Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Jarak Pendek dengan Pendekatan Bermain Peserta Didik Kelas XI 3 SMA Negeri 11 Semarang Tahun Ajaran 2024/2025 Muhammad Hafidz Insani; Galih Dwi Pradipta
PHEDHERAL Vol 22, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/phduns.v22i1.96951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar lari jarak pendek peserta didik kelas XI-3 SMA Negeri 11 Semarang tahun ajaran 2024/2025 melalui pendekatan bermain. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 35 peserta didik yang dipilih berdasarkan evaluasi awal hasil belajar mereka pada materi lari jarak pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bermain secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pada siklus pertama, rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai 70 dengan tingkat ketuntasan 60%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus kedua, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 85 dengan tingkat ketuntasan 88,6%. Selain itu, pendekatan bermain juga meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi peserta didik selama pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan bermain merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar lari jarak pendek dan dapat diterapkan pada berbagai materi pembelajaran Pendidikan Jasmani lainnya.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DI SDN 01 LAMPER TENGAH Dio Putra Amal; Galih Dwi Pradipta
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/zx2kd394

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana indeks massa tubuh (BMI) dan tingkat kebugaran fisik siswa kelas lima di SDN 01 Lamper Tengah saling terkait. Desain penelitian menggunakan teknik potong lintang dan metode observasional. Populasi penelitian terdiri dari 28 siswa, dan dengan menggunakan pendekatan total sampling, seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Tinggi dan berat badan masing-masing responden digunakan untuk menentukan BMI mereka, yang kemudian dihitung menggunakan rumus Body Mass Index. Sementara itu, Tes Kebugaran Siswa Nusantara digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran fisik. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa tingkat kebugaran fisik siswa memiliki hubungan yang signifikan dengan indeks massa tubuh mereka. Kedua variabel memiliki hubungan negatif, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar - 0,407 dengan tingkat signifikansi 0,031 (p < 0,05). Ini menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung kurang bugar secara fisik ketika BMI mereka lebih tinggi. Menurut data deskriptif, mayoritas mahasiswa memiliki BMI normal (46,4%), dan tingkat kebugaran fisik mereka sebagian besar berada dalam kategori sedang (42,9%) dan baik (39,3%). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara kebugaran fisik mahasiswa dan status gizi yang ditentukan oleh BMI. Jadi, penelitian ini menyarankan bahwa dalam menerapkan pendidikan jasmani dan kesehatan (PJOK), menjaga status gizi yang sesuai dan meningkatkan kebugaran fisik perlu diperhatikan. Untuk membantu mencapai kesehatan dan kebugaran fisik yang optimal, studi ini juga bisa digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan program aktivitas fisik dan edukasi gizi bagi orang tua dan siswa.
Peningkatan Pemahaman Aktualisasi Diri dan Pengobatan Tradisional melalui KegiatanEdukasi pada Mahasiswa PJKR Semester II UPG 1945 NTT Carles Nyoman Wali; Matheos J. Boru; Martina D. Lengo; Jolis A. Djami; Paulus N. Ngga’a; Lukas D. Bili; Gregorius G. Jado; Galih Dwi Pradipta; Delorens L. N. Bessie; Uly J. Riwu Kaho; Firman F. K. Selan
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.867

Abstract

Aktualisasi diri dan pengobatan tradisional merupakan dua pengetahuan yang sangat penting bagi siswa untuk memahami dan mengetahui fungsi serta manfaat dari kedua ilmu tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang aktualisasi diri dan pengobatan tradisional menggunakan berbagai tanaman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Penelitian Aksi Partisipatif (PAR), dengan melakukan pretest dan posttest untuk mendapatkan hasil akhir kegiatan ini. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang efektif pada peserta, dibuktikan dengan peningkatan pemahaman peserta berdasarkan perbedaan hasil pretest dan posttest, hasil pretest dengan nilai rata-rata 65,50 hal posttest dengan nilai rata-rata 89,30 pada aktualisasi diri dengan rata-rata peningkatan (gain) sebesar 20,8 poin. Sedangkan hasil pretest sebesar 65.20 dan posttest sebesar 90.20 pada metode pengobatan tradisional. Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa dua aspek yang kami berikan kepada seluruh peserta dalam kegiatan mengalami peningkatan dan efektif dalam mengubah pemahaman peserta.
Pengaruh Pembelajaran PJOK Materi Lari 100 m Berbasis Outbound Game untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Negeri Gamer 02 Kcamatan Pekalongan Timur S. Moch Tri Surya Alam; Maftukin Hudah; Galih Dwi Pradipta
Journal of Creative Student Research Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Creative Student Research
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsr-politama.v3i1.4679

Abstract

This research started from the problem of low student learning outcomes in learning PJOK 100 m running material at SD Negeri Gamer 02, East Pekalongan District. Initial observation results show that there are still 17 students who obtained learning outcomes below the KKM (75.00). By looking at this reality, it is necessary to make improvements through the implementation of an appropriate, effective and efficient PJOK learning model. Researchers attempt to overcome this problem by implementing outbound game-based PJOK learning and finding out its effect on student learning outcomes.The experimental method was used in research with a one group pretest-posttest design. The research population was all students at SD Negeri Gamer 02, East Pekalongan District. The samples taken in this research were all 30 class V students. The research variables consist of the independent variable, namely PJOK learning, 100 m running material based on outbound games and the dependent variable, namely student learning outcomes. The research results were obtained through statistical tests of variables and obtained a calculated t value of 27.114 > t table 2.045 (df 29) with a significance p value of 0.000 < 0.05. Judging from the average value of student learning outcomes in PJOK learning 100 m running material, the pre-test data obtained had a mean of 71.59, then during the post-test the mean reached 76.21. The magnitude of the increase in student learning outcomes can be seen from the difference in average scores, namely 4.62. From the mean difference, the percentage increase can be seen by dividing the mean difference by the post-test mean multiplied by 100%, amounting to 6.06%, so this result shows that there is a significant influence. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that learning PJOK material on 100 m running based on outbound games has a positive and significant effect on the learning outcomes of class V students at SD Negeri Gamer 02, East Pekalongan District. The PJOK learning method for the 100 m running material based on outbound games has a significant influence on student learning outcomes. Choosing the right method will be able to have a maximum contribution to improving student learning outcomes. Packaging training programs that are tailored to the abilities and level of difficulty of the basic techniques being taught can provide significant changes in improving student learning outcomes.