Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Melalui Fun Games dan Deteksi Dini Gangguan Kejiwaan di kabupaten Lamongan Priambodo, Anung; Indriarsa, Nanang; Wibowo, Sapto; Dinata, Vega Candra; Ristanto, kolektus Oky
Laksana Olahraga Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 01, Nomor 01, 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/laksanaolahraga.v1i1.50110

Abstract

The COVID-19 pandemic in Indonesia, which has been experienced since March 2020, has brought about changes in people's lives in all fields, including education. Fun education with various interactions between friends, teachers and educational media must be replaced by distance learning (PJJ) or home learning (BDR). This condition not only has a positive impact, but also a negative impact, especially when many students experience boredom, anxiety, depression, longing for schoolmates, and also worry because of the economic conditions of families affected by the co-19 pandemic. The conditions mentioned above will greatly affect the mental health of students. But unfortunately, many teachers are less sensitive and concerned about the various negative excesses that students experience while participating in online learning. Often many teachers, parents and the community only pay attention to physical symptoms that are disturbed, but symptoms of potential psychiatric disorders are sometimes ignored. A new mental health problem becomes a problem when it has an impact on physical health or when deviant behavior arises. This training emerged as a form of solution to support students' mental health through fun games and early detection of mental disorders.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA & KESEHATAN KABUPATEN BANYUWANGI Febriyanti, Irma; Mahardika, I Made Sri Undy; Jayadi, Ika; Dewi, Ratna Candra; Ristanto, Kolektus Oky; Wicahyani, Sri
Laksana Olahraga Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 02, Nomor 01, 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/laksanaolahraga.v2i01.58293

Abstract

Abstract: First Aid is the first method of providing assistance to people who have had an accident, injury, or illness. Sports injuries can occur due to trauma, force, technical errors, physical limitations, and sports equipment. Sports injuries involve tears in soft tissue such as fascia, muscle fibers, and ligaments. Teachers must have first aid knowledge and skills to deal with these incidents to minimize the increase in the severity of injuries. The method used in this activity is training with demonstrations and discussions as well as practical assistance. Community service activities were carried out in Banyuwangi Regency, with participants being physical education, sports, and health teachers. Through this activity, the Faculty of Sports & Health Sciences at Universitas Negeri Surabaya can provide positive use value in the form of service activities to improve human resources and partners. Participants' responses regarding the implementation of activities had an average rating of 4.4. Keywords: training; first aid; physical education teacher Abstrak: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) merupakan cara pertama pemberian pertolongan kepada orang yang mengalami kecelakaan, cedera, terluka atau sakit. Cedera olahraga dapat terjadi karena faktor trauma, ruda paksa, kesalahan teknik, keterbatasan fisik dan alat olahraga. Cedera olahraga berupa robek pada jaringan lunak seperti fascia, serabut otot dan ligamen. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama sehingga mengatasi kejadian tersebut untuk meminimalisir bertambanya tingkat keparahan cedera. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dengan demonstrasi dan diskusi serta pendampingan praktik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi dengan peserta guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya dapat memberikan nilai guna yang positif dalam bentuk kegiatan pengabdian untuk meningkatan sumber daya manusia dan mitra. Respon peserta terkait pelaksanaan kegiatan yaitu dengan rata-rata penilaian 4.4 dari rentang 0-5. Kata Kunci: pelatihan; pertolongan pertama; guru pendidikan jasmani
Transformasi Persepsi Guru PJOK terhadap E-Sport dalam Konteks Pendidikan Jasmani Ristanto, Kolektus Oky; Fithroni, Hijrin; Asteria, Prima Vidya
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 6 No. 1 (2025): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v6i1.1107

Abstract

E-sport telah menjadi perhatian utama karena aktivitasnya meningkat pesat di kalangan remaja. Namun, kehadirannya dalam sistem pendidikan, terutama dalam PJOK, masih diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru PJOK memaknai e-sport dalam konteks pembelajaran. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi pengetahuan guru tentang e-sport, persepsi mereka terkait e-sport sebagai olahraga, nilai edukatif yang mungkin terkandung di dalamnya, potensi risiko, serta strategi implementasi yang relevan di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap sampel guru PJOK SMA Negeri di Mojokerto. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi-terstruktur, sementara analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik Braun dan Clarke. Analisis data hasil wawancara dalam penelitian ini di analisis menggunakan program atlas.ti. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: tingkat literasi guru tentang e-sport, perdebatan tentang legitimasi e-sport sebagai olahraga, peluang pengembangan karakter melalui e-sport, kekhawatiran terhadap kecanduan dan minimnya aktivitas fisik, serta alternatif strategi integrasi e-sport dalam pembelajaran maupun ekstrakurikuler. Kesimpulan menunjukkan bahwa guru pada umumnya melihat e-sport memiliki potensi edukatif, tetapi tidak layak dijadikan bagian inti kurikulum PJOK. Sebaliknya, e-sport lebih tepat difasilitasi sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan pengawasan yang kuat. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan kurikulum dan pelatihan guru dalam menghadapi transformasi digital di sekolah
Pelatihan Keterampilan Konten Digital Bagi Pelajar di Sma Negeri 1 Menganti Prabayanti, Herma Retno; Rhesa, Nur Salsabila; Ristanto, Kolektus Oky
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38424

Abstract

Pelatihan keterampilan konten digital bagi siswa di SMA Negeri 1 Menganti merupakan upaya untuk meningkatkan literasi digital dan pemahaman tentang konten digital di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar, strategi, serta tren terbaru dalam industri konten digital. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung dalam menciptakan serta mempromosikan konten digital. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan mampu memahami makna serta pentingnya keterampilan konten digital. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan wawasan dan keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan digital siswa, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap branding dan pemanfaatan media sosial di kalangan generasi muda. Dan siswa dapat mempunyai keterampilan baru baik softskill dan hardskill yaitu konten digital (content creator) untuk mengahadapi era revolusi 4.0.
Smart and Healthy Generation: Sexuality Education and Health Check-Up with Garuda Parang Catholic Junior High School Students in Magetan Ristanto, Kolektus Oky; Putri, Cicilia Deandra Maya; Titaley, Audrey Gabriella; Putri, Maria Mediatrix Andita Garindra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 9 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i9.262

Abstract

The community service program "Smart and Healthy Generation: Sexuality Education and Health Check-Up with Garuda Parang Catholic Junior High School Students in Magetan" was implemented to address the need for improved reproductive health literacy and healthy lifestyle behaviors among early adolescents. Adolescents at the junior high school level are in the pubertal phase, characterized by significant physical, emotional, and social changes, and thus require a comprehensive understanding of sexuality, reproductive health, and the prevention of risk behaviors. However, research shows that the level of sexual literacy among Indonesian adolescents is still low, while access to inaccurate information from digital media is increasing. Therefore, appropriate and adolescent-friendly educational interventions are urgently needed to support the development of healthy and responsible behaviors. This activity aims to: (1) increase students' understanding of healthy sexuality, puberty, boundaries, and sexual violence prevention; and (2) conduct basic health checks, including nutritional status, blood pressure, and personal hygiene. The activities include interactive lectures, group discussions, and health checks by medical personnel and educators. The program results showed an average 32% increase in students' knowledge based on pre-tests and post-tests, an increase in positive attitudes toward healthy behaviors, and initial findings of actionable health conditions such as mild anemia and unhealthy body mass index. These findings are consistent with previous studies confirming that participatory health education is effective in improving adolescent health literacy.