Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KERAGAMAN DAN PENDUGAAN NILAI KEMIRIPAN 18 TANAMAN DURIAN HASIL PERSILANGAN Durio zibethinus DAN Durio kutejensis Hadi, Shabrina Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman durian termasuk dalam famili Bombaceae, diduga tanaman ini berasal dari hutan tropis Indonesia. Di Indonesia, masih sedikit buah durian lokal mutu tinggi yang dijual dipasaran. Dalam rangka meningkatkan hasil buah durian perlu melakukan beberapa program pertanian dan program pemuliaan. Salah satu program pemuliaan tanaman adalah menghasilkan kultivar yang baru antara durian yang brebeda. Pada penelitian ini durian hasil persilangan diharapkan menghasilkan durian yang memiliki daging buah berwana pink merah muda (dari Durio kutejensis) dan daging buah yang tebal (dari Durio zibethinus). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada April-Juni 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan cara pengamatan karakter vegetatif kemudian menjabarkan secara deskriptif. Data karakterisasi untuk karakter kualitatif dikelompokkan menurut nilai kemiripannya dengan analisis kluster, sedangkan karakter kuantitatif dihitung keragamannya dengan menghitung standard deviasi dan koefisien keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman 18 tanaman durian yang ditunjukkan pada karakter tinggi tanaman, tinggi batang, lingkar batang, diameter tajuk, panjang daun dan lebar daun. Terdapat sebelas kelompok nilai kemiripan pada 18 tanaman durian : 100%, 96%, 93%,  91%, 90%, 87%, 86%, 85%, 84%, 82%, 81%. Pada persilangan antara Durio zibethinus ( ♀ ) >< Durio kutejensis ( ♂ ) dan Durio kutejensis ( ♀ ) ><Durio zibethinus ( ♂ ) semua individu tanaman memiliki kemiripan pada tetua kutejensis. Kata kunci : Keragaman, Nilai kemiripan, Durio zibethinus, Durio kutejensis
PENAMPILAN DELAPAN GALUR KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) PADA DUA MUSIM TANAM Marmadion, Tomy; Purnamaningsih, Sri Lestari; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produktivitas kacang panjang dapat dilakukan dengan merakit varietas unggul, namun perbedaan musim tanam berpengaruh pada tingkat adaptabilitas terhadap lingkungan yang berbeda. Penelitian bertujuan mengetahui penampilan dan hasil produksi dari 8 galur kacang panjang pada musim tanam yang berbeda. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2013 di Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nested Design dengan 8 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari 6 galur kacang panjang ungu (UBPU 1 41, UBPU 1 130, UBPU 1 222, UBPU 1 365, UBPU 2 202, UBPU 3 153) dan 2 varietas kacang panjang hijau (Brawijaya 4 dan Bagong 2). Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Untuk mengetahui perbandingan antar galur kacang panjang ungu dengan kacang panjang hijau serta perbandingan antar galur kacang panjang ungu dilakukan pengujian orthogonal kontras. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan penampilan antar musim tanam terdapat pada variabel umur panen, jumlah biji/polong, berat biji dan produktivitas. Perbedaan penampilan antar galur terdapat pada variabel awal muncul bunga, umur panen, panjang polong, jumlah polong, berat polong segar/tanaman, bobot rerata/polong. Perbedaan penampilan yang dipengaruhi oleh interaksi genotip x musim terdapat pada variabel awal muncul bunga. Kata kunci: Vigna sesquipedalis L. Fruwirth, penampilan 2 musim tanam, kacang panjang ungu, produksi
UJI KESERAGAMAN DAN ANALISIS SIDIK LINTAS ANTARA KARAKTER AGRONOMIS DENGAN HASIL PADA TUJUH GENOTIP PADI HIBRIDA JAPONICA Rachmawati, Rizia Yasminda; Kuswanto, Kuswanto; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi Hibrida Japonica merupakan adalah satu solusi untuk mendapatkan padi berdaya hasil tinggi pada daerah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat keseragaman, nilai korelasi dan mempelajari hubungan antara komponen agronomis dengan hasil pada tanaman Padi Hibrida Japonica. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tempat ini memiliki suhu minimum 26oC dan suhu maximum 32oC dengan rata-rata curah hujan 1.328 s/d 1.448 mm/tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 sampai dengan bulan Mei 2013. Bahan yang digunakan digunakan untuk penelitian ini adalah benih tujuh genotipe padi hibrida Japonica yaitu BioJap 1, BioJap 2, BioJap 3, BioJap 4, BioJap 5, BioJap 6 dan Taiken. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode single plant. Data hasil pengamatan dianalisis dengan koefisien keragaman genetik, estimasi nilai koefisien korelasi, kemudian dianalisis dengan analisis sidik lintas. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat keragaman genetik yang rendah pada seluruh karakternya, terdapat korelasi positif nyata pada karakter jumlan anakan, jumlah malai, dan jumlah daun.  Berdasarkan hasil analisis sidik lintas, terdapat nilai pengaruh langsung positif yang cukup besar pada karakter agronomis  jumlah malai, dan terdapat pengaruh tidak langsung  yang bernilai tinggi berhubungan dengan karakter jumlah malai. Kata kunci : Padi Hibrida Japonica, uji keseragaman, analisis sidik lintas
EFEK XENIA PADA PERSILANGAN BEBERAPA GENOTIP JAGUNG (Zea mays L.) Wardhani, Rahmi Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persilangan merupakan salah satu cara untuk menimbulkan keragaman genetik yang diperlukan di dalam program pemuliaan tanaman jagung. Pada pewarisan sifat, ekspresi gen hasil persilangan dari tetua jantan dan tetua betina baru dapat diekspresikan pada generasi berikutnya. Namun adanya efek xenia, hasil persilangan dapat diekspresikan secara langsung pada organ tetua betina saat persilangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2013 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek xenia berpengaruh nyata terhadap karakter warna biji dan tipe biji sedangkan untuk karakter panjang tongkol (cm), panjang tangkai tongkol (cm), diameter tongkol (cm), diameter janggel (cm), diameter rachis (cm), jumlah biji per baris, jumlah baris biji, panjang biji (mm), lebar biji (mm), tebal biji (mm), susunan baris biji, warna janggel dan bentuk tongkol tidak terdapat pengaruh xenia. Urutan dominansi warna biji adalah ungu, putih, ujung kuning, oranye, merah, loreng, kuning, ujung putih, dan coklat sedangkan urutan dominansi tipe biji adalah semi gigi kuda, mutiara, gigi kuda dan semi mutiara. Kata kunci: jagung, persilangan, xenia, dominansi
PENAMPILAN TUJUH GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) HIBRIDA JAPONICA PADA DUA MUSIM TANAM Afandi, Sutanto Wahyu; Soetopo, Lita; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galur padi hibrida Japonica merupakan galur introduksi dari Jepang, resisten terhadap suhu rendah yang umumnya di daerah sub tropis. Seperti Indonesia yang memiliki dua musim yaitu kemarau dan hujan. Penelitian untuk mengetahui penampilan tujuh genotip padi hibrida Japonica pada dua musim tanam. Analisis yang digunakan adalah Rancangan Tersarang, dalam setiap musim menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebagai perlakuan adalah enam galur padi hibrida Japonica yaitu Bio-Jap 1, Bio-Jap 2, Bio-Jap 3, Bio-Jap 4, Bio-Jap 5, Bio-Jap 6 dan Taiken sebagai pembanding yang diulang 3 kali. Populasi tanaman padi per petak adalah 400 tanaman. Jumlah sampel yang diamati 10 tanaman per petak. Hasil penelitian diperoleh penampilan berbeda diantara tujuh genotip padi hibrida Japonica pada dua musim tanam ditunjukkan pada karakter panjang daun bendera, jumah anakan, panjang malai, bobot gabah per petak dan persentase gabah bernas. Tujuh genotip padi hibrida Japonica menunjukkan perbedaan karakter kualitatif pada warna tepi daun, warna pelepah daun, warna leher daun, warna telinga daun, warna pangkal batang, warna  stigma, warna ujung gabah dan karakter kuantitatif pada karakter tinggi tanaman, umur berbunga, lebar daun bendera, umur panen, jumlah gabah per malai dan bobot 1000 butir. Musim tanam menunjukkan perbedaan penampilan pada karakter umur berbunga, lebar daun bendera, umur panen, jumlah gabah per malai dan bobot 1000 butir.   Kata kunci: Padi Hibrida Japonica, Tujuh Genotip, Penampilan, Musim Tanam.
UJI KADAR ANTOSIANIN DAN HASIL ENAM VARIETAS TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss) PADA MUSIM HUJAN Pebrianti, Charolin; Ainurrasjid, Ainurrasjid; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merah (Alternanthera amoena Voss) ialah salah satu jenis dari varietas bayam cabut yang mempunyai ciri khusus yaitu tanamannya berwarna merah. Dikenal sebagai salah satu sayuran bergizi tinggi karena banyak mengandung protein, vitamin A, vitamin C dan garam-garam mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan mengandung antosianin yang berguna dalam menyembuhkan penyakit anemia. Antosianin adalah senyawa fenolik yang masuk kelompok flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan (Damanhuri, 2005). Bayam terkenal dengan sayuran sumber zat besi, selain mengandung vitamin A, vitamin C, dan kalsium (Suwita, Maryam, dan Rizqa, 2010). Purnawijayanti (2009), juga menyebutkan bahwa bayam mengandung karotenoid dan flavonoid yang merupakan zat aktif dengan khasiat antioksidan.  Penelitian ini menitikberatkan pada tingkat kadar antosianin dan hasil enam varietas bayam merah pada musim hujan. Varietas yang digunakan yaitu varietas Clara, Delima, Abbang, Red Leaf, Baret Merah dan Red Spinach. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Lawang, Malang pada bulan Desember 2013 – Maret 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bayam merah pada varietas Red Leaf menghasilkan tertinggi kadar antosianin pada daun sebesar 6350 ppm dan kadar antosianin pada batang sebesar 2480 ppm. Sedangkan bobot segar terberat yaitu varietas Delima 13 ton/ Ha. Kata kunci: Kadar Antosianin, Enam Varietas, Bayam Merah, Hasil Produksi
TINGKAT VIABILITAS BENIH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) HASIL PERSILANGAN Rahmi, Yusvita Maulidia; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam usaha budidaya pertanian, benih memegang peran yang sangat penting. Penggunaan benih untuk budidaya akan menentukan hasil panen. Kualitas benih yang dapat diperoleh melalui persilangan antar tetua unggul. Viabilitas benih yang tinggi dapat membantu para petani untuk meminimalisir pemborosan benih. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui viabili-tas benih hasil persilangan varietas Panda dan varietas Marissa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Landungsari, Keca-matan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat lebih kurang 400-700 meter diatas permukaan laut dan laborato-rium pemuliaan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian berlang-sung pada Juni sampai Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentimun hasil persilangan alami varietas Panda menghasilkan viabilitas benih terbaik. Kata Kunci: Mentimun, Benih, Persilangan, Viabilitas
SELEKSI FAMILI F3 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) POLONG KUNING DAN BERDAYA HASIL TINGGI Arif, Muhamat; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seleksi ialah salah satu metode pemuliaan tanaman untuk mendapatkan tanaman terbaik dalam populasi sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Informasi mengenai keragaman genotip dan fenotip serta heritabilitas penting diketahui sebagai langkah awal sebelum melakukan seleksi. Perhitungan kemajuan genetik harapan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui efektifitas seleksi yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menanam 22 famili buncis polong kuning hasil penelitian sebelumnya, generasi F2. Buncis polong kuning dapat dijadikan varietas baru di Indonesia karena sementara ini yang banyak diusahakan oleh petani ialah buncis berpolong hijau. Kandungan buncis polong kuning ialah karoten yang tinggi. Berdasarkan 22 famili yang ditanam, terdapat 14 famili yang memiliki polong kuning selanjutnya dilakukan penilaian parameter genetik. Data parameter genetik menunjukkan nilai koefisien keragaman pada rentang rendah sampai agak rendah (0-50%) dan nilai heritabilitas pada rentang sedang sampai tinggi (0,2-1). Seleksi dilakukan pada famili yang memiliki nilai heritabilitas tinggi dengan cara memilih tanaman daya hasil tinggi. Daya hasil tinggi berkisar 300-500 g per tanaman. Individu yang didapatkan yaitu CS.M 31(4), CS.M 31(24), CS.M 31(36), CS.GI 63(10), CS.GI 63(15), M.CS 11(13), M.CS 11(23), CS.GI 7(17), CS.GI 7(22), CS.GI 7(23), CS.GI 7(30), CS.GI 8(8), CS.M 11(25), CS.M 59(9) dan CS.M 59(32). Nilai kemajuan genetik harapan famili dari tanaman terseleksi tinggi (>50%) sehingga seleksi yang dilakukan efektif karena dimungkinkan mampu memberikan peningkatan daya hasil pada generasi selanjutnya. Kata kunci: Seleksi, Parameter Genetik, Polong Kuning, Daya Hasil Tinggi.
PENAMPILAN SEMBILAN GALUR HASIL SELEKSI F4 PERSILANGAN LV 1684 X LV 4066 PADA BUDIDAYA ORGANIK Utomo, Akbar Prima; Maghfoer, Mochammad Dawam; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) ialah komoditas sayuran penting di Indonesia. Tomat merupakan sumber vitamin A dan C disamping mengandung sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh seperti kalium, fosfat dan kalsium. Banyaknya kegunaan dan manfaat buah tomat menyebabkan permin-taan setiap tahun cenderung meningkat. Data statistik holtikultura menunjukkan bahwa produksi tomat di Indonesia pada tahun 2010 sebesar 891,616 ton dan meningkat menjadi 950,385 ton pada tahun 2011 (Badan Pusat Statistik, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan sembilan famili tomat generasi F4 hasil persilangan LV 1684 x LV4066 pada budidaya organik. Penelitian di-laksanakan di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, pada ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan november 2012 - Maret 2013. Penelitian dilaksanakan dengan mengguna-kan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari sembilan famili generasi F4 hasil persilangan LV 1684 x LV 4066. Budidaya dilakukan secara organik tanpa menggu-nakan bahan kimia sintetik. Setiap petak percobaan terdapat dua bedeng atau  plot, dengan 24 tanaman di setiap bedengnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dari sembilan genotip tomat organik F4, diperoleh tujuh genotip tomat organik F5 yang berdaya hasil tinggi dan dapat dijadikan untuk pertanaman pada generasi selanjutnya Seleksi tomat F5 dilakukan pada individu tanaman dalam family LV 2.128.1.4, LV 2.128.7.5, LV 2.128.7.10, LV 2.32.14.18, LV 2.128.1.9, LV 2.128.7.3, LV 2.128.7.20. Kata Kunci: Tomat, Penampilan, Organik dan Galur F4.
AND AGRONOMICAL CHARACTERS ON 18 SELECTED GENOTYPES OF BAMBARA GROUNDNUT (Vigna Subterranea (L.) VERDCOURT) Ning Fias, Nofita Ayu; Purnamaningsih, Sri Lestari; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, bambara groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) is an unpopular and minor crops, but it has an important role in the food diversification program. Bambara groundnut contains high carbohydrate and protein with relatively low fat. Recently the demand of bambara groundnut began to increase the imbalance between supply and demand is an excellent chance to develop this crop. An effort to increase crop production through plant breeding programs require genetic variability of plant populations. The purpose of this research is to determine variability of morphological and agronomical characters on 18 selected genotypes of bambara groundnut. This research was conducted at the experimental field state on Jatikerto of Agriculture Faculty, University of Brawijaya, Malang. Research began December 2013 until May 2014. The research using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The materials used 13 local genotypes come from Sumedang, Lamongan, Bangkalan and introduction genotypes from University of Kasetsart Thailand. The result of this research show that there were different variability of morphological character, except characters of pod shape and pigmentation on wings and banner flower. While there were different variability of agronomical characters, except characters of number of leaves. The value of genetic variability coeffisient on all characters were low, while the value of phenotip variability coefficient only in character results was quite high. Keywords: Bambara Groundnut, Variability, Morphological, Agronomical.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa Lita Soetopo lita soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi