Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN DELAPAN GALUR F6 KAPAS (Gossypium hirsutum L.) SERAT WARNA COKLAT Muhammad Triant, Wahyu Nur; Purnamaningsih, Sri Lestari; Respatijarti, Respatijarti; Sulistyowati, Emy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapas (Gossypium hirsutum L.) merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Sebagian besar permintaan serat oleh industri Tekstil dan Produk Tekstil  >99% bahan baku berupa serat masih di impor dari negara-negara penghasil serat (BPS, 2010). Kelebihan kapas serat warna coklat yaitu warna seratnya bisa lebih tahan terhadap pencucian, tidak mudah pudar oleh sinar ultra violet, dan tidak memerlukan proses pewarnaan secara kimia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2012 di kebun percobaan Karangploso, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 8 galur F6 dengan 2 (dua) ulangan. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah cabang vegetative, generative, bulu daun, jumlah buah, panen dan potensi hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 galur yang diuji tidak memberikan perbedaan pada tinggi tanaman, jumlah cabang vegetatif, dan generatif.  Perbedaan nyata terdapat pada jumlah buah, bulu daun dan hasil (kg/30 m2). Galur yang memiliki hasil tinggi dan berserat coklat adalah K1 (06063/3). Kata kunci: Kapas Serat Coklat, Galur F6, Sinar Ultra Violet, Tektil dan Produk Tekstil
PENAMPILAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF SERTA KEBERHASILAN PERSILANGAN PADA EMPAT VARIETAS STROBERI (Fragaria x ananassa Duch) Syahroni, Abdillah; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroberi varietas lokal batu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh varietas yang lain, yaitu aroma buah yang harum. Akan tetapi, produksi buah sedikit karena ukuran buah yang lebih kecil. Petani telah meninggalkan varietas lokal karena varietas introduksi memiliki keunggulan pada produksi dan ukuran buah yang lebih besar akan tetapi memiliki aroma buah yang kurang dibanding lokal. Pemuliaan stroberi dapat diarahkan menuju perakitan varietas stroberi berdaya hasil tinggi dan juga memiliki aroma buah yang wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan kualitatif serta kombinasi persilangan pada empat varietas stroberi. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu pada bulan September hingga Desember 2013. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu (EB) : varietas earlibrite; (SC) : varietas sweet Charlie; (CL) : varietas california; (LB) : lokal batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas lokal memiliki jumlah anakan yang lebih banyak, umur berbunga yang lebih lambat dan bobot buah yang lebih kecil daripada varietas introduksi. Varietas lokal juga memiliki aroma yang lebih harum dan kekerasan buah yang lebih lunak daripada varietas introduksi. Hasil persilangan menunjukkan rata rata keberhasilan persilangan adalah 61.84 %. Kata kunci : Varietas Lokal, Karakter Kuantitatif, Karakter Kualitatif, Persilangan
PENGARUH WAKTU PENYERBUKAN DAN PROPORSI BUNGA BETINA DENGAN BUNGA JANTAN TERHADAP HASIL DAN KUALITAS BENIH MENTIMUN (Cucumis sativus L) HIBRIDA Wijaya, Syamsu Agung; Basuki, Nur; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi benih mentimun dipengaruhi oleh waktu masaknya bunga jantan dan bunga betina. Ketersediaan bunga jantan dan bunga betina juga mempengaruhi hasil benih mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyerbukan dan proporsi bunga jantan dengan bunga betina terhadap hasil dan kualitas benih mentimun. Penelitian dilaksanakan di Desa Tumpuk, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek yang dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor 1 adalah waktu penyerbukan yang terdiri 3 level yaitu (W1) pukul 06.00-07.00, (W2) pukul 08.00-09.00, dan (W3) pukul 10.00-11.00. Faktor 2 adalah proporsi buga jantan dengan bunga betina 3 level yaitu P1 = 1 ♀ : 1 ♂, P2 = 2 ♀ : 1 ♂, dan P3 = 3 ♀ : 1 ♂. hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah panen, bobot buah pertanaman, panjang buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih pertanaman, persentase benih bernas, bobot 100 biji, keserempakan perkecambahan, dan daya kecambah. Proporsi bunga jantan dengan bunga betina menunjukkan pengaruh nyata terhadap bobot buah pertanaman, panjang buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih pertanaman, persentase benih bernas, bobot 100 biji, keserempakan perkecambahan, dan daya kecambah. Interaksi nyata antara proporsi bunga betina dengan bunga jantan dan waktu penyerbukan ditunjukkan pada diameter buah dan jumlah benih pertanaman. Kata kunci: Mentimun, Waktu Penyerbukan, Rasio Bunga Jantan-betina, dan Kualitas Benih.
PENGARUH PERBEDAAN UMUR MASAK BENIH TERHADAP HASIL PANEN TIGA VARIETAS LOKAL MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Oktaviana, Zella; Ashari, Sumeru; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya pertanian yaitu kualitas benih yang digunakan. Benih yang berkualitas dicerminkan dari tiga mutu benih, yaitu mutu fisik, mutu genetis dan mutu fisiologis. Jika benih yang digunakan memiliki ketiga mutu benih yang tinggi, maka dapat meng-hasilkan tanaman yang tumbuh kuat dan berproduksi tinggi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana mutu benih, khususnya mutu fisiologis benih mempengaruhi produksi tanaman. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh perbedaan umur masak benih terhadap hasil panen dan mutu fisiologis benih tiga varietas lokal mentimun. Penelitian dilaksanakan bulan Mei hingga Agustus 2014 di lahan percobaan Sekolah Tinggi penyuluhan per-tanian Malang dan di laboratorium Pemulia-an Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang,  menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan 3 ulangan untuk budidaya mentimun dan 4 ulangan untuk uji mutu fisiologis benih. Penelitian menggunakan 3 varietas (Lokal Malang, Lokal Blitar dan Lokal Jember) dan 4 tingkat umur masak benih yaitu 18 hari setelah polinasi (hsp), 28 hsp, 38 hsp dan 48 hsp. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara varietas dan umur masak benih terhadap parameter keserempakan tumbuh benih. Namun, pada parameter daya ber-kecambah, laju perkecambahan, kecepatan tumbuh dan indeks vigor, serta pada hasil dan karakteristik hasil seperti diameter buah, panjang buah, bobot buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per plot dan jumlah buah per plot hanya dipengaruhi oleh varietas. Sedangkan parameter per-tumbuhan reproduktif dan persentase tanaman tumbuh menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada semua perlakuan.
UJI DAYA HASIL TOMAT (Lycopersicum Esculentum Mill.) ORGANIK Tursilawati, Syehlania; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galur-galur tanaman tomat organik telah berhasil dibentuk. Galur-galur tersebut perlu diuji daya hasil sebelum dilepas menjadi varietas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh benih generasi F7 yang berdaya hasil tinggi pada budidaya organik. Penelitian dilakukan di Ds. Torongrejo batu pada April-Juli 2014. Bahan yang digunakan ialah delapan galur tomat organik dan satu varietas pembanding ditanam berdasarkan rancangan acak kelompok dan masing-masing galur ditanam dalam tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi karakter kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata dengan varietas Mirah pada semua karakter yang diamati kecuali tinggi tanaman. Berdasarkan pada ketahanan galur terhadap serangan OPT yang ditunjukkan dalam persentase tanaman hidup, terpilih empat galur tanaman tomat organik yaitu G6 (LV.2.128.7.3.45.32),G8(LV.2.128.6.18.4.47),G5(LV.2.128.6.18.44.56),G1(LV.2.32.14.7.5.9).
PENAMPILAN GALUR GENERASI PERTAMA HASIL SELEKSI DARI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) VARIETAS LOKAL Kartikasari, Dasa Novi; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan satu dari sekitar 20-30 spesies dalam genus Capsicum yang telah dibudidayakan. Minat masyarakat terhadap cabai rawit dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi cabai rawit. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas komoditas cabai  rawit yaitu dengan merakit varietas unggul baru melalui program pemuliaan tanaman dengan diawali pengumpulan plasma nutfah. Adanya variasi dalam populasi varietas lokal maupun introduksi merupakan dasar melakukan seleksi individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan 9 genotip cabai rawit (Capsicum frutescens L.) varietas lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Oktober tahun 2014 berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 30 tanaman genotip-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman penampilan sembilan genotip cabai rawit. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis statistik dan didukung oleh hasil analisis deskriptif. Hasil analisis statistik pada karakter kuantitatif menunjukkan bahwa 7 dari 11 karakter menunjukkan nilai koefisien keragaman tinggi, terutama karakter komponen hasil (jumlah bunga per tanaman, bobot per buah dan bobot buah total per tanaman). Keragaman penampilan dapat dilihat pula dari 12 karakter kualitatif yang diamati. Tujuh karakter menunjukkan keragaman penampilan sedangkan lima karakter menunjukkan keseragaman, karakter yang menunjukkan keseragaman yaitu karakter bentuk batang, warna daun, posisi tangkai bunga dan warna biji.
PENGARUH PERBEDAAN TINGKAT KEMASAKAN BUAH PADA 3 GENOTIP MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP KUALITAS BENIH Wulananggraeni, Retno; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu mentimun yang banyak diminati oleh masayarakat Indonesia ialah mentimun genotip lokal karena memiliki rasa yang tidak pahit dan daging tebal, namun per-tumbuhan tanaman dari genotip lokal masih belum seragam. Hal ini disebabkan karena mutu fisiologis benih yang masih rendah. Mutu fisiologis benih salah satunya di-pengaruhi oleh tingkat kemasakan buah. Penentuan kematangan buah setiap jenis tanaman akan bervariasi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pada per-bedaan tingkat kemasakan buah sehingga me-nghasilkan kualitas benih mentimun yang baik. Penelitian ini ber-tujuan untuk me-ngetahui pengaruh tingkat kemasakan buah pada 3 genotip mentimun terhadap kualitas benih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2013. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan, per-cobaan pertama untuk produksi benih di-laksanakan di Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang. Per-cobaan kedua untuk uji kualitas benih di-laksanakan di Laboratorium Mutu Benih UPT-PSBTPH Singosari.  Penelitian mengenai uji mutu benih menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) karena dilakukan di laboratorium. Jika diperoleh interaksi antara tingkat kemasakan buah dan genotip yang nyata maka di uji lanjutan dengan BNJ 5%. Dari hasil penelitian diperoleh terjadi interaksi antara tingkat kemasakan buah dan genotip ter-hadap kualitas benih yang meliputi daya ber-kecambah, laju per-kecambahan, bobot 1000 butir, bobot  benih per-buah, ke-cepatan tumbuh, ke-serempakan tumbuh, dan berat kering kecambah normal. Pada genotip yang di-uji memiliki tingkat kemasakan buah yang berbeda ter-hadap kualitas benih. Waktu panen buah untuk kualitas benih yang optimal pada lokal Jember 18 hari setelah berbunga, lokal Malang 38 hari setelah berbunga dan lokal Blitar 18 hari setelah berbunga.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 19 GALUR TOMAT F6(Lycopersicon esculentum Mill.) Merintan, Sisca Febriana; Basuki, Nur; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek yang baik dalam pemasaran. Hal ini ditunjukkan dari tingginya permintaan tomat namun tidak seimbang dengan pasokannya dikarenakan produktivitas tomat masih rendah. Usaha untuk meningkatkan hasil komoditas tomat selain harus terpenuhinya syarat-syarat kultur teknis yang baik, juga harus dilakukan perakitan varietas baru sebagai upaya meningkatkan variasi genetik. Perakitan varietas baru diarahkan untuk meningkatkan potensi hasil dan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil 19 galur tomat pada populasi F6..Uji daya hasil 19 galur tomat F6 dan varietas mirah sebagai pembanding diuji di Randuagung-Lumajang dengan ketinggian tempat 113 m dpl mulai bulan juli hingga September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan potensi hasil yang beragam. Lima dari 19 galur yang diuji memiliki potensi hasil per hektar lebih tinggi, yaituGT11 (32,23 ton ha-1), GT7 (31,46 ton ha-1), GT12 (30,68 ton ha-1) , GT9 (30.49 ton ha-1), GT5 (26.93 ton ha-1). Maka galur tersebut berpotensi untuk dikembangkan sehingga dapat dilepas sebagai varietas baru.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA TEKNIK EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BENIH DUA VARIETAS TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Iriani, Yoanita Fadlilah; Kendarini, Niken; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih tomat memiliki zat penghambat perkecambahan (inhibitor) yang menyelimuti permukaan benih. Cara untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan meningkatkan mutu benih tomat melalui teknik ekstraksi yang tepat untuk tipe tomat buah maupun tomat sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik ekstraksi yang paling tepat untuk menghasilkan tomat dengan mutu benih yang berkualitas pada benih dua varietas tomat. Bahan yang digunakan ialah tomat varietas Fortuna 23 dan Tymoti, kertas CD (buram), label, air, HCl 2%, kapur tohor (CaO), aquades, media semai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor, dan diulang sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah varietas (V) yaitu V1= Fortuna 23 dan V2= Tymoti. Faktor kedua ialah perlakuan teknik ekstraksi (T) yaitu T1= ekstraksi air langsung; T2= fermentasi air tomat selama 24 jam; T3= ekstraksi HCl 2% selama 2 jam; T4= ekstraksi kapur tohor 20 g l-1 selama 30 menit. Analisis data yang digunakan adalah uji F. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pada bulan Desember 2014 hingga Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, interaksi antara varietas dan teknik ekstraksi pada kualitas benih terlihat dari tolok ukur bobot 1000 benih, kecepatan tumbuh, indeks vigor, dan panjang akar kecambah, sedangkan kualitas bibit terlihat dari tolok ukur vigor kekuatan tumbuh bibit, tinggi bibit, lebar daun, dan bobot kering total bibit.
INTERAKSI GENOTIP × LINGKUNGAN PADA EMPAT GENOTIP PAKCHOY (Brassica rapa L.) DI TIGA LOKASI Anasari, Nofia Rizki; Kendarini, Niken; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pemuliaan tanaman tidak dapat lepas dari pengaruh lingkungan yang ada, karena tanaman dalam pertumbuhannya merupakan pengaruh dari genotip dan lingkungan. Interaksi genotip dan lingkungan akan mengakibatkan penampilan suatu sifat yang tidak konsisten pada kondisi lingkungan yang berbeda, hal inilah yang menyebabkan perbedaan daya hasil di berbagai lokasi penanaman.  Informasi mengenai interaksi genotipe x lingkungan diperlukan dalam pemilihan genotip unggul. Sebanyak 4 genotip sawi daging hasil persilangan diuji di tiga lokasi, yaitu di Mojokerto, Jombang dan Kediri pada bulan Mei hingga Agustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara genotip dengan lokasi serta untuk mendapatkan genotip sawi daging yang mempunyai potensi hasil tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan di masing-masing lokasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi genotip × lingkungan yang nyata pada seluruh karater yang diamati. Perlakuan genotip memberikan pengaruh sangat nyata terhadap seluruh karakter yang diamati. Empat genotip memiliki potensi hasil yang beragam. Genotip 1 memiliki potensi hasil tertinggi, sehingga genotip tersebut prospektif untuk pengujian selanjutnya.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa lita soetopo Lita Soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi