Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pollinating insects on bitter melon plant flowers (Momordica charantia L.) Oktaviani, Oktaviani; Isnani, Desi
Agrovigor Vol 17, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v17i1.22721

Abstract

Bitter melon plant (Momordica charantia L.) is a potential commercial plant if intensively cultivated in agribusiness, this plant can be very beneficial if it produces high levels of fruit production, it cannot be separated from insect pollination activities. Insects that visit bitter melon plant flowers are actually beneficial and can be harmful. This field practice aims to determine the relationship of visitor insects associated with bitter melon flowers (M. charantia L.), by using the scan sampling method (direct observation) in the field, which counts the number of species and individual insect’s visitors then will be identified in the Plant Pest Entomology Laboratory. Observations were carried out for 5 weeks. Every week took 2 days of observation, and in those 2 days there were observations on the same day and time which was on Tuesday and Thursday at 06:00: 30 - 08:30 AM (morning) and 04:00 - 05:30 PM (afternoon). What was observed s the insects who visited the bitter melon flowers of 6 orders including Hymenoptera, Coleoptera, Thysanoptera, Lepidoptera, Hemiptera, and Araneae as well as 8 families and 12 species of the orders. Insect visitors associated with bitter melon flowers have different roles including pollinators, predators, visitors and pests. The behavior also varies, especially in taking nectar or pollen as a source of nutrition. Insect visitors associated with bitter melon flowers have different roles including pollinators, predators, visitors and pests. The behavior also varies, especially in taking nectar or pollen as a source of nutrition. Insect visitors associated with bitter melon flowers have different roles including pollinators, predators, visitors and pests. The behavior also varies, especially in taking nectar or pollen as a source of nutrition.
The Effects of Some Different Cultural Techniques on the Transmission and Infectious Development of Pepper Yellow Leaf Curl Indonesia Virus on Red Chili Suparman, Suparman; Arsi, Arsi; Pujiastuti, Yulia; Pratama, Rahmat
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i1.4259

Abstract

An experiment is conducted to investigate the effects of cultural techniques on pepper yellow leaf curl disease caused by Pepper yellow leaf curl Indonesia virus (PepYLCIV). The investigation is conducted in the area where the disease has been endemic and Bemisia tabaci is abundant. Four cultural techniques are applied in separate lands and cannot interfere with each other. The methods applied are seed treatment, intercropping, trap cropping, and physical barrier. Seeds harvested from infected plants are used for seed treatment experiments, and local farmers use commercial sources for other experiments. The results confirmed that PepYLCIV was a seed-borne virus affected by hot water treatment at 65oC for 30 minutes. Turmeric crude extract could reduce the incidence and severity of the disease. The tomato is a better intercrop than eggplant, mung bean, and soybean in reducing disease incidence, but their effects on disease severity and yield reduction were not significantly different. Basil and marigolds were better barrier crops compared to cosmos and zinnia. A 125 cm high physical barrier using 50 mesh cheesecloth could reduce the disease incidence, but not the lower ones. Under different cultural techniques, PepYLCIV causes a 40.00–52.32% chili yield reduction.
OPTIMALISASI GULMA SEKITAR TANAMAN AREN SEBAGAI PESTISIDA NABATI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Herlin, Weri; Herlinda, Siti; Irsan, Chandra; Pujiastuti, Yulia; Oktaviani, Oktaviani; Arinafril, Arinafril; Pratama, Rahmat; Susilawati, Susilawati; Sandi, Sofia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31430

Abstract

Abstrak: Gulma sering dianggap sebagai tanaman pengganggu yang menurunkan produktivitas, namun gulma mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan lainnya yang berpotensi dijadikan pestisida dan pupuk organik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada petani di Desa Tanjung Dayang Utara, Sumatera Selatan, mengenai pemanfaatan gulma sebagai bahan dasar pestisida dan pupuk nabati yang ramah lingkungan serta berbiaya rendah. Metode pelaksanaan meliputi tahapan sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 50 petani dan tokoh masyarakat mengikuti pelatihan pembuatan pestisida gulma dengan dua metode: sederhana dan ekstraksi. Evaluasi dilakukan secara berjenjang melalui diskusi pra-penyuluhan, uji praktek saat penyuluhan, dan pengamatan pertumbuhan tanaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan softskill peserta dalam pengolahan gulma hingga 75%, serta penurunan biaya pembelian pestisida dan pupuk sintetis hingga 40%. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran petani terhadap praktek pertanian berkelanjutan dan penggunaan sumber daya lokal. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat ditransfer ke petani lain sehingga berdampak lebih luas dalam mendorong kemandirian dan efisiensi usaha tani.Abstract: Weeds are often seen as nuisance plants that reduce crop productivity. However, they contain bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins, which can be utilized as natural pesticides and organic fertilizers. This community service activity aimed to educate Tanjung Dayang Utara Village, South Sumatra farmers on using weeds as eco-friendly and low-cost agricultural inputs. The program involved socialization, counseling, presentations, mentoring, and evaluation. Fifty farmers and community leaders took part in training on pesticide production using simple and extraction methods. Evaluation was conducted through pre-counselling discussions, practical sessions, and plant growth observation. The activity improved participants' skills in weed processing by up to 75% and reduced the cost of synthetic pesticide and fertilizer use by up to 40%. It also increased awareness of sustainable farming practices and encouraged the use of local natural resources. The knowledge gained is expected to be shared with other farmers, fostering a broader impact through improved self-reliance and farming efficiency.
Penerapan Pemakaian Pestisida yang Tepat dalam Mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman Sayuran di Desa Tanjung Baru, Indralaya Utara Arsi, Arsi; Sukma, Andika Tiara; SHK, Suparman; Hamidson, Harman; Irsan, Chandra; Suwandi, Suwandi; Pujiastuti, Yulia; Nurhayati, Nurhayati; Umayah, Abu; Gunawan, Bambang
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.56894

Abstract

Masyarakat di Desa Tanjung Baru merupakan masyarakat yang mayoritas pekerjaan adalah petani. Tanaman yang banyak di tanam oleh masyarakat tersebut yaitu, tanaman sayuran. Dalam budidaya tanaman sayuran ini banyak sekali permasalahan yang dihadapi. Dalam melakukan pengendaliannya menggunakan pestisida sintetik untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan organisme tersebut. Akan tetapi, masyarakat menggunakankan pestisida sintetik sering tidak sesuai ajuran yang ada pada label kemasan pestisida sintetik tersebut. Permasalahan-permasalahan ini terjadi pada pada masyarakat di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. kegiatan pengabdian ini diharapkan petani desa Tanjung Baru dapat mengaplikasikan pestisida sintetik dengan baik dan benar. Masyarakat dapat menggunakan pestisida sintetik tepat sasaran terhadap organisme yang dikendalikan di lapangan. Masyarakat dapat menggunakan dosis yang diajurkan dalam label kemasan dan tidak melakukan pemborosan dalam penggunaan pestisida sintetik. Sehingga masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dalam budidaya tanaman sayuran. Metode dalam pengabdian ini dengan melakukan kegiatan yaitu, memberikan penyuluhan tentang pemakaian pestisida yang sesuai dosis pada pertanaman sayuran, aplikasi pestisida sintetik yang tepat sasaran terhadap organisme pengganggu di lapangan dan penyuluhan bagaimana cara pengaplikasikan pestisida sintetik dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan petani sudah melakukan pengendalian sesuai dosis yang diajurkan. Hal ini setelah dilakukan penyuluhan, banyak petani melakukan penyemprotan pestisida yang tidak sesuai dengan dosis atau takaran. Setiap petani tidak lepas dengan penggunaan pestisida. Pemakaian alat pelindung masih sangat kurang sekali, petani rata-rata memakai masker sebagai alat pelindung