Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEADILAN BERKETUHANAN DALAM KONTEKS HUKUM DAN PANCASILA DI INDONESIA Perwitasari, Dita
Integralistik Vol. 35 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pqm7cc29

Abstract

Keadilan yang berketuhanan merupakan suatu konsep yang penting dalam Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, yang menempatkan nilai-nilai keagamaan dan moral sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan keadilan sosial. Prinsip pertama Pancasila, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menegaskan bahwa keyakinan terhadap Tuhan menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab. Keadilan yang berketuhanan juga mengacu pada penerapan prinsip-prinsip keadilan yang selaras dengan nilai-nilai ketuhanan dalam Pancasila, yang tentunya meliputi kejujuran, integritas, keseimbangan hak dan kewajiban, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Namun dalam praktiknya, keadilan yang berketuhanan mengharuskan penyelenggara negara dan masyarakat untuk lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, serta memerangi dari segala bentuk diskriminasi serta ketidakadilan. Dengan demikian, keadilan yang berketuhanan menurut Pancasila ini dapat menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan dari nilai-nilai luhur agama dan moral.    
Between Nations or Cultures: Dilemmas Related to Intellectual Property Based on Traditional Cultural Expression from a Legal Philosophy Perspective Perwitasari, Dita; Santoso, Budi; Yunanto; Aqdamuyasrro, Puja; Siregar, Cantika Sari
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 12 No. 4 (2025): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v12i4.72432

Abstract

The expression of traditional cultural expressions as intellectual property is the result of the community's collective creativity and intellectuality and must receive effective legal protection. In practice, there is often a phenomenon of filtering claims between countries regarding the existence of a particular cultural expression. This research is normative legal research that emphasizes philosophical, conceptual, and legislative approaches. The research findings confirm that the state plays a role in promoting respect for and recognition of traditional cultural expressions as intellectual property, serving as a collective human identity through policy, education, and public awareness programs. From a legal philosophical perspective, the recognition of traditional cultural expressions faces dilemmas and conflicts, primarily due to the communal nature and cross-border existence of such cultures. Therefore, an update to international regulations is needed, particularly the Convention on the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (CSICH), which must affirm the communal nature of such intellectual property and regulate fair and pluralistic mechanisms for resolving disputes between countries. The main recommendation is to revise the CSICH to accommodate communal characteristics and clarify mechanisms for resolving disputes over cultural recognition between countries.