Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT KERENTANAN PANTAI DAN PRODUKSI TAMBAK DI KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH (Relation of Coastal Vulnerability Index and Pond Production in Juwana, Pati, Central Java) Komah, Siti; Purwanti, Frida; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.796 KB)

Abstract

Kecamatan Juwana merupakan kawasan pesisir memiliki potensi untuk kegiatan perikanan budidaya yang secara ekonomi sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah, namun karena topografinya yang landai, Kecamatan Juwana rentan terhadap perubahan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kerentanan pantai, tingkat produksi tambak dan hubungan tingkat kerentanan pantai dan produksi tambak di Kecamatan Juwana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2015 di kawasan pesisir Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan studi kasus menggunakan metode analisis Indeks Kerentanan Pantai, dengan tujuh variabel dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu geomorfologi serta data tinggi dan lama genangan banjir menggunakan teknik wawancara, sedangkan data sekunder yaitu perubahan garis pantai dan kemiringan pantai dari citra satelit yang diolah menggunakan software ER Mapper 7.0 dan ArcMap 10.2.2, tinggi gelombang, kisaran pasang surut, dan produksi tambak di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Hasil nilai tingkat kerentanan pantai di Kecamatan Juwana pada tahun 2013 – 2015 berkisar antara 3.3 sampai 3.4 dengan tingkat kerentanan tinggi, nilai produksi tambak di Kecamatan Juwana pada triwulan II dan III lebih tinggi dibanding triwulan I dan IV dan tingkat kerentanan pantai tidak ada hubungannya dengan produksi tambak di Kecamatan Juwana, Pati.  Juwana district is a coastal area that potential for cultivation fishery activities that are economically very influential on local revenue, but because of its sloping topography, Juwana District is vulnerable to environmental changes. The purpose of this research were to know the level of coastal vulnerability, the level of fish pond production and the correlation of coastal vulnerability level and fish pond production in Juwana district. The research was conducted in June 2015 at the coastal area of Juwana district, Central Java. The research is a case study using analysis Coastal Vulnerability Index, that consist of seven variables from primary and secondary data. The primary data included geomorphology observation and data of high and flood inundation period using interview technique, whereas secondary data included change of coastline and coastal slope obtained from Satellite image, that processed by ER Mapper 7.0 software and ArcMap 10.2.2., wave height, tidal range, and fish pond production data collected from the provided data at the Juwana District. The  coastal vulnerability index value of the Juwana district in 2013- 2015 was 3.3- 3.4 which included in the category of high vulnerability, the fish pond production value in Juwana district in the second and third quarters was higher than in the first and fourth quarters and the degree of coastal vulnerability had no relation to the  fish pond production in Juwana district, Pati.
KONDISI WISATA MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI, KABUPATEN REMBANG Mangrove Tourism Conditions in Pasar Banggi Village, Rembang Regency Saputro, Danang Adi; Purwanti, Frida; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.711 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24259

Abstract

ABSTRAK Mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut sebagai ekosistem interface antara daratan dengan lautan. Ekosistem mangrove di desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang merupakan perpaduan antara mangrove alami dan hasil rehabilitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang dilihat dari  komposisi jenis, kerapatan dan ketebalan mangrove serta menganalisis tingkat kesesuaian wisata mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan yang bersifat eksploratif, dimana  teknis pengumpulan data menggunakan sistematik sampling. Data yang diambil meliputi 5 variabel yaitu: jenis, kerapatan mangrove dan asosiasi biota (hasil pengamatan lapangan dan perbandingan dari penelitian terdahulu), ketebalan (citra Google Earth Oktober 2016), pasang surut (data BMKG Oktober 2016). Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun, dimana setiap stasiun terdapat 3 titik sampling. Komposisi jenis mangrove di desa Pasar Banggi terdapat 3 jenis mangrove yaitu Rhizopora stylosa, R. mucronata, dan R. Apiculata, dengan kerapatan mangrove tertinggi yaitu 62 ind/100m2 dan ketebalan mangrove tertinggi sepanjang 139 m. Kondisi hutan mangrove desa Pasar Banggi termasuk dalam kategori sesuai (S2) untuk kegiatan wisata berkelanjutan di Kabupaten Rembang. ABSTRACT Mangroves are plants that grow in a tidal areas an interface ecosystems between terrestrial and marine. Mangrove ecosystem in the Pasar Banggi Village,  Rembang Regency is a combination results of natural mangrove and rehabilitation. The purpose of this study were to determine condition of mangroves in the Pasar Banggi Village, Rembang, seen from the species composition, density and thickness of mangroves and to analyze the suitability level of mangrove tourism in the Pasar Banggi Village, Rembang. The method used in this study was an exploratory survey method, data collected using systematic sampling techniques. Mangrove tourism data collection was carried out of 5 variables, i.e.: type of mangrove, density of mangroves and associations of biota (from observations and comparisons of previous studies), thickness (Google Earth image October 2016), tides (data BMKG October 2016). Sampling was conducted at 3 stations, each station has 3 sampling points. The composition of mangrove species in Pasar Banggi village consists of 3 types of mangroves, namely Rhizopora stylosa, R. mucronata, and R. Apiculata, with the highest density of mangrove 62 ind / 100m2 and the highest thickness of mangrove along 139 m. The condition of mangrove forest in the Pasar Banggi village was included in the appropriate category (S2) for sustainable tourism activities in the Rembang Regency.
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA SARAWANDORI, KOSIWO KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, PROVINSI PAPUA Karubaba, Obaja; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.456 KB)

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat pesisir di desa Sarawandori dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen Papua. Metode penelitian bersifat deskriptif  dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan jenis kegiatan. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara terhadap 50 masyarakat nelayan dari 18 KK yang menerima bantuan dan mengikuti program pemberdayaan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 kegiatan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori yaitu: Pengembangan kapasitas aparat kampung, Pelatihan budidaya rumput laut dan ikan (Keramba), Metode Penangkapan ikan, Pemasaran hasil perikanan, Metode bantuan sarana budidaya ikan yang sudah berjalan dari tahun 2007 sampai sekarang. Pelaksanaan program yang prioritas di desa Sarawandori yaitu pemanfaatan sumber laut untuk meningkatkan kehidupan masyarakat nelayan. Prosedur atau mekanisme penyaluran bantuan berjalan sesuai dengan ketentuan. Community Empowerment Program at the coastal village of Sarawandori can help to increase the income of fishermen. The purpose of this study were to identify and to evaluate the implementation of the program in the coastal village of Sarawandori Kosiwo Yapen Islands District of Papua. The research method is descriptive in which sampling was done purposively based on the consideration of the type of activity. Data were collected by field observations, interviews to the 50 fishers communities from 18 family leaders who receive aid and get the empowerment program. The research showed that there are 5 activities of the program in the Sarawandori villages namely: Capacity building of the officials village, training on culture of seaweed and fish (Cage), Fishing Methods, Fishery marketing and aids for aquaculture facilities. The program has been running from 2007 to the present. Implementation of the priority programs at Sarawandori village is marine resources utilization to improve the life of fishers communities. Procedure and mechanism of aid delivery is running well in accordance to the regulation.
HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN GASTROPODA PADA KAWASAN WISATA MANGROVE DESA BEDONO DEMAK Relation of Organic Matters to the Abundance and Diversity of Gastropods in the Mangrove Tourism Areas of Bedono, Demak Prasetia, Muhammad Nur; Supriharyono, Supriharyono; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.768 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24231

Abstract

ABSTRAK Wilayah pesisir Bedono sebagai kawasan hutan bakau yang terletak di utara Kabupaten Demak telah dikelola dan dijadikan kawasan wisata sehingga secara tidak langsung akan berdampak terhadap fungsi ekologis mangrove. Banyak organisme hidup yang berasosiasi dengan mangrove salah satunya adalah Gastropoda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis Gastropoda, kelimpahan dan keanekaragaman Gastropoda serta mengetahui hubungan antara kandungan bahan organik dengan kelimpahan Gastropoda. Pengambilan sampel Gastropoda dan sedimen dengan metode kuadran transek yaitu 1 x 1m di 3 stasiun. Hasil penelitian didapatkan terdiri dari 5 genera Gastropoda yaitu Cassidula sp, Cerithidae sp, Littorina sp, Telescopium sp, dan Terebralia sp. Kelimpahan Gastropoda berkisar antara 94 – 248 ind/3m2. Nilai indeks keanekaragaman sebesar 1,08 - 1,27. Nilai indeks keseragaman sebesar 0,67 – 0,94 dan indeks dominasi sebesar 0,23 – 0,39. Berdasarkan nilai uji regresi sederhana dimana nilai koefisien korelasi berkisar 0,7 < r ≤ 1,0 menunjukkan bahwa kelimpahan gastropoda memiliki hubungan yang kuat dan memiliki korelasi dengan kandungan bahan organik dalam sedimen. ABSTRACT Bedono coastal as an area mangrove forest located at the northen Demak Regency has been managed and used as a tourism area. Many living organisms associated to mangrove, mainly Gastropods. Purpose the research a to investigate type of Gastropods, abundance and diversity of Gastropods and relationship of organic matters to Gastropods abundance. Samples of Gastropods and sediments were collected using 1x1m transect quadrant methods in 3 different stations. Results of research obtained 5 genera of Gastropods that is Cassidula sp, Cerithidae sp, Littorina sp, Telescopium sp, dan Terebralia sp. Abundance of Gastropods between 94 – 248 ind/3m2. Result of diversity index was 1,08 – 1,27. Uniformity index between 0,67 – 0,94 and domination index was 0,23 – 0,39. Based on simple regression test the value of a correlation range 0,7 < r ≤ 1,0. It was showed that gastropods abundance have a close relationship and a correlation with organic matters in sediments.
EVALUASI PERKEMBANGAN WISATA BAHARI DI PULAU TIDUNG BESAR KEPULAUAN SERIBU Sihotang, Silvyani Putri; Sulardiono, Bambang; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.069 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Tidung Besar merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta yang menjadi destinasi wisata bahari. Perkembangan wisata bahari dapat memberikan dampak ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan, sehingga perlu dilakukan evaluasi perkembangan wisata bahari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan wisata bahari, dampak perkembangan wisata bahari dari aspek ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan, dan mengevaluasi perkembangan wisata bahari menggunakan siklus wisata. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis secara kualitatif. Data diperoleh dengan menyebar kuisioner kepada 98 masyarakat, 50 pengunjung dan 10 pengelola. Sejak tahun 2014 hingga 2016 terdapat penurunan pengunjung Pulau Tidung Besar yang disebabkan oleh tidak adanya penambahan daya tarik wisata dan belum maksimalnya perbaikan ataupun penambahan fasilitas pendukung. Dampak kegiatan wisata bahari di Pulau Tidung Besar untuk dampak ekonomi adalah penambahan lapangan kerja dan pendapatan penduduk, untuk dampak sosial-budaya terlihat dari kegiatan gotong royong penduduk dan dampak lingkungan adalah semakin meningkatnya kesadaran pemerintah maupun masyarakat terhadap keadaan terumbu karang, kebersihan lingkungan dan ketersediaan air bersih yang lebih baik.. Evaluasi perkembangan Pulau Tidung Besar masuk dalam tahap stagnasi menuju tahap penurunan/ peremajaan.                                                                                                                       Kata Kunci: Evaluasi, Perkembangan, Dampak, Wisata Bahari, Pulau Tidung ABSTRACTTidung Besar island as part of  the Seribu Islands is located at the Jakarta Province which become a marine tourism destination. Development of marine tourism could affect condition of economic, social-culture, and ecology, therefore need to be evaluate marine tourism development. The aims of the research are to know development of marine tourism, impact of marine tourism development based on economic, sosial-culture, ecology aspects and to evaluate development of marine tourism using tourist life cycle . The methods used in this research was descriptive method with qualitative analysis. Data obtained by distributed quistionnaires to 98 residents, 50 tourists and 10 staffs. Since the year 2014 to 2016, the visitors of Tidung Besar Island was decline due to lack of improvement or addition for supporting facilities. The marine tourism activities impact on economic aspect are increasing employment, the sosio-culture impact is lowering the “Gotong Royong” activities, and the ecological impact are good concern of the government and resident for coral reefs and better sanitation and availability of clean water. Evaluation of marine tourism development at the Tidung Besar Island is in the stagnation level toward decline/ rejuvenation.Keywords : Evaluation, Development, Impact, Marine Tourism, Tidung Island
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI PUSAT INFORMASI MANGROVE (PIM) KELURAHAN KANDANG PANJANG PEKALONGAN Faiqoh, Elok; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.809 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22575

Abstract

Kawasan ekowisata di Pusat Informasi Mangrove (PIM) merupakan salah satu wisata alam di Kota Pekalongan yang berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi daya tarik, profil pengunjung, persepsi, partisipasi, aspirasi pengunjung dan masyarakat dalam pengembangan ekowisata serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata. Penelitian dilakukan pada Maret 2018. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 91 responden pengunjung, 30 masyarakat dan 2 pengelola. Teknik pengambilan sampel pengunjung dengan accidental sampling, untuk masyarakat dan pengelola dengan purposive sampling. Pembobotan kuesioner dengan skala Likert, penentuan strategi menggunakan SWOT. Potensi daya tarik meliputi: keanekaragaman jenis mangrove; asosiasi biota meliputi ikan bandeng, kakap putih, mujaer, udang Vaname dan kepiting bakau; fasilitas yang tersedia meliputi: boat, shelter pemancingan, jogging track, Gedung PRPM, Shelter, lahan parkir, kamar mandi, menara pandang dan mushola; aksesibilitas (kondisi jalan beraspal, dilengkapi petunjuk arah). Persepsi pengunjung dan masyarakat mengenai daya tarik dan aksesibilitas tergolong baik, namun persepsi mengenai fasilitas tergolong kurang baik. Partisipasi pengunjung dan masyarakat dalam menjaga lingkungan tergolong baik. Aspirasi pengunjung dan masyarakat mengenai pengadaan fasilitas pelengkap. Strategi pengembangan ekowisata di PIM meliputi: pengembangan ekowisata dengan konsep pelestarian ekosistem serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah; peningkatan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan fasilitas kawasan ekowisata; menjaga ekosistem mangrove dengan cara mengefektifkan rehabilitas dan penegakan peraturan perlindungan mangtrove; dan meningkatkan fasilitas/sarana prasarana yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak dari abrasi.                 Ecotourism area in the Mangrove Information Center (PIM) is one of the nature tourism in Pekalongan City that potential to be developed. The purpose of this research were to know the attraction potency, visitor profile, perception, participation, aspiration of visitor and community in ecotourism development as well as to set an ecotourism development strategy. This research was conducted in March 2018. The method used a survey using a questionnaire distibuted to 91 visitors, 30 communities and 2 managements staff. Sampling technique for visitor used accidental sampling, for community and management staff used purposive sampling. Questionnaire weighted by Likert scale, strategy determinated by SWOT. The attraction potency include: diversity of mangroves; biota association include milkfish, seabass, mujaer, Vaname shrimp and crab; available facilities include: passenger boats, fishing shelters, jogging tracks, PRPM building, shelters, parking lots, bathroom, view tower and small mosque; accessibility (directed paved road). The perception of visitors and community about attractiveness and accessibility were quite good, but the perception of facility was not good enough. Participation of respondents in maintaining the environment was good. Aspirations of the visitors and community toward development was procurement of facilities. Development strategy of ecotourism in PIM include: development of ecotourism with ecosystem preservation concept as well as coordination with local goverments; increased empowerment of local communities in optimizing ecotourism facilities area; keep the mangrove ecosystem by rehabilition effectiveness and enforcement protection mangrove regulation; and improve the facilities/infrastructure that can be used to minimize the impact of abrasion.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI NELAYAN DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH UJUNGNEGORO-ROBAN KABUPATEN BATANG Adhian, -; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.95 KB)

Abstract

Pantai Utara Jawa Tengah khususnya kawasan pesisir Kabupaten Batang memiliki potensi sumberdaya perairan yang cukup tinggi dan dimanfaatkan manusia secara berlebihan. Pemanfaatan yang berlebihan menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan sehingga perlu adanya upaya konservasi untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan. Sejak tahun 2005, Kabupaten Batang mengalokasikan sebagian wilayahnya yaitu kawasan pantai Ujungnegoro-Roban sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD), suatu kawasan konservasi di wilayah perairan laut yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Penetapan kawasan konservasi tersebut berdasarkan pada kriteria ekologi, sosial budaya, dan ekonomi sehingga diharapkan pemilihan lokasi konservasi sesuai dengan tujuan konservasinya dengan memperhatikan kondisi ekologis dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Tujuan Penelitian menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat nelayan dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah Ujungnegoro, Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Data primer dikumpulkan yaitu melalui kuisioner ataupun hasil wawancara langsung terhadap 102 responden. Data sekunder dikumpulkan dari monografi desa lokasi penelitian berupa keadaan wilayah, kependudukan dan instansi/lembaga  terkait ini. Data primer dan data sekunder yang dikumpulkan berdasarkan variable persepsi masyarakat nelayan dan variable partisipasi masyarakat nelayan, instansi terkait, dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat nelayan mempunyai tingkat persepsi sedang (61,84%) mengenai kondisi terumbu karang dan mangrove, keberadaan KKLD yang perlu dipertahankan, manfaat KKLD, aturan KKLD dan sanksi KKLD. Tingkat partisipasi adalah sedang (61,07%) untuk kegiatan penanaman mangrove dan konservasi terumbu karang, walaupun untuk kegiatan pengawasan KKLD dan partisipasi dalam musyawarah Pokwasmas masih kurang.  North coast of Central Java, especially the coastal area of Batang Regency has very high aquatic resources potential and has been widely exploited caused environmental degradation’s. Therefore, there should be a conservation efforts to reduce the damages. Since 2005, the Batang Regency allocate territories in the Ujungnegoro coastal areas as District Marine Conservation Area (DMCA). District Marine Conservation Area (DMCA) a conservation area in the territorial which are developed by local governments. Determination of the conservation area is based on the criteria of ecological, socio-cultural, and economic criterias so the selection of conservation sites is compatible to the conservation purposes by taking into account the ecological conditions and the needs of surrounding communities. The purpose of the research are to analise perception and participation of fishing communities in management of the Ujungnegoro-Roban Marine Conservation Area. Research methods used in this research is descriptive methods as a case study. Primary data collected through interviews or questionnaire to 102 respondents. Secondary Data collected from the village monograph include the territory Status, population and related /institutions of this research. Primary Data and secondary data collected based on perceptions and participation of fishing communities variables, relevant agencies, and observations in the field. The research shows that fisher community have perception on average level (61,84%). about condition of coral reefs mangrove, benefits, regulation and conservation of DMCA. Participation level is on average (61,07%) for activities on mangrove plantation, coral reefs conservation, although surveillance of the DMCA and participation on community group discussion for surveillance discussion are low.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM PANTAI SUWUK KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH Mongi, Elrin Meivian; Purwanti, Frida; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.43 KB)

Abstract

Wisata alam merupakan pemanfaatan sumberdaya alam atau daya tarik panorama alam untuk kegiatan wisata. Salah satu obyek wisata alam di Kabupaten Kebumen adalah Pantai Suwuk. Tujuan penelitian untuk  mengetahui potensi daya tarik wisata alam di Pantai Suwuk; mengetahui profil dan persepsi pengunjung, tingkat kepuasan wisata, kepedulian lingkungan, dan menyusun strategi pengembangan wisata alam Pantai Suwuk Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana potensi daya tarik wisata disajikan dengan piktogram. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling sedangkan penyusunan strategi pengembangan wisata dilakukan menggunakan teknik FGD (Forum Group Disscussion) dan analisis SWOT. Pantai Suwuk memiliki luas 5,5 ha dengan 3 formasi tumbuhan pantai yaitu mangrove, pes-caprae, dan barringtonia. Potensi daya tarik wisata pantai Suwuk meliputi wisata alam dan buatan dengan 9 atraksi yaitu pemandangan alam (skor 1839); museum pesawat terbang (skor 1797); penyewaan perahu (skor 1671); kuliner (skor 1671); kebun binatang (skor 1653); penyewaan ATV (skor 1548); rekreasi berenang (skor 1473); berkuda (skor 1244) dan memancing (skor 1053). Pengunjung sebagian besar mendapat informasi OWA Pantai Suwuk secara lisan (88.89 %); dengan tujuan rekreasi 73.33%; frekuensi kunjungan 3-5 kali (35.56%) dan datang bersama teman 42.22 %, dengan lama kunjungan 1-2 jam (22.22%) serta 62.22 % menyatakan biaya wisata termasuk cukup murah. Tingkat kepuasan pengunjung termasuk dalam kategori puas dan kepedulian terhadap lingkungan termasuk dalam kategori sangat peduli. Strategi prioritas dan alternatif pengembangan wisata meliputi pengembangan kompentensi, pengembangan fasilitas, keterlibatan masyarakat, peningkatan kerjasama, peningkatan pemahaman lingkungan, peningkatan peran lembaga, peningkatan konsep pariwisata alam, pengembangan wisata edukasi, dan pengelolaan sampah serta kebersihan. Nature tourism is usage of natural resources or nature panorama for tourism activities. One of nature tourist attraction in the Kebumen district is the Suwuk beach. The research aims to identify tourism potential of natural attractions on the Suwuk beach; to know profile and perceptions of the visitors, tourist satisfaction levels, environmental awareness, and to set nature tourism development strategy of Suwuk Beach Kebumen. The research used a qualitative descriptive approached in which potency of tourism attraction presented in pictogram. Sampling respondents were conducted using accidental sampling while tourism development strategies was set up using FGD technique and SWOT analysis. The Suwuk beach has an area of 5.5 ha with 3 coast vegetation formations ie mangrove, pes-caprae, and Barringtonia. Potency of touriwm attraction on the Suwuk coast include tourism on natural and artificial consist of 9 attractions ie panoramic view (score 1839); aircraft museum (score 1797); boat rentals (score 1671); culinary (score 1671); the zoo (score 1653); ATV rentals (score 1548); recreational swimming (score 1473); horse riding (score 1244) and fishing (score 1053). Most visitors got verbal information (88.89 %); with the purpose for recreation (73.33%); frequency of the visit 3-4 times (35.56%); and come with friends (42.22%) with stay duration 1-2 hours (22.22%); and stated that the destination is in cheap cost The visitor satisfaction level are in satisfied category, environmental awareness in the level of very concern. Priorities and alternative of tourism development strategies include develop competency, facilities, community involvement, collaboration, increase environmental awareness, the role of institutions, improve the nature tourism concept, develop educational tourism and waste management as well as hygiene.
TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT DAN STATUS EKOSISTEM ZONA INTI DI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU Perdana, Ratri Canar; Purwanti, Frida; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.91 KB)

Abstract

Zona inti sebagai bagian dari Kawasan Konservasi Perairan diperuntukan bagi perlindungan mutlak habitat dan populasi ikan, penelitian dan pendidikan dengan tetap mempertahankan perlindungan keterwakilan keanekaragaman hayati yang asli dan khas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status ekosistem zona inti dilihat dari kondisi ekosistem karang, ikan karang dan keberadaan biota khas; mengukur kualitas perairan zona inti ditinjau dari tingkat tropik saprobik perairan; dan mengetahui tingkat pemahaman dan kepedulian masyarakat Kepulauan Seribu mengenai batas dan fungsi ekosistem zona inti di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS). Metode penelitian ini adalah metode deskriptif yang digunakan untuk membuat gambaran atau deskripsi  suatu keadaan secara objektif. Pengamatan dilakukan pada dua aspek, yaitu aspek ekologi dan sosial.Pengamatan aspek ekologi di 5 stasiun pada zona inti II dan 3 stasiun pada zona inti III, mencakup karang, ikan karang, biota khas dan parameter kualitas air. Pengamatan aspek sosial dilakukan wawancara kepada Petugas BTNKpS dan 40 responden masyarakat. Hasil menunjukkan status ekosistem zona inti masih tergolong baik. Pengamatan di lapangan ditemukan 10 famili karang, 8 famili ikan karang dan 2 biota khas dilindungi yaitu Tridacna sp dan Lambis sp yang sudah sulit ditemukan. Kualitas perairan  juga masih tergolong baik dengan rata-rata nilai SI dan TSI perairan di zona inti II yaitu 0,834 dan 1,592 tergolong dalam oligosaprobik dengan indikasi tercemar ringan atau belum tercemar sedangkan pada zona inti III rata-rata yaitu 0,64 dan 0,72 tergolong dalam β – mesosaprobik dengan indikasi adanya pencemaran ringan sampai sedang. Tingkat pemahaman masyarakat mengenai batas dan fungsi zona inti  yang tergolong paham sebanyak 47,5% lebih sedikit dari jumlah yang tergolong kurang sampai tidak paham yaitu 52,5%. Tingkat kepedulian masyarakat terhadap konservasi di kawasan zona inti yang tergolong peduli sebanyak 53,8% sedikit lebih banyak dari jumlah responden yang tergolong kurang peduli sampai tidak peduli yaitu 46,2%. Core zone as partof  Waters Conservation Area was intended for absolute protection of both habitat and fish populations, research and education purpose and  maintenance the protection of nature and typical biodiversity representation. The purpose of the study were to determine the core zone ecosystem status based on the condition of existing coral ecosystems, coral fishes and the presence of typical biota; to measure waters quality of the nucleus zone reviewed by aquatic trophic saprobic levels; and to determine  level of local community comprehension and participation of the boundaries and function of the nucleus zone at the Seribu Island National Park. The research method was descriptive method to makes a description of a situation objectively. Observation was made on two aspects, that were ecological and social aspects. Observation on the ecological aspects was set in 5 stations at the core zone II and 3 stations at the core zone III, includes corals, coral fishes, typical biota and waters quality parameters. Observation on the social aspect done by interviewing 40 respondens of local community and BTNKpS officers. Results indicate that the status of core zone ecosystem was still relatively good. Field observation was found 10 families of corals, 8 families of coral fishes and 2 typical biota that were Tridacna sp and Lambis sp which were rarely found. The average value of SI and TSI waters in the core zone II was 0.834 and 1.592 categorized in oligosaprobic with indication light polluted or not polluted while in the core zone III the average is 0.64 and 0.72 categorized in β - mesosaprobic with indication mild to moderate polluted. The level of local community comprehension about the boundaries and functions of the corezone was 47,5% understand, less than not understand categorized which was 52,5%. The level of local community awareness of conservation in the core zone was 53,8% aware, more than the not aware categorized which was 46,2%.
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN DITINJAU DARI FAKTOR FISIKA-KIMIA SEDIMEN DAN KELIMPAHAN HEWAN MAKROBENTOS Kinanti, Tiara Esha; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.355 KB)

Abstract

Sungai Bremi merupakan salah satu sungai di Kabupaten Pekalongan yang sudah mengalami penurunan kualitas dilihat dari warna airnya yang hitam keruh dan berbau tak sedap. Penurunan kualitas Sungai Bremi diantaranya disebabkan oleh berbagai masukan limbah dari aktivitas masyarakat dapat mempengaruhi kehidupan hewan makrobentos.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekstur sedimen dan kandungan bahan organik total yang terdapat dalam sedimen sungai, kelimpahan hewan makrobentos, hubungan antara tekstur sedimen, kandungan bahan organik total, dan kelimpahan hewan makrobentos, dan kualitas perairan di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dasar perairan dan sampel hewan makrobentos yang diambil dari Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purpossive sampling yang dilakukan di tiga stasiun yang berbeda. Pengukuran parameter kualitas air meliputi suhu, oksigen terlarut, pH, kecepatan arus, kedalaman dan kecerahan.Hasil penelitian menunjukkan tekstur sedimen adalah lanau berpasir dan kandungan bahan organik total termasuk dalam kategori sedang-tinggi dengan nilai antara 16,89 % – 21,58 %.  Kelimpahan hewan makrobentos pada stasiun I sebesar 1264 ind/m3 terdiri dari Tubifex sp., Nereis sp., Chironomus sp., dan Lymnaea sp., sedangkan pada stasiun II dan III tidak ditemukan hewan makrobentos. Hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dengan tekstur sedimen dari uji regresi linier menunjukkan nilai r sebesar 0,955 sedangkan hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dan tekstur sedimen dengan kelimpahan hewan makrobentos dari uji regresi linier berganda mempunyai nilai r sebesar 1 yang artinya kelimpahan hewan makrobentos memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kandungan bahan organik total dan tekstur sedimen. Kualitas perairan Sungai Bremi berdasarkan indeks keanekaragaman hewan makrobentos termasuk pada kategori tercemar berat dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,626.
Co-Authors - Adhian - Supriharyono Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Agustina Risqiani Ainni, Chusnul Firaqie Alin Fithor Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Amir Suharto Rumalean Angesti Lintang Pristira Apriliana, Wahyu Ika Arif Rahman Arif Widiyanto Atrasina Adlina Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Dwiloka Bambang Sulardiono Bangun, M. Fadhillah Rasyid Beni Sabdo Nugroho Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto cahyadi, jimmy Churun A&#039;in Churun Ain Churun Ain Dedy Soedharma Desrina Desrina Deviana, Desi Avinda Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djoko Suprapto Donny Juliandri Prihadi Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Firdaus, Nur Salsabila Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S Alikodra Haeruddin Haeruddin Ilhamsyah, Ahmad Jefryco, Siahaan Komah, Siti Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Hima Desy Liana, Tri Budi Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Mutia Ismi Febrianti Nafisah, Nailin Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prawiro, Hendro Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Rajib Jaka Dwinta Chandra Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Rizky Muliani Dwi Ujianti Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno Sri Rejeki Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Vera, Grecya Christa Wardhani, Pramudia Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati Yusuf Kamlasi