Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

TEACHING READING BY COMBAINING INQUIRY CHART AND DICTOGLOSS STRATEGIES FOR GRADE IX AT SENIOR HIGH SCHOOL Andriyani, Siska; Sari, S.Pd., Rosi Kumala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMakalah ini bertujuan untuk membantu mengatasi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh siswa maupun guru yang ada dalam pengajaran membaca (reading) pada sekolah menengah atas (SMA). Selain itu, makalah ini juga dimaksudkan sebagai masukan ataupun pedoman bagi guru-guru bahasa inggris dalam melaksanakan pengajaran reading sehingga siswa bisa lebih memahami materi yang diberikan guru khususnya recount text.Dalam makalah ini, penulis membahas tentang bagaimana mengajar membaca melalui penggabungan Inquiry Chart strategy dan Dictogloss strategi. Dalam aplikasinya, teknik ini di awali oleh bimbingan guru, yang mana siswa di beri penjelasan tentang kedua strategy. Inquiry chart adalah membuat siswa dengan mudah memahami text melalui pertanyaan dan meningkatkan kemampuan membaca siswa dan memahami isi teks. Dictoglos strategy adalah memberi pemahaman kepada siswa tentang organisasi penggunaan bahasa didalam sebuah teks dan menemukan ide atau informasi yang di baca siswa. Selain itu, siswa di minta untuk memahami teks recount yang di berikan oleh guru sebelum siswa membaca teks tersebut berdasarkan pengalaman mereka. Tujuan dari penggabungan dua strategi ini agar siswa menjadi lebih aktif, efektif dan efisien dalam membaca. Penulis mengharapkan agar penggabungan strategi-strategi ini bisa menjadi panduan bagi guru dalam mengajar membaca.
TEACHING READING BY COMBINING CLICK AND CLUNK AND SKETCH TO STRETCH STRATEGY FOR GRADE VIII STUDENTS AT JUNIOR HIGH SCHOOL Yerniati, Nelsi; Sari S.Pd, Rosi Kumala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

        AbstractPenulisan makalah ini bertujuan untuk menambahkan pengetahuan guru dalam mengajarkan  membaca Narrative Text dan memberikan informasi tentang teknik-teknik pengajaran Reading dengan menggunakan Click and Clunk dan Sketch to Stretch strategi yang bertujuan untuk memahami narrative text untuk murid SMP ekelas VIII. Click and Clunk adalah strategi yang membantu siswa mudah untuk memahami kata-kata sulit yang ditemukan di dalam teks yang mereka baca. Strategi ini lebih mengedepankan pada aktifitas siswa dalam mendapatkan informasi yang diperoleh dari sumber bacaan. Sketch to Stretch adalah cara membuat siswa mampu menggambar apa yang mereka tulis di dalam Click and Clunk. Di dalam strategi ini siswa tidak harus menggambar dengan bagus. Perpaduan dua strategi ini sangat membantu perkembangan siswa untuk mendapatkan informasi tentang sebuah teks dan siswa juga termotifasi dalam memahami sebuah teks, dengan strategi ini juga bisa menimbulkan kreativitas siswa dalam membuat sketsa-sketsa berupa gambar sederhana  yang memotivasi mereka dalam memahami isi bacaan. Penulis juga mengharapkan agar penggabungan strategi-strategi ini bisa menjadi panduan bagi guru dalam mengajar membaca.
TEACHING SPEAKING BY COMBINING CRITICAL INCIDENT AND HOT SEATING TECHNIQUES FOR SENIOR HIGH EIGHTTH GRADE AT JUNIOR HIGH SCHOOL Eka Putra, Deta Prima; Sari, S. Pd, Rosi Kumala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKBerbicara adalah salah satu kemampuan yang sangat penting dalam belajar Bahasa Inggris. Melalui kemampuan Berbicara, siswa dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan berbagi informasi tentang sesuatu hal yang mereka ketahui dan tidak mereka ketahui. Kemudian, dengan kemampuan Berbicara, siswa dapat menyatakan ide, pendapat, komentar dan saran secara lisan. Agar informasi yang disampaikan  dapat dimengerti dengan mudah oleh pendengar, siswa diharapkan dapat Berbicara dengan lancar. Namun, ada beberapa permasalahan yang ditemukan pada siswa dalam berbicara, seperti: siswa tidak dapat berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan lancar, cara pengucapan yang belum tepat, dan siswa tidak memiliki rasa percaya diri untuk berbicara bahasa Inggris. Pada makalah ini, penulis menggabungkan dua teknik yang dapat membantu siswa untuk dapat menggunakan keterampilan berbicara Bahasa Inggris dengan lancar dan memiliki rasa percaya diri untuk berbicara Bahasa Inggris di depan kelas, dua teknik itu adalah Critical Incident dan Hot Seating Techniques. Dalam mengaplikasikan teknik ini, guru meminta siswa duduk berpasangan untuk berdiskusi tentang pengalaman menarik mereka dan menceritakan kepada siswa lainnya. Guru meminta siswa melakukan aktifitas wawancara di depan kelas sesuai dengan cerita yang mereka pilih masing-masing. Kemudian, mereka diminta menemukan informasi yang terdapat dalam cerita, seperti: tempat dan waktu kejadian. Setelah itu, siswa duduk di kursi panas yang telah disediakan di depan kelas dan siswa yang duduk di kursi panas diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pasangan-pasangan lain. Penggabungan dua teknik ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam berbicara Bahasa Inggris. Sehingga mereka memiliki rasa percaya diri untuk berbicara dalam Bahasa Inggris dengan lingkungan sekitar.
TEACHING MATERIALS IN THE TEXTBOOK ENTITLED, “WHEN ENGLISH RINGS THE BELL” FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS YEAR VII Rosi Kumala Sari
ANGLO-SAXON: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Vol 11, No 2 (2020): ANGLO-SAXON: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Desember 20
Publisher : English Department, University of Riau Kepulauan, Batam,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/as.v11i2.2673

Abstract

This study was a descriptive study aimed at describing the the quality of the  textbook entitled,  “When English Rings The Bell” for Junior High School Students Year VII in providing English teaching material to improve students’ English Knowledge competence.The researcher analyse this book based on the theory from Howard and Major (2010) about good teaching material in English language teaching. The subject of this study is the textbook entitled, “When English Rings The Bell” for Junior High School Students Year VII”. The sources of data  of this study were collected by questionnaire and interview from respondents. The respondents were one english teachers from SMP 1 Padang and SMP 31  Padang.  The result of this study showed that the respondents had same perception that the quality of the textbook entitled,  “When English Rings The Bell” for Junior High School Students Year VII was poor in providing the English Teaching Material to improve students’ knowledge about WH questions.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MASYARAKAT MELALUI PROGRAM CEREAL-C (CENTRAL LEARNING ENGLISH AND LEARNING CHARACTER) Rosi Kumala Sari; Desi Andriani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2578

Abstract

Pandemi Covid-19 telah merubah proses pendidikan dunia. Guru tidak dapat bertatap muka langsung dengan anak didik. Dibatasinya ruang tatap muka antara siswa dan guru, membuat proses pendidikan hanya fokus terhadap transfer ilmu, dan sulit melakukan pendidikan karakter kepada siwa.  Hal ini mengakibatkan munculnya karakter negatif  siswa.  Fenomena ini menuntut adanya pendidikan  berkarakter secara konsisten yang dapat membina karakter siswa. Hal ini menjadi latarbelakang diadakannya pusat latihan Bahasa Inggris yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter CEREAL-C(Central Reading English and Learning  Character). Pelatihan ini dilaksanakan secara rutin 2 kali dalam seminggu selama 4 bulan. Disamping tatap muka,  siswa dibekali dengan buku kontrol karakter. Dalam pengisian buku ini, siswa dibimbing orang tua setiap harinya. Buku ini berisi tentang latihan sikap seperti disipin, bertanggung jawab, menghormati orang disekitar dan peduli lingkungan.  Terlibatkan orang tua dalam pengisian buku kontrol karakter agar dapat memonitor perkembangan karakter anak ketika melakukan aktivitas di rumah. Kemudian tim PKM juga memberikan poster-poster karakter kepada masing-masing siswa unuk memotivasi perubahan karakter positif siswa. Selanjutnya reward yang konsisten diberikan oleh tim PKM agar siswa mendapat penguatan untuk selalu mempertahankan karakter positif yang siswa lakukan. Pengabdian ini sangat mendapat sambutan baik dari orang tua. Para orang tua juga menyatakan program ini dapat membimbing siswa menguasai bahasa Inggris dasar dengan baik dan memperbaiki karakter siswa perlahan-lahan. Dari pelaksanaaan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa siswa sangat membutuhkan  tatap muka dengan guru untuk  dalam proses pembelajran. Baik dari segi transfer ilmu maupun dalam mendidik karakter siswa. Kemudian kerja sama antara guru dengan orang tua sangat dibutuhkan untuk mendorong keberhasilan siswa, baik dari segi keilmuan dan segi karakter. Selanjutnya, kemajuan keterampilan siswa selama mengikuti PKM melalui program CEREAL-C dari dosen UPI (YPTK) adalah bervariasi, dari 27 orang siswa, sebanyak 7 orang dapat meningkatkan skill bahasa Ingggris dengan sangat baik, 12 orang baik dan 8 orang cukup baik. 
Peningkatan vocabulary dan grammar bahasa inggris model cooperative script pada siswa siswi PKBM Gempita Kota Padang Rasmita Rasmita; Rosi Kumala Sari; Wienda Gusta
Indonesia Berdaya Vol 3, No 1: November 2021-January 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022175

Abstract

Persoalan yang dihadapi siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris adalah keterbatasan menguasai vocabulary dan grammar, penyebabnya adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang antusias belajar. Maka diadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat(PKM) ini, tim Dosen Bahasa Inggris UPI YPTK Padang memberikan sebuah solusi teknik pembelajaran Bahasa Inggris yaitu Model Cooperative Script. Teknik ini, siswa diberi kesempatan lebih aktif berkolaborasi dengan guru maupun temannya.  Pelaksanaan dimulai dari rapat anggota dalam memilih lokasi PKM, memilih tema, pembagian kerja tim, melakukan survey lokasi, membuat agenda kegiatan, pendataan peserta,  membuat proposal, merealisasikan kegiatan PKM sesuai dengan rencana, membuat laporan tertulis ke pihak LPPM UPI YPTK. Dalam Pelaksanaan PKM ini, instruktur yang mengajar mendistribusikan outline pengajaran kepada pihak yang mengelola PKBM Gempita. Media yang digunakan yaitu, gambar buah, benda-benda dan binatang yang ada di sekitar. Teknik yang beragam seperti permainan estafet angka, tebak kata melalui huruf acak, tebak kata melalui peragaan, metode drill dalam membuat kalimat sederhana. Proses pembelajaran yang dilakukan ini membawa hasil yang baik. Para siswa PKBM Gempita sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris, mereka tersenyum gembira dan saling berpatisipasi dalam menjawab dan menulis kosakata Bahasa Inggris di papan tulis, mayoritas siswa dapat menghapal, memahamami dan membuat kalimat Bahasa Inggris sederhana.  The problem faced by students in learning English is the limitation of mastering vocabulary and grammar. The reason is the teacher-centered learning model so that students are less enthusiastic in learning. Therefore, this Community Service (PKM) activity was held, the UPI YPTK Padang English Lecturer team provided a solution for English learning techniques, namely the Cooperative Script Model. Through this technique, students are given the opportunity to be more active in collaborating with teachers and friends. The implementation starts from a member meeting in selecting the location of the PKM, choosing a theme, dividing team work, conducting site surveys, making agendas, collecting data on participants, making proposals, realizing the activities, making the report to the LPPM UPI YPTK. In the implementation of this PKM, the instructor who teaches distributes teaching to those who manage the PKBM Gempita. The media used are pictures of fruit, objects and animals in the arounding. Various techniques such as the number relay game, guessing words through random letters, guessing words through demonstrations, drill methods in making simple sentences. The learning process carried out brought good results. PKBM Gempita students are very enthusiastic to participate in English learning, they smile happily and participate in each other in answering and writing English vocabulary on the blackboard, the main thing is that students can memorize, understand and make simple English sentences. 
Teachers’ Reinforcement on Students’ Behavior in English Teaching Process at the First Grade Sudents of SDIT Padang Islamic School in Academic Year 2018/2019 Rosi Kumala Sari
Lesson Journal: Languange, Applied Linguistics, and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jlesson.v3i1.2

Abstract

This study was a descriptive study aimed at describing the implementation of reinforcement used by English teacher to the students on the first grade of SDIT Padang Islamic School, Gunung Pangilun Padang. The subjects of this study were an English teacher and 24 students. The data of this study were collected by observation and interview. The result of this study showed that the English teacher on the first grade of SDIT Padang Islamic School, Gunung Pangilun Padang used various kinds of reinforcement such as verbal, gestural, contact, and proximity reinforcement. Positive and negative reinforcement were consisted by each of those types. For positive reinforcement, the teacher used “good, very good, well done, good enough, that‟s right, nice, smiling, nodding head, thumb up, applause, touching the students, standing next to the students, and sitting close with the students”. For negative reinforcement, the teacher used “sssst, calling students‟ name, giving warning, giving explanation, and putting forefinger in front of the lips”. Besides, the teacher also apply it enthusiasticly.
An Analysis of Reading Texts in English Textbook Based on Teachers’ Perception Mona Afersa; Desi Andriani; Rosi Kumala Sari
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 2 No. 1 (2022): Volume 2 Issue 1 April 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v2i1.1475

Abstract

This research aims to analyze reading texts in English textbooks based on teachers' perceptions. This research data were the reading texts in the student's English textbook of the 2013 curriculum for grade XI semester I. The Source of the data in this research was divided into two. First is the analysis checklist of reading texts in the students' English textbook of the 2013 curriculum for grade XI semester three analysts filled me. Two analysts are the English teachers at different schools that implement the 2013 curriculum, while the other is the researcher herself. Second is the interview with the teacher, who is also one of the analysts, to get more data about the teacher's perception of the reading texts, especially about the strength and weaknesses of the indicator. After the researcher collected and analyzed two pieces of data, she found in this research that reading texts fulfills the good criteria of reading text in terms of interest, authenticity, cultural background knowledge, text layout, text visuals, and values. On the other hand, the lexical knowledge in the reading text is not suitable for the students' level. There are many unfamiliar words found in each reading text. Then, some of the sentences are included in complex sentences that are not suitable for the students' level, especially for the second grade of senior high school students.
Peningkatan Vocabulary dan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelurahan Gunung Pangilun Melalui Media YouTube Video Rosi Kumala Sari; Desi Andriani; Fitria Ariani; Mona Afersa; Nursyahadani Putri
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v2i2.230

Abstract

Sejak pandemi Covid 19 mewabah di dunia termasuk di negara Indonesia, pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini menyebabkan tujuan pendidikan sulit dicapai, khususnya dalam membentuk karakter siswa yaitu berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan alasan ini maka tim dosen UPI YPTK tertarik membuat kegiatan pengabdian masyarakat yang fokus untuk meningkatkan vocabulary Bahasa Inggris yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter menggunakan media film berbahasa inggris yang mengandung nilai karakter di youtube. Kegiatan ini diberikan terhadap siswa SD di kelurahan Gunung Pangilun. Bimbingan Belajar dilaksanakan rutin 2 kali seminggu selama 4 bulan. Disamping tatap muka, siswa dibekali sebuah buku pegangan Bahasa Inggris yang berisikan materi dan tugas anak di rumah. Sedangkan untuk pembinaan karakter, siswa dibekali dengan buku kontrol karakter. Dalam proses tatap muka Instruktur mempertontonkan video you tube singkat berbahasa Inggris yang mengandung pesan moral/ karakter. Untuk melihat perubahan tingkah laku siswa, disiapkan buku kontrol yang diisi orang tua. Selama 4 bulan proses pembelajaran bahasa Inggris, siswa mengalami peningkatan kosakata bahasa Inggris dengan baik. Dari 27 orang siswa yang mengikuti kegiatan pengabdian ini, 9 orang siswa memperoleh peningkatan kosakata bahasa Inggris sangat baik, 8 orang siswa lebih baik, 7 orang siswa dapat menambah kosakata sesuai harapan, dan 3 orang siswa yang tidak mampu menguasai kosakata dengan baik. Sedangkan untuk pendidika karakter, sebanyak 7 orang siswa dapat berubah dengan sangat baik, 8 orang mengalami perubahan karakter lebih baik dan 10 orang belum berkembang sesuai harapan, dan 7 orang sulit untuk berubah.
Theme and Rheme of The Hare and The Tortoise with Systemic Functional Approach Dwi Megista Putri; Rosi Kumala Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tema dan rema dalam cerpen sebagai pendekatan dengan menggunakan Pendekatan Fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tema dan rema, mengklasifikasikan jenis dan komponen tema dan mendeskripsikan hubungan antara tema dan perkembangan teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diambil dari cerita The Hare and The Tortoise oleh Clarke Hutton. Beberapa teori berdasarkan Tata Bahasa Inggris Fungsional digunakan untuk menganalisis data. Temuan dari penelitian ini adalah tiga jenis tema (Topical, Interpersonal, dan Textual Theme) yang dapat ditemukan dalam data. Sedangkan komponen tema dalam kategori tema tekstual adalah conjunctive adjunct, conjunctive, structural, continuative dan conjunctive. Sedangkan untuk tema topikal, komponen tema adalah subjek dan tema topikal bertanda (adverbial as theme). Untuk mendapatkan korelasi tema dan perkembangan teks, peneliti telah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan teks cerpen. Terakhir, struktur tema dan rema klausa mengklarifikasi cerita menggunakan pola tema tetap.