Budidaya ikan lele merupakan salah satu subsektor perikanan air tawar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan ekonomi lokal di Jawa Timur. Meskipun demikian, hasil studi lapangan pada kelompok peternak “Patel Lele” di Dusun Mulyorejo, Banyuwangi, mengindikasikan adanya permasalahan mendasar dalam pengelolaan kualitas air, khususnya terkait kestabilan kadar oksigen terlarut yang selama ini masih dipantau secara manual. Permasalahan ini berimplikasi pada rendahnya efisiensi produksi serta tingginya biaya operasional listrik. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat ini mengusulkan dan merealisasikan implementasi sistem aerator diffuser otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dipadukan dengan teknologi hybrid photovoltaic. Metodologi pelaksanaan mencakup tahap perancangan perangkat, integrasi sistem monitoring berbasis sensor oksigen, uji coba kinerja, serta instalasi dan pendampingan mitra. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kadar oksigen pada level optimal, beroperasi secara berkelanjutan melalui pemanfaatan energi surya, dan secara signifikan menurunkan ketergantungan pada suplai listrik konvensional. Selain memberikan peningkatan produktivitas budidaya, kegiatan ini juga menghasilkan transfer pengetahuan mengenai teknologi energi terbarukan dan sistem budidaya berkelanjutan. Dengan demikian, implementasi sistem ini berpotensi memperkuat kapasitas produksi perikanan lokal sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait energi bersih dan efisiensi sumber daya.