Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Kiwari

Tren Rambut Sambung di Kalangan Perempuan Papua Krimadi, Theresia; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32032

Abstract

The development of technology has given rise to various trends in Indonesia, one of which is the trend of hair extensions which is currently popular among Papuan women, because it can help them in giving the latest hairstyles. Hair extensions by weaving/braiding have become commonplace among Papuan women, because this has become part of the lifestyle of Papuan women and is inherent as a characteristic of Papuan women. This study uses a qualitative approach method, to find out more about the views of Papuan women who use hair extensions as a hairstyle. The study is supported by the theory of symbolic interaction, which is discussed in this theory related to the perception and self-concept of social society. The results of this study, according to Papuan women who use hair extensions, strongly agree with the impact of this trend, which initially they were less confident with short curly hair, but with hair extensions it helps them appear more confident. Hair extensions by braiding come from Arika, then adopted by Papuan women because they have the same hair type. Hair extensions are not an original culture or characteristic of women, so this has become a debate for Papuan women. Perkembangan teknologi memunculkan berbagai macam tren di Indonesia, salah satunya tren rambut sambung yang saat ini menjadi populer di kalangan perempuan Papua, karena bisa membantu mereka dalam memberikan gaya rambut terbaru. Rambut sambung dengan cara dianyam/kepang sudah menjadi hal yang biasa dikalangan perempuan Papua, dikarenakan hal ini telah menjadi bagian dari gaya hidup perempuan Papua dan melekat menjadi ciri khas perempuan Papua. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, untuk mengetahui lebih dalam tentang pandangan perempuan Papua yang menggunakan rambut sambung sebagai gaya rambut. Penelitian didukung dengan teori interaksi simbolik, yang dipembahasan dalam teori ini terkait persepi dan konsep diri masyarakat sosial. Hasil dari penelitian ini, menurut perempuan Papua yang menggunakan rambut sambung, sangatlah setuju dengan dampak dari tren ini, yang awalnya mereka kurang percaya diri dengan rambut keriting pendek, namun dengan adanya rambut sambung membantu mereka tampil lebih percaya diri. Rambut sambung dengan cara dikepang ini berasal dari Arika, kemudian diadopsi oleh perempuan Papua dikarenakan memiliki kesamaan tipe rambut. Rambut sambung bukanlah budaya asli atau ciri khas perempuan, sehingga hal tersebut menjadi sebuah perdebatan bagi perempuan Papua.
Strategi Media Informasi Masyarakat Kota Tangerang melalui Akun Instagram @Abouttng Syanti, Mutiara; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33116

Abstract

The aim of the research carried out is to describe the activities of the Instagram social media account @abouttng as a medium of information for the people of Tangerang City. The research carried out also applied qualitative research and used descriptive analysis methods. A method used to collect research data is applied by processing the data from primary data sources. The results of interviews conducted with the admin of the Instagram account @abouttng are the source of this data, and the research subjects are captions and comments from followers of the Instagram account @abouttng which are relevant to the research objectives. Then there are secondary data sources which are sources of reading material, in the form of books and research results in the form of reports and so on. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan aktivitas media sosial Instagram akun @abouttng sebagai media informasi untuk masyarakat Kota Tangerang. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif serta menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil wawancara yang dilakukan dengan admin akun Instagram @abouttng merupakan sumber data ini, dan subjek penelitian adalah caption dan komentar pengikut akun Instagram @abouttng yang relevan dengan tujuan penelitian. Lalu ada sumber data sekunder yang merupakan sumber bahan bacaan, berupa buku-buku dan hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan dan lain sebagainya.
Representasi Strategi Public Relations dalam Film Our Brand Is Crisis Chisler, Zevanya; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33741

Abstract

This research aims to study the components of how Public Relations (PR) strategies are represented in the film Our Brand is Crisis using Roland Barthes' semiotic theory. This study explores the representation of PR strategies through visual, verbal and symbolic elements that create meaning in political communication. With a qualitative approach, this study found four main Public Relations (PR) strategies: publication, persuasion, argumentation, and image formation. All of these strategies are used to build public perceptions of candidates, influence people's opinions, shape political identities, and create successful leadership myths. These strategies are used to build public perceptions of candidates, influence opinions, shape political identities, and create leadership myths. Through Roland Barthes' semiotics analyzing denotation, connotation, and myth, this study illustrates how political narratives create effective candidate images. The results of this research encourage further research on the role of semiotics in the study of political communication and provide insight into the importance of strategic communication in building images in the context of mass media and politics. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komponen mengenai bagaimana strategi Public Relations (PR) di representasikan dalam film Our Brand is Crisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Studi ini mengeksplorasi representasi strategi PR melalui elemen visual, verbal, dan simbolik yang menciptakan makna dalam komunikasi politik. Dengan pendekatan kualitatif, Studi ini menemukan empat strategi Public Relations (PR) utama: publikasi, persuasi, argumentasi, dan pembentukan citra. Semua strategi ini digunakan untuk membangun persepsi publik terhadap kandidat, mempengaruhi pendapat orang, membentuk identitas politik, dan menciptakan mitos kepemimpinan yang berhasil.Strategi-strategi ini digunakan untuk membangun persepsi publik terhadap kandidat, memengaruhi opini, membentuk identitas politik, dan menciptakan mitos kepemimpinan. Melalui semiotika Roland Barthes menganalisis denotasi, konotasi, dan mitos, studi ini menggambarkan bagaimana narasi politik menciptakan citra kandidat yang efektif. Hasil penelitian ini mendorong penelitian lebih lanjut tentang peran semiotika dalam studi komunikasi politik dan memberikan wawasan tentang pentingnya komunikasi strategis dalam membangun citra dalam konteks media massa dan politik.
Penyampaian Informasi Kebudayaan Indonesia di Akun Instagram @kemenparekraf.ri Kholifah, Setya; Paramita, Sinta; Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34988

Abstract

This research aims to analyse the public communication conducted by the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) through the Instagram account @kemenparekraf.ri in conveying Indonesian cultural information to the public. Using a descriptive qualitative approach and case study method, this research identifies how the ministry utilises Instagram in public communication to promote Indonesian culture. The researcher analysed the four pillars of public communication applied in the Instagram account, namely informative, educative, entertainment, and interactive content. The results showed that the Instagram account @kemenparekraf.ri succeeded in attracting audience attention with relevant, interesting, and easy-to-understand content. Professional content and visual quality as well as simple language make Indonesian cultural information well received. Evaluation through social media metrics shows high audience interaction with the content presented. However, some content needs to be strengthened in its narrative to increase the impact of cultural messages. This research provides insights for public communication strategies in cultural promotion through social media. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi publik yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui akun Instagram @kemenparekraf.ri dalam menyampaikan informasi kebudayaan Indonesia kepada masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Kemenparekraf memanfaatkan Instagram dalam komunikasi publik untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Peneliti menganalisis empat pilar komunikasi publik yang diterapkan dalam akun Instagram tersebut, yaitu konten informatif, edukatif, hiburan, dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @kemenparekraf.ri berhasil menarik perhatian audiens dengan konten yang relevan, menarik, dan mudah dipahami. Isi konten dan kualitas visual yang profesional serta bahasa yang sederhana membuat informasi kebudayaan Indonesia diterima dengan baik. Evaluasi melalui metrik media sosial menunjukkan tingginya interaksi audiens dengan konten yang disajikan. Namun, beberapa konten perlu diperkuat narasinya untuk meningkatkan dampak pesan kebudayaan. Penelitian ini memberikan wawasan untuk strategi komunikasi publik dalam promosi kebudayaan melalui media sosial.
Gaya Komunikasi Lintas Generasi Pemimpin Kepada Karyawan Senior Yolanda, Veronica; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 3 No. 1 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i1.29421

Abstract

A leader must have a good personality and communication style. This not only builds positive communication and relationships, but also facilitates the work processes of each part in an organization. However, gender and cultural differences can cause problems or conflicts in the work environment. Likewise, age differences can cause conflict in an organization. This happened at an advertising agency company in Jakarta, Wunderman Thompson Indonesia. The aim of this research is to describe the communication style of young directors to senior employees. This research uses a case study method with a qualitative approach with the main informant, namely a young director and a senior employee from the company. The research results show that the communication style used by this young director is working well. This can be seen from the young director's communication style which seems relaxed but still polite. Even though this young director has a good relationship with his senior employees, there are inhibiting factors that occur between them that affect interpersonal communication. However, with more equalitarian language the potential for conflict is reduced. Seorang pemimpin wajib memiliki kepribadian dan gaya komunikasi yang baik. Ini tidak hanya membangun komunikasi dan relasi yang positif, tetapi juga memudahkan proses kerja masing-masing bagian dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan gender dan budaya dapat menyebabkan masalah atau konflik di lingkungan kerja. Begitu juga dengan perbedaan usia yang dapat menimbulkan konflik dalam suatu organisasi. Hal ini terjadi di salah satu perusahaan agensi periklanan di Jakarta, Wunderman Thompson Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang bagaimana gaya komunikasi direktur muda kepada karyawan senior. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan informan utama yaitu seorang direktur berusia muda dan karyawan senior dari perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan gaya komunikasi yang dilakukan direktur muda ini berjalan dengan baik. Hal ini dilihat dari gaya komunikasi direktur muda yang terkesan rilek namun tetap sopan. Meskipun direktur muda ini menjalin hubungan baik dengan para karyawan seniornya, adapun faktor penghambat yang terjadi diantara mereka yang mempengaruhi komunikasi interpersonal. Namun dengan bahasa yang lebih equalitarian potensi konflik daoatr dikurangi.
Pola Komunikasi Kelompok Gamers Perempuan pada Game Online Chen, Danial; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30257

Abstract

This research analyzes communication patterns between members of a group of female game rs in the online game Mobile Legends. Then explores social factors, such as friendship or interpersonal relationships, which influence communication patterns during the game. In the context of communication patterns of female groups in the online game Mobile Legends, there are several aspects which can be analyzed to understand the communication dynamics that occur. Groups of women in this game often show different communication characteristics, which involve coordination, strategy, and unique social interactions. Group communication is communication that takes place between a communicator and a group of more than two people. If the number of people in the group is small, which means the group is small, the communication that takes place is called small group communication. However, if the number is large, it means the group is called large group communication. The aim of this research is to examine communication patterns of women's groups in the Mobile Legends game. This research uses a case study method with a qualitative approach based on group communication theory. The results of this research were carried out in four parts, from the four parts the group communication patterns in women were explained in more detail. Penelitian ini menganalisis pola komunikasi antaranggota kelompok gamers perempuan dalam game online Mobile Legends. Lalu mengeksplorasi faktor-faktor sosial, seperti persahabatan atau hubungan interpersonal, yang mempengaruhi pola komunikasi selama pertandingan. Dalam konteks pola komunikasi kelompok perempuan pada game online Mobile Legends, terdapat beberapa aspek yang dapat dianalisis untuk memahami dinamika komunikasi yang terjadi. Kelompok perempuan dalam permainan ini seringkali menunjukkan karakteristik komunikasi yang berbeda, yang melibatkan koordinasi, strategi, dan interaksi sosial yang unik. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Apabila jumlah orang dalam kelompok itu sedikit yang berarti kelompok itu kecil, komunikasi yang berlangsung disebut komunikasi kelompok kecil. Namun apabila jumlahnya banyak berarti kelompoknya dinamakan komunikasi kelompok besar. Tujuannya dari penelitian ini yaitu untuk meneliti pola komunikasi kelompok perempuan dalam game Mobile Legends. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan didasari teori komunikasi kelompok. Hasil penelitian ini dilalui oleh empat bagian, dari ke empat bagian tersebut lebih di jelaskan secara detail tentang pola komunikasi kelompok pada perempuan.
Komunikasi Spiritual dalam Ritual Pemakaman Korea pada Film Exhuma (2024) Tirta, Evaria; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36810

Abstract

This study explores the representation of spiritual communication in Korean funeral rituals as depicted in the film Exhuma (2024). Using Charles Sanders Peirce's semiotic approach, the researcher identifies how visual, auditory, and gestural signs form patterns of communication between humans and spirits rooted in Korean cultural traditions. The theoretical framework used includes the concepts of spiritual communication, Peirce's semiotics, and the study of ritual symbols related to the use of incense, offerings, trance, ritual songs, and symbolic objects. This study uses descriptive qualitative methods through audiovisual observation and literature review. The results show that the film establishes spiritual communication through three stages: invocation through mantras and ritual objects, interaction through trance in the medium, and purification through symbolic offerings. The entire process is shaped by the relationship between icons, indices, and symbols that construct spiritual meaning in the film's narrative. The study concludes that Exhuma represents Korean spiritual traditions through a sign structure that reflects ancestral reverence and ritual communication patterns, thus functioning as a medium for conveying cultural and spiritual values. Penelitian ini menggali representasi komunikasi spiritual dalam ritual pemakaman Korea yang ditampilkan dalam film Exhuma (2024). Dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, peneliti mengidentifikasi bagaimana tanda visual, auditori, dan gestural membentuk pola komunikasi manusia dan roh yang berakar pada tradisi budaya Korea. Kerangka teori yang digunakan mencakup konsep komunikasi spiritual, semiotika Peirce, serta kajian simbol ritual yang berkaitan dengan penggunaan dupa, sesaji, trance, nyanyian ritual, dan objek simbolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi audiovisual dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film membangun komunikasi spiritual melalui tiga tahapan, yaitu pemanggilan melalui mantra dan benda ritual, interaksi melalui trance pada medium, serta penyucian melalui persembahan simbolik. Seluruh proses tersebut dibentuk oleh hubungan ikon, indeks, dan simbol yang menyusun makna spiritual di dalam narasi film. Penelitian menyimpulkan bahwa Exhuma merepresentasikan tradisi spiritual Korea melalui struktur tanda yang mencerminkan penghormatan leluhur dan pola komunikasi ritual, sehingga film berfungsi sebagai media penyampai nilai budaya dan spiritual.
Strategi Komunikasi Dalam Sosialisasi Rancangan Undang-Undang di Pusat Polhukham Olgasius, Juan; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37000

Abstract

This study examines the social campaign strategies implemented by the Coordinating Ministry for Political, Legal, and Security Affairs (POLHUKHAM) in disseminating laws to the Indonesian public. Amid rapid technological developments and diverse public characteristics, effective legal communication requires adaptive, structured, and data-driven approaches. This study uses social campaign theory to analyze POLHUKHAM’s social campaign strategies in the dissemination of laws and regulations. Using a descriptive qualitative method with a case study design, this research analyzes how POLHUKHAM formulates, implements, and evaluates its social campaigns through interviews, observations, and document analysis. The findings show that the campaigns are carried out through systematic stages, starting from situational analysis, goal formulation, key message design, media selection, and continuous monitoring and evaluation. Campaign messages are crafted to meet the public’s cognitive, affective, social, and integrative needs, enabling citizens to better understand their legal rights and obligations. POLHUKHAM applies a hybrid communication model that combines direct consultations, public discussions, field visits, and digital platforms to adapt to geographical, social, and technological conditions. Source credibility, transparency, and public participation are key factors in the campaign’s success. Evaluation is conducted collaboratively to refine regulations and ensure their alignment with public needs. In conclusion, the findings affirm that POLHUKHAM’s legal dissemination efforts constitute a strategic, participatory, and adaptive initiative aimed at enhancing legal literacy, public trust, and regulatory legitimacy in Indonesia.   Penelitian ini mengkaji strategi kampanye sosial yang diterapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (POLHUKHAM) dalam mensosialisasikan undang-undang kepada masyarakat Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keragaman karakteristik publik, komunikasi hukum yang efektif memerlukan pendekatan yang adaptif, terstruktur, dan berbasis data. Penelitian ini menggunakan social campaign theory untuk menganalisis strategi kampanye sosial POLHUKHAM dalam sosialisasi undang-undang. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, penelitian ini menganalisis bagaimana POLHUKHAM merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi kampanye sosial melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye dilaksanakan melalui tahapan sistematis mulai dari analisis situasi, perumusan tujuan, perancangan pesan kunci, pemilihan media, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Pesan kampanye disusun untuk memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, sosial, dan integratif masyarakat sehingga publik lebih memahami hak dan kewajiban hukum mereka. POLHUKHAM menerapkan model komunikasi hybrid menggabungkan konsultasi langsung, diskusi publik, kunjungan lapangan, dan platform digital untuk menyesuaikan kondisi geografis, sosial, dan teknologi. Kredibilitas sumber, transparansi, dan partisipasi publik menjadi faktor penting keberhasilan kampanye. Evaluasi dilakukan secara kolaboratif untuk menyempurnakan regulasi dan memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat. Kesimpulannya, temuan menegaskan bahwa sosialisasi hukum POLHUKHAM merupakan upaya strategis, partisipatif, dan adaptif untuk meningkatkan literasi hukum, kepercayaan publik, dan legitimasi regulasi di Indonesia.
Personal Branding Kreator Gen Z dalam Membentuk Literasi Keuangan di TikTok Wee, Angeline; Paramita, Sinta; Utami, Budi
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37007

Abstract

The development of social media has opened up opportunities for young people, especially Gen Z, to build digital identities and shape audience behavior through creative content. One example of this is seen in content creators on TikTok who develop personal branding to convey financial education. This study aims to determine the personal branding strategies used by Gen Z content creator @jsnnath in shaping a digital identity through financial education content, influencing audience perceptions, and its impact on the development of financial literacy. This study uses the theories of mass self communication, personal branding strategies, and impression management as a foundation. The research method used was a case study with a qualitative approach through interviews, observation, and documentation. The results showed that @jsnnath built a personal brand through consistent delivery of educational content, a simple and easy-to-understand communication style, and the use of strategies such as self-confidence, self-promotion, setting a good example, and humility and collaboration to strengthen the image of competence and humanity. Furthermore, the digital identity was formed through consistent visuals, interactive responses, and an emphasis on educational value that is free from manipulation. This strategy successfully built audience trust and strengthened its position as a reference for financial literacy among Gen Z. Perkembangan media sosial telah membuka peluang bagi generasi muda, khususnya Gen Z, untuk membangun identitas digital sekaligus membentuk perilaku audiens melalui konten kreatif. Salah satu bentuk pemanfaatannya terlihat pada content creator di TikTok yang mengembangkan personal branding untuk menyampaikan edukasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi personal branding yang digunakan oleh content creator Gen Z @jsnnath dalam membentuk identitas digital melalui konten edukasi keuangan, perannya terhadap persepsi audiens, serta kontribusinya dalam membentuk literasi keuangan. Penelitian ini menggunakan landasan teori mass self communication, strategi personal branding, dan impression management. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @jsnnath membangun personal branding melalui konsistensi penyampaian konten edukatif, gaya komunikasi yang sederhana dan relevan, serta penggunaan strategi seperti penghargaan diri, promosi diri, pemberian contoh baik, serta kerendahan hati dan kolaborasi untuk memperkuat citra kompeten sekaligus humanis. Selain itu, identitas digital dibentuk melalui visual yang konsisten, respon interaktif, dan penekanan pada nilai edukatif yang bebas dari manipulasi. Strategi tersebut berhasil membangun kepercayaan audiens serta memperkuat posisinya sebagai rujukan literasi keuangan di kalangan Gen Z.