Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PENYEBAB UNCLAIMED BERKAS BPJS RAWAT INAP DI RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA Resti Septiani Nurdiah; Arief Tarmansyah Iman
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v4i2.124

Abstract

Abstract      JKN in the hospital by BPJS through claimsubmission. But, not all the document can claimed. As happened inRSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, there is a difference between patient visit of BPJSinpatients with patient visits ofBPJSthat  have been claim, thus resulting unclaimed. The purpose in this research toanalyzing the cause of unclaimed inpatients  BPJS          phenomenological by getting interviews with 7 (seven) informants and observation. Data analysis withnarrative. were narrow, unavailable SOP of  claim, unimplemented of monitoring documents claim and incomplete SOP,make expedition book fordocuments claim and implementation of regular meetings. Kata kunci: cause of unclaimed BPJS, unclaimed, Pengajuan klaim   Abstrak Pembiayaan kesehatan merupakan bagian terpenting dari implementasi JKN yang diselenggarakan di rumah sakit oleh BPJS melalui pengajuan klaim. Namun, tidak semua berkas yang diajukan dapat terklaimkan. Seperti yang terjadi di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dimana terdapat selisih antara kunjungan pasien BPJS rawat inap dengan kunjugan BPJS yang diklaimkan, sehingga menyebabkan unclaimed. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyebab unclaimed Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fenomenologi, melalui wawancara terhadap 7 orang informan dan observasi. Untuk analisis data dirangkum dalam bentuk naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan penyebab unclaimed berkas BPJS rawat inap di rumah sakit yang antara lain disebabkan oleh pengetahuan dan kedisiplinan petugas kurang, ruangan pengolahan klaim yang sempit, SOP terkait klaim belum tersedia, monitoring berkas klaim belum terlaksana dan ketidaklengkapan hasil penunjang. Disarankan untuk diadakannya bimbingan kepada petugas secara intensif, pemanfaatan ruangan secara maksimal, penyusunan SOP, pembuatan expedisi berkas klaim dan pelaksanaan rapat rutin. Kata kunci: Penyebab Unclaimed BPJS, gagal klaim 
Pengaruh Edukasi Multimedia Terhadap Pengetahuan, Sikap, Perilaku Keluarga Dalam Deteksi Dini Faktor Resiko-Resiko PTM di Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Rosidawati Rosidawati; Aan Nurhasah; Arief Tarmansyah Iman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i1.5342

Abstract

Penyakit  tidak  menular (PTM)  salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian  nasional maupun global pada saat ini.Termasuk di Indonesia setiap tahun jutaan orang meninggal akibat PTM. Berbagai strategi dan upaya dilakukan untuk menekan angka kejadian  PTM  salah satunya dengan edukasi Kesehatan melalui multimedia  berupa audivisual (Vidio dan  modul deteksi dini faktor resiko PTM. media tersebut dianggap  media  yang  menarik. Tujuan Penelitian mengetahui Pengaruh Edukasi Multimedia terhadap pengetahuan,sikap dan perilaku keluarga dalam melakukan  deteksidini  faktor resiko PTM. Metode Penelitian ini menggunakan quasi-experimental design dengan pendekatan rancangan pre test-post test control group design. Sampel penelitian pada kelompok Intervensi 30 orang, dan kelompok Kontrol 30 orang. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kecamatan Cipayung Jakarta Timur. Analisi data menggunakan analisis Univariat. Analisis Bivariat , uji  Wilcoxon. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  ada perbedaan pengetahuan, sebelum dan sesudah diberikan edukasi multimedia dengan p value 0.0010.05.demikian juga sikap keluarga ditemukan ada perbedaan sikap sebelum dan sesudah perlakuan yaitu p value= 0.001. Selanjutnya  perilaku keluarga ditemukan ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesuada diberikan perlakuan yaitu p value = 0.001. Kesimpulan penelitian yaitu dengan memberikan edukasi multimedia berupa video dan modul dapat meningkatkan pengetahua, sikap dan perilaku keluarga dalam deteksi dini foktor resiko PTM
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIMALAYA TAHUN 2021 idasugiarti; Arief Tarmansyah Iman; Fadil Ahmad Junaedi
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 1 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.058 KB) | DOI: 10.33560/ijhims.v1i1.20

Abstract

Management of medical records and health information is one of the elements in the assessment of Public Health Center accreditation. Medical records play an important role in collecting accurate and comprehensive data for targeted health policies. The most appropriate management of medical records at the Public Health Center is the regional storage system or often referred to as the family folder system. Community service activities at the Cibeureum Health Center are carried out using consultation, training, and mentoring methods. Compiled 10 quality documents and the implementation of the e-family folder in stages. Furthermore, continuous data migration was carried out assisted by RMIK students. Activities carried out well.
Pemanfaatan Google Apps online untuk Analisis Kuantitatif Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Yulistia Novitasari; Arief Tarmansyah Iman; setyadi Nugroho
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.229 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.11

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis merupakan tertib administrasi yang seringkali masih tidak lengkap dalam pengisiannya, yang mengakibatkan informasi yang dihasilkan tidak sesuai dan akurat, sehingga perlu diadakannya kegiatan analisis. Salah satunya analisis kuantitatif dokumen rekam medis. Dengan seiring berkembangnya teknologi analisis kuantitatif rekam medis dapat dilakukan secara online dengan menggunakan google app. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan google apps untuk analisis kuantitatif kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode research and development. Yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk aplikasi menggunakan google App kemudian menguji keefektifan aplikasi tersebut. Dalam penelitian ini pengembangan difokuskan untuk mengembangkan Google App ntuk analisis kuantitatif kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas Hasil: Dibuatnya Google Form sebagai form untuk entry data dalam analisis kuantitatif, menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna serta pengelolaan data dan report pada dashboard menggunakan Google Data Studio dengan data berasal dari Google Spreadsheet serta output hasil berupa grafik. Hasil uji menggunakan data dari puskesmas X sebanyak 93 dokumen, dengan hasil kelengkapan persentase tertinggi komponen identifikasi pasien (100%), kelengkapan laporan/catatan yang penting (100%), autentikasi penulis (93,55%), dan catatan yang baik (100%). Hasil perhitungan aplikasi sesuai dengan perhitungan menggunakan rumus manual dan Informasi yang dihasilkan ditampikan dalam bentuk dashboard berisi grafik dan tabel yang informatif dan interaktif. Kesimpulan: Kelayakan penggunaan app dari Google ini dapat disimpulan dikatakan valid setelah dibandingkan dengan perhitungan manual dan dengan keunggulan otomatisasi hasil dan dashboard grafik interaktif yang dihasilkannya.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN MANAJEMEN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI PUSKESMAS KARANGNUNGGAL KABUPATEN TASIKMALAYA Arief tarmansyah iman; Ida Sugiarti; Fadil Ahmad Junaedi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.858

Abstract

Fasilitas kesehatan termasuk puskesmas dan klinik diwajibkan untuk memberikan pelayanan manajemen informasi kesehatan, pelayanan tersebut  berdasar pada data dan informasi kesehatan bersumber dari Rekam Medis (RM) yang bermutu serta  terintegrasi. Salah satu bagian penting dalam pelayanan di FKTP adalah manajemen informasi kesehatan dan rekam medis, pelayanan ini merupakan pelayanan yang tidak terpisahkan dari pelayanan mulai dari pendaftaran, pencatatan, pengelolaan, bukti hukum hingga bagian penyimpanan. Puskesmas yang bekerja sama dengan BPJS wajib diakreditasi setidaknya  tiga tahun sekali,dan akreditasi tersebut juga salah satu syarat untuk kredensial. Puskesmas Karangnunggal adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya, yang pada tahun 2020 akan dilakukan reakreditasi. Untuk mendapatkan hasil terbaik akreditasi dalam standar Manajemen Informasi dan Rekam Medis,  khususnya Puskemas Karangnunggal perlu mendapatkan pendampingan dalam peningkatan manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.  Pengabdian Kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan metoda workshop dan bimbingan penyusunan dokumen kebijakan dan prosedur serta formulir rekam medis. Dan luaran dari kegiatan ini adalah telah tersusunnya dokumen kebijakan dan prosedur, masukkan untuk revisi formulir rekam medis serta penerapan e-family folder.
PELAKSANAAN SURVEILANCA KASUS PTM MELALUI PEMANFAATAN M-HEALTH SILEMHAT-PTM Yanti Cahyati; Tri Kusuma Agung Puruhita; Ida Sugiarti; Arief Tarmansyah Iman; Ida Rosdiana; Iwan Somantri; Ai Cahyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.863

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan komorbid Covid-19. PTM memerlukan penanganan yang intens, yang diawali dengan deteksi dini faktor resiko yang menjadi penyebab terjadinya PTM. Kegiatan deteksi dini dapat dikembangan dengan penggunaan teknologi informasi di era pandemi dalam bentuk mobile health (m-Health). Kader Posbindu merupakan sukarelawan bidang kesehatan yang memiliki potensi dalam surveillance PTM. Kota Tasikmalaya memiliki empat wilayah kerja Puskesmas dengan kejadian PTM tertinggi, yaitu Puskesmas Tawang, Tamansari, Cipedes, dan Cibeurerum. Kegiatan surveilance dilakukan oleh kader dengan pemanfaatan M-Health SILEMHAT-PTM. M-Health SILEMHAT-PTM telah  digunakan sebagai alat skrining dan surveillance PTM masyarakat di Kota Tasikmalaya. Database pelaporan survaillance dapat digunakan sebagai database pemetaan, kajian, dan penyusunan rencana pencegahan PTM bagi Puskesmas. Hasil surveillance  terhadap 1258 orang penduduk di empat wilayah puskesmas Kota Tasikmalaya sebagian besar hasil surveillance mengalami obesitas dan hipertensi. Surveillance sebaiknya dilakukan secara berkala untuk mendeteksi resiko kejadian PTM di masyarakat.
PEMBENTUKAN TIM PENGGERAK DESA SEHAT PENYAKIT TIDAK MENULAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT KOTA TASIKMALAYA Ida Sugiarti; Iwan Somantri; Yanti Cahyati; Ida Rosdiana; Ai Cahyati; Arief Tarmansyah Iman; Tri Kusuma Agung Puruhita
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.864

Abstract

Jumlah kasus Covid-19 meningkat dengan cepat, terutama gejala muncul pada pasien dengan comorbid yang mengakibatkan kematian. Salah satu comorbid yaitu Penyakit Tidak menular (PTM), diantaranya DM dan Hipertensi. Identifikasi sedini mungkin diperlukan agar penanganan kasus PTM dapat dilakukan lebih awal agar tidak berakibat fatal. Pemerintah memiliki sumber daya yang terbatas dalam penatalaksanaan kesehatan. Situasi pandemik Covid-19 juga membutuhkan perhatian khusus dan sumber daya yang tidak sedikit. Oleh karena itu pentingnya melibatkan partisipasi masyarakat untuk terlibat terutama dalam pencegahan dan deteksi dini melalui pembentukan Tim Penggerak PTM. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan pembentukan tim penggerak PTM yang didukung dengan aplikasi lembur sehat PTM. Hasil pengabdian kepada masyarakat terdapat peningkatan pengetahuan dari kader dan tim penggerak, setelah pelatihan. Rata-rata nilai pre test pada tim penggerak wilayah Tamansari  yaitu sedangkan rata-rata nilai post test yaitu. Rata-rata nilai pre test pada tim penggerak wilayah Cipedes yaitu sedangkan rata-rata nilai post test yaitu. Hasil monitoring dan observasi menunjukkan kader melakukan pendataan berupa pengukuran gula darah dan tensi serta mengisi data di aplikasi Lembur Sehat PTM. Jumlah kader yang mengikuti pelatihan sebanyak 60 kader dan karang taruna. Hasil observasi pada aplikasi tercatat 600 data masyarakat yang sudah dientri Hasil pengukuran menjadi data bagi Puskesmas setempat dan akan ditindaklanjuti. Data juga dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya
Study of Diabetes Mellitus Management Policies Using a Systems Approach in Surge Capacity Badriah, Siti; Cahyati, Peni; Nurcahyani, Lia; Iman, Arief Tarmansyah; Ristrini, Ristrini; Astuti, Athanasia Budi
JKG (JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL) (JKG) Jurnal Keperawatan Global Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v8i1.666

Abstract

Background: The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia continues to increase, even though DM control policies and programs have been implemented. According to existing policies, the family has not been involved in diabetes control. This study evaluates diabetes mellitus management policies by designing family-based community empowerment model interventions with a systems approach to surge capacity.   Methods: The design of this study used a cross-sectional operational analysis conducted in Cirebon City with 26 participants. Data collection was carried out using Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews using interview guidelines from the surge capacity component. Inclusion criteria were Non-Communicable Diseases program holders at the Cirebon City Health Office and Community Health Centers with the highest and lowest prevalence, and DM sufferers and their families representing each age and gender category. Data analysis was performed using open code.   Results: The non-communicable disease program has not been integrated between the health office and the hospital; funds for the DM prevention program have not met the needs; there are limited human resources with multiple tasks and an excessive workload, so it is not optimal for DM health services; and there is a lack of family involvement in diabetes control, so the incidence of DM is still not usually controlled.   Conclusion: Policy studies using a system approach in surge capacity have been able to dig up various information on DM control efforts in terms of policy, organizational structure, DM surveillance, information systems, integrated services, case screening, budgeting, and community empowerment.
Rancangan Paket Media Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal: Design of Stunting Prevention Education Media Package Based on Technology and Local Wisdom Nurcahyani, Lia; Widiyastuti, Dyah; Estuti, Wiwit; Iman, Arief Tarmansyah; Fitrianingsih, Yeni; Hafid, Fahmi
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2SP.2024.9-14

Abstract

Background: Stunting leads to increased morbidity and mortality among children. To accelerate stunting reduction, family assistance teams support at-risk families, requiring engaging and accessible educational resources. However, existing educational media materials are fragmented and lack a comprehensive approach, resulting in gaps during family assistance sessions. To improve accessibility and efficacy, a comprehensive, technology-based educational tool is necessary. Objectives: To develop a Stunting Prevention Education Media Package (PaSti PenTing) based on technology and local wisdom. Methods: This study used a Research and Development approach conducted in Cirebon City. The stages included the formulation of basic concepts, and in-depth interviews with experts, namely the Chairman of the Central Board of the Indonesian Midwives Association, the Head of the Cirebon City Health Office, the Head of the Cirebon City Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning Office and lecturers with S3 backgrounds. These interviews provided input related to the materials used for designing the PaSti PenTing. The research instrument uses in-depth interview guidance and data analysis was carried out using content analysis. Results: Based on expert input, the PaSti PenTing design was developed. The main menu consists of an introduction and a menu for target groups (teenagers, brides-to-be, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers). Each menu contains educational materials. Conclusions: PasTi PenTing is a comprehensive media that can be used by the assistance team and families at risk of stunting to improve knowledge, attitudes, and behaviors in stunting prevention.
Acupressure intervention for children: A scoping review Ramdaniati, Sri; Sitaresmi, Mei Neni; Haryanti, Fitri; Iman, Arief Tarmansyah
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 1 (2025): January - February
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3524

Abstract

Background: Acupressure is a popular form of complementary nursing among adults. It stimulates the body’s self-healing processes by enhancing energy flow, or “chi,” along meridian channels. Acupressure can address many health issues and is also used on children because it is painless and straightforward. Although acupressure has existed for centuries, research on its applications for children remains limited. Objective: This review aimed to categorize and synthesize the research conducted over 30 years on acupressure in children. Design: A scoping review Data Source: The databases searched were PubMed, ProQuest, Scopus, ScienceDirect, Wiley, Medline EBSCO, and Google Scholar. The inclusion criteria were original peer-reviewed articles in English or Indonesian that used acupressure as an intervention for children in any setting from 1991 until March 2022 and were updated until March 2024. Review Methods: This review followed the Joanna Briggs Institute Manual Methodologies. Subsequently, the retrieved articles were imported into the EndNote program version 20. Based on the identification results, 2924 articles were obtained, and 76 articles were retained. The review decision process was depicted in a PRISMA flow diagram. Results: Of the 76 articles, 72% came from the Asian continent, 66% were published within the past ten years, and 59% were randomized controlled trials. Acupressure was most used (48%) by school-age children (7-12 years), with commonly targeted points being Neiguan (P6), Zusanli (ST36), Hegu (LI4), Yintang (Extra1), and auricular acupoints. Acupressure on children can be administered by acupuncturists, nurses, doctors, caregivers, and parents, offering six main benefits: alleviating nausea and vomiting, relieving pain, decreasing anxiety, relieving fatigue, increasing visual function, and increasing weight and height. Conclusion: Acupressure offers numerous advantages for children with various conditions. Healthcare and nursing professionals should consider using it as a complementary intervention to address issues and problems in healthy and sick children. However, further studies are needed to evaluate its effectiveness.