan kepada pemilih di pemilukada, maka seorang kontestan dituntut harus mampu memasarkan dirinya ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan kemajuan zaman dan kondisi di daerah pemilihan. Metode pemasaran politik (political marketing) merupakan strategi kampanye yang sedang disukai saat ini, secara sadar ataupun tidak pendekatan marketing dalam dunia politik telah dilakukan oleh para kontestan untuk dapat menyampaikan pesan-pesan politik mereka kepada pemilih (warga).Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah otonom di Indonesia yang baru selesai menggelar pemilukada pada tanggal 9 Desember Tahun 2010, secara umum proses pemilukada Kota Bitung berjalan dengan lancar dan damai.Dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 khususnya pasal 58 ayat 8 menyebutkan bahwa Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah warga negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat: mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di daerahnya. Kemudian dalam pasal 76 ayat 2 menyebutkan bahwa pasangan calon wajib menyampaikan visi, misi dan program secara lisan maupun tertulis kepada masyarakat. Hal-hal inilah yang mendorong bagi setiap pasangan untuk menggunakan metode-metode ataupun strategi-strateginya untuk dapat mempengaruhi rakyat sebagai pemilih untuk berpihak sekaligus memenangkan pemilihan umum.Persaingan adalah satu konsekuensi logis dalam demokrasi, dimana masing-masing kandidat bersaing untuk meyakinkan pemilih bahwa kandidat merekalah yang layak untuk dipilih dan keluar sebagai pemenang pemilu. Melalui persaingan ini pula rakyat akan dapat menilai dan melihat mana kontestan yang mampu menawarkan produk politik yang paling sesuaidengan kebutuhan mereka. Kampanye pemilu merupakan salah satu media dan periode bagi tiap-tiap kontestan memiliki kesempatan untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan ide dan inisiatif politik mereka. Masing-masing kontestan saling berlomba untuk menawarkan produk politik yang paling menarik.Demikian halnya dengan metode, strategi dan konsep pemasaran politik yang dilakukan oleh Pasangan calon Walikota dan calon wakil walikota Bitung Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si. Dimana dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah terdapat perkembangan politik yang menarik, khususnya dalam pergulatan Pemilukada di Kota Bitung Tahun 2010. Hal ini dilihat dari beberapa aspek yang dimiliki baik oleh Hanny Sondakh maupun pasangannya, Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si. Lebih jelasnya, bila menilik lebih dalam pada sosok Hanny Sondakh yang maju sebagai calon Walikota, terdapat beberapa aspek yang dapat dikatakan kurang mendukung dalam proses pemasaran politiknya. Aspek tersebut dapat dilihat dari segi etnis, agama, dan background. Seperti yang diketahui bersama bahwa Hanny Sondakh berasal dari etnis Tionghoa dan menganut agama Kristen Katolik yang keduanya tidak dominan di kota Bitung. Belum lagi bila ditelaah dari background Hanny Sondakh yang merupakan seorang yang baru berkecimpung di dunia politik karena sebelumnya merupakan seorang pengusaha. Kondisi yang hampir serupa juga dialami oleh pasangannya yaitu Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si. Beliau merupakan seorang birokrat yang bukan merupakan penduduk asli kota Bitung, walaupun mengemban jabatan sebagai Sekretaris Kota Bitung sebelumnya. Aspek-aspek tersebutlah yang membuat strategi dan pemasaran politik dari kedua pasangan calon untuk memenangkan Pemilukada di Kota Bitung tahun 2010 menjadi menarik untuk diangkat sebagai bahan penelitian.PEMBAHASAN.Produk Politik Kepada PasarProduk politik kepada pasar adalah identitas khas dan konsisten dari kontestan dihadapan pemilih. Mengenai pendekatan produk politik kepada pasar menurut Nursal, sebuah kontestan harus memiliki produk yang sesuai dengan aspirasi pemilih. Tetapi harus disadari bahwa produk yang berkualitas tersebut tidak begitu saja diminati para pemilih. Banyak hal yang menjadikan pemilih bersikap demikian, misal terlalu banyaknya kontestan yang dianggap berkualitas sehingga sulit sekali bagi pemilih untuk melihat kontestan mana yang lebih berkualitas. Agar memudahkan pengenalan, sebuah kontestan perlu menciptakan identitas khas dan konsisten berupa nama, logo, disain visual dan ciri-ciri lainnya sebagai alat identifikasi kontestan tersebut sekaligus membedakan diri dengan kontestan lainnya. Dengan bahasa lain, produk politik diartikan sebagai figur, visi-misi dan identitas lainnya yang membedakan seorang kontestan dengan kontestan lainnya.Mengenai figur dari calon Walikota Hanny Sondakh, dikenal dimasyarakat merupakan sosok seorang Pengusaha sukses Kota Bitung yang memiliki beberapa perusahan besar yang bergerak di bidang Perikanan Laut, seperti PT. Sari Cakalang. Sebagai pengusaha, ia dinilai masyarakat sangat dermawan yang banyak membantu masyarakat.Marly Pamaruntuan, seorang warga Kelurahan Apela satu, mengakui bahwa Hanny Sondakh telah membantu warga dengan menyumbang dana besar dalam pembangunan gedung Gereja setempat. ?Sebelum Hanny Sondakh menjadi walikota, beliau telah melakukan banyakaktivitas sosial pada masyarakat Kota Bitung, karena kepedulian bapak Sondakh, maka saya sangat mendukungnya dan memilihnya menjadi Walikota Kota Bitung?, Ungkap Marly.Demikian tokoh Hanny Sondakh dalam opini masyarakat telah dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan warga, berjiwa sosial, dan tokoh yang kharismatik. Mereka menilai juga bahwa Hanny Sondakh adalah seorang figur yang diterima oleh semua golongan agama, karena Ia membantu kelompok-kelompok agama seperti pembangunan Gereja, Masjid, dan Klenteng. Karena itu, berdasarkan dedikasinya terhadap masyarakat Kota Bitung, maka bisa terpilih untuk kedua kalinya menjadi walikota kota Bitung. Belum lagi sosok dari seorang Hanny Sondakh yang mengabdikan diri bagi daerah dan tidak menerima gaji sebagai walikota pada periode sebelumnya dan dengan kenyataan di lapangan beliau merupakan pengusaha yang sukses, sehingga semakin mendukung opini masyarakat bahwa beliau merupakan sosok yang bersih. Masyarakat sudah terpolarisasi bahwa seorang Hanny Sondakh dalam mengemban jabatannya pasti tidak akan melakukan pencurian terhadap uang rakyat, mengingat beliau memiliki sumber daya kekayaan yang besar sebelum mencalonkan diri sebagai Walikota.Hanny Sondakh, selain orang melihat kiprah sosialnya dan terobosannya, Ia juga telah menjalani dan membuktikan kemampuan memimpin Kota Bitung, dimana menjadi seorang wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Bitung Periode 2004-2009 (tidak selesai) dan menjadi Walikota Bitung tahun 2005-2010 (incumbent). Modal inilah yang memberikan nilai yang lebih dalam pencalonannya ditambah segudang prestasi telah ditorehkannya, segenap warga Kota Bitung tutur mengakuinya.?Pembangunan Kota Bitung selama kepemimpinan bapak Hanny Sondakh telah berlangsung dengan baik dan Kota Bitung telah mengalami kemajuan yang sangat pesatsehingga Kota Bitung mendapat berbagai penghargaan pembangunan seperti penghargaan Adipura?, kata Jhonly seorang warga Aertembaga.Segudang prestasi Hanny Sondakh juga memberikan nilai tambah dalam pencalonannya yang kedua kali. Kota Bitung banyak mendapat penghargaan di bawah pemerintahannya. Hal ini di buktikan dengan penghargaan Adipura 3 kali berturut-turut, Kota Bitung sebagai Kota sehat nasional pada tahun 2010, Penghargaan dari BPK RI sebagai kota dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang merupakan satu-satunya kabupaten/kota di Sulawesi Utara yang meraih penghargaan tersebut. Belum lagi penghargaan-penghargaan secara pribadi yang begitu banyak ditorehkan oleh Hanny Sondakh.Sementara itu Maximilian Jonas Lomban, seorang public figure yang cukup terkenal, aktivitas Maximilian Jonas Lomban merambah ke dunia politik dimulai setelah lama menjadi seorang birokrat handal di Kota Bitung yakni dengan menjabat Sekretaris Kota Bitung di masa Hanny Sondakh menjadi Walikota dan Robert Lahindo sebagai Wakil Walikota.Disamping dikenal sebagai figur birokrat, Maximilian Jonas Lomban juga seorang tokoh GMIM yang banyak berkiprah dalam aktivitasnya di pelayanan keagamaan.Ada beberapa faktor yang mendukung kemenangan pasangan Sondakh-Lomban, meliputi faktor internal kedua calon maupun faktor eksternal, yaitu peran partai politik. Beberapa pengamat politik, mengatakan bahwa faktor internal kedua calon sangat mempengaruhi para pemilih, seperti popularitas Hanny Sondakh sebagai tokoh pengusaha dermawan dan Maximilian Jonas Lomban sebagai tokoh birokrat handal, kemampuan kedua calon memikat semua lapisan masyarakat, model kampanye Sondakh-Lomban yang mampu two ways communications yang artinya Sondakh-Lomban tidak segan-segan menghampiri masyarakat untuk mewujudkan hubungan yang setara, dan adanya strategi stratifikasi sosial politik, dimana adanya pembagiansegmen-segmen pemilih seperti ada segmentasi politik dari generasi muda ibu-ibu, kalangan kampus, kaum intelektual, pendidik, dan masyarakat menengah perkotaan.B. Push MarketingPush marketing pada dasarnya adalah usaha agar produk politik dapat menyentuh para pemilih secara langsung atau dengan cara yang lebih personal (constomized), dalam hal ini kontak langsung dan personal mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : Pertama, mengarahkan para pemilih menuju suatu tingkat kognitif yang berbeda dibandingkan dengan bentuk kampanye lainnya. Politisi yang berbicara langsung akan memberikan efek yang berbeda dibandingkan dengan melalui iklan. Kedua, kontak langsung memungkinkan pembicaraan dua arah, melakukan persuasi dengan pendekatan verbal dan non verbal seperti tampilan, ekpresi wajah, bahasa tubuh dan isyarat-isyarat fisik lainnya. Ketiga, menghumaniskan kandidat dan keempat, meningkatkan antusiasme massa dan menarik perhatian media massa.Upaya yang dilakukan pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban dalam pendekatan pada masyarakat begitu efektif dan efisien. Hanny Sondakh banyak turun ke masyarakat dalam setiap acara yang di rencanakan maupun secara tiba-tiba, baik pribadi maupun dengan keluarga sebelum beliau mencalonkan diri sebagai kandidat walikota.?Dari ko hanny blum bacalon jo torang so kenal lebe dulu, karena dia banya ja datang di acara-acara kedukaan?. Ungkap Leo, warga Manembo-nembo.Hanny Sondakh juga merupakan sosok yang dikenal ramah oleh masyarakat lebih khusus para karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaannya. Kondisi ini sangat menunjang mengingat banyaknya karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang dimilikinya di Kota Bitung. Hanny Sondakh pun memiliki salah satu ciri yang menarik perhatian yakni dalam hal berpakaian. Beliau ketika sedang tidak bertugas biasa ditemui oleh masyarakat dalam busanayang kasual dengan hanya memakai sendal jepit. Sehingga membentuk pola pikir masyarakat bahwa beliau merupakan sosok yang sederhana dan merakyat.Maximilian Jonas Lomban dikenal sebagai seorang birokrat yang begitu dekat dengan stakeholders. Perilaku beliau dalam memimpin bawahannya memberikan dampak positif terhadap penilaian masyarakat dan para pegawainya.?Pak Lomban kalu bakudapa slalu ja bategor deng senyum-senyum nyanda ja pandang sapa, so itu torang pegawai suka skali pa bapak?. Ujar, Berty pegawai di Pemkot Kota Bitung.Figur kedua pasangan ini sangat memberikan kesan dan harapan bagi masyarakat untuk memimpin Kota Bitung ke arah yang lebih baik. Selain faktor partai politik yang mengusung kedua pasangan ini, figur dari keduanya begitu memberikan nilai yang lebih dalam proses pemenangan.C. Pull MarketingPull Marketing adalah penggunaan media dengan dua cara yaitu dengan membayar dan tidak membayar. Proses penyampaian melalui pull marketing yaitu penyampaian produk politik dengan memanfaatkan atau disampaikan melalui instrumen media masa. Pull Marketing bagian dari elemen Marketing politik untuk mengefektifkan pemenangan dalam pemilukada. Upaya inilah yang dilakukan oleh pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban dalam memasarkan kinerja dan prestasi dari keduanya yang dibungkus melalui media masa. Lewat sarana inilah figur dari Hanny Sondakh yang notabene menjabat walikota periode sebelumnya ditonjolkan untuk menarik simpati dari konstituen. Program serta visi misi pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Lomban dituangkan dalam media masa sebagai salah satu kampanye untuk memikat hati pemilih. Contohnya penggunaan media masa yang menitikberatkan pada profil Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban yang dikemas begitu menarik. Pasangancalon ini juga menggunakan konsultan media yang begitu baik sehingga menunjang pemberitaan baik di media massa maupun media cetak, sehingga segala bentuk kerja dan kinerja yang dilakukan oleh pasangan ini selalu menjadi sorotan media-media lokal. Beberapa hal inilah yang tidak dilakukan oleh pasangan calon lainnya. Kalaupun ada yang meniru gaya dari pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban pasti tidak dapat menyayingi popularitas kandidat ini dalam mengemas media. Sehingga masyarakat Kota Bitung yang pada umumnya sudah menjadikan koran sebagai suatu kebutuhan akan melihat pengemasan berita pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban begitu menarik dan dapat menunjang tingkat keterpilihan masyarakat terhadap pasangan ini. Kondisi ini tentunya juga membutuhkan finansial yang besar, tetapi mengingat pasangan ini ditunjang dengan kekuatan dana yang besar dalam pencalonan mereka.D. Pass MarketingPass marketing merupakan pihak-pihak, baik perorangan maupun kelompok yang berpengaruh besar terhadap para pemilih. Pengaruh (influencer) dikelompokan kedalam dua jenis yakni influencer aktif dan influencer pasif. Influencer aktif adalah perorangan atau kelompok yang melakukan kegiatan secara aktif untuk mempengaruhi para pemilih. Mereka adalah aktivis isu-isu tertentu atau kelompok dengan kepentingan tertentu yang melakukan aktivitas nyata untuk mempengaruhi para pemilih. Adakalanya pesan-pesan tersebut disampaikan secara halus adakalanya juga secara terang-terangan untuk mengarahkan pemilih agar memilih atau tidak memilih kontestan tertentu. Sebagian melakukan kegiatan dengan organisasi yang rapih dan sebagian lainya secara informal.Sedangkan influencer pasif adalah individu atau kelompok yang tidak mempengaruhi para pemilih secara aktif tapi menjadi rujukan para pemilih. Mereka inilah para selebriti, tokoh-tokoh,organisasi sosial, organisasi massa yang menjadi rujukan atau panutan masyarakat. Suara mereka didengar dan sepak terjang mereka memiliki makna politis tertentu bagi para pengikutnya. Mereka memiliki pengikut dengan berbagai macam kategori seperti anggota, pendukung, dan penggemar. Para pengikut tersebut dekat dengan para influencer, baik dalam pengertian fisik maupun emosional.Dalam implementasi di lapangan, terlihat bahwa Partai PKPI Kota Bitung merupakan partai yang memiliki mesin politik yang terstruktur dan baik. Partai PKPI merupakan partai pemenang di Kota Bitung dengan mengirim 6 anggota legislatifnya duduk di DPRD Kota Bitung. Meskipun salah satu kadernya yakni, Santi G. Luntungan tidak mendukung secara total karena ayahnya juga maju sebagai calon walikota yang diusung partai PDI Perjuangan. Partai PKPI dan partai Demokrat yang merupakan partai pengusung pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban di Kota Bitung dapat dikatakan sebagai partai besar. Hal tersebut tercermin dari mayoritas kursi yang diperoleh PKPI dan Demokrat di DPRD Kota 2004-2009. Di samping itu, PKPI juga berhasil menempatkan kandidatnya sebagai Walikota Kota Bitung dan wakil Walikota Bitung periode sebelumnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa PKPI memiliki amunisi politik yang cukup besar pada percaturan politik di Kota Bitung. Ditunjang lagi dengan 17 partai pendukung lainnya, baik yang memiliki kursi di dewan kota maupun partai non-seat.Sekretaris Tim Penjaringan Calon Walikota dari PKPI, Ricky Gosal menerangkan bahwa ?Mereka dalam memenangi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bitung, mengandalkan mesin internal PKPI, Mesin Partai 17 parpol pendukung. Kemudian menggunakan tim-tim sukses yakni ; Tim sukses Tingkat Kota (Gabungan Parpol), Tim Sukses Tingkat Kecamatan, Tim Sukses Tingkat Kelurahan. Ditambah dengan kelompok-kelompok masyarakat pendukunglainnya meliputi; kelompok komunitas agama katolik, Brigade Manguni Kota Bitung, Kumpulan pengusaha perikanan, komunitas etnis tionghoa dan kelompok adat minahasa dan sangihe.?Pada akhirnya dari usaha memenfaatkan segenap elemen partai baik internal maupun eksternal telah membuat capaian suara yang diraih melebihi target. Segenap tim sukses telah melakukan kerja yang bagus?, ungkap Ricky.Frans Natang Ketua BAPPILU PKPI Kota Bitung, mengungkapkan bahwa ?Partai telah membagi orang-orangnya untuk membantu suksesi. Partai mengeluarkan kebijakan tentang pembagian wilayah kampanye di sebuah Daerah Pemilihan. Semisal ada 3 tim, dan satu Dapil mencakup 3 kecamatan. Maka pembagian dilakukan dengan masing-masing 1 kecamatan untuk digarap.?Dari sisi berfungsinya mesin Partai, sebenarnya PKPI Bitung memiliki mesin partai yang cukup berfungsi. Perolehan suara dalam Pemilihan Umum Legislatif begitu signifikan, menunjukkan bahwa mesin partai berjalan. Terdapat alasan kenapa mesin partai PKPI dikatakan berjalan. Alasan paling nyata yakni ketika DPP PKPI menginstruksikan agar PKPI Sulut, termasuk Bitung, harus bekerja secara optimal memenangkan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban. Bahkan DPP siap memberikan sangsi bila partai tidak mampu memenangkan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban. Instruksi ini memberi efek nyata dalam usaha-usaha partai. Mesin partai PKPI Bitung dianggap berhasil karena disebabkan oleh tekanan keras dari DPP PKPI. Tekanan tersebut menyebabkan PKPI Bitung bersatu dalam rangka mempertahankan eksistensi mereka di Partai. Mesin partai Demokrat kota Bitung yang dipimpin oleh Hanny Ruru, menjalankan fungsi pemenangan dengan baik karena juga mendapat instruksi langsung dari DPP Partai Demokrat. Sehingga sangat menunjang kerja tim pemenangan Hanny Sondakh danMaximilian Jonas Lomban. Disamping itu 17 partai pengusung lainnya pun turut bekerja optimal dalam membantu proses pemenangan kandidat mereka.E. Paid MediaPaid media merupakan salah satu bagian marketing politik yakni berupa penggunaan media yang lazim digunakan untuk memasang iklan adalah televisi, radio, media cetak, website dan media luar ruang. Saat masa kampanye berlangsung, para kandidat mulai mengiklankan diri. Wajah mereka seringkali muncul dalam sejumlah iklan politik yang ditayangkan di televisi dan media cetak, juga di media luar ruang (outdoor). Spanduk, billboard dan baliho besar di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat umum terbuka lainnya di sejumlah kota berisikan wajah mereka.Pada dasarnya, beriklan politik merupakan langkah awal para kandidat untuk mengenalkan diri mereka kepada masyarakat luas dengan cara yang efektif dan efisien. Tujuan utama dari iklan-iklan politik tersebut tentu saja untuk merebut hati dan simpati para calon pemilih. Diharapkan suara pemilih akhirnya diberikan kepada kandidat yang bersangkutan.Seperti yang kita ketahui, ada bermacam-macam jenis media iklan yang dapat digunakan. Hampir semua jenis media iklan yang ada, seperti stiker, spanduk, baliho dan iklan di media massa, digunakan oleh semua kandidat.Dari hasil pengamatan peneliti, pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, lebih sering menggunakan koran sebagai media iklan politik mereka. Di harian Koran Lokal hampir setiap hari kita dapat menikmati iklan testimony yang ditujukan untuk Hanny Sondakh. Iklan ? iklan testimony tersebut dipasang oleh para pimpinan dan fungsionaris Partai PKPI. Selain itu, pasangan ini juga gencar beriklan lewat baliho-baliho yang terpasang di beberapa jalan di kota Bitung. Pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban juga menggunakan media elektronik seperti, iklan televisi dan radio. Menurut Recky Gosal, SPd.Sekretaris penjaringan calon walikota dan wakil walikota PKPI dan anggota tim sukses SoLo, bahwa ?Pasangan kandidat ini menggunakan media cetak selama 6 bulan sebelum pemilihan sampai pada hari H pelaksanaan, contohnya koran lokal manado post, komentar dan posko. Ada juga iklan yang tersiar lewat radio, contohnya radio lokal bitung Gita lestari FM, dan Trendy FM selama 3 bulan sebelum pemilihan?.PENUTUPBerdasarkan hasil penelitian setelah menganalisa dan membahas data yang diperoleh dari penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa, strategi pemasaran politik dalam pemenangan pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si, sebagai berikut:- Produk politik kepada pasar yang dilakukan oleh pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si, sangat memberikan dampak yang signifikan dalam tahapan pemilukada yang berlangsung di kota Bitung. Hal ini dilihat dari visi-misi dan program yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat kota Bitung. Lebih lanjut lagi figur dari pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si melekat dihati rakyat, dapat dilihat dari perilaku dan kapasitas yang ditonjolkan oleh pasangan ini.- Push marketing yang dilakukan oleh pasangan calon Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si, terlihat dari aktivitas yang sering dilakukan oleh pasangan calon tersebut yang turun ke lapangan untuk dapat langsung berinteraksi dengan konstituen, seperti dalam kegiatan keagamaan, dukacita, maupun undangan-undangan lainnya. Figur pasangan ini pun dikenal sangat dekat dengan masyarakat dengan banyak melakukan kunjungan-kunjungan atau agenda yang tidak direncanakan.- Pull marketing dari pasangan calon Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si, terlihat dari strategi penggunaan media dalam memasarkan kinerja dan prestasi dari keduanya yang dibungkus melalui media masa. Lewat sarana inilah figur dari Hanny Sondakh yang notabene menjabat walikota periode sebelumnya ditonjolkan untuk menarik simpati dari konstituen. Begitu juga sosok Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Siyang di kenal sebagai figur birokrat yang handal karena sebelumnya menjabat Sekretaris Kota Bitung.- Pass marketing yang dilakukan oleh pasangan calon Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si, terlaksana dengan efektif. Hal ini dilihat dari mesin partai pengusung yang bekerja begitu optimal, mengingat partai PKPI merupakan partai pemenang pemilu di Kota Bitung. Belum lagi didukung oleh mesin partai Demokrat dan 17 partai pendukung lainnya. Penggunaan organisasi-organisasi sayap partai juga terlihat sangat memberi andil dalam tahapan pemilukada untuk memenangkan pasangan ini. Tim sukses pasangan ini juga menarik organisasi-organisasi keagamaan, adat, budaya dan figur-figur yang dianggap berpengaruh dalam organisasi-organisasi tersebut, seperti tokoh-tokoh agama, tokoh masyarkat dan tokoh pemuda yang memiliki basis massa untuk menunjang perolehan suara pasangan tersebut.- Paid media yang dilakukan oleh pasangan Hanny Sondakh dan Maximilian Jonas Lomban, S.E., M.Si, nampak pada penggunaan media massa baik dalam bentuk elektronik maupun cetak yang dikemas sangat menarik dan memberikan kesan positif pada masyarakat. Sejumlah prestasi dari pasangan ini dimuat dalam suatu pemberitaan dan juga visi-misi serta program yang pasarkan lewat media. Sehingga dapat menunjang elektabilitas dan proses sosialisasi pasangan tersebut.DAFTAR PUSTAKAAlie, Marzuki, 2013, Pemasaran Politik di era Multi Partai, Penerbit, Expose : JakartaFirmanzah, 2012, Marketing Politik : Antara Pemahaman dan Realitas, Yayasan Obor Indonesia : JakartaIbrahim, Herman dan Faisal Siagian, 1999, Kampanye Tanpa Kekerasan, Penerbit Biro Humas Depdagri : JakartaKotler, Philip, 1994, Marketing Management: Analysis Planning, Implementation, and Control. Prentice Hall International: New JerseyLukmantoro, Triyono, Politik Representasi dan Rekayasa Citra dalam Arena Pilkada, dalam Seminar Internasional Dinamika Politik lokal di Indonesia:Etika, Politik dan Demokrasi, 2-5 Agustus 2005, Kampoeng Percik SalatigaManulang, 2004, Pedoman Teknis Menulis Skripsi, Penerbit Andi : YogyakartaMapilu PWI Bitung,2010, Pilwako Bitung 2010, Pijafrel Mapilu PWI : BitungMarbun, BN, 2003, Kamus Politik, Pustaka Sinar Harapan : JakartaMoleong, Lexy J, 2006, Metodologi Penelitian Kualitatif edisi revisi, Remaja Rosdakarya : BandungMuhtadi, Asep S, 2008, Kampanye Politik, Humaniora: BandungNimmo, Dan, 2004, Komunikasi Politik-Komunikator, Pesan dan Media, Remaja Rosdakarya : BandungNursal, Adman, 2004, Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu, Sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPR, DPD, Presiden. PT. Gramedia Pustaka Utama: JakartaPradhanawati, Ari, 2007, Pemilihan Walikota Gerbang Demokrasi Rakyat, Jalan Mata : BitungRendra , Widyatama, 2007, Pengantar Periklanan, Pustaka Book Publisher : YogyakartaSardini, Nur Hidayat, 3 Juli 2005, Rasionalitas Pilkada : Siapa Menang, Siapa Pecundang?, Koran LokalSchroder, Peter, 2008, Strategi Politik: Edisi revisi untuk Pemilu 2009. Fridrich Naumann Stiftung Fuer die Freiheit: JakartaSetiyono, Budi dan RTS Masli, 2010, Iklan dan Politik: Menjaring Suara Dalam Pemilihan Umum, AdGoal Com : JakartaSteinberg, Arnold, 1981, Kampanye Politik, PT.Intermasa : JakartaStoner, James AF, 1996, Manajemen, Erlangga : JakartaSugiono, Arif, 2013, Strategic Political Marketing : Strategi Memenangkan Pemilu (Pemilukada, Pilpres, Pemilihan legislatif DPRD, DPR-RI, DPD) Dengan Menempatkan Pemilih Sebagai Penentu Kemenangan, Ombak : YogyakartaLiteratur-literatur lainnyaData KPUD Kota BitungBadan Pusat Statistik Kota Bitung
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN BPJS KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI INSTALASI RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BIAK KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA Mei Putri Ambat; Melky Pangemanan; Prycilia Mamuaja
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 4. NOVEMBER 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i4.1259

Abstract

Pelayanan BPJS Kesehatan yang bermutu adalah salah satu aspek dalam pelayanan kesehatan yang merupakan faktor penting dalam mencapai kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan BPJS Kesehatan dengan kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di instalasi rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Biak Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu pasien yang dirawat di instalasi rawat inap kelas III sebanyak 40 pasien dan sampel penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah 40 pasien. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square dengan derajat kepercayaaan 95% dan tingkat kesalahan 0,05. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-square menunjukan bahwa nilai p pada variabel mutu pelayanan = 0,000 dan nilai p pada variabel kepuasan pasien = 0,000. Kesimpulan berdasarkan hasil uji Chi-square menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel mutu pelayanan dengan variabel kepuasan pasien. Berdasarkan penelitian ini disarankan BPJS Kesehatan lebih meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan dan meningkatkan sosialisai program-program BPJS Kesehatan terutama di daerah perdesaan. Kata kunci : Mutu pelayanan, BPJS Kesehatan, Kepuasan Pasien
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA SISWA SD GMIM 46 SUKUR KECAMATAN AIRMADIDI Prisca Victorina Kaunang Prisca kaunang; Melky Pangemanan; Jopie Bokau
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1768

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan dunia terutama di Negara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitandan kematian akibat diare. Kebiasaan jajan anak sangat berpengaruh pada penyakit diare. Masalah diare juga timbul karena kurang kebersihan terhadap makanan yang dimakan, dikarenakan anak usia 5 – 15 tahun pada umumnya belum paham betul akan kebersihan bagi tubuhnya, apalagi anak usia sekolah bila jam istirahat tiba, mereka bermain dan makan sehingga mereka lupa mencuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor – factor apa saja yang berhubungan dengan kejadian diare pada siswa SD GMIM 46 Sukur Kecamatan Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional dengan responden sebanyak 43 orang yang diambil dengan menggunakan jumlah keseluruhan siswa. Hasil penelitian ini menunjukan behwa terdapat hubungan antara factor kebiasaan jajan dengan kejadian diare, dan factor kebiasaan cuci tangan dengan kejadian diare dengan nilai p < 0,05.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR PENJAS PADA SISWA SMA NEGERI 1 DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2019 Melky Pangemanan
PHYSICAL: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga Vol. 1 No. 1: 2020
Publisher : Fakultas ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah suatu ukuran mengenai kondisi tubuh seseorang yang dapat dilihat dari makanan yang dikonsumsi dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh. Prestasi belajar adalah tingkatan keberhasilan dalam mempelajari materi pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan prestasi belajar Penjas Siswa SMA Negeri 1 Dimembe Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Instrument yang diguanakan dalam penelitian ini Untuk mengukur IMT (tinggi badan dan berat badan) menggunakan alat Health Scale dan untuk prestasi belajar menggunakan menggunakan Rapor Semester I. Sampel dalam penelitian ini yaitu 30 orang dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis korelasi dengan uji Pearson Product Moment menggunakan spss. hasil penelitian ini yaitu, diperoleh nilai korelasi sebesar 0.092 < [0.05] artinya bahwa tidak terdapat hubungan antara Status Gizi dan Prestasi Belajar. Dengan demikian, hipotesis penelitian ini yaitu “tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan Prestasi belajar SMA Negeri 1 Dimembe” ditolak
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS OBESITAS PADA SISWA PUTRI KELAS 1 DI SMA NEGERI 1 MELONGUANE Melky Pangemanan; Agusteivie Telew
OLYMPUS: Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 2 No. 01: Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.732 KB) | DOI: 10.53682/jo.v2i01.2310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari secara umum apakah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status obesitas pada siswa putri kelas 1 di SMA Negeri I Melonguane, Penelitian ini juga merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan secara Cross Sectional Studi. Populasi yaitu seluruh siswa putri kelas 1 yang ada di SMA Negeri I Melonguane seanyak 72 orang dengan menggunakan total sampling. Uji statistik yang di gunakan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kesalahan 0,05%. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square menunjukan bahwa nilai P pada variabel yaitu jika r di hitung >r2 (0,05) maka dinyatakan ada hubungan antara dua variabel namun sebaliknya r di hitung <r2 (0,05) maka dua variabel tersebut dinyatakan tidak ada hubungan. Hasil uji korelasi Chi-Square menunjukan 0,025 yang berarti tingkat hubungan lebih kuat. Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua sisiwa yang menjadi responden dalam penelitian ini dan juga seluruh siswa yang ada di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Melonguane.
Co-Authors . Fredrik Alfrets Makadada Adam Ericson Silitonga Adelin Kontul Agusteivie Albert Jefta Telew Agustinus Butar-Butar Ahmad Paturusi Anuadrin Mokoagow Anuardin Mokoagow Aprillia Sumenda Augustinus Robin Butarbutar Beatrix J Podung Beatrix Jetje Podung Bokau, Jopie Bolung, Jeremy Agusten Risen Cheryl Virginia Kaparang Christian Bertom Pajung Christo Rompis Defio Mario Ratu Deviana Pratiwi Munthe Dipan , Yulita Dipan, Yulita Djemie Manampiring F.W. Langitan Fadli Ihsan Fat Buang Revo Runtu Fentje W. Langitan Fentje Welliam Langitan Fernanda Tasya Sasuwe Gracia Karin Tanwijaya Grenaldy Yody Mathindas Hensly Timporok Herni Kakombohi Jansen B. Kawengian Jayens Tamasiro Jemmy Mangindaan Jendra Pijoh Jevier Gerung Jilly Toar Jilly Toar Juliardo Lumempouw Juridi Kalalo Kadir, Mulyadi Kakombohi, Herni Kalsum Naser Karisoh, Maleakhi Figo Kaunang, Aprilia Kevin Simbawa Langi, Viani Sophia Langitan, F.W. Maleakhi Figo Karisoh Marnex Berhimpong Marnex W. Berhimpong Marvel Manopo Mathindas, Grenaldy Yody Maureen Tumalun Maxi Moleong Mei Putri Ambat Mokoagouw, Anuarudin Moleong , Maxi Marthen Luther Moleong, Maxi Marthen Luther Mumekh, Mieke Naftanael Mourits Walangitan Nancy S. Bawiling Nancy Sylvia Bawiling Nomi Tampilang Novianty Simbolon Pangaila, Agnes Angeli Maria Paturusi , Ahmad Pratiwi Sarageti Prisca Victorina Kaunang Prisca kaunang Prycilia Pingkan Mamuaja Rara Londok Ridho Bastanta Tarigan Rivaldo Chandra Lapian Robin Butarbutar Rostina Uduas Sarageti, Pratiwi Sindy C Tumurang Syallomita Elsaday Pompayo Syallomita Pompayo Tawang Wicaksono Theo W. E Mautang Tika Bela Sari Tumanduk, Livia Friska Vebriannty Buka Walanda Raintama