Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Intervensi Non-Farmakologi untuk Gangguan Tidur pada Pasien Kanker Payudara Lasiyani, Ni Luh; Gayatri, Dewi; Pujasari, Hening
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.9307

Abstract

This research aims to determine non-pharmacological intervention strategies in treating sleep disorders in breast cancer patients. The method uses a systematic review, by identifying nursing problems faced by breast cancer survivors, determining research questions, exploring relevant research, and carrying out data extraction. The results show that there are various non-pharmacological intervention strategies for sleep disorders in breast cancer patients, both single and combination therapy. These interventions such as Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Sleep Hygiene Education (SHE), Bright Light Therapy (BLT), internet-based interventions, Acupressure, Acupuncture, Tai Chi, Dance Therapy, Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) and Yoga. In conclusion, various non-pharmacological intervention strategies can be carried out by oncology nurses independently, where each intervention has its own advantages. In its implementation to patients, should adapt to cultural backgrounds, be flexible, easy to apply, doesn’t require large costs, effective, efficient, and focuses on patient needs. Keywords: Sleep Disorders, Non-pharmacological Intervention, Breast Cancer
Intervensi Spiritual untuk Meningkatkan Kesejahteraan Spiritual Pasien Kanker Rohmawati, Dwi Asih; Afiyanti, Yati; Pujasari, Hening
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.9475

Abstract

This study aimed to explore and synthesize the scientific literature on the types of spiritual interventions that are effective in improving spiritual wellbeing in cancer patients. The method used was a systematic review through the PubMed, Science Direct, EBSCOhost and Springer Link databases using the keywords: cancer patients OR oncology patients OR patients with cancer AND spiritual interventions AND spiritual well being OR spiritual health OR spiritual healing, with inclusion criteria for cancer patients aged >18 years, January 2010 - September 2023 the selection process used the PRISMA method and the quality assessment of articles using the JBI tools RCT design. The number of initial search articles was 6725 articles with 13 articles used. The results showed that 8 spiritual interventions were found to be statistically effective in improving the mean spiritual well-being score in cancer patients. Conclusion spiritual interventions can be effective in improving spiritual well-being in cancer patients who have metastases and are in palliative care as well as those with chemotherapy. Keywords: Spiritual Interventions, Cancer Patients, Spiritual Well-Being
Hubungan antara Citra Tubuh dengan Tingkat Stress pada Mahasiswa Khairunnisa, Riana; Abdul Rahman, La Ode; Cahyantari Merduaty, Rona; Pujasari, Hening
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v5i1.1302

Abstract

Latar belakang: Citra tubuh merupakan cara pandang seseorang terhadap tubuh dan penampilannya. Berdasarkan studi sebelumnya, masalah citra tubuh masih banyak dialami oleh mahasiswa. Citra tubuh negatif menyebabkan timbulnya harga diri rendah dimana seseorang sulit untuk menerima dan percaya pada dirinya sendiri, sehingga individu lebih rentan mengalami tingkat stress yang lebih berat. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan antara citra tubuh dan tingkat stress. Metode penelitian: Menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling, dengan sampel sebanyak 198 responden mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri atas tiga bagian, yaitu karakteristik responden, kuesioner citra tubuh MBSRQ, dan kuesioner tingkat stress . Hasil penelitian: Adanya perbedaan yang signifikan pada mean 7 sub skala MBSRQ, Appearance Evaluation, Fitness Evaluation, Fitness Orientation, Health Evaluation, Health Orientation, Illness Orientation, Body Areas Satisfaction Scale) di tingkat stress rendah, sedang, dan tinggi. Selain itu, hubungan antara citra tubuh dan tingkat stress cenderung bersifat negatif atau berbanding terbalik, kecuali pada sub skala Appearance Orientation. Implikasi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian berikutnya terkait citra tubuh dan tingkat stress. Keyword : citra tubuh, tingkat stress, mahasiswa
Strategi Manajemen Shift Work Disorder (SWD) untuk Perawat Rumah Sakit: Sistematik Review Rizany, Ichsan; Handiyani, Hanny; Pujasari, Hening; Erwandi, Dadan; Wulandari, Cicilia Ika; Gayatri, Dewi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.93081

Abstract

Latar Belakang: Shift Worker Disorder (SWD) masih menjadi masalah sampai saat ini. Perkiraan prevalensi gangguan kerja shift (SWD) bervariasi antara 5 - 35,2%. Banyak dampak yang diakibatkan oleh SWD kepada perawat.Tujuan: Penelitian bertujuan melakukan analisis tentang strategi manajemen shift work disorder (SWD) untuk perawat di rumah sakit.Metode: l Desain penelitian ini adalah systematik review menggunakan diagram alur PRISMA. Peneliti menggunakan PICOs dan mencari artikel bahasa inggris yang diterbitkan dari tahun 2018 sampai dengan Maret 2023. Database yang digunakan meliputi ProQuest, MEDLINE, Embase, Scopus, PubMed, ClinicalKey Nursing, Science Direct, dan Taylor & Francis. Peneliti memanfaatkan tool Covidence untuk proses seleksi data sampai dengan ekstraksi serta menggunakan instrument the Joanna Briggs Institute (JBI) untuk mengevaluasi artikel.Hasil: Sepuluh artikel telah diidentifikasi dan dianalisis. Ukuran sampel dari studi dilaporkan berkisar dari 16 sampai dengan 4275 yang dilakukan di berbagai wilayah geografis. Perawat bisa melakukan manajemen stres, menerapkan sleep hygiene, dan terapi perilaku kognitif untuk mengurangi SWD. Manajemen jadwal dinas, dukungan social dan pengaturan cahaya lingkungan menjadi poin yang dapat diperhatikan di level organisasi oleh manajer rumah sakit dalam membantu mengurangi SWD.Kesimpulan: Strategi untuk manajemen SWD dapat melalui sleep hygiene, pengaturan cahaya lingkungan, terapi perilaku kognitif,  dukungan sosial, manajemen stres, dan penjadwalan dinas.
Continuing Professional Development (CPD) melalui Webinar dan Kompetensi Perawat Yuliana Bernadetta; Rr. Tutik Sri Hariyati; Hening Pujasari
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v6i2.4390

Abstract

This study aims to identify the competence of nurses after participating in CPD and the process of implementing CPD. The research method uses a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. The analysis results show a significant relationship between Continuing Professionalism Development (CPD) through webinars and nurse competence (p = 0.000). This study found that from the nurse's characteristics, only the level of education influenced the activities to take part in CPD through the webinar, a value of p < 0.05. In contrast, the other nurses' characteristics had no effect. In conclusion, nurse characteristics and CPD implementation activities affect the competencies obtained only by 46.4%, and factors outside of nurse characteristics influence the rest. Keywords: CPD, Nurse Competency, Webinar
Metode Blended Learning pada Pelatihan Keperawatan Azizah, Yuni; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Afriani, Tuti; Pujasari, Hening
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13420

Abstract

This study aims to see the effect of blended learning based on a literature review. The research method used in this study is using a systematic review method. Articles are taken from the EBSCOHost, ScienceDirect, and PubMed databases. Articles are collected using the following keywords: nursing competencies, nurse competencies, and blended learning. Eight articles have been selected and critically reviewed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical review guidelines. The results of this study indicate that blended learning can be an effective approach to improving various outcomes in nursing education and training, such as clinical skill competencies self-efficacy, attitude, knowledge, decision-making, critical thinking, motivation, satisfaction with learning, self-confidence of training participants. This study concludes that the blended learning method is effective for nurse education and training. Keywords: Blended Learning, Nurse Training, Nursing Education, Nurses
Program improvement kendali mutu dan kendali biaya pada pasien paliatif oleh kepala ruangan Yuvensius Pili; Roro Tutik Sri Hariyati; Hening Pujasari; Cori Tri Suryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 10 (2024): Volume 18 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i10.579

Abstract

Background: Transformation in healthcare in this digital era demands efficiency, hospitals must be able to balance between quality of service and operational costs. The healthcare sector is prone to inefficiencies such as unnecessary care, waste in healthcare, undesirable variations in clinical practice, administrative burden, fraud and abuse.  Purpose: To explore the improvement program of quality control and cost control in palliative patients by the head of the room. Method: This mini research is in accordance with the process of data collection and literature study using questionnaires, observations, interviews, and document studies. Data were analyzed using the POSAC and SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) management approaches. Results: The analysis show that there are problems of high cost, high volume and high risk in palliative patients so that it is necessary to improve the role and function of the head of the room in implementing quality control and cost control. Implementation of solutions in the form of preparation of nurse responsibility guidelines and monitoring checklists by the head of the room in quality control and cost control. Conclusion: The role of the head of the room in managing quality control and cost control in palliative patients is vital. Although there are still various challenges that hinder the optimization of services such as not yet compiled. Suggestion: Development of quality control and cost control guidelines in accordance with the needs of hospitals with a broader scope, Increasing awareness and compliance of professional caregivers to standard operating procedures in health services and services, Conducting socialization of guidelines, SOPs, checklists and tariff patterns so that all professional caregivers are exposed and have the same understanding of quality control and cost control and Quality control and cost control programs need to be used as a curriculum in health institution education and new employee orientation in hospitals.   Keywords: Improvement Program; Quality Control and Cost Control; Role of the Head of the Room.   Pendahuluan: Transformasi di bidang kesehatan era digital ini menuntut adanya efisiensi, rumah sakit harus mampu menyeimbangkan antara kualitas pelayanan dan biaya operasional. Sektor layanan kesehatan rentan terhadap inefisiensi seperti perawatan yang tidak perlu, pemborosan dalam layanan kesehatan, variasi praktik klinis yang tidak diinginkan, beban administrasi, fraud, dan penyalahgunaan.  Tujuan: Untuk mengeksplorasi program improvement kendali mutu dan kendali biaya pada pasien paliatif oleh kepala ruangan. Metode: Penelitian mini projek sesuai dengan literatur dan proses pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara serta studi dokumen. Data dianalisis dengan pendekatan manajemen POSAC dan SWOT (strengths/kekuatan, weaknesses/kelemahan, opportunities/peluang, dan rhreats/ancaman). Hasil: Ditemukan masalah high cost, high volume, dan high risk pada pasien paliatif, sehingga perlu dilakukan program improvement peran dan fungsi kepala ruangan dalam pelaksanaan kendali mutu dan kendali biaya. Implementasi solusi berupa penyusunan panduan tanggung jawab perawat dan cheklist monitoring oleh kepala ruangan dalam kendali mutu dan kendali biaya. Simpulan: Peran kepala ruangan dalam pengelolaan kendali mutu dan kendali biaya pada pasien paliatif sangat vital. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi layanan, seperti belum tersusunnya panduan dan standar operasional prosedur, serta kesulitan dalam pengelolaan sumber daya. Saran: Pengembangan panduan kendali mutu dan kendali biaya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dengan scope yang lebih luas. Peningkatan awareness dan kepatuhan profesional pemberi asuhan terhadap standar operasional prosedur dalam layanan dan pelayanan kesehatan. Melakukan sosialisasi panduan, SOP, checklist, dan pola tarif agar semua profesional pemberi asuhan terpapar dan memiliki pemahaman yang sama dalam kendali mutu serta kendali biaya. Hal ini perlu dijadikan kurikulum dalam pendidikan institusi kesehatan dan orientasi pegawai baru di rumah sakit.   Kata Kunci: Kendali Mutu dan Kendali Biaya; Peran Kepala Ruangan; Program Improvement.
Health education: Using eye masks, ear plugs, and white noise to improve sleep quality for critical patients in the ICU at Bandung City Hospital Nurhayati, Nunung; Waluyo, Agung; Kariasa, I Made; Asih, Sali Rahadi; Pujasari, Hening; Hayat, Bahrul
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v28i2.79085

Abstract

Sleep quality is an important factor in a person's physical and mental health. Noise, pain, light, and nursing activities are frequent causes of poor sleep quality in ICU patients. Nurses' knowledge is considered important in improving the quality of patient sleep, so health education is needed for ICU nurses in carrying out interventions to optimize the sleep quality of critical patients in the ICU. Eye masks, ear plugs and white noise are interventions to deal with noise and light in critical patients. This therapy aims to improve the quality of the patient's sleep. This health education is carried out to optimize the implementation of nursing care for patients in the ICU. Method: This community service method is carried out using a direct health education approach located in several hospitals in Bandung City which will be implemented during September 2024 with a total of 8 participants. The target of this health education is ICU nurses. All participants in the activity were given health education about optimizing the use of eye masks, ear plugs and white noise, the knowledge scale was measured before and after the intervention, qualitatively, the health education activities carried out ran smoothly without any obstacles, the health education carried out was able to increase the knowledge of ICU nurses significantly. with p value = <0.001. The results of this health education can increase ICU nurses' knowledge about the use of eye masks, ear plugs and white noise in improving the sleep quality of ICU patients.
Inisiasi pengelolaan alarm fatigue perawat melalui panduan manajemen alarm di ruang intensif Widyaningsih, Neni; Handiyani, Hanny; Pujasari, Hening; Masfuri, Masfuri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 11 (2025): Volume 18 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i11.507

Abstract

Background: Alarm fatigue in nurses working in intensive care units is still a critical issue and priority in patient safety. Alarm fatigue is a condition when someone becomes insensitive to safety warnings due to receiving too many alarms. Alarm fatigue can be prevented by implementing effective alarm management. On the other hand, the current implementation of alarm management is still not optimal. Head nurses play an important role in efforts to prevent alarm fatigue incidents and oversee the implementation of alarm management and need direction in its implementation in intensive care units. Purpose: To initiate alarm fatigue management for nurses through alarm management guidelines in intensive care units. Method: A case report study according to Kotter's planned change stages was conducted at the University of Indonesia Teaching Hospital on April 22 - May 24, 2024. The research process included assessment, data analysis, action plan (PoA), implementation, and evaluation. Data collection was carried out through interviews, observations, and filling out questionnaires. Results: The priority problems obtained were the suboptimal planning function related to alarm fatigue management through alarm management and implementation through Kotter's theory which had only been carried out until the third stage. Conclusion: Planned changes can be made in the implementation of implementation in solving problems. The problem found was the suboptimal function of the head of the room in alarm management in the intensive care unit. The alarm management guide that has been created is expected to prevent the occurrence of fatigue alarms in nurses and provide quality services. Suggestion: The draft guide for managing nurse fatigue alarms through alarm management can be approved by the president director and applied in services in the hospital's intensive care unit. In addition, the hospital can organize training and education for nursing staff to improve understanding of fatigue alarms, effective alarm management, and conduct periodic evaluations.   Keywords: Alarm Management; Fatigue Alarm; Intensive Care Unit; Nurses.   Pendahuluan: Alarm fatigue pada perawat yang bekerja pada ruang intensif masih menjadi masalah yang kritis dan prioritas dalam keselamatan pasien. Alarm fatigue adalah kondisi ketika seseorang menjadi tidak peka terhadap peringatan keselamatan akibat menerima terlalu banyak alarm. Alarm fatigue dapat dicegah dengan menerapkan manajemen alarm yang efektif. Di sisi lain, penerapan manajemen alarm saat ini masih belum optimal. Head nurse memainkan peran penting dalam upaya mencegah kejadian alarm fatigue dan mengawasi pelaksanaan manajemen alarm dan membutuhkan panduan dalam pelaksanaannya di ruang intensif. Tujuan: Untuk menginisiasi pengelolaan alarm fatigue perawat melalui panduan manajemen alarm di ruang intensif. Metode: Penelitian case report sesuai tahapan perubahan terencana Kotter’s, dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan, Universitas Indonesia pada tanggal 22 April – 24 Mei 2024. Proses penelitian meliputi pengkajian, analisis data, rencana tindakan/plan of action (PoA), implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengisian kuesioner. Hasil: Prioritas masalah yang didapat yaitu fungsi perencanaan belum optimal terkait dengan pengelolaan alarm fatigue melalui manajemen alarm dan implementasi melalui teori Kotters, dilakukan baru sampai pada tahap yang ketiga. Simpulan: Perubahan terencana dapat dilakukan dalam pelaksanaan implementasi dalam menyelesaikan masalah. Permasalahan yang ditemukan yakni belum optimalnya fungsi perencanaan kepala ruangan dalam manajemen alarm di ruang intensif. Panduan manajemen alarm yang telah dibuat diharapkan dapat mencegah terjadinya alarm fatigue pada perawat dan memberikan pelayanan yang berkualitas. Saran: Draft pengelolaan alarm fatigue perawat melalui manajemen alarm dapat disahkan oleh direktur utama dan diterapkan dalam pelayanan di ruang intensif rumah sakit. Selain itu, pihak rumah sakit dapat menyelenggarakan pelatihan dan edukasi bagi staf perawat untuk meningkatkan pemahaman tentang alarm fatigue, manajemen alarm yang efektif, dan melakukan evaluasi secara berkala.   Kata Kunci: Alarm Fatigue; Manajemen Alarm; Perawat; Ruang Intensif.
Kesiapsiagaan puskesmas dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada kesehatan: A systematic review Susanti, Epi; Yetti, Krisna; Pujasari, Hening; Gayatri, Dewi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 11 (2025): Volume 18 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i11.509

Abstract

Background: Climate change has the potential to significantly impact public health. Primary health facilities must be prepared to provide effective health services to address the health impacts of climate change. Purpose: To determine the preparedness of community health centers in facing climate change that has an impact on health. Method: The approach used is Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses (PRISMA). The search format using Patient, Intervention, Comparison, Outcome (PICO) was formulated to facilitate the process of searching literature from databases. The databases used are ScienceDirect, Sage Journal and Scopus from 2020-2024. Researchers use the Mendeley application to detect duplication. Results: The final search results obtained 10 articles, from these articles were obtained preparedness efforts that can be carried out by health centers through routine training, building knowledge, attitudes, and practices of health workers, and building positive perceptions about preparedness. Health centers can respond to the impacts of climate change more effectively with the support of a structured framework. Conclusion: Increasingly extreme climate change has a significant impact on public health, thus requiring better preparedness from health facilities such as community health centers.   Keywords: Climate Change; Health Centers; Preparedness.   Pendahuluan: Perubahan iklim berpotensi m.emberi dampak besar bagi kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan primer dituntut memiliki kesiapsiagaan untuk memberi pelayanan kesehatan yang efektif dalam merespon dampak kesehatan akibat perubahan iklim. Tujuan: Untuk mengetahui kesiapsiagaan puskesmas dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada kesehatan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses (PRISMA). Format pencarian dengan menggunakan Patient, Intervention, Comparison, Outcome (PICO) dirumuskan untuk memudahkan dalam proses pencarian literatur dari database. Database yang digunakan adalah ScienceDirect, Sage Journal dan Scopus dari tahun 2020-2024.  Peneliti menggunakan aplikasi Mendeley untuk mendeteksi Duplikasi. Hasil: Hasil akhir pencarian didapatkan 10 artikel, dari artikel tersebut didapatkan upaya kesiapsiagaan yang dapat dilakukan oleh puskesmas melalui pelatihan rutin, membangun pengetahuan, sikap, dan praktik tenaga kesehatan, serta membangun persepsi positif tentang kesiapsiagaan. Puskesmas dapat merespons dampak perubahan iklim secara lebih efektif dengan dukungan kerangka kerja yang terstruktur. Simpulan: Perubahan iklim yang semakin ekstrem menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, sehingga menuntut kesiapsiagaan yang lebih baik dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas.   Kata Kunci: Kesiapsiagaan; Perubahan Iklim; Puskesmas.
Co-Authors Abdul Rahman, La Ode Achir Yani Agung Waluyo Agustine Ramie Aldri Frinaldi Allenidekania Allenidekania ANDI AMALIA WILDANI Azizah, Yuni Bahrul Hayat Bahrul Hayat, Bahrul Cahyantari Merduaty, Rona Chatarina Setya Widyastuti Cicilia Ika Wulandari Cori Tri Suryani Dadan Erwandi Desnita Fitri Devi Nurmalia Dewi Gayatri Dwi Asih Rohmawati Dyah Juliastuti Elly Nurachmah Ema Hikmah Enie Novieastari Enie Novietasari Era Dorihi Kale Eric Umar Friska Friska Geri Donenberg Hana Mutiasari Hana Mutiasari Hanny Handiyani Hariyati, Roro Tutik Sri Harpendewisasmita Harpendewisasmita Hulu, Soni Roy Kurniawan I Made Kariasa Imami Nur Rachmawati Judith A Levy Juwi Athia Rahmini Kartika Mawar Sari Sugianto Keksi Girindra Swasti Khairunnisa, Riana Krisna Yetti Krisna Yetti Krisna Yetti Kristiawati Kristiawati Kuntarti La Ode Abdul Rahman Lasiyani, Ni Luh Lestari Hernawati Made Sumarwati Magdalena, Helen Mary Ellen Mackesy-Amiti Masfuri - Mayanti Mahdarsari Mikha Arisia Helen Muhamad Rofi’i Muhamad Rofi’i Muhammad Koko Hartopo Nasri, Khairul Noraliyatun Jannah Novy Helena Chatarina Daulima Nugraha, Rudi Nunung Nurhayati Nunung Nurhayati Puspita Eka Wuyung Rahma Marfiani Rahmini, Juwi Athia Ratna Sitorus Resa Ariansyah Ria Kodariah Rikumahu, Marisco Rio Verdiansyah Riska Adellia Rita Setianingrum Rizany, Ichsan Robert C Bailey Rohmawati, Dwi Asih Roro Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Ruri Wulandari Saho, Musa Sali Rahadi Asih Sari, Erna Puspita Sarma, Eva Winda Sarvita Dewi Sitta Diani Fichara Situmeang, Widiya Yulian Sri Herni Wigiarti Susanti, Epi Titin Ungsianik Tuti Afriani Uminah, Uminah Viesca Septianata Widyaningsih, Neni Wildan Wildan Yati Afiyanti Yati Afiyanti Yeni Rustina Yuliana Bernadetta Yuvensius Pili