Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Interventions to Prevent Musculoskeletal Disorders and Education on Liquid Waste Management among Weavers on Letti Island: Intervensi Pencegahan Musculosceletal Disorder dan Edukasi Pengelolaan Limbah Cair pada Penenun di Pulau Letti Syamsuar Manyullei; Vanny Leutualy; Dicky Alamsyah; Ilham Bakri; A Wahyuni; Joanna Cristy Patty; Micrets Agustina; Valensya Yeslin Tomasoa
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i1.18208

Abstract

Knowledge regarding ergonomic positions and chairs specifically designed to support comfort when working is very much needed by weavers when working. This will prevent the occurrence of Musculoskeletal Disorders (MSDs), explicitly conditions that can affect muscles, bones and joints. The method used in this activity is qualitative observational. This activity was carried out at the Niawarat and Raitawun Weaver Group on Leti Island, Southwest Maluku District. This community service activity began by providing education regarding MSDs and environmental sanitation related to trash and liquid waste from weaving, followed by education on using healthy, ergonomic chairs on non-machine looms. The results of the evaluation of weavers' knowledge were measured using process evaluation, specifically during the process of providing materials and output evaluation, explicitly by asking questions after the activity was completed, and skills in using an ergonomically healthy chair. It is hoped that this activity can be sustainable by the weaving group so that they remain healthy and productive.
Screening dan Pendidikan Kesehatan Bagi Lansia di Kota Ambon Tomasoa, Valensya Yeslin; Herwawan, Joan Herly; Siahaya, Alisye
Karya Kesehatan Siwalima Vol 2, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i1.832

Abstract

Penyakit asam urat atau biasa dikenal sebagai gout merupakan gangguan peradangan kronis autoimun atau respon autoimun, dimana imun seseorang bisa terganggu dan turun yang menyebabkan hancurnya organ sendi dan lapisan pada sinovial, terutama pada tangan, kaki dan lutut. Puskesmas Air Salobar khususnya Kelurahan Kudamati RW. 01 merupakan wilayah lokasi fokus pelayanan kesehatan karena berada di tengah perkotaan Kota Ambon. Dalam pelayanannya tentunya puskesmas Air Salobar memiliki sasaran lansia dalam pelayanannya pada usia 60 tahun.  Screening kesehatan dan edukasi agar lansia sangatlah penting dilakukan untuk mengetahui masalah kesehatan yang dialami seperti gout. Metode yang dilakukan Rapid Test menggunakan alat easy touch test strip untuk mengetahui kadar asam urat lansia. Hasil Kegiatan ini adalah hasil pemeriksaan kadar asam didapatkan ada 30 lansia (65.2) yang mengalami peningkatan kadar asam urat dari 46 lansia. Diharapkan kerjasama lintas program dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan dan kerjasama lintas sektor dengan LSM di masyarakat karena menjadi perhatian secara serius dalam penyediaan sarana dan prasarana kegiatan penyuluhan maupun pemeriksaan kadar asam urat khususnya pada lansia.
Implementasi Program Penyuluhan dan Demonstrasi Kesehatan Bagi Anak Usia Sekolah Herwawan, Joan Herly; Tomasoa, Valensya Yeslin; Reunussa, Mesy; Peny, Petronela; Laurika, Jein O; Rupidara, Ake; Labok, Stefani A; Kalay, Vica C; Leatomu, Delvin A; Telussa, Yesi; Salaudin, Jodi; Lekky, Monalisa
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.814

Abstract

Anak usia sekolah adalah anak yang berumur lebih dari 6 tahun sampai sebelum berusia 18 tahun atau anak dengan usia 7-15 tahun yang harus mengikuti wajib belajar 9 tahun atau yang terdaftar dan aktif bersekolah pada tingkat SD/sederajat hingga SLTP/sederajat. Anak usia sekolah merupakan sasaran yang ditargetkan dalam pelaksanaan program kesehatan, sebab jumlah anak sekolah sebesar 25% di antara jumlah penduduk. Beberapa masalah kesehatan yang dialami anak usia sekolah seperti ketidakseimbangan gizi, kesehatan gigi, kelainan refraksi, kecacingan terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Negeri Mesa berpenduduk sebanyak 803 jiwa, dimana jumlah anak usia sekolah (5-14 tahun) adalah 170 jiwa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara didapatkan data adanya ketidaktahuan dan ketidakpedulian mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta ketidaktahuan mengenai dampak dari penggunaan gadget yang tidak sehat atau berlebihan. Berdasarkan masalah yang ada maka implemetnasi yang dilakukan terhadap anak usia sekolah adalah penyuluhan kesehatan tentang PHBS dan penggunaan gadget secara sehat, serta melakukan demonstrasi cara mencuci tangan dan menggosok gigi.
Strengthening Hospital Care Quality through Patient Safety Education: Evidence from a Regional Hospital in Eastern Indonesia Feby Manuhutu; Dene Fries Sumah; Vanny Leutualy; Valensya Yeslin Tomasoa; Syulce Luselya Tubalawony; Nenny Parinussa; Hery Jotlely; Olivia Talahatu
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 5 No. 1 (2026): March-August
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v5i1.1736

Abstract

Patient safety is an essential component in improving the quality of healthcare services. The World Health Organization, through the Global Patient Safety Action Plan 2021–2030, emphasizes the importance of healthcare systems that prioritize patient safety. However, the implementation of patient safety practices in hospitals continues to face several challenges, including limited knowledge among healthcare workers and a low culture of incident reporting. This community service activity was conducted by nursing lecturers at a regional hospital and involved 60 nurses. The methods employed included interactive lectures, group discussions, and practical simulations based on the six International Patient Safety Goals. Evaluation was carried out using pre-tests and post-tests. The results demonstrated a significant improvement in knowledge, with the average score increasing from 56% to 87%. Patient safety education was proven to be effective in enhancing nurses’ understanding and awareness, thereby strengthening the culture of patient safety and improving the overall quality of healthcare services in hospitals.