Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Gioniva Afandiyah; Sri Lestari Purnamaningsih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.2

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Nilai produktivitas cabai rawit mencapai 6,69 ton ha-1 sedangkan nilai potensi produksi cabai rawit mencapai 10-20 ton ha-1. Rendahnya nilai produksi cabai rawit dipengaruhi oleh rendahnya mutu benih yang meliputi mutu fisik, fisiologis dan genetik. Peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan penanganan pascapanen yang tepat yang mencakup proses ekstraksi benih dan penggunaan genotipe berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan metode ekstraksi, genotipe dan interaksinya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Mei 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotipe (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 2 metode ekstraksi (Ekstraksi Kering dan Ekstraksi Basah) pada 2 waktu pengamatan (benih umur 2 bulan dan 4 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi basah dapat meningkatkan viabilitas pada variabel potensial tumbuh maksimum dan vigor pada variabel kecepatan dan keserempakan tumbuh saat benih umur 4 bulan. CRUB4 menunjukkan respon terbaik pada viabilitas benih variabel potensial tumbuh maksimum dan CRUB2 menunjukkan nilai tertinggi pada viabilitas benih variabel laju perkecambahan saat benih umur 4 bulan sedangkan Manteb menunjukkan keserempakan tumbuh terendah pada vigor benih saat umur 2 bulan serta terdapat interaksi antar perlakuan pada variabel daya berkecambah.
STUDI KARAKTER MORFOLOGI DAUN DAN IDENTIFIKASI PLOIDI TANAMAN F1 JERUK HASIL FUSI PROTOPLAS JERUK SIAM MADU DENGAN MANDARIN SATSUMA Lailil Fitra Annisa; Chaireni Martasari; Lita Soetopo; Sri Lestari Purnamaningsih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.031 KB)

Abstract

Jeruk merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu jenis jeruk lokal yang potensial untuk dikembangkan ialah Siam Madu. Siam Madu memiliki kulit yang tipis sekitar 2 mm, permukaannya halus dan licin, serta memiliki rasa yang manis, bentuk daun memanjang. Jumlah biji pada jeruk Siam Madu cukup tinggi antara 10-15 biji per buah (Sukarmin, 2008). Untuk memperoleh jumlah biji yang sedikit pada jeruk Siam Madu, dibutuhkan teknologi pemindahan sifat tanpa biji (seedless) dari Mandarin Satsuma yang memilikisifat male streril. Salah satunya dengan fusi protoplas. Fusi protoplas ialah penggabungan dua atau lebih protoplas yang bersentuhan dan melekat satu sama lain. (Mollers  et  al.,  1992). Dari fusi protoplas tersebut, dapat diketahui tipe ploidi dan karakter-karakter daun tanaman hasil fusi. Sel dari jaringan daun muda digunakan untuk fusi protoplas. Tanaman hasil fusi protoplas menimbulkan manipulasi ploidi yaitu allopoliploid. Allopoliploid ialah keadaan dimana yang terlibat ialah set-set kromosom non-homolog (Elord et al., 2002). Pengamatan ploidi dilakukan menggunakan alat flowcitometry. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan September 2013. Tempat di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik (BALITJESTRO). Karakterisasi pada jeruk dilakukan pada tanaman jeruk yang telah berumur tiga tahun. Pada hasil pengamatan, terdapat kelompok yang memiliki karakter daun kombinasi kedua tetuanya dan dapat diketahui bahwa FS14 dan FS69 memiliki ploidi tetraploid. Sedangkan pada FS31 termasuk diploid.
Uji Daya Hasil Hibrida Harapan Jagung (Zea Mays L.) Dipanen Bentuk Biji Kering dan Sebagai Biomassa Bahan Baku Silase Bagus Muhamad Arif; Sri Lestari Purnamaningsih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.7

Abstract

Jagung termasuk kedalam tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Jagung dapat dikonsumsi oleh manusia dan digunakan sebagai bahan baku silase pakan ternak. Namun nilai produktivitas jagung masih rendah yaitu 5,22 t ha-1. Sedangkan nilai potensi hasil produksi jagung seharusnya bisa mencapai 7 t ha-1. Agar produktivitas meningkat perlu adanya usaha untuk meningkatkan hasil. Salah satunya dengan perakitan varietas hibrida yang sudah teruji. Sehingga terjamin mutu produk dan potensi hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait potensi hasil 10 hibrida harapan dan 2 varietas pembanding, baik dipanen muda dan panen biji kering. Penelitian dilaksanakan di Desa Adan-adan, Kecamaatan Pagu, Kabupaten Kediri pada bulan Mei - September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan 12 perlakuan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan potensi hasil yang beragam. Terdapat 2 hibrida harapan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan hibrida harapan lainnya dan varietas pembanding, yaitu hibrida harapan B7 (H4011459) dengan potensi hasil 44,59 t ha-1 sebagai biomassa untuk bahan baku silase, dan 7,32 t ha-1 untuk panen biji kering. Sedangkan untuk hibrida harapan B9 (H4011979) dengan potensi hasil 37,96 t ha-1 sebagai biomassa bahan baku silase dan 8,04 t ha-1 untuk dipanen biji kering. Oleh sebab itu ke dua hibrida harapan tersebut memiliki potensi untuk dijadikan sebagai varietas baru.
DENDROBIUM AND PHALAENOPSIS GERMPLASMS CONSERVATION BY CLONING TECNOLOGY Lita Soetopo; Sri Lestari Purnamaningsih
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 34, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v34i2.154

Abstract

The present studies were focused on regeneration of  dendrobioum and phalaenopsis species through cloning technique as a means for ex situ conservation of  protected or valuable orchids germplasms.Experimental results indicated the growth and development of adventive shoot tip explant dendrobium was as followed : high survival percentage for explant with green color was showed by D. racianum, followed by D. laxiflorum, D. pseudoconantum, D. strebloceras,  D. lineale and D. veratrifolium. But plantlets regeneration occurred only on D. pseudoconantum and D. strebloceras . Explant regeneration from seed derived protocorm-like bodies on D. spectabile occurred 40 days after inoculation and after subcultured. High survival percentage of explant from floral stalk shoot was showed by P. amabilis. There was several plantlets survived at acclimatitation. Explant regeneration from seed derived protocorm-like bodies on P. hieroglypha occurred 40 days after inoculation and after subcultured.It was suggested that for ex situ conservation on certain species of dendrobium and phalaenopsis in the category of rare or valuable germplasms, cloning technology could be applied by using explant from adventive shoot tip, floral stalk buds and seed derived protocorm-like body explant for vegetative seed multiplication. Keywords : Orchid, conservation, germplasms in vitro culture.
Pendugaan Nilai Heterosis Tujuh Hibrida Jagung Manis (Zea mays L. var. Saccharata Strut) Eggy Akhmad Armandoni; Sri Lestari Purnamaningsih; Aziz Rifianto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.2

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. var. Saccharata Strut) merupakan tanaman penting pangan di dunia. Produktivitas jagung di indonesia masih rendah sehingga perlu dilakukan pengembangan varietas hibrida unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai heterosis tujuh hibrida jagung manis pada hasil dan komponen hasil serta mengetahui perbedaan hasil dan komponen hasilnya. Penelitian ini dilakukan di lahan PT. BISI International Tbk, yang berada di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang yang berada pada ketinggian 550 mdpl. Kegiatan penanaman dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 pengulangan. Genotip jagung manis yang digunakan ialah 7 genotipe jagung manis sebagai perlakuan, serta 7 tetua yang ditanam untuk menghitung nilai heterosis hibrida. Kode tetua yang digunakan ialah SWBS19001, SWBS19002, SWBS19003, SWBS19004, SWBS19005, SWBS19006 dan SWBS19007. Kode hibrida yang digunakan ialah SC019, SC007, SC008, SC040, SC042, SC044 dan SC054. Pengamatan pada penelitian ini meliputi karakter hasil dan komponen hasil jagung manis. Hibrida yang memiliki nilai heterosis, heterobeltiosis serta produktivitas yang tinggi pada karakter hasil ialah SC044, SC054, SC008 dan SC040 yang memberikan hasil sebesar 24,40 t ha-1, 23,20 t ha-1, 23,16 t ha-1 dan 22,22 t ha-1.
Penampilan Agronomi Galur Harapan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Annisa Farhah Resdiyanti; Purnamaningsih, Sri Lestari; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.05

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan industri ataupun rumah tangga. Rerata hasil produktivitas cabai pada tahun 2015-2019 berturut-turut 8.65, 8.47, 8.46, 8.77,  9.10 ton  (Direktorat Jendral Hortikultura, 2019). Banyaknya petani dalam usaha budidaya cabai masih belum mencukupi kebutuhan cabai di Indonesia. Upaya dalam perakitan varietas unggul dengan berdaya hasil tinggi mampu meningkatkan produktivitas cabai besar di Indonesia. Uji daya hasil merupakan tahap akhir pada program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil dari calon varietas cabai merah (Capsicum annuum L.) dengan varietas pembanding Bewe dan Pilar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 calon varietas cabai merah dan 2 varietas pembanding dengan 4 ulangan. Perameter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat calon varietas berpengaruh nyata terhadap hampir keseluruhan karakter kuantitatif terkecuali pada karakter tinggi tanaman. CV-49 memiliki hasil unggul pada jumlah buah, jumlah bunga,umur berbunga, umur panen, bobot per tanaman, bobo per plot dan hasil per Ha yang sama tinggi dengan pembanding Bewe yang mencapai 27,75 ton/Ha. Berdasarkan pengamatan karakter bentuk buah, didapatkan hasil Narrowly Triangular untuk keseluruhan calon varietas yang diamati dan pola daun Dropping pada keseluruhan calon varietas yang diuji.
Response of Several Melon Varieties (Cucumis melo L.) Effect of EM4 Application Palandro, Nadhea; Saptadi, Darmawan; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.05

Abstract

Melon is one of the horticultural crops that has the potential to be developed and can meet the nutritional needs of families. The main problem faced by melon farmers is that the demand for melons cannot be fulfilled as a result of the low quality of the melons and the melon seeds are still imported. The use of hybrid varieties is indispensable in increasing market competitiveness nationally and internationally. The aim of the research was to study the interaction of melon varieties with EM4 applications. The materials used in this research activity were the seeds of the Glamor variety, Gracia variety, Action 434 variety, polybags, raffia rope, tissue, name tags, soil, compost, rice husk charcoal, EM4, NPK fertilizer, and KNO3 fertilizer. This study was a factorial experiment which was arranged using a Randomized Block Design (RBD). The first factor is the application of EM4 with 3 levels. The second factor is the use of varieties with 3 levels, namely the Glamor, Gracia, and Action 434 varieties. This research was carried out from September 2021 to December 2021 on the rooftop of the central building of the Faculty of Agriculture, University of Brawijaya. The results showed that there was no significant interaction between the three varieties of melon plants. with the EM4 application. This indicates that the growth response of the three varieties to EM4 is the same. Varietal treatment had a significant effect on the average time of emergence of male and female flowers of melon plants. This can be caused by the varieties used are superior varieties that can increase the production of melon plants.
KARAKTERISASI 6 GENOTIPE CABAI RAWIT HIJAU (Capsicum frustecens) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Suyuti, Ivan; Purnamaningsih, Sri Lestari; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.05

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustecens) termasuk ke dalam tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat maupun industri di Indonesia. Permintaan cabai meningkat setttiap tahnnya terutama saat hari besar keagamaan mencapai 10-20%, sedangkan produksi rata-rata mencapai 6-7 ton per ha. Hal ini mengakibatkan pemerintah harus melakukan impor untuk memenuhi permintaan. Varietas cabai rawit yang beredar di masyarakat saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada tingkat produksi. Hal ini dapat terjadi karena varietas cabai rawit yang beredar memiliki tingkat produksi yang rendah sehingga perlu dilakukan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman. Karakterisasi merupakan langkah penting dalam pemuliaan tanaman cabai rawit. Karakterisasi bertujuan untuk mendeskripsikan sifat tanaman yang bernilai ekonomis sehingga dapat diketahui karakter unggul yang dapat dimanfaatkan. Karakterisasi tanaman dibagi menjadi yaitu karakter morfologi dan agronomi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter morfologi dan agronomi keenam genotipe cabai rawit hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilaksanakan pada bulan Juni-November 2022 di lahan CV. Borneo Seed yang berada di Kecamatan Karangploso, Malang. Bahan tanam yang digunakan adalah genotipe CRR03, CRG 18, CRC19, CRK27, CRS22, dan CRA43. Deskripsi karakter keenam genotipe cabai rawit hijau menunjukkan beberapa karakter yang tidak berbeda pada tiap genotipe meliputi bentuk daun, antosianin pada daun, antosianin node batang, pola bunga, pola buah, bentuk pangkal, bentuk ujung, bentuk buah dominan membujur, dan calyx. Karakter kuantitatif genotipe CRR03, CRK27 dan CRA43 memiliki hasil per hektar tinggi, umur panen paling genjah genotipe CRS22 dan CRC19. Pada karakter daya simpan buah paling lama adalah genotipe CRG18 sebesar 9,5 hari
PERLAKUAN PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP DAYA TUMBUH BENIH 3 VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea) Nurussintani, Widya; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan metode yang lebih efektif dan efisien daripada perlakuan oven kering sampai 7 hari (rekomendasi ISTA), serta mempelajari pengaruh perbedaan varietas terhadap perlakuan pematahan dormansi, telah dilaksanakan di UPT PSBTPH Surabaya dari Juni sampai Agustus. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata pada parameter pengamatan kecambah normal, abnormal, benih mati, intensitas dormansi dan vigor benih. Metode perendaman benih dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam  memberikan efektivitas yang sama dengan metode rekomendasi ISTA (International Seed Testing Association) dan lebih praktis dalam pelaksanaan, dengan batasan nilai uji daya tumbuh lebih dari 80% dan jumlah benih dorman kurang dari 5%. Varietas Lokal Tuban dan Bison memberikan respon baik hanya pada perlakuan P1 (perendaman dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam), P2 (perendaman dengan air kelapa selama 48 jam) dan P3 (pemanasan dalam oven bersuhu 40oC selama 7 hari), sedangkan varietas Kelinci memberikan respon baik pada semua perlakuan.
PENAMPILAN SEPULUH GENOTIPE CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Ramadhani, Rizki; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penampilan morfologi, agronomi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit sepuluh genotipe cabai merah pada lahan terinfestasi hama dan patogen secara alami telah dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, kecamatan Junrejo, kota Batu dari Maret sampai Agustus 2012. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan genotipe sebagai perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman karakter morfologi masih terdapat dalam genotipe     CB 051, CB 053, CB 113, CB 116 dan         CB 118. CB053 menunjukkan nilai Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF) tinggi pada karakter tebal daging buah, jumlah buah baik, bobot buah baik, jumlah buah jelek, bobot buah jelek, jumlah buah total per tanaman, dan bobot buah total per tanaman.  CB 051 memiliki nilai KKF tinggi hanya pada karakter jumlah buah jelek dan bobot buah jelek. Individu CB 053.23, CB 053.24, CB 053.33 tahan terhadap aphid, CMV, layu fusarium;  CB 055.32 tahan terhadap tungau dan CMV; CB 056.21, CB 056.31 tahan terhadap CMV dan layu fusarium; CB 113.17, CB 113.18 tahan terhadap tungau dan rebah semai. Individu-individu tersebut didukung keunggulan agronomi karakter jumlah buah total per tanaman dan bobot buah total per tanaman lebih tinggi dari individu lain dalam masing-masing genotipe.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa lita soetopo Lita Soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi