Claim Missing Document
Check
Articles

KELAYAKAN WISATA ALAM DI MAROON MANGROVE EDU PARK SEMARANG Tarigan, Novia Putri; Purwanti, Frida; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.684 KB)

Abstract

ABSTRAK Wisata alam mangrove merupakan salah satu kegiatan yang dapat mendukung konservasi mangrove. Setiap kawasan wisata perlu kajian kelayakan perencanaan pengembangannya. Penelitian lapangan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 dengan metode deskriptif. Tujuan utama penelitian untuk menganalisis kelayakan MMEP Semarang sebagai destinasi wisata alam, dengan tujuan antara untuk mengidentifikasi profil dan persepsi pengunjung tentang potensi mangrove dan kelayakan MMEP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara berdasarkan kuesioner terhadap 50 pengunjung, 6 pengelola dan 4 orang pembina kawasan MMEP Semarang. Observasi dilakukan untuk mengamati biofisik mangrove. Wawancara untuk melihat persepsi berdasarkan hasil pengisian kuisoner dengan 4 skala rating. Penilaian kelayakan dihitung berdasarkan parameter potensi ekologis/biofisik, aksesibilitas, dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan profil pengunjung didominasi kalangan muda usia 20-25 tahun berasal dari Semarang. Persepsi pengunjung sebagian besar menyatakan MMEP layak untuk dikembangkan. Kelayakan wisata di MMEP masuk dalam kategori S2 (layak) dengan nilai 73,65%.  Kata Kunci: Wisata Alam; Kelayakan; Potensi Ekologis; Aksesibilitas; Fasilitas; Maroon Mangrove Edu Park ABSTRACT Nature tourism mangrove is one of the activities that can support conservation of mangroves. Each tourist area needs a feasibility study for it’s development planning. The field research was conducted in February 2017 with descriptive method. The main objective of the study was to analyze the feasibility of MMEP Semarang as a natural tourist destination, with the aims of identifying visitor profiles and it’s perceptions. The data were collected by interviewing 50 respondens, 6 management staff and 4 consellor of MMEP Semarang. Observations were made to observe the biophysical mangroves. Interview to see perception based on questionnaires result with 4 rating scales. The feasibility assessment is calculated based on parameter of ecological / biophysical potential, accessibility, and facilities. The result of the multiplication of scores and respondents determines the feasibility grade. The research showed that profile of the visitors dominated by young people aged 20-25 years come from Semarang. Perception of most visitors stated that MMEP is feasible to be developed. The MMEP tourism feasibility categories in S2 (feasible) with value 73,65%. Keywords: Nature Tourism; Feasibility; Ecological Potential; Accessibility; Facilities; Maroon Mangrove Edu Park
POTENSI DAN PELUANG USAHA MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI INDRAYANTI, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA The Potential and Community Opportunities Business in order to Develop of Indrayanti Beach Tourism Area in Gunungkidul, Yogyakarta Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.412 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24261

Abstract

ABSTRAK Pantai Indrayanti menjadi salah satu destinasi pilihan wisata bahari di Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta yang potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata, pemahaman dan persepsi responden dalam pengembangan wisata, serta peluang usaha masyarakat di kawasan wisata Pantai Indrayanti. Penelitian dilakukan pada bulan Febuari 2019 dengan menggunakan metode studi kasus yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan menyebar kuesioner dan wawancara terhadap masing-masing 30 responden wisatawan, masyarakat lokal dan pengelola. Data dianalisis secara deskriptif dengan skala Linkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata pantai Indrayanti dan wisata kuliner serta sarana prasarana dalam kategori baik. Pemahaman tentang potensi wisata pantai dan persepsi respoden terhadap pengembangan dan peran serta pemerintah termasuk dalam kategori baik. Prospek peluang usaha di Pantai Indrayanti baik dengan jenis usaha yang mempunyai prospek yaitu penyewaan tikar dan payung. ABSTRACT Indrayanti Beach is one of the marine tourism destinations option in the Gunungkidul Regency, D.I.Yogyakarta that potential to be developed. The research aims to find out tourism potential, respondent understanding and perception on tourism development, as well as tourism business opportunity of the residents in Indrayanti Beach. The research was conducted in February 2019 using descriptive qualitative methods. Data were collected using purposive sampling by distributing questionnaire and interviewing 30 respondents of each visitors, local resident and tourism administrator. Data was analyzed descriptively with a Likert Scale. The research showed that coastal potential tourism, culinary tourism and infrastructure can be categorized as ''Good''. Understanding of coastal tourism potential as well as perceptions of development and government participation of respondent can be categorized as ''Good''. The prospect of tourism business opportunities in the Indrayanti Beach was appropriate and the kind of business such as renting mats and umbrellas.
ANALISIS KERENTANAN PANTAI MENGGUNAKAN COASTAL VULNERABILITY INDEX (CVI) DI WILAYAH PESISIR TANJUNG PANDAN, KABUPATEN BELITUNG Rachmadianti, Anditya Devi; Purwanti, Frida; Latifah, Nurul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1463.55 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22563

Abstract

Wilayah pesisir Tanjung Pandan terdiri atas Kelurahan Air Saga, Tanjung Pendam dan Kampung Parit dan merupakan pusat ibukota Pulau Belitung. Tingginya kegiatan perikanan dan aktivitas manusia di wilayah ini menyebabkan perlunya kajian mengenai analisis kerentanan pantai guna melakukan upaya pencegahan kerusakan pantai dan pengelolaan wilayah pantai secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan dan lokasi kerentanan pantai yang paling tinggi serta variabel yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018 dengan menganalisis variabel geomorfologi, erosi/akresi, kemiringan pantai, jarak tumbuhan dari pantai, pasang surut dan tinggi gelombang sesuai dengan indeks kerentanan pantai. Metode pengambilan data lapangan dilakukan melalui pengamatan secara langsung dengan pembagian sel pantai sebanyak 7 sel serta berdasarkan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CVI sel pantai 1-5 dan 7 tergolong kategori kerentanan rendah dengan nilai CVI berkisar antara 14,43 – 20,41, sedangkan sel pantai 6 tergolong kategori kerentanan menengah dengan nilai CVI 22,82. Lokasi kerentanan paling tinggi berada pada sel pantai 6 dengan kondisi geomorfologi pantai pasir serta paling dipengaruhi oleh variabel perubahan garis pantai akibat terjadinya peristiwa erosi. Tanjung Pandan Coastal Area consists of Air Saga, Pendam Cape and Kampung Parit region that are the centre of Belitung Island. The high activity of human and fisheries in the area cause the coastal vulnerability that need to be examined to prevent coastal damage and to manage the coastal area in a sustainable way. This study was conducted in May 2018 by analyzing geomorphology, shoreline erosion/accretion, coastal slope, plants distance from the coast, mean tide range and mean wave height based on coastal vulnerability index within direct observation at seven coastal cells and based on secondary data. The research showed that the CVI value on the 1st – 5th cells and the 7th cell categorized at low level with a range between 14,43 – 20,41, while the 6th cell categorized at medium level with the CVI value 22,82. The highest vulnerability located on the 6th cell with a sandy beach geomorphology and most affected by coastline changes variable due to the occurrence of erosion.  
PENILAIAN KERENTANAN PANTAI DI SENDANG BIRU KABUPATEN MALANG TERHADAP VARIABEL OCEANOGRAFI BERDASARKAN METODE CVI (COASTAL VULNERABILITY INDEX) Handartoputra, Aly; Purwanti, Frida; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.985 KB)

Abstract

Pantai Sendang Biru berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, perlu dijaga karena letaknya berdekatan dengan wilayah Cagar Alam Pulau Sempu. Banyak aktivitas masyarakat yang dapat mempengaruhi kerentanan ekosistem pantai, sehingga perlu dilakukan kajian tentang kerentanan ekosistem pantai agar dapat mengantisipasi dampak kerentanan dan mendukung konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerentanan ekosistem pantai berdasarkan parameter fisik sebagai variabel oceanografi dan parameter sosial ekonomi, serta mengetahui nilai indeks kerentanan ekosistem pantai di Pantai Sendang Biru. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014 dengan menganalisis data parameter fisik (geomorfologi, erosi/akresi, kemiringan pantai, jarak tumbuhan dari pantai, tinggi gelombang, dan kisaran pasang rata rata) sebagai variabel oceanografi dan parameter sosial ekonomi menggunakan konsep Coastal and Vulnerability Index (CVI) yang diadaptasi dengan kondisi perairan setempat. Metode pengambilan data lapangan dengan mengamati sepanjang garis pantai menggunakan sel ukuran 50x50 m sehingga didapatkan 18 sel. Hasil penelitan Kerentanan Ekosistem Pantai berdasarkan parameter fisik sebagian besar termasuk dalam kategori kerentanan rendah < 20,5, namun bila dikaitkan dengan faktor sosial ekonomi masyarakat termasuk dalam kategori kerentanan sangat tinggi, Nilai CVI sebagian besar berada di tingkat rendah dengan kisaran < 20,5., kecuali sel 5 pada kategori tingkat kerentanan menengah (CVI 23,09), sedangkan sel 6 dan 18 pada kategori tingkat kerentanan tinggi (CVI 25,82). Sendang Biru Beach is located at District Sumbermanjing Wetan, Malang Regency, should be managed because of near by the Sempu Island Sanctuary. Many community activities could affect vulnerability of coastal ecosystems, so it is necessary to study on vulnerability of coastal ecosystems to anticipate vulnerability impact and to support environmental conservation. This study aimed to determine vulnerability condition of coastal ecosystems based on physical parameters as oceanography variables and socio-economic parameters, and to know the value of coastal ecosystem vulnerability index at the Sendang Biru Beach. The study was conducted on May 2014 by analyzing the physical parameters data (geomorphology, erosion / accretion, coastal slope, vegetation distance from the coast, wave height, and average tidal range) as oceanographic variables and the socio-economic parameters using Coastal Vulnerability Index (CVI) concept that is adapted to the coastal waters. Data collection methods on the field by observing coastline using 50x50 meter cell so it gained 18 cells. The results of Coastal Ecosystem Vulnerability based on physical parameters mostly categorized at low level with a range <20.5, however when it associated to the socio-economic factors was categorized at very high levels, CVI value mostly categorized at low level with a range <20.5, except for the 5th cells was categorized at medium level of vulnerability (23.09)., while the 6th and 18th cells were categorized at high levels of vulnerability (25,82).
STATUS SEDIMEN SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN DITINJAU DARI ASPEK KIMIA DAN BIOLOGI Istiqomah, Nurbaity; Purwanti, Frida; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.564 KB)

Abstract

Sepanjang aliran Sungai Bremi, terdapat banyak industri batik rumahan yang membuang limbah ke sungai sehingga Sungai Bremi tersebut mengalami penurunan kualitas perairan. Bahan pencemar yang masuk ke dalam perairan tersebut akan terakumulasi dalam sedimen, khususnya logam berat seperti kromium dan  fenol. Masuknya bahan pencemar ke dalam sedimen dapat mempengaruhi organisme yang tinggal dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kromium, fenol, tekstur sedimen, struktur komunitas makrobentos, pola hubungan antara konsentrasi kromium dan fenol dengan struktur  komunitas (keanekaragaman dan kelimpahan) makrobentos di Sungai Bremi, dan status sedimen Sungai Bremi ditinjau dari konsentrasi kromium, fenol, dan struktur komunitas makrobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013 di tiga stasiun.                Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen sungai dan sampel makrobentos. Ekman Grab digunakan untuk mengambil sampel Rose bengole digunakan untuk memberi warna pada sampel makrobentos dan formalin 4% untuk mengawetkan sampel makrobentos. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling di 3 stasiun secara komposit, kemudian substrat disaring menggunakan saringan yang bermesh size 0,5 mm. Material-material yang tertinggal kemudian dimasukkan kedalam botol sampel, setelah itu diberi formalin 4 % dan 1-2 tetes rose bengole.                Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi kromium berkisar 3,395-8,768 ppm, fenol antara 0,035-0,0623 ppm, dan fraksi sedimen dari ketiga stasiun tersebut adalah lanau berpasir. Makrobentos hanya ditemukan di stasiun I yang terdiri atas 4 spesies yakni Chironomus sp, Lymnea sp, Nereis sp, dan Tubifex sp dengan kelimpahan sebesar 1270 ind/m3. Nilai indeks keanekaragamannya 0,687, indeks keseragamannya 0,49, dan indeks dominasinya 0,66. Nilai koefisien korelasi (r) antara konsentrasi kromium, fenol dengan struktur komunitas berkisar 0,617-0,797. Nilai tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan kuat antara konsentrasi kromium, fenol dengan struktur komunitas makrobentos memiliki korelasi yang kuat. Hasil konsentrasi kromium, fenol dibandingkan dengan kriteria atau baku mutu sedimen  menunjukkan bahwa sedimen Sungai Bremi dalam keadaan tercemar.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI BONDO DI KABUPETEN JEPARAJAWA TENGAH Vera, Grecya Christa; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.678 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22568

Abstract

Pantai Bondo merupakan salah satu objek wisata pantai yang terdapat di Kabupaten Jepara yang menawarkan keindahan pantai dengan pasir putih. Karakteristik Pantai Bondo perlu dianalisis untuk pengembangan wisata pantai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik masyarakat dan pengunjung, persepsi responden tentang potensi wisata, dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Bondo. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2018 di Pantai Bondo, Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menyebar kuesioner kepada 30 responden masyarakat dengan penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling dan 30 responden pengunjung dengan penentuan responden menggunakan teknik accidental sampling serta metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) yang terdiri dari 3 stasiun. Responden pada umumnya berusia dewasa dengan tingkat pendidikan SMP-SMA. Pengunjung mendapatkan informasi secara lisan, sudah datang lebih dari dua kali dengan tujuan rekreasi atau berlibur dengan temannya serta pengunjung memiliki kepuasan dalam berwisata sehingga memiliki keinginan untuk kembali berkunjung. Persepsi responden untuk potensi, daya tarik, dan fasilitas memberikan penilaian yang baik, sedangkan untuk aksesibilitas dan kepedulian lingkungan mendapat penilaian cukup baik dari responden. Nilai Kesesuaian Pantai Bondo untuk ketiga stasiun termasuk dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk wisata pantai dengan rata-rata persentase 92,4%.  Bondo Beach is one the beach tourism object in the Jepara Regency that offers beauty of the white sandy beach. Characteristics of the Bondo Beach needs to be analyzed for coastal tourism development. The purpose of this research were to know the characteristic of community and visitor, respondent’s perception about potency, and value of Tourism Suitability Index of the Bondo Beach. The study was conducted in March-April 2018 at Bondo Beach, Jepara Regency. The method used in this research was qualitative method by spreading questionnaires to 30 respondents using purposive sampling technique and 30 respondents using accidental sampling and quantitative research method using Tourism Suitability Index consisting of 3 stations. Respondents are generally adults with Junior High School until Senior High School education. Visitors get information orally, have come more than twice with purpose a recreation or holiday, come with friends and visitors have satisfy in the tour so have desire to return.  Respondents' perceptions of potential, attractiveness, and facilities provide good judgment, while for accessibility and environmental awareness is considered good enough from respondents. The Bondo Beach Suitability Value for the three stations is included in the S1 or is particularly suitable for coastal tourism with an average percentage of 92,4%. 
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU PAHAWANG PROPINSI LAMPUNG Mardani, Arif; Purwanti, Frida; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.33 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Pahawang di Teluk Lampung memiliki potensi sumberdaya alam beragam dan produktif sehingga dapat dikembangkan sebagai objek ekowisata. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2016 di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi sumberdaya alam Pulau Pahawang, mengetahui persepsi, partisipasi dan aspirasi responden serta menyusun strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di pulau Pahawang. Metode penelitian adalah metode deskriptif kualitatif yang bersifat studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan kesesuaian lahan pantai dan wawancara menggunakan kuesioner kepada 50 responden yang terdiri dari 25 responden masyarakat dan 25 responden pengujung. Data dianalisa menggunakan metode analisis SWOT. Hasil analisa kesesuaian lahan pantai di Pulau Pahawang sebagai kawasan objek wisata sangat sesuai (95%). Potensi ekosistem mangrove dan terumbu karang juga menjadi daya tarik wisata di pulau Pahawang. Persepsi responden tentang  pengembangan ekowisata pulau Pahawang cukup baik, menurut masyarakat (40%) dan pengunjung (44%). Partisipasi masyarakat terhadap kegiatan wisata di pulau Pahawang cukup baik (45%) sedangkan partisipasi pengunjung dalam menjaga kebersihan pulau Pahawang sudah baik (62%). Aspirasi responden terhadap pengembangan ekowisata pulau Pahawang meliputi akses transportasi, promosi, fasilitas umum, biaya perjalanan dan dukungan pemerintah untuk masyarakat 50% dan pengunjung 59%. Hasil analisis SWOT untuk strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Pahawang yaitu berada pada posisi strategi Strength-Opportunities (SO). Prioritas strategi SO adalah pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan pendampingan lembaga dan pemerintah. Kata Kunci : Pahawang; Ekowisata; Persepsi; Partisipasi; Aspirasi; Masyarakat; SWOT  ABSTRACT Pahawang Island in the Bay of Lampung has diverse natural resources and productive so that it can be developed as an ecotourism object. This research was carried out from February to March 2016 at Pesawaran Regency Pahawang islans in Lampung Province. The research aims to know the natural resource potential in the Pahawang island, to know perception, participation and aspirations of respondents as well as to set up strategy of community-based ecotourism development in the Pahawang island. The research method used descriptive qualitative methods that be case studies. Data collection is carried out by observing land suitability of the beach and interviewing using questionnaires to 50 respondents consisting of 25 local community and 25 visitors. Data were analyzed using SWOT analysis. The results of land suitability analysis of the beach on the Pahawang island is very appropriate (95%). The mangrove ecosystems and coral reefs are also potential to be a tourist attraction on the Pahawang island. Perception of respondents on development of ecotourism at Pahawang island is good enough, for the community 40% and visitors 44%. Public participation toward tourism activities on the Pahawang island is good enough for the community 45% whereas the participation of visitors in maintaining the cleanliness of the Pahawang island is good (62%). The respondent's aspirations towards development of ecotourism at Pahawang Island include transportation, promotion, access to public facilities, travel costs and Government support, for the community is 50% and visitors is 59%. The results of SWOT  analysis on the strategy of community-based ecotourism development in the Pahawang Island that is in the position of Stregth-Opportunities (SO). The priorities strategy SO are development of community-based ecotourism with accompaniment of institution and the Government.  Keywords: Pahawang; Ecotourism; Perception; Aspiration; Participation; Community; SWOT 
EVALUASI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PANTAI CAHAYA, KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Evaluation of Marine Tourism Development at Cahaya Beach, Kendal Regency, Central Java Amalia, Yusrina; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.262 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24229

Abstract

ABSTRAK Pantai Cahaya terletak di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal dikelola oleh PT. Wersut Seguni Indonesia yang merupakan lembaga konservasi mamalia yang sejak tahun 1999. Pengembangan wisata Pantai Cahaya kini sudah baik dengan adanya atraksi wisata, aksesibilitas, dan fasilitas yang disediakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengembangan wisata bahari di Pantasi Cahaya. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan membagikan kuisioner kepada 60 responden pengunjung menggunakan teknik accidental sampling 30 responden masyarakat setempat, dan 6 responden pengelola menggunakan teknik purposive sampling. Evaluasi pengembangan wisata bahari di Pantai Cahaya masuk dalam tahap stagnasi dimana atraksi wisata didominasi oleh wisata buatan, sarana prasarana telah banyak disediakan, aksesibilitas sudah dikembangkan, jumlah kunjungan tertinggi telah tercapai dan stagnan pada 2 tahun terakhir, pengunjung yang datang merupakan repeater guest.ABSTRACT Cahaya Beach is located at the Sendang Sikucing Village, Rowosari District, Kendal Regency, managed by PT. Wersut Seguni Indonesia, a mammal conservation organization that was established in 1999. Development of Cahaya Beach is supported by the presence of tourist attractions, accessibility, and provided facilities. The purpose of this study was to evaluate the development of marine tourism in the Cahaya Beach. The study was conducted in November-December 2018. This study used a qualitative and quantitative, collect data method with observation and interviews by distributing questionnaires to 60 visitors using accidental sampling techniques, 30 local communities, and 6 managers using purposive sampling technique. Evaluation of the development of marine tourism at Cahaya Beach was included in the stage of stagnation where tourist attractions were dominated by mainmade tourism, infrastructure had been widely provided, accessibility had been developed, the highest number of visits had been reached and stagnant in the last 2 years, visitors were guest repeaters. 
ANALISIS HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL-a DATA SATELIT MODIS DAN SUB-SURFACE TEMPERATURE DATA ARGO FLOAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN TUNA DI SAMUDERA HINDIA Latumeten, Geertruidha Adelheid; Purwanti, Frida; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.399 KB)

Abstract

Tuna is a large pelagic fish that has three characters. First, most of Tuna were found in upwelling and sea water front area. Second, Tuna have a migratory instinct to locate abundant source of food area. Third, each species of Tuna has sub-surface temperature preference The research used explorative method and the sampling method used purposive sampling. Data used in the research are sea surface temperature, chlorophyll-a from the MODIS satellite data and sub-surface temperature from the ARGO Float data. The result has shown that the highest Tuna catch occurs on the east season except for southern bluefin Tuna which was only caught on the west season. The upwelling phenomenon was detected on the west season and the sea water front phenomenon was detected on the east season.  Analysis of single and multiple correlation between sub surface temperature and Tuna catch has shown high correlation with the coefficient correlation value is above 0.5 for both seasons. Based on the research, yellowfin Tuna has temperature range of 21 – 27 ⁰C in the depth of 80 m – 100 m, bigeye Tuna is 10 – 23 ⁰C in the depth of 150 m, albacore is 11 – 19 ⁰C in the depth of 150 m and southern bluefin Tuna is 12 – 16 ⁰C in the depth of 200 m.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PESISIR DI KELURAHAN MUARAREJA KOTA TEGAL Muttaqin, Muhammad Fadil; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.389 KB)

Abstract

Kelurahan Muarareja merupakan salah satu kelurahan yang terletak di daerah pesisir Kota Tegal. Tren wisata  pesisir menjadikan Muarareja sebagai salah satu destinasi wisata baru. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi wisata di Kelurahan Muarareja serta mengkaji persepsi, partisipasi dan aspirasi masyarakat lokal dan pengunjung serta menyusun strategi dalam pengembangan wisata. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Mei 2015 dengan pendekatan secara deskriptif menggunakan alat bantu kuisioner dan pengamatan langsung di lapangan.Total responden yang digunakan sebanyak 100 orang.  Potensi wisata di Kelurahan Muaraeja adalah  Pantai Muara Indah dan Wisata Mangrove Dukuh Kajongan dengan panjang garis pantai 2,33 km dan  nilai kesesuain pantai sebesar 512 yang termasuk dalam kategori cukup sesuai (S2), sedangkan potensi daya tarik budaya adalah sedekah laut dan kesenian balo-balo. 87% masyarakat dan 73% pengunjung masuk dalam kategori mengetahui  dalam pengembangkan wisata pesisir. Partisipasi masyarakat  sebesar 64,5% dan pengunjung 39,75% mempunyai kategori tinggi dalam mengembangkan wisata pesisir. Aspirasi responden 78% setuju dalam pengembangan wisata pesisir dengan melibatkan masyarakat lokal, dan 80% mengingikan pembangunan fasilitas objek wisata berupa tempat bermain anak. Strategi berdasarkan rangking pertama hasil analisis SWOT adalah melakukan kaderisasi anggota Pokdarwis; memperbanyak kunjungan atau studi banding ke kawasan wisata pesisir di daerah lain; melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Muarareja village is one of the villages which located in the Tegal coastal areas. Coastal tourism tren make Muarareja is one of the new tourism destinations. This aims of this research were to determine the tourism potential in the Muarareja village, to understand perception, participation and aspirations  local community and also the visitors, to set  tourism development strategy. The study was conducted on  February to May 2015 with  descriptive approach using  questionnaires and direct observations in the field. Total respondents are 100 peoples. The tourism potential in the Muaraeja village are Muara Indah coastal and Mangrove tourism at Kajongan Sub village with 2.33 km coastline and the beach suitability value of 512 are include  in the moderate class category (S2), where as culture potential are “ sedekah laut” (sea charity) and ” balo – balo”(tambourine attraction). Perceptions result showed that 87% of community and 73% visitors are known about coastal tourism development.  The community participation to development of coastal tourism have high category in the percentage 64.5% and visitor are 39.75%. Respondent aspirations in development coastal tourism of 78%  agree to involve the local community in the development of coastal tourism, and 80% want to develop an attraction facility such children’s playground. The strategy based on the first rank of SWOT analysis are recruitment to Pokdarwis member; multiply visits or field study to the coastal tourist in other areas; coordination with community leaders and local authorities.
Co-Authors - Adhian - Supriharyono Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Agustina Risqiani Ainni, Chusnul Firaqie Alin Fithor Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Amir Suharto Rumalean Angesti Lintang Pristira Apriliana, Wahyu Ika Arif Rahman Arif Widiyanto Atrasina Adlina Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Dwiloka Bambang Sulardiono Bangun, M. Fadhillah Rasyid Beni Sabdo Nugroho Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto cahyadi, jimmy Churun A&#039;in Churun Ain Churun Ain Dedy Soedharma Desrina Desrina Deviana, Desi Avinda Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djoko Suprapto Donny Juliandri Prihadi Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Firdaus, Nur Salsabila Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S Alikodra Haeruddin Haeruddin Ilhamsyah, Ahmad Jefryco, Siahaan Komah, Siti Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Hima Desy Liana, Tri Budi Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Mutia Ismi Febrianti Nafisah, Nailin Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prawiro, Hendro Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Rajib Jaka Dwinta Chandra Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Rizky Muliani Dwi Ujianti Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno Sri Rejeki Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Vera, Grecya Christa Wardhani, Pramudia Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati Yusuf Kamlasi