Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektivitas Program Pembelajaran Diferensiasi untuk Guru Taman Kanak-kanak Achmad Dardiri; Nur Cholimah; Arif Wijayanto; Nurul Arifiyanti; Fatiya Hanif Al Afada; Muthia Dara Putri Anugraheni
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.85141

Abstract

Abstrak Studi ini mengevaluasi dampak program pembelajaran berdiferensiasi pada pengetahuan dan kesiapan perencanaan guru taman kanak-kanak dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Desain pra pasca satu kelompok diterapkan pada 26 guru dari 24 sekolah. Pengukuran mencakup tes pengetahuan tentang diferensiasi dan penilaian kualitas rancangan modul ajar melalui rubrik yang menilai keselarasan tujuan dan asesmen serta diferensiasi konten proses dan produk. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 213,6 menjadi 227,8 setara peningkatan relatif 4,89 persen. Peningkatan kualitas rancangan tampak pada sebagian besar indikator namun integrasi hasil asesmen diagnostik ke langkah pembelajaran masih menantang bagi sebagian peserta. Temuan menunjukkan asosiasi positif pelatihan dengan kompetensi perencanaan guru dan merekomendasikan dukungan lanjutan untuk penguatan integrasi asesmen. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi, kurikulum merdeka, taman kanak-kanak   Effectiveness of Differentiated Learning Training for Kindergarten Teachers   Abstract This study evaluates the impact of a differentiated instruction program on kindergarten teachers’ knowledge and lesson planning readiness within the Merdeka Curriculum context. A one‑group pretest–posttest design was applied to 26 teachers from 24 schools. Measures included a knowledge test on differentiation and a rubric‑based appraisal of lesson module quality assessing goal–assessment alignment and differentiation of content, process, and product. Mean knowledge scores increased from 213.6 to 227.8, a relative gain of 4.89 percent. Improvements in planning quality were observed on most indicators, although integrating diagnostic assessment results into instructional steps remained challenging for some participants. Findings indicate a positive association between the training and teachers’ planning competence and suggest the need for continued support to strengthen assessment integration. Keywords: differentiation, independent curriculum, learning
STRATEGI PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSI ANAK USIA DINI DI KELURAHAN KROBOKAN KECAMATAN SEMARANG BARAT Arif Wijayanto; Khikmah Novitasari
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2019): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v2i2.1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi orangtua dalam mengembangkan kecerdasan emosi anak usia dini di Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Unit analisis utama adalah orangtua dan anak usia dini (5-6 tahun). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan kajian dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi orangtua dalam mengembangkan kecerdasan emosi anak dibagi menjadi 4 jenis yaitu: 1) Strategi orangtua yang dilakukan agar anak dapat mengenali emosi dirinya dengan baik ini adalah dengan mengenalkan nama-nama emosi sesuai ekspresinya, 2) strategi orangtua agar anak mampu mengatur emosi sesuai dengan situasi dan kondisi ini dilakukan dengan cara memberikan pengertian mengenai bagaimana mengendalikan emosi, bagaimana menahan diri untuk meluapkan emosi yang negatif, serta ikut berperilaku ekspresif sesuai dengan emosi yang muncul pada diri sendiri, 3) Strategi orangtua agar anak mampu memanfaatkan emosi secara positif dilakukan dengan memberikan anak kesibukan yang positif, dan memberikan anak penghargaan atas kemampuannya dalam memilih kegiata yang positif, 4) Strategi orangtua agar anak mampu memiliki pertahanan diri dalam menghadapi setiap persoalan adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk berpendapat,  orangtua mendengarkan dengan hati-hati setiap pendapat anak tersebut dan mencarikan solusi terbaik untuk disepakati bersama, orangtua membiasakan menjelaskan sebab dan akibat dari suatu pilihan itu, dan anak diminta untuk menentuka sendiri serta menerima segala konsekuensi atas pilihannya itu.