Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Prologia

Komunikasi Kreatif dalam Proses Pembuatan Iklan Online (Studi Kasus Café Sudut Pandang Kopi) Elfian, Elfian; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15592

Abstract

This research is about Creative Communication in the step of making online advertisements at MSME (Micro, Small and Medium Enterprises) Sudut Pandang Coffee cafe. The purpose of this research is to find out creative communication in the process of making online advertisements at the Sudut Pandang Coffee cafe. Researchers used qualitative research with case study methods. The subjects are MSME who own and carry out advertisements on their social media, while the object is the processes in making online advertisements. Researchers collected data by conducting interviews with  Micro, Small and Medium Enterprises, namely Sudut Pandang Coffee cafe. The result of this research is that making online advertisements involves a creative process starting from taking photos of products to uploading them to social media. The conclusion is that the creative communication carried out by MSME in making online advertisements is to produce attractive product photos, captions that provoke consumer buying interest, do endorsements, and make many interesting promos. The results are creative communication in the process of making online advertisements in the form of product photos, interesting captions, hiring endorsers, and making attractive promos. The conclusion in this study, that there is creative communication carried out by business actors, in carrying out their promotions there must be creative things that are done to attract consumer buying interest. Penelitian ini mengenai komunikasi kreatif dalam langkah pembuatan iklan online pada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) cafe Sudut Pandang Kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi kreatif di proses pembuatan iklan online pada café Sudut Pandang Kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah UMKM yang memiliki dan berkomunikasi dengan iklan pada media sosial mereka, sedangkan objek penelitian ini adalah proses dalam pembuatan iklan online. Pengumpulan data penelitian ini dilakukannya wawancara dengan pemilik usaha mikro kecil menengah, yaitu café Sudut Pandang Kopi. Hasil penelitian ini adalah dalam membuat iklan online tersebut melibatkan proses kreatif mulai dari memfoto produk sampai mengunggahnya ke media sosial. Kesimpulan penelitian ini, komunikasi kreatif yang dilakukan para UMKM dalam pembuatan iklan online adalah dengan menghasilkan foto produk yang menarik, caption yang memancing minat beli konsumen, melakukan endorse, dan membuat banyak promo-promo menarik. Hasil dari penelitian ini adalah adanya komunikasi kreatif dalam proses pembuatan iklan online berupa foto produk, caption yang menarik, menyewa endorser, dan membuat promo-promo yang menarik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ditemukan adanya komunikasi kreatif yang dikerjakan oleh para pelaku usaha, pada saat melakukan promosinya pasti ada hal kreatif yang dilakukan untuk menarik minat beli konsumen.
Analisis Digital Branding pada Media Sosial Akun Instagram Fellanny, Putri; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 7 No. 1 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i1.21303

Abstract

Companies need to do branding in order to be widely known by the public. Branding is an activity to introduce a product or service by showing its strong potential. Social media is becoming a very effective tool in branding. Digital branding can be done through various social media platforms. Social media that is currently very effective is Instagram. Gentle Monster is an eyewear brand from South Korea that made Jennie Blackpink its Brand Ambassador. The purpose of this study is to find out the analysis of social media, especially Instagram @jennierubyjane and #jentlegarden as a basis for digital branding. The concepts and theories used in this research are Digital branding, social media, Instagram and marketing communication theory. In collecting data, researchers conducted observations, in-depth interviews, documentation, and literature studies. The results of the study show that Jennie has good engagement on Instagram in terms of likes, comments, lots of followers, and good follower activity. Perusahaan perlu melakukan branding pada agar dikenal luas oleh khalayak. Branding merupakan aktivitas untuk memperkenalkan produk atau jasa dengan memperlihatkan potensi kuat yang dimiliki. Media sosial menjadi alat yang sangat efektif dalam branding. Digital branding dapat dilakukan melalui berbagai platform media sosial. Media sosial yang saat ini sangat efektif adalah Instagram. Gentle Monster merupakan brand kacamata asal Korea Selatan yang menjadikan Jennie Blackpink sebagai Brand Ambassador. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis media sosial khususnya Instagram @jennierubyjane dan #jentlegarden sebagai basis digital branding. Konsep dan teori yang digunakan dalam penelitian adalah Digital branding, media sosial, Instagram dan teori komunikasi pemasaran. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, Jennie memiliki engagement yang baik di Instagram dari segi likes, comment, pengikut yang banyak, dan keaktifan pengikut yang baik.
Komunikasi Pemasaran Vidio Original Series melalui Distribusi Digital Aqielah, Fiqi Shofiyatul; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 7 No. 2 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i2.21309

Abstract

The emergence of digital media makes it easier for audiences to access information and entertainment, such as Over the Top or Video on Demand (VOD) services.Vidio.Com is an Indonesian streaming or Video on Demand (VOD) service that provides a variety of content and information that can be enjoyed via live streaming or VOD. One of the entertainment content provided by Vidio is the Vidio Original Series, which is exclusive content in the form of an Indonesian series totaling eight episodes in one title. The theory used in this research is marketing communications and 360 communications. Vidio Original Series marketing communication activities are carried out through four elements, namely advertising, activation, public relations, and digital. Apart from these four elements, Vidio has other elements as the implementation of marketing communications, namely Quality Content, a content strategy on social media to expand the market. The purpose of this research is to find out the marketing communications of the Vidio Original Series through digital distribution to build brand awareness and promote the Vidio Original Series. This research approach uses a qualitative approach and the research method used is a case study. The conclusion of the study explains that Vidio's marketing communications are through 360 communications and each has its own strategy and audience. Munculnya media digital memudahkan khalayak dalam mengakses informasi dan hiburan, seperti layananan Over the Top atau Video on Demand (VOD). Vidio.Com merupakan layanan streaming atau Video on Demand (VOD) Indonesia yang menyediakan beragam konten dan informasi yang dapat dinikmati secara live streaming atau VOD. Salah satu konten hiburan yang disediakan oleh Vidio merupakan Vidio Original Series, yaitu konten eksklusif berupa series Indonesia berjumlah delapan episode dalam satu judul. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi pemasaran dan 360 communications. Kegiatan komunikasi pemasaran Vidio Original Series dilakukan melalui empat elemen yaitu advertising, activation, humas, dan digital. Selain dari keempat elemen tersebut, Vidio memiliki elemen lain sebagai implementasi komunikasi pemasaran yaitu Quality Content, stategi konten di media sosial untuk memperluas pasar. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komunikasi pemasaran Vidio Original Series melalui distribusi digital untuk membangun brand awareness dan mempromosikan Vidio Original Series. Kesimpulan penelitian menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran Vidio melalui 360 communications dan memiliki strategi dan audiens masing-masing.
Pembentukan Digital Personal Branding di Media Sosial Akun Instagram @Chiquitalimer Susanti, Christina; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21608

Abstract

Social media is a place for people to get and convey information, and entertainment, and can even be a place for people to carry out business activities so that it can be said that social media is also a place for both people and an organization or company to build personal branding or self-image. This research examines the account of a content creator on Instagram, namely Chiquita Limer (@chiquitalimer). This research is qualitative using a netnographic method that uses data from a website, namely analysis.io. The primary data of this research is through observation of online data collection. The theories and concepts used in this research are Public Relations, Digital Personal Branding, The Eight Laws of Personal Branding, Digital Content, and New Media. The results of this study are that the personal branding formed by Chiquita Limer is indirectly in accordance with The Eight Laws of Personal Branding and through this research, it can be concluded that everyone with different backgrounds can carry out personal branding and by building it in a strong and appropriate manner, the engagement rate on social media can increase. Media sosial menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan dan menyampaikan informasi, hiburan, bahkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan bisnis sehingga dapat dikatakan media sosial juga menjadi wadah baik bagi orang maupun suatu organisasi atau perusahaan untuk membangun personal branding atau citra diri. Penelitian ini meneliti akun seorang konten kreator di Instagram, yaitu Chiquita Limer (@chiquitalimer). Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan metode etnografi yang menggunakan data dari sebuah website, yaitu Analisa.io. Data primer penelitian ini adalah melalui observasi pengumpulan data online. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah public relations, digital personal branding, the eight laws of personal branding, konten digital, dan new media. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa personal branding yang dibentuk Chiquita Limer secara tidak langsung sesuai dengan The Eight Laws of Personal Branding dan melalui penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa semua orang dengan latar belakang yang berbeda dapat melakukan personal branding dan dengan membangunnya secara kuat dan tepat, engagement rate di media sosialnya dapat meningkat.
Strategi Public Relations dalam Melakukan Branding Melalui Instagram Warta Bogasari Rachma Pratiwi, Natasya; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21634

Abstract

Currently technology is growing and changing from time to time, including the internet. With the internet, many Public Relations activities use internet based media. Public Relations can use the internet to build relationships with the public and maintain their corporate image through internet media such as social media. Bogasari uses Instagram Warta Bogasari as a means of publicizing about its company, and branding by conveying information about various company activity programs and its employees to the public. This study discusses the strategy efforts carried out by Public Relations Bogasari branding the company and employees on the social media Instagram Warta Bogasari. This research uses a qualitative approach with a case study method. The theories used are Public Relations, Branding, and Social Media. The results of this study indicate that the Public Relations Bogasari uses a Public Relations strategy in the form of publications, news, inform or image, social responsibility, event, community involvement, and lobbying and negotiation. These seven public relations strategies are considered quite successful in branding the company and its employees through Warta Bogasari's Instagram social media. Saat ini teknologi sudah semakin berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, termasuk internet. Dengan adanya internet, kegiatan public relations banyak menggunakan media berbasis internet. Public relations dapat memanfaatkan internet untuk membangun relasi dengan masyarakat dan mempertahankan citra perusahaannya melalui media internet seperti media sosial. Bogasari memakai Instagram Warta Bogasari sebagai sarana mempublikasikan seputar perusahaannya, dan melakukan branding dengan menyampaikan informasi mengenai berbagai program aktivitas perusahaan dan karyawannya kepada publik. Penelitian ini membahas mengenai upaya strategi yang dilakukan public relations Bogasari melakukan branding perusahaannya dan karyawannya di media sosial Instagram Warta Bogasari. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teori yang dipakai yaitu Public Relations, Branding, dan Media Sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa public relations Bogasari menggunakan strategi public relations berupa publications, news, inform or image, social responsibility, event, community involvement, dan lobbying and negotiation. Ketujuh hal strategi public relations tersebut dinilai cukup berhasil untuk melakukan branding perusahaan dan karyawannya melalui media sosial Instagram Warta Bogasari.
Marketing Public Relations dalam Mempopulerkan Seni Modern dan Kontemporer di Museum Emerald, Serena; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27575

Abstract

The tourism industry is a growing economic sector worldwide. Art museums are one of the tourism attractions in Indonesia. Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN) is the first museum in Indonesia to display a collection of modern art from Indonesia and around the world. Modern and contemporary art is still relatively new for the Indonesian public. This poses as a challenge for Museum MACAN to introduce itself and communicate modern and contemporary art to the public. As the industrial landscape evolves and competition becomes fiercer the fields of marketing and public relations are becoming more closely intertwined. Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs by communicating information and creating a credible impression to attract attention and to connect an organization with the public. This research aims to discuss how Marketing Public Relations is implemented by Museum MACAN in popularizing modern and contemporary art. Through a qualitative approach with a case study method, the result shows that Museum MACAN applies Marketing Public Relations which includes push, pull, and pass strategies to popularize modern and contemporary art.  Industri pariwisata merupakan sektor ekonomi yang terus berkembang di seluruh dunia. Museum seni merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Indonesia, salah satunya adalah Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN). Museum MACAN merupakan museum pertama di Indonesia yang menampilkan koleksi seni rupa modern dari Indonesia dan internasional. Seni modern dan kontemporer masih tergolong sebagai hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Museum MACAN untuk memperkenalkan dirinya dan mengkomunikasikan seni modern dan kontemporer ke masyarakat luas. Seiring dengan perkembangan industri dan persaingan yang semakin ketat, dunia pemasaran (marketing) dan hubungan masyarakat (public relations) memiliki keterkaitan yang semakin erat. Marketing Public Relations dipahami sebagai proses perencanaan dan pengevaluasian program dengan cara mengkomunikasikan informasi dan menciptakan kesan kredibel untuk menarik perhatian dan menghubungkan perusahaan dengan publik. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana Marketing Public Relations yang diterapkan Museum MACAN dalam mempopulerkan seni modern dan kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, hasil penelitian menunjukkan Museum MACAN menerapkan Marketing Public Relations yang mencakup strategi push, pull, dan pass untuk mempopulerkan seni modern dan kontemporer. 
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Meningkatkan Customer Engagement Produk Kecantikan di TikTok Angelin, Angelin; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27615

Abstract

The presence of TikTok as one of the most widely used social media platforms has been notable. According to data from datareportal.com, the advertising reach potential on TikTok in Indonesia has increased by 40 million, or 58 percent. Alongside this development is the growing popularity of the beauty industry as one of the largest industries in Indonesia. The beauty industry continues to experience significant growth, driven by emerging beauty trends and increased societal awareness of the importance of personal appearance. This situation places Barenbliss, as a beauty brand, in the position of needing to compete in a highly competitive beauty industry.The focus of this research is to analyze marketing communication strategies to enhance customer engagement on the TikTok account Barenbliss_id. The research method employed is a case study with a qualitative approach. The analysis and findings in this research are constructed from the marketing communication theory through the five elements of the promotional mix: advertising, personal selling, public relations, sales promotion, and direct marketing. The results of this research highlight the aspects emphasized in the marketing communication strategy on the Barenbliss TikTok account in enhancing implemented customer engagement. The conclusion drawn is that Barenbliss utilizes a promotion mix in the process of enhancing customer engagement on its TikTok account. Hadirnya tiktok sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat. Dilansir dari datareportal.com, potensi jangkauan iklan di TikTok di Indonesia meningkat sebesar 40 juta atau 58 persen. Seiring perkembangan tersebut, disusul dengan meningkatnya popularitas industri kecantikan sebagai salah industri terbesar di Indonesia. Perkembangan industri kecantikan terus meningkat secara signifikan seiring dengan munculnya tren kecantikan terbaru, dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya penampilan diri. Hal tersebut membuat Barenbliss selaku salah satu brand kecantikan harus mampu bersaing dalam persaingan industri kecantikan yang sangat ketat. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan customer engagement pada akun TikTok Barenbliss_id. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Analisis dan kajian dalam penelitian ini dikonstruksi dari teori komunikasi pemasaran melalui lima elemen bauran promosi yaitu periklanan, penjualan pribadi, hubungan masyarakat, promosi penjualan, dan pemasaran langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukan aspek-aspek yang ditonjolkan dari strategi komunikasi pemasaran pada akun TikTok Barenbliss dalam meningkatkan customer engagement yang diimplementasikannya. Didapatkan kesimpulan bahwa Barenbliss mengimplementasikan promotion mix dalam proses meningkatkan customer engagement pada akun tiktoknya.
Pengaruh Brand Trust dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian Produk Kecantikan Harifin, Michelle Gracella; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27641

Abstract

The cosmetics industry in Indonesia is growing rapidly, but behind this success, the local beauty industry also faces a number of challenges that should not be ignored. A clear example of this challenge can be seen in the case of the quality of one of Looke Cosmetics' products, which received negative attention from consumers on social media. The purpose of this study is to understand and determine the extent to which brand trust and brand awareness influence the purchase decision of the Looke Cosmetics brand. A quantitative approach was used in this study with data collection techniques using a questionnaire with 100 respondents. The data was analyzed using multiple linear analysis methods, coefficient of determination, t-test and f-test. The results of regression analysis show that both have a positive contribution to purchase decisions, where brand awareness has a greater impact than brand trust, expressed in the regression model Y = 8.286 + 0.189X1 + 0.401X2. The results also showed that brand trust and brand awareness together have an influence of 45.9% on the purchase decision of Looke Cosmetics products, while the remaining 54.1% comes from other components. This confirms that both variables have a significant impact on purchase decisions. Industri kosmetik di Indonesia sedang berkembang pesat, namun dibalik kesuksesan tersebut, industri kecantikan lokal juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak boleh diabaikan. Contoh nyata dari tantangan ini dapat ditemukan dalam kasus kualitas salah satu produk Looke Cosmetics yang mendapat sorotan negatif dari para konsumen di media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mengetahui sejauh mana brand trust dan brand awareness mempengaruhi keputusan pembelian brand Looke Cosmetics. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dengan responden sebanyak 100. Analisis data menggunakan metode analisis linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji f. Hasil dari analisis regresi menunjukkan bahwa keduanya memberikan kontribusi positif terhadap keputusan pembelian, dimana brand awareness memiliki dampak yang lebih besar daripada brand trust, dinyatakan dalam model regresi Y =  8,286 + 0,189X1 + 0,401X2. Hasil penelitian juga menemukan bahwa brand trust dan brand awareness bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 45,9% terhadap keputusan pembelian produk Looke Cosmetics, sedangkan 54,1% sisanya dari komponen lainnya. Hal ini menegaskan bahwa kedua variabel memiliki dampak yang substansial terhadap keputusan pembelian.
Analisis Personal Branding dalam Meningkatkan Brand Awareness di TikTok Kusuma, Vinessa Irene; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27658

Abstract

In the era of digitalization, the internet, and social media are not only used for communication but have a big impact in various fields. One of the social media platforms that is currently developing very rapidly is TikTok where users can enjoy and make short videos. Every content creator on social media who wants to create content must have personal branding so that it can adapt to other people's perceptions and build trust with the audience. The purpose of this research is to find out how Erika Richardo's personal branding on Tiktok attracts Brand Awareness By.Painters. The theoretical concepts used are the eight forms of personal branding according to Peter Montoya, namely, specialization, leadership, personality, difference, visibility, unity, steadfastness, and good name. Qualitative research methods were used in this research. Data collection was carried out using observation and interview techniques with 5 research respondents. The research results obtained were that to become a content creator you need to understand the concept of personal branding. From the 8 concepts explained by Peter Montoya, it was found that Erika applied 7 concepts in creating her content. Di era digitalisasi, internet dan media sosial tidak hanya digunakan untuk sebatas berkomunikasi melainkan memiliki dampak besar di berbagai bidang.Salah satu platform media sosial yang saat ini berkembang begitu pesat adalah TikTok dimana penggunanya dapat menikmati dan membuat video singkat. Setiap konten kreator di media sosial yang ingin membuat sebuah konten harus memiliki personal branding agar dapat menyesuaikan persepsi orang lain dan membangun kepercayaan kepada khalayak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Personal Branding Erika Richardo di Tiktok dalam menarik Brand Awareness by.painters. Konsep teori yang digunakan yaitu delapan pembentuk personal branding menurut Peter Montoya yaitu, spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan 5 responden penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu menjadi seorang konten kreator perlu memahami adanya konsep personal branding dari 8 konsep yang dipaparkan oleh Peter Montoya ditemukan bahwa Erika menerapkan 7 konsep personal branding di dalam pembuatan kontennya.
Penerapan Model Dragonfly Effect pada Instagram Sebagai Platform Kampanye HIV dan Kesehatan Seksual Muaya, Gerald; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.27741

Abstract

According to data from the Indonesian Ministry of Health (2023), there are 526,841 people living with Human Immunodeficiency Virus (HIV). From this data, there are around 100,000 people who do not know their HIV status and have the potential to cause a wider spread without them realising it. This study aims to analyse the application of the Dragonfly Effect model on the @testJKT account in campaigning for HIV and sexual health issues, especially for Men who have Sexual Relations with Men (MSM) and transgender women through Instagram. This research uses a qualitative approach with a case study method and conducts observations, interviews, and documentation studies. The results of this study show that the campaign carried out by the @testJKT account can run effectively by coordinating and combining the four wings of the dragonfly effect, namely focus, grab attention, engage, and take action. TestJKT has the right purpose and focus according to the target audience, namely MSM and transgender women. The TestJKT account visualises its message purpose and focuses through creative graphic and audiovisual content, using the power of storytelling and touching the target audience personally so as to successfully stir the audience's emotions. In the end, the audience takes action easily and brings prosperity to themselves and the social community. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI (2023) terdapat 526.841 orang yang hidup dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari data tersebut terdapat sekitar 100.000 orang yang belum mengetahui status HIV-nya dan berpotensi menimbulkan penyebaran yang lebih luas tanpa mereka sadari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Dragonfly Effect pada akun @testJKT dalam mengkampanyekan isu HIV dan kesehatan seksual terutama bagi Lelaki yang melakukan hubungan Seksual dengan Lelaki (LSL) dan transgender perempuan melalui Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye yang dilakukan akun @testJKT dapat berjalan efektif dengan koordinasi dan memadukan empat sayap dragonfly effect yaitu focus, grab attention, engage, dan take action. TestJKT memiliki tujuan dan fokus yang tepat sesuai dengan target audiens yakni LSL dan transpuan. Akun TestJKT memvisualisasikan pesan, tujuan, dan fokusnya melalui konten grafis dan audiovisual yang kreatif, menggunakan kekuatan cerita dan menyentuh target audiens secara pribadi sehingga berhasil menggugah emosi audiens. Pada akhirnya, audiens mengambil aksi dengan mudah dan membawa kesejahteraan bagi dirinya dan masyarakat sosial.