Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Evaluasi Setting Waktu Rele Pengaman di PT. Petrokimia Gresik dengan Mempertimbangkan Transient Stability Assessment Fauzan Fakhrul Arifin; Ardyono Priyadi; Dimas Fajar Uman Putra
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.877 KB)

Abstract

Pada suatu sistem tenaga listrik, koordinasi proteksi yang baik sangat diperlukan agar keandalan dan kontinyuitas pendistribusian tenaga listrik menjadi lebih tinggi. Ketika terjadi gangguan, rele pengaman akan mendeteksi gangguan dan mentrigger circuit breaker untuk bekerja dalam waktu tertentu untuk mengisolir gangguan, namun hal ini tidak menjamin sistem masih berada dalam kondisi stabil. Analisis kestabilan transien dibutuhkan agar keandalan dan kestabilan sistem terjaga. Analisis kestabilan transien erat kaitannya dengan perhitungan nilai CCT (Critical Clearing Time). CCT merupakan perhitungan batas waktu pemutusan kritis setelah terjadi gangguan. Dengan kata lain, agar sistem dapat kembali stabil, maka saat terjadi gangguan sistem harus diputus sebelum waktu CCT. Saat ini, sistem kelistrikan pada PT. Petrokimia Gresik telah mempunyai setting rele pengaman, namun setting waktu rele yang diterapkan belum mempertimbangkan nilai dari CCT. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan nilai CCT sehingga perusahaan menjadi lebih andal, stabil, dan terjaga kontinyuitasnya. Nilai CCT yang didapatkan nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk setting waktu rele pengaman. Metode yang digunakan adalah Time Domain Simulation method (TDS) dengan memperhatikan respon sudut rotor generator. Dari analisis yang telah dilakukan, masih terdapat delapan bus yang setting waktu rele pengamannya masih memerlukan perbaikan karena masih bekerja di atas nilai CCT. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi yaitu penambahan perlatan pengaman berupa rele diferensial yang mampu bekerja mengisolir gangguan dalam waktu 1-3 cycle sehingga sistem dapat berada dalam kondisi stabil.
Evaluasi Pengaturan Waktu Rele Pengaman di PT Pertamina Refinery Unit V Balikpapan dengan Mempertimbangkan Transient Stability Assessment Tegar Iman Ababil; Dr. Eng. Ardyono Priyadi, S.T., M.Eng; Dr. Ir. Margo Pujiantara, MT.
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.595 KB)

Abstract

Suatu sistem tenaga listrik dengan keandalan yang tinggi mampu memenuhi koordinasi pengaman sistem yang baik untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan sistem operasi secara terus menerus. Saat terjadi gangguan, rele pengaman akan bekerja dan memicu Circuit Breaker untuk bekerja dalam waktu tertentu. Namun hal tersebut masih belum dapat menjaga kestabilan sistem kembali seperti semula. Evaluasi kestabilan transien dibutuhkan untuk menentukan batas Critical Clearing Time (CCT). CCT adalah nilai waktu kritis setelah terjadi gangguan dimana sistem harus menghilangkan gangguan sebelum CCT berlangsung. Jika sistem menghilangkan gangguan setelah waktu CCT maka kestabilan sistem akan terganggu. Saat ini PT Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan memiliki pengaturan waktu rele pengaman yang masih belum mempertimbangkan Transient Stability Assessment. Keandalan dan kontinuitas sistem dapat ditingkatkan dengan mendapatkan nilai CCT dengan metode Time Domain Simulation. Dari permasalahan yang ada direkomendasikan penggunaan Bus Differential Relay yang mampu bekerja dengan waktu operasi yang cepat dan selektif.
EVALUASI SETTING WAKTU RELE PENGAMAN PADA PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN TRANSIENT STABILITY ASSESMENT Hafiz Ichwanto; Ardyono Priyadi; Margo Pujiantara
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.417 KB)

Abstract

Pada kondisi normal, sebuah sistem tenaga listrik akan beroperasi dalam keadaan stabil, yakni tercapainya keseimbangan antara daya mekanik dari prime mover dengan keluaran daya elektrisnya. Setiap terjadi kenaikkan atau penurunan beban dalam jumlah besar, maka daya mekanik harus mampu mengikuti perubahan ini untuk mengembalikan sistem pada kondisi normalnya. Perubahan beban disini dapat disebabkan oleh beberapa kejadian, diantaranya hubung singkat (short circuit) dan generator outage. Yang mana kejadiankejadian tersebut dalam fenomena kestabilan transient, yakni bagaimana respon sistem seusai mengalami gangguan besar dalam waktu yang singkat (transient). Analisis kestabilan sangat diperlukan dalam menganilisis suatu sistem kelistrikkan. Salah satunya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan setting proteksi suatu sistem. Selanjutnya hal ini dikenal dengan istilah CCT (Critical Clearing Time) yakni batas waktu maksimum yang diizinkan bagi sistem untuk mengisolir suatu gangguan. Yang mana apabila waktu tersebut terlampaui, maka generator terkait akan mengalami lepas sinkron dari generator lainnya. Dan apabila dibiarkan terjadi akan merusak turbin mekanik dari generator itu sendiri. Dalam hal ini, untuk mencari nilai CCT yang diperlukan akan digunakan metode Time Domain Simulation (TDS) pada software simulasi. Selanjutnya, pada tugas akhir kali ini, telah berhasil didapatkan CCT pada masing-masing bus yang telah dipilih dan didapati bahwa terdapat lima lokasi yang memerlukan rekomendasi setting proteksi setelah dibandingkan dengan nilai CCT yang diperoleh.
Studi Kestabilan Sistem Kelistrikan Kalimantan-Jawa 500 kV AC/DC Menggunakan Analisis Modal Heryanto Hartra M M; Ardyono Priyadi; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.6 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kebutuhan energi yang terus meningkat tiap tahunnya. Kalimantan merupakan salah satu pulau yang berada di Indonsesia yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan industri. Pada Perencanaan pengembangan sistem kelistrikan dibutuhkan analisis untuk menentukan kelayakan performa sistem. Pada penelitian ini dibahas small signal stability untuk sistem kelistrikan Kalimantan dengan backbone 500 kV AC yang menghubungkan Kalimantan Barat (Sei Raya, Ketapang), Kalimantan Timur (Bontang, Samarinda, Balikpapan), Kalimantan Utara (Tanjung Redeb), Kalimantan Selatan (Banjarmasin) dan Kalimantan Tengah (Sampit, Palangkaraya) dengan menggunakan Analisis Modal dari skenario sistem kelistrikan Kalimantan yang mengirimkan daya sebesar 1 GW menuju Jawa dengan jarak 500 km menggunakan sistem transmisi HVDC Monopolar 500 kV. Analisis Modal memberikan informasi tentang eigenvalue, mode shape, dan participation factor. Sistem dikatakan stabil jika seluruh nilai eigenvalue bernilai negatif, jika terdapat satu saja nilai eigenvalue positif sistem dikatakan tidak stabil. Pada penelitian ini didapatkan seluruh nilai eigenvalue bernilai negatif. Pada tahun 2029 didapatkan nilai eigenvalue yang kritis dengan nilai -0,08468 ± j3,97306 dan damping ratio sebesar 2,131% dengan mode osilasi interarea yang meliputi ketiga area yang ada di Kalimantan. Dengan nilai eigenvalue yang diperoleh tiap tahunnya dari tahun 2023 sampai tahun 2050 menunjukan nilai eigen value stabil dan menyatakan sistem kelistrikan Kalimantan layak dari sisi small-signal stability.
Analisis Kestabilan Pada Sistem Transmisi Kelistrikan Kalimantan500kV AC/DC Menggunakan Analisis Modal Gita Dwipermata Sari; Ardyono Priyadi; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.214 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang masih membutuhkan daya listrik sampai waktu mendatang. Seperti Pulau Kalimantan yang menjadi salah satu pulau yang mempunyai peran penting pada perekenomian Inodnesia sehingga daya listrik di Pulau Kalimantan juga akan terus bertambah sehingga direncanakan penambahan saluran transmisi 500kV AC/DC mulai tahun 2027-2050. Maka dari itu, diperlukan studi stabilitas daya pada bus 500kV AC/DC untuk penambahan pembangkit baru agar beban yang dibutuhkan tetap tersedia serta keseimbangan kapasitas sistem tetap stabil. Bus AC digunakan untuk transfer daya dari Kalimantan Timur dan Utara ke Kalimantan Selatan. Bus DC untuk transfer daya dari Kalimantan Selatan dan Tengah menuju Kalimantan Barat. Studi stabilitas daya pada sistem ini menggunakan metode Analisis Modal. Hasil simulasi akibat penambahan beban dan pembangkitan daya setiap tahun diperoleh eigenvalue yang mempunyai nilai -0,081+j4,669, frekuensi 0,743 Hz dan rasio redaman 1,7%.
Analisis Stabilitas Sistem Kelistrikan Kalimantan dan Jawa 500 kV DC Menggunakan Time Domain Simulation Gladi Samodra; Ardyono Priyadi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.342 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdri dari lima pulau besar dan pulau-pulau kecil kurang lebih 17.000 yang tersebar. Pulau Kalimantan (Indonesia) memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Seiring bertambah beban listrik di Kalimantan setiap tahun, maka pemerintah dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan perancangan penambahan sistem kelistrikan Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan mentransfer daya listrik ke Jawa melalui Backbone HVDC (High Voltage DC) 500 kV, sehingga rasio elektrifikasi dapat ditingkatkan. Backbone HVDC 500 kV menghubungkan sistem kelistrikan di area Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur (Gresik). Penelitian ini membahas tentang kestabilan sistem HVDC 500 kV akibat dari gangguan hubung singkat saluran dc ke tanah yang menghasilkan perubahan tegangan maksimal 2,5% dan frekuensi sebesar 0,2%,. Analisis kestabilan sistem kelistrikan HVDC menggunakan metode Time Domain Simulation (TDS).
Evaluasi Setting Waktu Rele Pengaman di PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap dengan Mempertimbangkan Transient Stability Assesment Fahmi Nurfaishal; Dr. Eng. Ardyono Priyadi, ST., M.Eng; Dr. Ir Margo Pujiantara, MT
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.523 KB)

Abstract

Sistem kelistrikan PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, yang umumnya memiliki banyak aktivitas pengolahan bahan bakar minyak, dimana besarnya beban di supply oleh beberapa generator yang bekerja pararel bersama. Kestabilan transient pada sistem tersebut memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan operasinya, karena belum tentu sistem tersebut mampu mempertahankan kestabilannya dari adanya gangguan. Gangguan transient sendiri dapat mempengaruhi kestabilan pada sudut rotor, frekuensi maupun tegangan pada sistem dan bisa berujung pada lepasnya sinkronisasi generator, sehinga perlu ditentukannya waktu kritis pemutusan / Critical Clearing Time (CCT) melalui Transient Stability Assesment. CCT merupakan waktu kritis pemutusan yang diperbolehkan untuk menghilangkan gangguan, nilai CCT didapat berupa batas kondisi stabil dan batas kondisi tidak stabil sistem, dengan melihat respon perubahan sudut rotor generator ketika terjadi gangguan. Nilai CCT yang didapat akan dibandingkan dengan setting rele pengaman eksisting PT. Pertamina RU IV Cilacap, yang selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan resetting rele pengaman yang sesuai.
Perbaikan CCT Pada Multi Machine Infinite Bus Dengan Supercapacitor Energy Storage Menggunakan Critical Trajectory Talitha Puspita Sari; Rafin Aqsa Izza Mahendra; Ardyono Priyadi; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.827 KB)

Abstract

Kestabilan transien merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kontinuitas dari suatu sistem tenaga listrik apabila terjadi gangguan besar secara tiba-tiba. Namun, terdapat keterbatasan waktu operasi dari suatu sistem proteksi untuk mengisolasi gangguan sebelum sistem menjadi tidak stabil dan lepas sinkronisasi. Critical Clearing Time (CCT) adalah batasan waktu yang diperbolehkan untuk mengisolasi suatu gangguan untuk membuat sistem menjadi stabil. Untuk meningkatkan kestabilan sistem, memasang Supercapacitor Energy Storage (SCES) merupakan salah satu metode untuk memperpanjang nilai CCT. SCES dapat menyerap dalam jumlah besar dalam waktu yang cepat ketika terjadi gangguan. Penelitian ini mengusulkan identifikasi dari efek kontrol SCES dalam memperpanjang nilai CCT. SCES seolah-olah menjadi beban sesaat dan memperpanjang nilai CCT bergantung dari kemampuan kontroler dalam merespon gangguan. Pemodelan kontrol diaplikasikan dalam SCES yang terpasang pada salah satu bus generator dengan kapasitas yang telah ditentukan. Modified Fouad dan Anderson 3-machine 9-bus dengan single machine to infinite bus digunakan untuk memvalidasi metode yang disusulkan. Selain itu, metode critical trajectory yang mana diketahui memiliki kecepatan hitung yang lebih cepat dan memiliki keakuratan lebih baik dibandingkan metode Time Domain Simulation (TDS) digunakan untuk mendapatkan nilai CCT. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan kontrol yang lebih cepat ketika terjadi gangguan, maka nilai CCT pada sistem yang dihasilkan akan menjadi lebih tinggi. Nilai kenaikan tertinggi terjadi ketika kontroler bekerja pada saat 0.001 detik.
Efek Penambahan SCES Pada Sistem Multimesin dengan Damping dan Kontroler Berdasarkan Metode Critical Trajectory Ardyono Priyadi; Nazila Iyyaya Fariha; Talitha Puspita Sari; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.633 KB)

Abstract

Tujuan utama dari studi kestabilan transien adalah untuk memastikan bahwa sistem dapat mempertahankan sinkronisasinya pada kondisi transien. Kestabilan transien dapat dievaluasi menggunakan metode critical trajectory, dengan cara menghitung Critical Clearing Time (CCT). Salah satu keuntungan menggunakan metode critical trajectory adalah nilai CCT diperoleh secara langsung dan dapat memberikan nilai yang lebih akurat dari metode time domain simulation. Pada penelitian kali ini, diusilkan penambahan Supercapacitor Energy Storage (SCES) dan damping untuk memperbaiki kestabilan transien pada sistem multi mesin. SCES adalah sebuah alat penyimpan energi listrik yang dapat menyimpan dan menyuplai listrik dalam jumlah besar secara cepat, sedangkan damper winding dapat meredam osilasi ketika kondisi unstable steady state. Dengan adanya penambahan SCES dan damping pada sistem, kestabilan akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Kestabilan sistem ditunjukkan dengan meningkatnya nilai CCT. Sistem multi mesin yang terhubung dengan infinite bus digunakan untuk melakukan validasi metode yang diusulkan. Selain itu, test system juga mencakup Automatic Voltage Regulator (AVR) dan governor.
Perbaikan Nilai CCT Menggunakan SCES Berdasarkan Critical Trajectory Dalam Sistem Multimesin Dengan Damping Ardyono Priyadi; Risqiya Maulana; Talitha Puspita Sari; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.209 KB)

Abstract

Kestabilan adalah salah satu aspek penting dalam sistem kelistrikan. Ketika terjadi gangguan, sistem kelistrikan harus diamankan oleh sistem pengaman. Analisa kestabilan sistem tenaga juga diperlukan dalam mengamankan sistem. Critical Clearing Time (CCT) adalah waktu maksimum bagi sistem pengaman untuk mengisolasi gangguan sebelum hilang sinkron. Sistem dapat kembali ke kondisi stabil ketika gangguan diisolasi sebelum nilai CCT. Salah satu metode untuk meningkatkan stabilitas sistem tenaga adalah meningkatkan nilai CCT. Supercapacitor Energy Storage (SCES) dan damper winding dapat digunakan untuk memperpanjang nilai CCT. Damper winding akan meredam osilasi saat terjadi gangguan pada sistem. Sedangkan SCES adalah perangkat yang mampu menyimpan dan melepaskan energi secara cepat. Selain itu, metode critical trajectory digunakan untuk menghitung CCT. Selanjutnya, IEEE Fouad-Anderson 3 Generator-9 Bus digunakan untuk memvalidasi metode yang diusulkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem stabilitas meningkat dengan menggunakan SCES dan damping dalam sistem.
Co-Authors A.A Ngurah Amrita Adhi Kusmantoro Adi Soeprijanto Adi Soepriyanto Akbar Swandaru Almira Atha Nurhasyimi Almira Atha Nurhasyimi Anam, Sjamsul Andi Setiawan Andi Setiawan Aprilia Rahmayanti Aprilia Rahmayanti Aqsa Izza Mahendra, Rafin Arief Riambodo Ariq Arsya Nanda Arwindra Rizqiawan Asadulloh, Latief Ni'am Bernandus Anggo Seno Aji Bima Mustaqim Budiharto, Vita Lystianingrum Chandra Agung Ramadhan Daya Juang Mahaputra Diah Puspito Wulandari Dimas Anton Asfani Dimas Fajar Uman Putra Dimas Fajar Uman Putra Eko Mulyanto Yuniarno Erhankana Ardiana Putra Erlan Fajar Prihatama Fahmi Nurfaishal Farah Zakiyah Rahmanti Fath, Nifty Fauzan Fakhrul Arifin Fauzan Fakhrul Arifin Fauzan Nusyura Feby Agung Pamuji Feby Agung Pamuji Gita Dwipermata Sari Gladi Samodra Hafiz Ichwanto Hafiz Ichwanto Hannan Fatoni Hery Purnomo Heryanto Hartra M M Heryanto Hartra M M I Made Yulistya Negara IBG Manuaba Imam Abadi Imam Robandi Irrine Budi Sulistiawati Isa Hafidz Iyyaya Fariha, Nazila Jaelani Putra, Riko Satrya Fajar Januarestu, Achmad Jawahir Jumaras Situngkir Laksana, Eka Purwa Lie Jasa Lystianingrum, Vita Margo Pujiantara Mauridhi Hery P Mauridhi Hery Purnomo Mauridhi Hery Purnomo Mauridhy Hery Purnomo Moch. Iskandar Riansyah Mulyanto, Edy Nazila Iyyaya Fariha Nazila Iyyaya Fariha Nova Eka Budiyanta Nurio Herlambang Oddy Virgantara Putra Ontoseno Penangsang P., Mauridhi Hery Panji Setyo Suharso Prestian Rindho Saputra Pujiantara, Margo Pujiantoro, Margo Puspita Sari, Talitha Rachma Prilian Eviningsih Rafin Aqsa Izza Mahendra Rafin Aqsa Izza Mahendra Rakaditra Astungkara Ratna Ika Putri Rezi Delfianti Riambodo, Arief Risqiya Maulana Rizky Fadhli Hasben Rony Seto Wibowo Rosmaliati, Rosmaliati Rukmana, Maman Sandy, Yusdiar Sirait, Rummi Santi Rama Sitorus, Philip Nathanael Erlangga Sjamsjul Anam Soedibyo Soedibyo Soedibyo Soedibyo Suharto Suharto Sujono Sujono Sujono Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Tegar Iman Ababil Tegar Iman Ababil Tri Arief Sardjono Tri Desmana Rachmildha, Tri Desmana Trihastuti Agustinah Vita Lystianingrum Vita Lystianingrum Wisbar, Andi Hidayah Yani Prabowo Yogadipha Bagas, I Gede Dyotha