Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Koneksi

Komunikasi Antar Budaya Etnis Tiong Hoa, Melayu, dan Dayak dalam Menjaga Toleransi Antar Etnis di Singkawang Violita, Jessica; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35462

Abstract

The object of this research is intercultural communication that occurs among a group of Chinese, Dayak and Malay communities in Singkawang. At first, Singkawang was not a city but a village part of the Sambas Sultanate area as a stopover for traders and gold miners from the Monterado area which is now a sub-district in Bengkayang Regency which is located to the east of Singkawang. With cultural diversity consisting of 3 majority ethnicities, namely Dayak, Chinese and Malay. The city of Singkawang, West Kalimantan, is in first place as the most tolerant city in Indonesia according to SETARA Institude, this is because of the harmonious life of its diverse society. This research uses qualitative research methods which aim to determine social interactions between Chinese, Dayak and Malay communities in Singkawang, West Kalimantan. Based on the Singkawang Central Statistics Agency, the area of Singkawang city is around 504 square kilometers with a population of 235,064 people in Singkawang. Based on population data from the West Kalimantan provincial government in 2023, there are 235,064 people in the city of Singkawang. Objek dalam penelitian ini adalah komunikasi antar budaya yang terjadi kepada sekompok masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu di Singkawang. Pada awalnya, Singkawang bukanlah kota melainkan sebuah desa bagian dari wilayah Kesultanan Sambas sebagai tempat singgah para pedagang dan penambang emas dari daerah Monterado yang kini menjadi sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang berada di sebelah Timur Singkawang. Dengan keberagaman budaya yang terdiri dari 3 etnis mayoritas yaitu etnis Dayak, Tionghoa dan Melayu. Kota Singkawang Kalimantan Barat menempati posisi pertama kota paling toleransi di indonesia versi SETARA Institude hal ini karena kehidupan harmonis masyarkatnya yang majemuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial antara masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu di Singkawang, Kalimantan Barat. Berdasarkan Badan Pusat Stastik Singkawang, Luas kota Singkawang sekitar 504 kilometer persegi dengan jumlah penduduk Singkawang sebanyak 235.064 jiwa. Berdasarkan data kependudukan pemerintahan provinsi kalimantan barat tahun 2023 terdapat 235.064 jiwa dikota singkawang.
Opini Publik Netizen terhadap Pencemaran Nama Baik di Media Online Agatha, Angella; Paramita, Sinta; Sudarto
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15670

Abstract

This study discusses netizen public opinion on the issue of defamation that occurs in online media with a case study on the issue of defamation of Kartika Putri by dr. Richard Lee circulated in the public through the YouTube video content of each channel. From this case, a public discussion in the comments column with various opinions arose, this is what will be analyzed. The research focuses on knowing the responses of netizens, seeing different opinions on netizens, as well as knowing the process of forming netizens' opinions in seeing the phenomenon of the case. Because of these things, this phenomenon is interesting to study, plus the fact that the case involves Kartika Putri who is a public figure with dr. Richard Lee, who is a beauty specialist with a MARS, AAAM degree and is a beauty YouTuber as well. Based on this phenomenon, this research was conducted using the theory of public opinion and continued with the spiral of silence theory. In the process applying a qualitative approach using case study methods and supported by content analysis. To get the results of the study, an analysis was carried out on the object of research, namely the YouTube video content of Kartika Putri and dr. Richard Lee who became the beginning of the emergence of the phenomenon. The research subjects are the top thirty comments from Kartika Putri's youtube video comments and the top thirty comments from dr. Richard Lee, the data is primary data, then secondary data is obtained through data from the youtube video. From the research process, the results obtained include, among others, netizen responses through comments can become public opinion based on the average opinion of netizens on the phenomenon, netizens respond by assessing the characteristics in various forms of expression and support for both parties, then this phenomenon is analyzed based on its sentiments, has elements of public opinion based on differences in views that tend to be pro dr. Richard Lee and contra on Kartika Putri, then these groups were specified to be the majority group for the supporters of dr. Richard Lee and the minority group of Kartika Putri supporters. Penelitian ini membahas bagaimana opini publik netizen terhadap isu pencemaran nama baik yang terjadi di media online dengan studi kasus isu pencemaran nama baik Kartika Putri oleh dr. Richard Lee yang beredar di publik melalui konten video YouTube dari masing-masing kanal. Dari adanya kasus tersebut timbulah diskusi publik pada kolom komentar dengan berbagai pendapat, hal inilah yang akan dianalisis. Penelitian berfokus untuk mengetahui tanggapan dari netizen, melihat pendapat yang berbeda pada netizen, juga untuk mengetahui proses pembentukan opini netizen dalam melihat fenomena dari kasus tersebut. Oleh hal – hal tersebut fenomena ini menarik untuk diteliti, ditambah lagi fakta bahwa kasus tersebut melibatkan Kartika Putri yang merupakan seorang public figure dengan dr. Richard Lee yang merupakan seorang dokter spesialis kecantikan dengan gelar MARS, AAAM dan merupakan seorang youtuber kecantikan pula. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan dengan teori opini publik dan dilanjutkan dengan teori spiral of silence. Dalam prosesnya menerapkan pendekatan secara kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dan didukung analisis isi. Untuk mendapatkan hasil penelitian, dilakukan analisis pada objek penelitian yaitu konten video YouTube Kartika Putri dan dr. Richard Lee yang menjadi awal mula munculnya fenomena. Subjek penelitiannya merupakan tiga puluh komentar teratas (top comment) dari komentar video youtube Kartika Putri dan tiga puluh top komentar dari komentar video youtube dr. Richard Lee, data tersebut merupakan data primer, kemudian untuk data sekunder didapat melalui data dari video youtube tersebut. Dari proses penelitian, tanggapan netizen melalui komentar dapat menjadi opini publik berdasarkan rata - rata pendapat netizen terhadap fenomena, netizen bertanggapan dengan menilai karakteristik dalam berbagai bentuk ekspresi dan dukungan terhadap kedua pihak. Fenomena ini dianalisis berdasarkan sentimennya, memiliki unsur opini publik berdasarkan perbedaan pandangan yang cenderung pro dr. Richard Lee dan kontra pada Kartika Putri, selanjutnya kelompok - kelompok tersebut terspesifikasi menjadi kelompok mayoritas pada pendukung dr. Richard Lee dan kelompok minoritas pada pendukung Kartika Putri.