Claim Missing Document
Check
Articles

SEBARAN SPASIAL DAN TEMPORAL FENOL, KROMIUM DAN MINYAK DI SEKITAR SENTRA INDUSTRI BATIK KABUPATEN PEKALONGAN Saraswati, Yustiara Widya; Haeruddin, -; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.273 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi fenol, kromium dan minyak serta sebarannya secara spasial dan temporal di sekitar sentra industri batik dalam air Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode composite sample yang merupakan penggabungan sampel air agar mendapatkan sampel sehomogen mungkin sehingga sampel dapat mewakili kualitas perairan sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan materi air Sungai Bremi dan data citra Landsat 8 Jawa Tengah, materi utama adalah air Sungai Bremi yang kemudian dilihat konsentrasi dari fenol, kromium dan minyak yang terdapat pada sampel. Sebaran spasial dari konsentrasi fenol, kromium dan minyak dapat dilihat menggunakan ER-Mapper 7.0. Pengambilan sampel dilakukan di 3 stasiun, dimana pada setiap stasiun terdapat 3 titik sampling.Hasil penelitian konsentrasi fenol Sungai Bremi bulan Mei dan Juni berkisar antara 0-0,031 mg/l, konsentrasi kromium 0,0005 mg/l dan konsentrasi minyak bulan Mei dan Juni berkisar antara 3,6-23,6 mg/l. Sebaran spasial dan temporal fenol  tertinggi bulan Mei terdapat pada stasiun 1 sedangkan sebaran spasial dan temporal tertinggi fenol bulan Juni di stasiun 2. Sebaran spasial dan temporal minyak tertinggi bulan Mei dan Juni  terdapat pada stasiun 3, sedangkan sebaran spasial dan temporal kromiun dikatakan konstan karena konsentrasi tiap titiknya sama.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BAHARI DI DESA JATIMALANG, KECAMATAN PURWODADI, KABUPATEN PURWOREJO Yovita, Fabiola Intan; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.627 KB)

Abstract

Saat ini wisata yang banyak diminati oleh masyarakat baik lokal maupun non lokal yakni wisata yang mengarah ke alam. Wilayah Purworejo yang bersinggungan langsung dengan laut memiliki potensi wisata yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata, mengetahui pemahaman dan aspirasi aparat pemerintahan, masyarakat, pengunjung dan pengguna lain untuk pengembangan wisata serta menyusun strategi pengembangan wisata di Desa Wisata Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi sebagai data primer sedangkan data sekunder untuk menunjang penelitian diperoleh dari berbagai dinas/instansi seperti: BAPPEDA, Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo dan kantor Desa Jatimalang. Responden terdiri dari 10 aparat pemerintah, 30 masyarakat Desa Jatimalang, 40 pengunjung dan 20 pengguna lain. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan wisata di Desa Wisata Jatimalang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Februari 2015 di kawasan Desa Wisata Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Hasil penelitian potensi wisata yang dimiliki Desa Jatimalang adalah wisata kuliner dan wisata pantai yang menawarkan berbagai menu ikan bakar dengan harga yang terjangkau serta keindahan alamnya dengan didukung sarana prasarana yang memadai dan pemahaman responden tentang Desa wisata Jatimalang cukup baik. Aspirasi responden yaitu mengarah kepada kebersihan, kerjasama antara masyarakat dan pemerintah serta penambahan fasilitas di sekitar pantai agar menarik lebih banyak pengunjung. Strategi pengembangan desa wisata Jatimalang adalah dengan memperbaiki komunikasi antara masyarakat dan pedagang dengan pemerintah, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan dan pengelolaan daerah wisata. Currently tourism demand by both local and non local communities leads to nature tourism. Purworejo territory that adjacent to the sea have a lot of tourism potential. This research aims to identify the tourism potential, to know and understand the aspirations of government officials, community, visitors and other consumer for the tourism development and to set tourism development strategy in the Jatimalang Village, Purwodadi District, Purworejo Regency. Data collected using interviews and observation as the primary data while secondary data from various departments/agencies such as: BAPPEDA, Purworejo Department of Tourism and Jatimalang village offices. Respondents consisted of 10 government officials , 30 villagers of Jatimalang , 40 visitors and 20 other users. SWOT analysis is used to determine tourism development strategy at the Jatimalang Tourism Village. This research was conducted on January 2015 to February 2015 at the Jatimalang Village, Purwodadi District, Purworejo Regency, Central Java. Research show that tourism potential of the Jatimalang village are culinary and beach tourism that offers a variety of grilled fish menu at affordable prices as well as its natural beauty, that supported by adequate infrastructure and respondents understanding of the Jatimalang tourism is good enough. Aspirations of the respondents leading to cleanliness, cooperation between public and the government as well as addition of facilities around the beach to attract more visitors. Strategies development of the Jatimalang village to improve the communication between public and traders with government, provide socialization to the public about the importance of protecting the environment and provide socialization on the utilization and management of tourist area.
ANALISIS HUBUNGAN KEBERADAAN DAN KELIMPAHAN LAMUN DENGAN KUALITAS AIR DI PULAU KARIMUNJAWA, JEPARA Minerva, Aurora; Purwanti, Frida; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.649 KB)

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir sebagai pendukung kehidupan biota di laut. Kerapatan jenis lamun dipengaruhi oleh faktor tempat tumbuh dari lamun tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2014  di Perairan Pulau Karimunjawa dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan keberadaan lamun, persentase tutupan lamun, dan hubungan keberadaan dan kerapatan lamun dengan kualitas air di Pulau Karimunjawa. Metode penelitian adalah deskriptif dengan studi kasus untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena suatu objek penelitian secara detail. Pengumpulan data dilakukan dengan sampling menggunakan kuadran transek. Materi yang digunakan adalah lamun yang ditemukan di lokasi penelitian, data yang diukur meliputi parameter fisika dan kimia seperti suhu, kecepatan arus, kedalaman, substrat, salinitas, DO, pH, nitrat, fosfat, dan amoniak. Hasil penelitian didapatkan 8 jenis lamun yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acroides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophilla minor, Halophila ovalis, dan Thalassia hemperichii. Persentase penutupan lamun di Pancoran Belakang yaitu 63,73 %, Legon Lele 31,65 %, dan Alang-alang 24,33%. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,755 yang menunjukkan terdapat hubungan erat antara kerapatan lamun dengan kualitas air. Seagrass ecosystem is one of the important ecosystem in coastal area that support biota life in the sea. Seagrass beds density influenced by the place where it’s grow. The research was conducted on March 2014 at Karimunjawa Island, in order to know the type of seagrass, seagrass cover percentage, and correlations of the existence and seagrass beds density with the water quality in the Karimunjawa Island. Research method is  descriptive with case study to describe condition or status of research object on the phenomenon in detail. The material used was seagrass beds that found there and environment parameters include physical and chemical parameters such as temperature, current, depth, substrate, salinity, DO, pH, nitrate, phosphate, and ammoniac. The results obtained 8 seagrass species that are Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia Halodule uninervis, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii. The seagrass cover percentage at Pancoran Belakang is 63,73 %, Legon Lele 31,65%, and Alang-alang 24,33%. The value of correlation coefficient (r) is 0,755 that show a close relation between seagrass density with water qualities.
PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DESA KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU Purnamasari, Riana; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.515 KB)

Abstract

Desa Karangsong merupakan wilayah pesisir yang mempunyai kawasan rehabilitasi mangrove yang masih terjaga. Konversi hutan mangrove menjadi lahan pertambakan telah mengakibatkan kerusakan pesisir. Ekowisata merupakan salah satu pemanfaatan hutan mangrove dari segi ekonomi untuk mencapai kesejahteraan. Selain itu, ekowisata ini secara langsung memiliki manfaat pelestarian alam dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata mangrove, persepsi, partisipasi, dan aspirasi stakeholder dan untuk menyusun strategi pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dan dianalisa dengan SWOT. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap terhadap 50 responden terdiri dari masyarakat, wisatawan dan pengelola. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015 di Desa Karangsong. Potensi kawasan ekowisata mangrove terdiri dari beberapa kelompok burung (Aves), Gastropoda, dan Crustacea serta lima jenis mangrove. Potensi fisik terdiri dari tempat persemaian benih, tempat pengamatan burung, sarana kebersihan dan tracking mangrove. Tingkat persepsi responden tentang ekowisata masih rendah. Partisipasi masyarakat belum sepenuhnya terlibat dalam kegiatan pengembangan ekowisata. Aspirasi responden terbagi dalam tiga kriteria yaitu aspirasi untuk pengembangan objek daya tarik wisata, perbaikan sarana prasarana, dan pembenahan pengelolaan. Strategi pengembangan ekowisata desa Karangsong adalah strategi Stregth-Opportunities (SO) yaitu melibatkan masyarakat desa lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata mangrove. Karangsong village is a coastal region that be keep as a mangrove rehabilitation area. Conversion of mangrove forests into fish pond land has resulted in damage to the coast. Ecotourism is one of the mangrove forest utilization in terms of economy for prosperity. Beside that ecotourism has directly benefit for natural and environmental preservation. This study aims to determine potential of mangrove ecotourism, perception, participation and aspiration stakeholders and to be set development strategy of mangrove ecotorism. The method used is descriptive case studies and be analyzed by SWOT. Data collected by observing the field study and interviewing to 50 respondents  consist of local communities, tourists, and  management staffs. This study was conducted in May 2015 in the village of Karangsong. Mangrove ecotourism potential at the Karangsong village consists of are birds (Aves), Gastropods, and Crustacean and five species of mangrove. Physical potency consists of a seed nursery, bird watching site, sanitary facilities and tracking mangrove. Perceptions of respondents about ecotourism is still low . Participation public has not engaged  involved in the development of ecotourism activities. Aspiration of  respondents divided into three criterias: the aspiration for development tourist attraction objects, infrastructure development, and improvement management. Tourism development strategy of the village Karangsong is strength-Opportunities (SO) that involve local communities to participate in the development of mangrove ecotourism.
KELIMPAHAN JENIS TERIPANG DI PERAIRAN TERBUKA DAN PERAIRAN TERTUTUP PULAU PANJANG JEPARA, JAWA TENGAH Satria, Guliano Gema Adi; Sulardiono, Bambang; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.291 KB)

Abstract

Perairan terbuka adalah suatu daerah perairan yang menghadap ke arah laut lepas tanpa adanya penghalang baik itu pulau maupun daratan di depannya sehingga perairan terbuka sangat dipengaruhi oleh ombak dan gelombang. Perairan tertutup adalah suatu perairan yang terhalang oleh daratan atau pulau di depannya atau berupa teluk, sehingga kekuatan arus dan gelombang akan berkurang ketika sampai di pantai. Teripang merupakan salah satu spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dilakukan penangkapan terhadap teripang yang menyebabkan menurunnya populasi teripang pada suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan teripang pada perairan terbuka dan perairan tertutup Pulau Panjang, Jepara. Metode yang digunakan adalah metode kuadran transek berukuran 2x2 meter, yang diletakkan pada line transek sepanjang 100 meter. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali pada setiap titik pengamatan, dengan jarak antara setiap line 10 meter. Jenis teripang yang ditemukan pada perairan terbuka dan tertutup pulau Panjang adalah Holothuria atra, H.leucospilota, dan H.scabra. Dimana kelimpahan teripang pada perairan terbuka pulau panjang adalah 72 individu/1200m2 pada jenis H.atra, 36 individu/1200m2 pada jenis H.Leucospilota, 1 individu/1200m2 pada jenis H.scabra. Sedangkan kelimpahan jenis teripang pada perairan tertutup pulau Panjang adalah 37 individu/1200m2 pada jenis H.atra dan 22 individu/1200m2 pada jenis H.Leucospilota.
EVALUASI UPAYA KONSERVASI MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA TIMBUL SLOKO, SAYUNG, DEMAK Setyoningsih, Dwi; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.816 KB)

Abstract

Kondisi mangrove di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak telah mengalami kerusakan akibat abrasi. Hutan mangrove di Kabupaten Demak merupakan salah satu ekosistem yang menerima dampak akibat perencanaan dan pengelolaan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi upaya konservasi mangrove, mengetahui partisipasi masyarakat dalam menunjang konservasi mangrove, dan mengetahui hubungan antara partisipasi masyarakat dan upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung,  Demak. Variabel yang diukur adalah tingkat upaya konservasi dan partisipasi masyarakat yang  meliputi persepsi, aspirasi dan aksi masyarakat mengenai pengetahuan tentang hutan mangrove dan manfaatnya bagi kehidupan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai dasar wawancara. Analisis data menggunakan program SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas berdasarkan nilai modus kuesioner dari setiap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko cukup dipahami oleh responden dengan skor 3; dimana kegiatannya meliputi pemeliharaan mangrove, menyusun rancangan kegiatan pengelolaan mangrove serta kesediaan penggunaan lahan untuk ditanami mangrove dan reboisasi. Sebagian besar responden berpartisipasi aktif dimana untuk responden nelayan 85,7%, wiraswasta 51,0% dan petani 67,9%. Hubungan antara partisipasi dan upaya konservasi kurang erat, dimana nilai r dan R2 pada nelayan sebesar -0,310 dan 9,61%; pada wiraswasta sebesar -0,247 dan 6,101%; dan pada petani sebesar 0,005 dan 0,003%. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan, rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan alam dan turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok pengelola. Mangrove condition in the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency has been degrading because of abrasion. Mangrove forest in Demak is one of the impacted ecosystem due to incorrect planning and management. The purpose of this study were to identify mangrove conservation efforts, to know community participation in supporting mangrove conservation and to know the correlation between community participation and mangrove conservation efforts in the Timbul Sloko village. The research conducted in February 2015 at the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency. The measured variables were conservation effort level and community participation that composed of perception, aspiration and action on their knowledge about mangrove and it’s benefits for life. Data collected using questionnaires as a based for interview. Data analysed using SPSS to test validity and realibility of modus questionnaire score from respondents. Mangrove conservation effort at the Timbul Sloko village was moderate to be understand by respondents with score of 3, the activities include mangrove cultivation, planning for management and land use availability for planting and reforestation of mangrove. Most respondents participate actively inwhich for respondents fishermen 85.7%,  farmers 51,0% and entrepreneur 67.9%. Correlation between participation and conservation effort was less related in which the r and R2 value for fishermen are -0.310 and 9.61%; entrepreneur -0.247 and 6.101%; and farmers 0.005 and 0.003%. This are happened because lack of knowledge, low education level and less-awareness to protect nature environment and to participate in the organized activities by the management group.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI BLEBAK SEBAGAI OBYEK REKREASI PANTAI DI KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Febrilia, Anggita Yohana; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.895 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22538

Abstract

Pantai Blebak adalah destinasi wisata pantai di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara yang memiliki peluang untuk dikembangkan akan tetapi terdapat kendala yaitu informasi mengenai pantai ini belum terekspose dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata, persepsi masyarakat dan pengunjung tentang daya tarik, fasilitas, aksesibilitas dan kepedulian lingkungan; serta menilai kesesuaian wisata Pantai Blebak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif dengan membagikan kuesioner kepada 30 responden masyarakat menggunakan teknik purposive sampling, 30 responden pengunjung menggunakan teknik accidental sampling dan metode kuantitatif untuk mengukur kesesuaian wisata Pantai Blebak. Potensi wisata  yaitu 1). Potensi Biologi : empat jenis mangrove (Rhizopora mucronata , R. apiculata, Avicenia alba, Sonneratia sp) dan terdapat satu jenis lamun (Thalassia hemprichii) serta makrofauna (kepiting, gastropoda dan bivalvia); 2.) Potensi Fisik : Atraksi wisata (Pemandangan alam, pasir putih, perairan jernih dan ombak tenang); Aksesibilitas (sejauh 13 km dari Kota Jepara, kondisi jalan sudah beraspal); Fasilitas (akomodasi penginapan, kurangnya penerangan jalan, tersedianya air bersih dari sumur tanah, hanya terdapat 4 toilet dan 2 mushola; Aktivitas masyarakat dan pengujung berjalan dengan baik 3.) Potensi Budaya : sedekah laut dilaksanakan satu minggu setelah hari raya Idul Fitri. Persepsi responden tentang daya tarik wisata yaitu baik, fasilitas yaitu kurang baik, aksesibilitas dan kepedulian lingkungan yaitu baik. Hasil perhitungan Indeks Kesesuaian Wisata Pantai Blebak yaitu tergolong dalam kategori pantai yang sesuai untuk kegiatan rekreasi pantai Blebak Beach is coastal tourist destinations in the Sekuro Village, Mlonggo Sub-district that has a chance to be developed but there are constraints on information about this beach that has not being well exposed. The purpose of this study were to reveal the potential of tourism, perception of community and visitors about attractivenees, facility, accessibility and environmental awareness; and to assess the tourism suitability of the beach. This research was conducted in March 2018. The methods used in this research was qualitative method by distribute questionnaires to 30 community respondents using purposive sampling technique, 30 visitors respondents using accidental sampling technique and quantitative method to measure the tourism suitability of the beach. Tourism potentials include 1). Biological Potentials: four types of mangrove (Rhizopora mucronata, R. apiculata, Avicenia alba, Sonneratia sp) and one type lamun (Thalassia hemprichii), macrofauna (crabs, gastropods and bivalves); 2.) Physical Potentials: Tourist attraction (Natural scenery, white sand, clear waters and calm waves); Accessibility (as far as 13 km from Jepara City, road conditions have been paved); Facilities (Hotel accommodation, poor lighting, availability of clean water  from ground wells, 4 toilets and 2 mushollas, Activity of community and visitors are going well 3.) Cultural Potentials: sea charity which held in a week after Eid Mubarak. Perception of the respondents  about attraction are good, facilities are deficient, accessibility and environmental awareness are good. The calculation result of Suitability Index of Blebak Beach is classified into the appropriate category for recreational beach activities. 
PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG POTENSI EKOSISTEM PESISIR UNTUK OBYEK WISATA DI DESA MOROREJO KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL Yanti, Fefi Tri; Suryanto, Agung; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.202 KB)

Abstract

Pengembangan potensi wisata bahari dapat dilaksanakan melalui pemanfaatan obyek dan daya tarik wisata secara optimal. Berbagai obyek dan daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan antara lain ekosistem pesisir pantai, keragaman flora dan fauna (biodiversity). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman responden tentang kondisi ekosistem pesisir, mengetahui tingkat pemahaman responden objek wisata pesisir, dan mengetahui kelayakan ekosistem pesisir sebagai objek wisata di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu Kendal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2014 di pesisir Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan wawancara kepada empat macam responden yaitu masyarakat desa, aparat, pengunjung, dan pengguna tentang empat ekosistem pesisir seperti mangrove, pantai, tambak, dan muara. Jumlah responden yang diambil sebanyak 100 orang dengan jumlah masing-masing 30 masyarakat desa, 20 aparat, 20 pengunjung, dan 30 pengguna. Analisis data menggunakan perhitungan hasil kuisioner tentang pemahaman masyarakat terhadap obyek wisata dan kelayakan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman responden terbilang rendah, hanya sekitar 19% yang tahu kondisi ekosistem mangrove, pantai, tambak dan muara pesisir Desa Mororejo, sedangkan tingkat pengetahuan responden tentang obyek wisata pesisir desa Mororejo juga tergolong rendah yaitu 14,12%. Kondisi ekosistem di sekitar pesisir desa Mororejo untuk ekosistem mangrove tergolong kurang baik, untuk ekosistem pantai, tambak dan muara tergolong cukup baik. Kelayakan ekosistem pesisir desa Mororejo untuk wisata cukup baik, tetapi ekosistem mangrove tergolong kurang baik, sedangkan pantai, tambak dan muara tergolong cukup baik sehingga secara keseluruhan kelayakan ekosistem pesisir di desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu Kendal dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata pendidikan yaitu ekosistem mangrove dan ekosistem tambak sedangkan wisata rekreasi yaitu ekosistem pantai dan ekosistem muara. Development of marine tourism potential can be done through utilization of tourism objects and attraction optimally. Various tourism objects and attraction that can be used include coastal ecosystem (beach), diversity of flora and fauna. The purpose of this study were to determine the level of understanding of the respondents about condition of coastal ecosystems, the level of knowledge of the coastal tourism attractions, and the feasibility of coastal ecosystems as a tourist attraction in the Mororejo village, Kaliwungu District Kendal. The experiment was conducted from February to March 2014 in the coastal village of Mororejo, Kaliwungu District, Kendal. The method used was descriptive approach with interviews to four kinds of respondents (villagers, officials, visitors, and other users) of the four coastal ecosystems such as mangroves, beaches, ponds, and estuaries. The number of respondents who were taken as many as 100 people with the amount of 30 villages, 20 officers, 20 visitors, and 30 other users. Analysis of the data using the calculation results from questionnaires about people’s understanding of tourism and tourist feasibility. The results showed that the level of understanding of the respondents relatively low, only 19% knew the condition of mangrove ecosystems, beaches, fish ponds and coastal estuaries of Mororejo village, while the level of knowledge on tourist attraction of mangrove ecosystems, beaches, ponds and coastal estuaries of Mororejo village is also quite low at 14,12%. Conditions of coastal ecosystems of the Mororejo village for mangrove ecosystems is less, for the fish pond and estuarine ecosystems are quite good. The feasibility of Mororejo village coastal ecosystem for tourism is well enough, but the mangrove ecosystem is not good, while beaches, fish ponds and estuaries is quite good so overall feasibility of coastal ecosystems in the Mororejo village, Kaliwungu Disctrict Kendal can be used as a tourist attraction, namely education mangrove ecosystems and ecosystem pond while recreational tourism that coastal ecosystems and estuarine ecosystems. 
PERENCANAAN PROGRAM INTERPRETASI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN WISATA DI MAROON MANGROVE EDU PARK SEMARANG Sipayung, Louis Allen; Purwanti, Frida; Hutabarat, Sahala
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.094 KB)

Abstract

ABSTRAK Interpertasi lingkungan dapat berperan penting dalam ekowisata dengan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang potensi kawasan, informasi tentang konsekuensi pada setiap tindakan dan mengubah perilaku pengunjung untuk melestarikan lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2017, dengan tujuan mengkaji profil dan persepsi pengunjung, mengidentifikasi ketersedian media informasi dan menyusun program interpretasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner terhadap 50 pengunjung serta Focus Group Discussion (FGD) dengan stakeholder MMEP Semarang. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi ketersediaan media informasi yang ada di MMEP Semarang. Profil pengunjung yang datang ke MMEP Semarang paling banyak dari kelompok anak muda yang berusia antara 15-24 tahun dan  berasal dari wilayah Semarang sekitarnya (Kedungsepur). Persepsi pengunjung tentang informasi potensi wisata MMEP Semarang melalui program interpretasi yang ada, menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung (70%) masih kurang mendapatkan edukasi mengenai potensi wisata. Ketersediaan media informasi yang ada di MMEP Semarang terdiri dari papan informasi potensi alam, papan petunjuk arah, papan sejarah penanaman mangrove, papan informasi karcis, papan sejarah awal lokasi wisata dan papan larangan wilayah Lanumad. Program interpretasi lingkungan sesuai road map pengembangan wisata tahun 2015-2020 meliputi peyediaaan jasa pemandu wisata yang kompeten dan perbaikan fasilitas interpretasi yang sudah ada.   Kata Kunci: Interpretasi Lingkungan; Wisata; Media Informasi; Maroon Mangrove Edu Park  ABSTRACT Environmental interpretation play an important role in ecotourism by educating visitors about the potency areas, providing information on the consequences of each action and stimulating visitor behavior to preserve the environment. The study was conducted in February 2017, with the aims to assess visitor profiles and perceptions, to identify the availability of information media and to develop environmental interpretation programs. The method used in this research is descriptive method. The data were collected by interviewing to 50 visitors using  questionnaires and Focus Gorup Discussion (FGD) with stakeholders at MMEP Semarang. Observations were conducted to identify the availability of information media in MMEP Semarang. Profile of visitors who come to MMEP Semarang are mostly a group of young people with aged between 15-24 years and came from Semarang. The visitor perception about information of tourism potential at MMEP Semarang from the existing interpretation program, has shown that most of the visitors (70%) get less education about tourism potential. Availability of information media available in MMEP Semarang consists of natural potential information board, direction board, mangrove planting history board, ticket board information, early history board of tourist sites and ban board of Lanumad area. The environmental interpretation program would be develop according to the road map of tourism development 2015-2020 are providing competent tour guides and upgrading the existing interpretation facilities.  Keywords: Enviromental Interpretation, Tourism, Information Media Maroon Mangrove Edupark 
Valuasi Ekonomi Pemanfaatan Ekosistem Mangrove di Desa Bedono, Demak Widiyanto, Arif; Saputra, Suradi Wijaya; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.945 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem penting di pesisir, memiliki potensi sumberdaya alam yang besar, dan harus dijaga kelestariannya. Masyarakat sendiri kurang menyadari betapa pentingnya nilai ekonomi ekosistem tersebut. Penelitan dilakukan pada bulan Januari-Februari 2012 bertujuan untuk mengetahui  pemanfaatan ekosistem mangrove dan nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Desa Bedono, Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data melalui wawancara terhadap 94 orang responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil valuasi ekonomi ekosistem mangrove didapat manfaat langsung sebesar Rp 169.797.000,00 per tahun (8,5%) didapat dari pemanfaatan kayu bakar dan dari sektor perikanan. Manfaat tidak langsung sebesar Rp 1.827.985.770,00 per tahun (89,5%) didapat dari nilai sebagai daerah asuhan, mencari makan, dan daerah pemijahan serta manfaat sebagai penahan abrasi serta pelindung tambak. Manfaat pilihan sebesar Rp 39.223.125,00 per tahun (2%) didapat dari fungsi ekologis. Nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Kelurahan Bedono, Demak adalah sebesar Rp 2.037.005.895,00 per tahun.
Co-Authors - Adhian - Supriharyono Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Agustina Risqiani Ainni, Chusnul Firaqie Alin Fithor Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Amir Suharto Rumalean Angesti Lintang Pristira Apriliana, Wahyu Ika Arif Rahman Arif Widiyanto Atrasina Adlina Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Dwiloka Bambang Sulardiono Bangun, M. Fadhillah Rasyid Beni Sabdo Nugroho Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto cahyadi, jimmy Churun A'in Churun Ain Churun Ain Dedy Soedharma Desrina Desrina Deviana, Desi Avinda Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djoko Suprapto Donny Juliandri Prihadi Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Firdaus, Nur Salsabila Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S Alikodra Haeruddin Haeruddin Ilhamsyah, Ahmad Jefryco, Siahaan Komah, Siti Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Hima Desy Liana, Tri Budi Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Mutia Ismi Febrianti Nafisah, Nailin Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prawiro, Hendro Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Rajib Jaka Dwinta Chandra Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Rizky Muliani Dwi Ujianti Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno Sri Rejeki Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Vera, Grecya Christa Wardhani, Pramudia Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati Yusuf Kamlasi