Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Model Pembinaan Warga Gereja Menurut 2 Tesalonika Louisa Silalahi; Saryna Natalia Purba; Agnesia C. Mahulae; Andar Gunawan Pasaribu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.454

Abstract

Pembinaan warga gereja memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat dan memperdalam iman serta komitmen rohani dalam suatu komunitas. Artikel  inibertujuan untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip pembinaan warga gereja berdasarkan surat 2 Tesalonika, sebagai panduan bagi gereja-gereja dalam membentuk komunitas yang kokoh dan penuh kasih.
MODEL PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT 1 TIMOTEUS Riski April Lumban Tobing; Sonia Putri Hutauruk; Andar Gunawan Pasaribu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.455

Abstract

Pembinaan anggota jemaat harus diarahkan pada serangkaian pengembangan yang memenuhi kebutuhan anggota jemaat sebagai individu, sebagai komunitas, sebagai lembaga atau lembaga misionaris, dan sebagai wadah gereja. Dalam pelaksanaannya dilaksanakan Church Citizenship Development (PWG) berdasarkan 1 Timotius untuk mengatasi permasalahan yang muncul di gereja Efesus (1 Timotius 1: 3).Penelitian yang penulis gunakan untuk penulisan ini melalui study kepustakaan (Library Research) dengan menganalisis berbagai sumber tulisan berupa Alkitab, Artikel, Jurnal dan Karya Ilmiah serta buku yang berkaitan dengan pokok materi yang di bahas. Moh. Nazir mendefinisikan penelitian dengan study kepustakaan merupakan sebagai suatu cara mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang ada dan mengkajinya (Nazir, 1988, 111). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis untuk pembinaan warga gereja sesuai dengan ajaran Kitab 2 Korintus. Gereja juga mempunyai kegiatan pembinaan yang berbeda dengan kegiatan pembelajaran formal bertingkat. Kedua, Pendidikan Orang Dewasa : berarti praktek pendidikan yang dilakukan dari oleh dan untuk, serta bersama orang dewasa, dengan landasan, tujuan, dan dorongan yang berlandaskan iman Kristiani. Tujuan hidup iman Kristen adalah memuliakan Allah Bapa, Putra dan Allah Roh Kudus dengan cara menjalankan kehendak Allah Tritunggal dan mengamalkan kasih terhadap sesama manusia sepanjang kehidupan Kristiani. Tujuan model Pembinaan Warga Gereja yaitu untuk mengajar, menjadi teladan dalam firman ALLAH,bertekun dan memimpin jemaat. PWG membantu umat paroki dan anggota gereja mengenali dan menerapkan iman Kristen dalam kehidupan mereka sehari-hari. Maitimoe (1983: 17) mengatakan: Sikap dan pemahaman yang menghargai pekerjaan Roh Kudus berarti bahwa upaya peningkatan jumlah umat Kristiani baru atau gereja baru tidak dapat menggantikan pekerjaan Roh Kudus. Pengembangan komunitas gereja (PWG) dalam 1 Timotius dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam gereja di Efesus (1 Timotius 1: 3). Ajaran Kristen 1 Timotius 4: 11-16 mengajarkan bagaimana setiap gereja harus mengadakan pelatihan untuk menjadi teladan yang baik. Keteladanan hidup harus menjadi prinsip bagi setiap orang. Artinya, Anda harus menjadi teladan bagi orang lain. Kehidupan yang patut diteladani harus selalu bersinar selaras dengan Firman Tuhan. Model keanggotaan gereja dalam buku ini dirancang untuk mengajarkan Firman Tuhan, memimpin dengan memberi contoh, dan dengan sabar memimpin gereja.
MODEL PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT KITAB 2 TIMOTIUS Gusti Wanlinga Tamba; Ingot Situmorang; Helen Siburian; Andar Gunawan Pasaribu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.458

Abstract

Artikel ini membahas tentang model pembinaan warga gereja menurut kitab 2 timotius. Adapun tujuan dari penelitian  ini untuk menegtehui bagaimana pembinaan yang dilakukan timotius terhadap jemaat efesus yang saat itu banyak mengalami massalah di efesus, termasuk guru guru yang korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang obyek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan.
MODEL PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT KOLOSSE Marta Ragillia Simanjuntak; Irawati Adelia Br Sianturi; Rani Apriana Purba; Andar Gunawan Pasaribu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.492

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana Surat Paulus kepada jemaat Kolose memberikan pemahaman umum tentang teologi untuk membantu pembacanya menemukan manusia yang asli dan kematangan spiritual yang selaras dengan keinginan Tuhan untuk umat-Nya, yang memberikan penghakiman yang adil dan bijaksana. Dia mengirimkan Anak-Nya untuk mewujudkan perdamaian. Yesus mengatasi dosa manusia dengan mati di kayu salib agar umat-Nya dapat hidup dalam kehidupan yang benar. Mereka menunjukkan hal ini dengan menunjukkan iman mereka dan dibaptis di dalam Yesus Kristus.Paulus pada dasarnya ingin mengungkapkan pemahamannya tentang beberapa tema teologi terpenting. Salah satunya ditujukan kepada gereja. Roh Kudus dan gereja meninggalkan indikasi yang dapat membantu kita memahami cara memasukkan pesan teks lama ke dalam kondisi saat ini.Paulus mengatakan bahwa dia ingin suratnya dibaca di dalam gereja (4:16). Ini juga mengingatkan gereja bahwa gereja tidak dapat memahami surat-surat Paulus secara lengkap.Setiap orang Kristen yang dewasa bertanggung jawab atas iman yang mereka anut. Namun, kebenaran Kristen tetap milik bersama. Paulus menulis surat ini untuk memastikan bahwa jemaat di kolose adalah warga Kerajaan Allah; tidak ada keraguan bahwa pernyataan ini menjadi bukti iman kepada Kristus. Paulus juga mengatakan bahwa gereja adalah tubuh Kristus dan memiliki tanggung jawab untuk bersaksi tentang Kerajaan Allah bagi semua orang.
MODEL PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT KITAB YAKOBUS Sogiato Cibro; Juli yanti Sinaga; Emi Manik; Giovani Lubis; Duma Priscila; Andar Gunawan Pasaribu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pedoman kehidupan beragama yang terdapat dalam kitab Yakobus dengan memahami model pembentukan anggota gereja yang terdapat dalam kitab Yakobus.  Hubungan antara model persekutuan gereja dan kehidupan manusia menuntun kita untuk mempertimbangkan berbagai aspek ajaran  Yakobus, seperti pengendalian diri pelayanan kepada sesama, dan ketaatan pada Firman Tuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif.  Yakobus 1:12-15 adalah ayat dalam Alkitab yang mengulas makna pencobaan dan dampaknya terhadap pelayan Tuhan di era modern. Ayat tersebut menggarisbawahi bahwa pencobaan adalah bagian dari kehidupan, yang dapat menguji iman dan karakter seseorang. Hubungan antara model persekutuan gereja dan kehidupan manusia menuntun kita untuk mempertimbangkan berbagai aspek ajaran  Yakobus, seperti pengendalian diri, pelayanan kepada sesama, dan ketaatan pada Firman Tuhan.
MODEL PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT KITAB LUKAS Melinda Tambunan; Jocky Hutabarat; Lamria Sinaga; Andar Gunawan Pasaribu
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v1i1.398

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pembinaan bagi warga gereja pada masa sekarang. Dalam kitab Lukas pembinaan warga gereja difokuskan kepada orang miskin, orang pinggiran, orang-orang terlantar, kepada golongan lemah dan kepada golongan yang tidak diperhitungkan. Pembinaan warga gereja dalam kitab Lukas melibatkan pengajaran-pengajaran firman Tuhan, pemberitaan injil, dan dorongan untuk hidup dalam kasih dan pelayanan seperti yang diajarkan Yesus. Dimana dengan adanya Pembinaan Warga Gereja (PWG) diharapkan jemaat dapat dibimbing, diarahkan, dididik, dan diajar agar dapat menjadi jemaat yang bertumbuh dan berkembang secara rohani dalam menghadapi tantangan zaman. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif melalui penelitian kepustaan (Library research) dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan pokok materi yang di bahas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model pembinaan warga gereja yang baik menurut kitab Lukas yaitu gereja dapat menjadi tempat pertumbuhan spritual yang berkelanjutan bagi setiap anggotanya. Adapun model pembinaan warga gereja menurut kitab Lukas yaitu model teladan, lewat penginjilan/pengajaran serta lewat pelayanan sosial.
Encounter of Hybrid Learning: Design in Religious Moderation Learning Andar Gunawan Pasaribu; Roy Charly H. P. Sipahutar; Eduward H. Hutabarat
the International Journal of Education, Theology, and Humanities Vol. 1 No. 1 (2021): December 2021
Publisher : LPPM IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The parties in Indonesia are increasingly aware that exclusivity harms diversity, a breakthrough is needed that can bridge differences, especially in senior high school (SMA) in North Tapanuli Regency. Efforts have been made for this, for example with the encounter learning method for learning religious moderation, but this method cannot always be implemented due to various factors so that the results are not very effective, especially in developing the value of religious moderation among students. To obtain representative research data, this study uses the Research and Development (R & D) method. The purpose of this research is to produce a learning design of Encounter of Hybrid Learning that can be applied in a senior high school environment. From this study, it was found that the learning design of Encounter of Hybrid Learning was able to overcome the inhibiting factors that could not be answered in the learning encounter method but was able to foster the value of religious moderation among students.
Anticipation of Normal Asthenia Syndrome of Faith in Congregation: Implementation of Psalm 4:1-9 Rosmey Meriaty br. Sormin; Naomi Sirait; Andar Gunawan Pasaribu
The International Conference on Education, Social Sciences and Technology (ICESST) Vol. 3 No. 1 (2024): The International Conference on Education, Social Sciences and Technology
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/icesst.v3i1.387

Abstract

The Asthenia Syndrome Normality (ASN) of Faith is a phenomenon of weakness and fatigue in the realm of faith. Normal faith asthenia syndrome can evolve into abnormal forms. The research method employed is qualitative, drawing from literature on asthenia. The proposed developmental model is the "Christ's face radiance" model. Anticipatory steps for ASN involve: "eyes" radiating to signify the activity of reading the word of God, "face" turning towards God, and "path" indicating the journey of life lived with faith and hope.
Pengaruh Penggunaan Model Problem Based Learning Terhadap Minat Belajar PAK Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2022/2023 Jodi Andreas Manullang; Andar Gunawan Pasaribu; Robert K.A Simangunsong
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v1i4.220

Abstract

The research aims to determine the positive and significant influence of using the problem based learning model on the interest in learning PAK of class VIII students at SMP Negeri 1 Sipoholon for the 2022/2023 academic year. The research hypothesis is that there is a positive and significant influence between the use of the problem based learning model on the interest in learning PAK of class VIII students at SMP Negeri 1 Sipoholon for the 2022/2023 academic year. This research is a regression research using Descriptive and Inferential Statistics techniques. The population of all class VIII students at SMP Negeri 1 Sipoholon who are Protestant Christians is 190 people. Random sampling (random sampling) is 25% of the total population, namely 48 people. The research instrument is a closed questionnaire. From the determination coefficient test, the value r2 = 0.2520 is obtained. From the determination value (r2), it can be seen that the percentage of influence between the use of the problem based learning model on the interest in learning PAK of class VIII students of SMP Negeri 1 Sipoholon for the 2022/2023 academic year is 25.20% and 74 .80% is influenced by other factors as explained in the literature review, namely factors in the school environment, factors in the home environment, factors in the community environment. The results of the analysis requirements obtained the value rxy=0.502>rtabel=0.284 and tcount=3.937>ttable=2.021, indicating that there is a relationship between the use of the problem based learning model and students' interest in learning PAK and obtaining the regression equation. Hypothesis testing obtained Fcount=52.15>Ftable=3.23, so H0 is rejected and Ha is accepted. The research concluded that there was a positive and significant influence between the use of the problem based learning model on the interest in learning PAK of class VIII students at SMP Negeri 1 Sipoholon for the 2022/2023 academic year of 25.20%.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2022/2023 Pebriana Harianja; Andar Gunawan Pasaribu; Johari Manik; Meditatio Situmorang; Risden Anakampun
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v1i4.225

Abstract

The aim of this research is to determine the positive and significant influence of the Problem Based Learning (PBL) learning model on the learning motivation of Christian Religious Education and Character in Class X SMA Negeri 1 Pagaran for the 2022/2023 Academic Year. The method used in this research is descriptive quantitative. The population is all classes Data was collected using a positive closed questionnaire totaling 36 items, of which 15 questionnaire items were for variables Christianity and Characteristics of Class Thus it is known that there is a positive relationship between variables b) Regression coefficient of determination test (r2) = 24.3%. 3) Test the hypothesis using the F test to obtain Fcount > Ftable=(a=0.05, dk numerator k=15, dk denominator=n-2=42-2=40) namely 12.83 > 1.92. Thus Ha is accepted and H0 is rejected where F calculated is greater than F table, then there is a positive and significant influence between the Problem Based Learning (PBL) learning model on the learning motivation of Christian Religious Education and Character of Class X SMA Negeri 1 Pagaran in the Learning Year 2022/2023 amounting to 24.3%.
Co-Authors Adiani Hulu Agnesia C. Mahulae Agustina Ropelita Silaban Andrianus Nababan Angelia Merry Christanti Hutabarat Arneta Bunga Ria Siahaan Arnold Petrus Sihombing Ayu Allyssa Puteri Pasaribu Bonatua L. Siantar Daniel SimanjuntakAndar Debby Hutabarat Duma Priscila Eduward H. Hutabarat Eka Yolanda Siregar Ellida Lusiva Hasugian Elsa Yulinarda Yahya Nainggolan Elsina Sihombing Emi Manik Erman Saragih Ester Iren Elisabet Situmorang Eunike Clarisa Nababan Ezra S.G Siburian Friskila Sitanggang Giovani Lubis Gusti Wanlinga Tamba Hasudungan Simatupang Helen Siburian Ingot Situmorang Irawati Adelia br sianturi Jocky Hutabarat Jodi Andreas Manullang Johari Manik Juli yanti Sinaga Jungjungan Simorangkir Kharista Hany Frikana Purba Kristin Manik Kristina Mendrofa Lamria Junita Sihombing Lamria Sinaga Lince Sihombing Lisdayani Simamora Louisa Silalahi Malani Simanungkalit Maria Best Napitupulu Marice Simamora Marta Ragillia Simanjuntak Meditatio Situmorang Melinda Tambunan Naomi Sirait Netti Lorensia Turnip Oktober Tua Aritonang Pebriana Harianja Rani Apriana Purba Ridho Bermantio Sirait Rimhot Maruli Tua Sinaga Risden Anakampun Riski April Lumban Tobing Robert K.A Simangunsong Rosmey Meriaty Br. Sormin Rosmey Meriaty br. Sormin Roy Charly HP Sipahutar Saryna Natalia Purba Selvia Marpaung Sentikhe Tumanggor Serru Tumangger Sogiato Cibro Sonia Putri Hutauruk Sri Rajagukguk Sudirman Lase Sweet Tri Sonya C. Hutajulu Ulima Sitohang Wilson Simanjuntak Windy Noviana Margaretha Sitorus Yesiana Simarmata Yesika Lumian Sinaga Yuli Arta Simbolon Zainal Sihombing