Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Prologia

Tahapan Self-Disclosure Pengguna Fitur LINE Nearby di Aplikasi LINE untuk Menemukan Teman Murti, B.Brindawan Suraj; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33171

Abstract

In the digital era, location-based platforms like LINE Nearby have gained popularity as tools for building new social connections. Self-disclosure, the gradual process of sharing personal information, plays a crucial role in interactions on such platforms. Social Penetration Theory explains how self-disclosure evolves from basic information to more intimate details, all while maintaining privacy boundaries. This study adopts a qualitative approach with a phenomenological method, gathering data through in-depth interviews with LINE Nearby users to explore their self-disclosure patterns. The results show that self-disclosure happens in four stages: orientation, emotional exploration, emotional exchange, and stable exchange. Factors influencing this process include trust, social motivations such as the desire to expand one’s network, and privacy management. This research offers practical insights for users to maintain a balance between openness and privacy, while also providing valuable feedback for app developers to enhance security and privacy features. The study contributes to a better understanding of digital social interactions in the context of privacy concerns. Dalam era digital yang semakin berkembang, platform berbasis lokasi seperti LINE Nearby menjadi semakin populer sebagai sarana untuk membangun hubungan sosial yang lebih luas dan bervariasi. Pengungkapan diri (self-disclosure) menjadi proses kunci dalam interaksi antar pengguna, di mana individu berbagi informasi pribadi secara bertahap. Teori Penetrasi Sosial digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana tingkat keterbukaan diri berkembang, dimulai dari informasi dasar hingga yang lebih pribadi, sambil tetap mempertimbangkan batasan privasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap pengguna LINE Nearby untuk menggali pola pengungkapan diri mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri terjadi dalam empat tahapan: orientasi, eksplorasi emosi, pertukaran emosional, dan pertukaran stabil. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses ini mencakup tingkat kepercayaan, motivasi sosial seperti keinginan untuk memperluas jaringan, serta pengelolaan privasi yang bijaksana. Penelitian ini memberikan manfaat praktis berupa panduan bagi pengguna untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan diri dan privasi, serta memberikan masukan berharga bagi pengembang aplikasi untuk meningkatkan sistem keamanan dan privasi.
Hambatan Komunikasi Bisnis di Perusahaan Ekspor (Studi Kasus PT Sinar Dunia Logam) Nathalie, Jennifer; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33186

Abstract

International relations carried out by China in the business sector can provide import access and cooperation in product development. This study attempts to identify the business communication barriers PT Sinar Dunia Logam faces. Research related to communication barriers is fundamental in building a business communication relationship. In the business world, communication is essential for the smooth running of the business. Furthermore, effective communication must ensure that each system understands its role and responsibilities for the business system to run well. This study aims to determine the business communication barriers used by PT Sinar Dunia Logam in building business communication with foreign companies. This study uses business communication theories and concepts in the form of international relations concepts and business relations. The approach to this research is qualitative, using a case study method; data collection is carried out through observation, interviews, documentation, and literature studies. The results of the research that has been conducted show that PT Sinar Dunia Logam experiences three business communication barriers. First, socio-antro-psychological communication barriers, anthropopsychological communication barriers, and ecological communication barriers. Hubungan internasional yang dijalankan oleh negara China dalam  sektor bisnis adalah dapat memberikan akses impor dan kerjasama dalam perkembangan suatu produk. Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi bisnis yang di hadapi oleh perusahaan PT Sinar Dunia Logam. Penelitian terkait hambatan komunikasi sanggatlah penting dalam membangun suatu hubungan komunikasi bisnis. Dalam dunia bisnis, komunikasi sangat diperlukan demi kelancaran bisnis tersebut. Selanjutnya, agar sistem bisnis dapat berjalan dengan baik, tentu diperlukan komunikasi yang efektif untuk memastikan setiap sistem memahami peran dan tanggung jawabnya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan komunikasi bisnis yang digunakan oleh perusahaan PT Sinar Dunia Logam dalam membangun komunikasi bisnis dengan perusahaan asing. Penelitian ini menggunakan teori dan konsep komunikasi bisnis berupa, konsep hubungan internasional dan relasi bisnis. Pendekatan penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah menunjukkan terdapat tiga hambatan komunikasi bisnis yang dialami PT Sinar Dunia Logam. Pertama hambatan komunikasi sosio antro psikologis, hambatan komunikasi antropsikologis, dan hambatan komunikasi ekologi.
Personal Branding @Pinkflash.live sebagai Strategi Menarik Audiens di TikTok Siswanto, Marsheilin Nadya; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33414

Abstract

This study investigates how Pinkflash, a cosmetic brand, builds personal branding through its TikTok account, @Pinkflash.live. It aims to identify key factors that make the content engaging and relevant to TikTok users. Using a qualitative approach and case study method, the research gathers data through in-depth interviews with content creators, their audience, and academic experts, as well as analyzing the @Pinkflash.live account. The results show that Pinkflash’s personal branding is effective due to its focus on affordable, youth- oriented products that appeal to teenagers, particularly those in middle and high school. The brand’s TikTok content emphasizes the use of cosmetics tailored for younger audiences, fostering a positive perception of the brand. Despite the success, Pinkflash faces challenges and competition in the growing cosmetic industry. This study highlights the importance of a strong personal branding strategy, focusing on core values, product attributes, benefits, and brand personality, to create deeper connections with the target audience. By implementing these strategies, Pinkflash can enhance its brand positioning and better navigate the competitive digital landscape. Perkembangan teknologi digital telah mengubah dunia bisnis, khususnya e-commerce, yang memicu persaingan ketat antar perusahaan. Untuk menarik perhatian konsumen, perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang mumpuni. Salah satu brand kosmetik yang berkembang pesat di media sosial adalah Pinkflash. Penelitian ini membahas bagaimana Pinkflash membangun personal branding di akun TikTok @Pinkflash.live. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat konten menarik dan relevan bagi pengguna TikTok. Menggunakan teori komunikasi massa dan digital, penelitian ini juga membahas konsep personal branding, aplikasi TikTok, content creator, dan brand Pinkflash. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan content creator @Pinkflash.live, audiens, dan dosen ahli sebagai narasumber. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis konten dari akun TikTok tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang diterapkan melalui produk khas dan harga terjangkau menarik perhatian remaja. Video TikTok yang diunggah menekankan penggunaan kosmetik untuk remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi personal branding yang mendalam untuk meningkatkan daya tarik audiens terhadap brand.