Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN JKN PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) DAN BUKAN PENERIMA BANTUAN IURAN (NON PBI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATOPUTE KABUPATEN MUNA TAHUN 2019 Risqi Amalia; Yusuf Sabilu; Fifi Nirmala G
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 1, No 2 (2020): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v1i2.38102

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kualitas pelayanan kesehatan adalah derajat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan meggunakan potensi sumber daya yang tersedia di Puskesmas. Pasien sebagai pengguna jasa pelayanan adalah penerima bantuan iuran (PBI) dan bukan penerima bantuan iuran (Non PBI).Tujuan: Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui perbedaan  kualitas pelayanan kesehatan pasien JKN peserta PBI dan non PBI di Wilayah Kerja Puskesmas Watopute Kabupaten Muna Tahun 2019. Jumlah responden sebanyak 138.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan  teknik purposive sampling yang didasarkan pada tujuan serta kriteria yang telah ditentukan. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk memperoleh gambaran dari masing-masing variabel diperkuat dengan uji normalitas. Dengan  penyajian nilai rata-rata, median,minimum- maximum ,standar deviation yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi Analisis bivariat untuk menguji apakah ada perbedan dari dua populasi PBI dan Non PBI  menggunakan uji normalitas. Dengan asumsi jika normal menggunakan Uji-t dan jika tidak normal maka menggunakan analisis Mann Withney.Hasil: Hasil penelitian diperoleh kualitas pelayanan kesehatan pasien JKN penerima bantuan iuran (PBI) dan bukan penerima bantuan iuran (Non PBI) berdasarkan bukti fisik memiliki nilai 0.723 (> 0,05), aspek kehandalan memiliki nilai 0,760 (> 0,05), aspek daya tanggap memiliki nilai 0,244 (> 0,05), aspek jaminan memiliki niali 0,519 (> 0,05) dan aspek sikap peduli memiliki nilai  0,570  (> 0,05).Kesimpulan  Dengan demikian hasil uji tidak signifikan  dalam artian hipotesis nol diterima, dimana tidak ada perbedaan kualitas pelayanan terhadap kepesertaan JKN.  ABSTRACTBackground : Quality of health services is the degree of perfection of health services in accordance with professional standards and service standards by utilizing potential resources available at the Puskesmas. Patients as service users are contribution assistance recipients (PBI) and not contribution assistance recipients (Non PBI).Objectives:  Was to determine the differences in the quality of health services for PBI and non-PBI JKN patients in the Work Area of the Watopute Community Health Center, Muna Regency in 2019. The number of respondents was 138 .Method: Determined through purposive sampling technique based on predetermined objectives and criteria. Data analysis used univariate analysis to obtain an overview of each variable which was strengthened by the normality test. By presenting the mean, median, minimum-maximum, standard deviation which is presented in the frequency distribution table. Bivariate analysis to test whether there is a difference between the two PBI and non-PBI populations using the normality test. With the assumption if it is normal using the t-test and if it is not normal then using the Mann Withney analysis.Results:  showed that the quality of health services for JKN patients who received contribution assistance (PBI) and non-contribution assistance recipients (Non PBI) based on physical evidence had a value of 0.723 (> 0.05), the reliability aspect had a value of 0.760 (> 0.05), the aspect of responsiveness has a value of 0.244 (> 0.05), the assurance aspect has a value of 0.519 (> 0.05) and the caring attitude aspect has a value of 0.570 (> 0.05).Conclusion Thus:  the test results are not significant in the sense that the null hypothesis is accepted, where there is no difference in service quality to JKN membership
HUBUNGAN TINGKAT STRES, KUALITAS TIDUR, POLA MAKAN DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2019 Wa Ode Safriani; Yusuf Sabilu; Fifi Nirmala G
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v1i3.29554

Abstract

Latar Belakang: Gangguan menstruasi dapat menimbulkan terjadinya gangguan sistem reproduksi yang dihubungkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti kanker rahim, kanker payudara dan infertilitas. Di mana salah satu penyakit yang menimbulkan siklus menstruasi  tidak teratur dapat menyebabkan masalah pada infertilitas seorang wanita.Tujuan: Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres, kualitas tidur, pola makan, dan kebiasaan olahraga dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Tahun 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini menggunakan teknik penarikan sampel probability sampling dengan menggunakan stratified random sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 823 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 258 orang. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara tingkat stres dan siklus menstruasi (ρ Value = 0,049, <0,05) dan antara kebiasaan makan dan siklus menstruasi (ρ Value = 0,043, <0,05). Sementara itu, tidak ada korelasi yang signifikan antara kualitas tidur dan siklus menstruasi (ρ Nilai = 0,333,> 0, 05) dan antara kebiasaan olahraga dengan siklus menstruasi (ρ Nilai = 0,960,> 0, 05).. Kesimpulan: Oleh karena itu, ada korelasi antara tingkat stres dan pola makan pada siklus menstruasi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat pada tahun 2019.
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA SISWA SDN 3 KENDARI KECAMATAN PUUWATU TAHUN 2023 Setya Wahyuni; Fifi Nirmala G; Syefira Salsabila
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v4i2.43215

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) yakni penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus tersebut masuk ke dalam darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Kecamatan Puuwatu yakni salah satu Kecamatan di Kota Kendari yang tercatat dalam klasifikasi endemik (DBD) serta yakni Daerah dengan kasus terbanyak di Kota Kendari tahun 2021 dengan jumlah 106 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media buku saku terhadap perbedaan pengetahuan dan sikap dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue pada siswa SDN 3 Kendari Kecamatan Puuwatu Tahun 2023. Metode: Penelitian ini memakai penelitian kuantitatif melalui metode Pre-Experimental Design. Penelitian ini menggunakan teknik penarikan sampel quota sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 227 orang serta sampel pada penelitian ini berjumlah 68 orang. Hasil: Menunjukan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media buku saku atas perbedaan pengetahuan serta sikap siswa atas pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan nilai p value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media buku saku terhadap perbedaan pengetahuan dan sikap siswa tentang pencegahan penyakit DBD.
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN FAKTOR RISIKO RUMAH SEHAT DI KOTA KENDARI TAHUN 2022 Athisa Dwi Junisa Rizkijanti; Jumakil Jumakil; Fifi Nirmala G
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43099

Abstract

Abstrak Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan. Anak yang mengalami stunting sering terlihat memiliki badan normal yang proporsional namun sebenarnya tinggi badannya lebih pendek dari tinggi badan normal yang di miliki anak seusiannya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan sistem informasi geografi (SIG) menggunakan aplikasi dalam menentukan tingkat risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari dengan model equal count (quantile) dalam aplikasi Quatum GIS. teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah analsis spasial kejadian stunting dan variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor risiko rumah sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi kejadian stunting berdasarkan faktor risiko rumah sehat adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemetaan kasus kejadian stunting di Kota Kendari tahun 2022 berdasarkan faktor risiko rumah sehat, kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli. Kata kunci: gizi dan kesehatan ; analisis spasial ; kejadian stunting ; rumah sehat Abstract Stunting is another form of growth failure. Children who are stunted are often seen to have a proportional normal body but in fact their height is shorter than the normal height that their children have. This study aims to map the risk factors for stunting events based on healthy houses in Kendari City in 2022. This research is a quantitative research with a geographic information system (GIS) approach using an application in determining the level of risk of stunting events based on healthy houses in Kendari City with an equal count (quantile) model in the Quatum GIS application. The sampling technique used in this study is total sampling, which is a sampling technique where the number of samples is equal to the population. The bound variable in this study is spatial analysis of stunting incidence and the free variable in this study is a risk factor for healthy homes. The results showed that the sub-districts that are included in the risk of stunting based on the risk factors of healthy homes are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli. The conclusion of this study is mapping stunting cases in Kendari City in 2022 based on risk factors for healthy houses, the districts that are included in the very high risk are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli. Keywords: nutrition and health ; spatial analysis ; the incidence of stunting ; healthy homes
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU, POLA MAKAN DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAMBO TAHUN 2022 Melisa Melisa; Fifi Nirmala G; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43109

Abstract

Abstrak Stunting (kerdil) adalah suatu kondisi yang terjadi dimana balita terlihat lebih pendek untuk usianya. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang dialami balita akibat gizi yang kurang dalam waktu lama karena gizi yang dibutuhkan tidak sesuai dengan makanan yang diberikan. Di masa depan, anak-anak yang mengalami stunting akan sulit dalam hal pencapaian tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pegetahuan ibu, pola makan, dan pola asuh terhadap kejadian stuntung pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo tahun 2022. Kualitatif adalah jenis yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode analitik observasional dan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan, yaitu proportional random sampling dengan total responden sebanyak 88. Hasil uji fisher exact test menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu (p value= 0,013) dan pola makan (p value=0,018) dengan kejadian stunting pada balita, serta tidak ada hubungan antara pola asuh (p value=1,000) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022 dan tidak terdapat hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022. Kata kunci : Kejadian Stunting, Tingkat Pengetahuan, Pola Makan dan Pola Asuh Abstract Stunting (dwarf) is a condition where a toddler looks shorter for his age. Stunting is a chronic nutritional problem experienced by toddlers due to not being good at fulfilling nutrition for quite a long time because the nutrition needed is not in accordance with the food given. In the future, stunted children will find it difficult to promote optimal growth and development. This study aims to determine the relationship between the level of mother's knowledge, diet, and parenting style on the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Nambo Health Center in 2022. Qualitative is a type of research using an analytic observational method and the research design applied is cross sectional. The sampling technique used was proportional random sampling and a total of 88 respondents. The results of the Fisher's exact test showed that there was a relationship between the mother's level of knowledge (p value=0.013) and eating patterns (p value=0.018) with the incidence of stunting in toddlers. , and there is no relationship between parenting style (p value=1,000) and the incidence of stunting in toddlers. The conclusion in this study is that there is a relationship between the level of mother's knowledge and eating patterns with the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022 and there is no relationship between parenting style and the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022. Keywords : Stunting Incident; Level of Knowledge, Dietary Habita and Parenting Style
GAMBARAN PENETAPAN KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2020 Pitrah Asfian; Nurhadisa Nurhadisa; Fifi Nirmala G
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v2i2.19608

Abstract

The hospital is a workplace where there are many potential hazards. To minimize potential hazards that will impact health workers, visitors and patients, it is necessary to establish HOHS policies and plans. The purpose of this study was to find out how the description of OHS policy making and planning at the Bahteramas Hospital. This type of study was a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. Determination of informants used purposive sampling technique. Informants included Chairperson of the HOHS Committee, Head of the OHS Division, Head of the ICU Room Installation and Head of the Inpatient Room. Primary data obtained by triangulation techniques, namely interviews, observation and documentation. Variables consist of policy setting, organization, support for facilities and infrastructure, risk management and control of potential hazards. The results shows that there is no written policy, but an organization was formed which was marked by the issuance of Director Decree number 725 in 2019 concerning the HOHS organizational guidelines and there is a determination of funding support such as fees from BLUDs, activity proposals and RKA, support for facilities and infrastructure such as APAR, hydrants, evacuation routes, fire alarm systems. OHS planning is to carry out risk management by using checklists and priority problems and controlling potential hazards to health workers by setting work shifts and using PPE, while visitors and patients are given safety such as cleaning wet floors. Conclusion, at Bahteramas Hospital, there is no written policy establishment but there is risk management and control of potential hazards
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terhadap Protokol Covid-19 Pada Masyarakat Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2020 Emi Ayu Elsawati; Fifi Nirmala; Syawal Kamiluddin Saptaputa
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v2i3.23638

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus coronavirus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang sifatnya lebih mematikan. Penularan Covid-19 ditularkan melalui kontak dekat dan yang berisiko terinfeksi adalah yang berhubungan dekat dengan orang yang positif Covid-19. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap protokol Covid-19 pada Masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2020. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi berjumlah 164.947 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling yang berjumlah 381 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistic Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada hubungan antara persepsi kerentanan dengan kepatuhan pada masyarakat dengan nilai (p-value= 0,000), ada hubungan antara persepsi manfaat dengan kepatuhan pada masyarakat dengan nilai (p-value= 0,013), ada hubungan antara persepsi hambatan dengan kepatuhan pada masyarakat dengan nilai (p-value= 0,000), ada hubungan antara petunjuk bertindak dengan kepatuhan pada masyarakat dengan nilai (p-value= 0,000). Tidak ada hubungan antara persepsi keparahan dengan kepatuhan pada masyarakat dengan nilai (p-value= 0,089). Kesimpulan adanya hubungan antara persepsi kerentanan, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan petunjuk bertindak dengan kepatuhan masyarakat terhadap pencegahan covid-19 dan tidak ada hubungan persepsi keparahan dengan kepatuhan masyarakat terhadap pencegahan covid-19.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MSDs PADA PENGEMUDI BECAK DI KELURAHAN SODOHA, KECAMATAN KENDARI BARAT, KOTA KENDARI TAHUN 2022 Agustang Agustang; Arum Dian Pratiwi; Fifi Nirmala G
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v4i2.43131

Abstract

Abstrak Keluhan MSDs merupakan keluhan bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan ringan sampai dengan keluhan berat, yang umumnya terjadi karena peregangan otot yang terlalu berat dan durasi pembebanan yang terlalu lama, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sendi, ligament dan tendon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pengemudi becak di Kelurahan Sodoha Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study (potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2022 sampai selesai. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kebiasaan merokok, masa kerja, Indeks Masa Tubuh, durasi kerja dan beban kerja, sedangkan variabel terikat adalah keluhan MSDs. Sampel penelitian ini berjumlah 70 pengemudi becak yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk variabel kebiasaan merokok diperoleh nilai p 0,828, variabel masa kerja diperoleh nilai p 0,000, variabel Indeks Massa Tubuh diperoleh nilai p 0,186, variabel durasi kerja diperoleh nilai p 0,800 dan variabel beban kerja diperoleh nilai p 0,031. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dan beban kerja terhadap keluhan MSDs, dan tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok, Indeks Massa Tubuh, dan durasi kerja terhadap keluhan MSDs. Kata kunci: beban kerja, durasi kerja, Indeks Massa Tubuh, kebiasaan merokok, keluhan MSDs
DRUG ABUSE NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF: EDUKASI PENCEGAHANNYA PADA SISWA SMA NEGERI 8 KENDARI Henny Kasmawati; Nurramadhani A. Sida; Suryani; Fifi Nirmala; Sabarudin; Aswani
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya. Penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat dan permasalahan yang ditimbulkan juga semakin kompleks. Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada kalangan usia remaja tergolong tinggi menjadikan upaya penanggulangan permasalahan narkoba sangat penting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 8 Kendari mengenai Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya sehingga dapat mencegah penyalahgunaannya dikalangan siswa. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu metode ceramah siswa mengenai pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya. Pemberian informasi kepada siswa SMA Negeri 8 Kendari menggunakan leaflet, Sesi diskusi atau tanya jawab antara siswa SMA Negeri 8 Kendari dan pemateri, Kuesioner pre-test dan post-test. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa SMA Negeri 8 Kendari mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat atau bahan berbahaya lainnya yang ditandai dengan peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dan pertanyaan yang diberikan melalui post-test dengan tepat. Tetapi, tetap diharapkan siswa dan siswi lebih berhati-hati dalam bergaul serta diharapkan adanya edukasi kesehatan serupa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, serta perhatian dan pendampingan orangtua.
Penyuluhan Interaktif : Pergaulan Bebas dan Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa Baru Perantauan FKM UHO Hilda Harun; Ruslan Majid; Rizkita Nur Ainun; Yasrul; Wa Ode Siti Aisyah Nur Cahyani; Sitti Nur Afridasari; Siti Nurfadilah; Paridah; Fifi Nirmala; Rastika Dwiyanti Liaran
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2136

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa perantauan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai risiko kesehatan, termasuk pergaulan bebas dan masalah kesehatan reproduksi akibat minimnya pengawasan orang tua dan tekanan adaptasi sosial di lingkungan baru. Jauh dari keluarga, mahasiswa perantauan sering kali menghadapi krisis identitas, pengaruh negatif teman sebaya, serta paparan konten digital yang tidak tersaring, sehingga meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, dan strategi adaptasi sehat di perantauan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang partisipatif dan berbasis media PowerPoint dan e-leaflet. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain kuasi-eksperimen pre-test post-test tanpa kelompok kontrol (one-group pre-test post-test design). Peserta berjumlah 54 mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO) Angkatan 2025, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan interaktif menggunakan media PowerPoint, e-leaflet berbasis barcode yang dapat diakses melalui smartphone, serta sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner 15 item pilihan ganda melalui Google Form sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan batas kemaknaan p < 0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,63 pada pre-test menjadi 13,88 pada post-test, disertai peningkatan nilai median dari 14 menjadi 15 dari total skor maksimal 15. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,536; p = 0,011). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi, dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan relevan dengan pengalaman nyata di lingkungan perantauan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan partisipatif berbasis media PowerPoint, dan e-leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa perantauan tentang adaptasi sehat, pergaulan bebas, dan kesehatan reproduksi. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan yang aplikatif di lingkungan perguruan tinggi.