Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI DAN ASPIRASI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KAMPUNG BAHARI TAMBAK LOROK SEMARANG BERBASIS EKOWISATA Wirasatrio, Fauzima Dwi; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.097 KB)

Abstract

ABSTRAK Wilayah Tambak Lorok di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara merupakan permukiman nelayan, terdiri dari tambak, hutan mangrove, serta pantai berpasir. Pemerintah kota Semarang mencanangkan kawasan Tambak Lorok untuk dijadikan kampung bahari yang akan menjadi proyek percontohan di Indonesia dan saat ini sedang berjalan karena proyek tersebut dilaksanakan sejak tahun 2015. Proyek ini didesain untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke depan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi, aspirasi, dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kampung bahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan. Variabel-variabel penelitian terdiri dari persepsi tentang potensi, zona, program, aspirasi, dan partisipasi. Kesimpulan penelitian adalah konsep pengembangan kampung bahari Tambak Lorok terdiri dari 6 zona yaitu: permukiman, permukiman vertikal, perdagangan dan jasa, wisata bahari dan kuliner, pelabuhan rakyat dan industri maritim, konservasi area. Sebagian besar persepsi nelayan dan pedagang tentang konsep zonasi pengembangan sangat baik karena pemerintah ingin memperbaiki TPI yang kumuh menjadi bersih dan nyaman, serta lapak pada zona perdagangan dan jasa ingin diperbaiki yang lebih baik dan nyaman. Aspirasi nelayan dan pedagang yaitu informasi mengenai konsep zonasi pengembangan diberitahukan secara merata, dan terealisasi dengan baik agar pendapatan masyarakat meningkat. Partisipasi nelayan dan pedagang pada program pengembangan Tambak Lorok adalah menjaga lingkungan seperti gotong royong membersihkan selokan dan jalan setiap sebulan sekali.Kata kunci: Persepsi, Aspirasi, Konsep Pengembangan, Tambak Lorok, Kampung Bahari ABSTRACTTambak Lorok is located in the Tanjung Mas village, North Semarang district as fishing settlement, consisting of ponds, mangrove forests, and sandy beaches. The government of Semarang city declared Tambak Lorok area would be of maritime village a pilot project in Indonesia. The project started in 2015 and still on process. This project designed to improve the quality of life in the future. The purpose of this research is to find out the perceptions, aspirations, and community participation in development of the maritime village. The research methodology applied to this paper is descriptive case study. The data used in this research were collected from interviews and field observations. Research variables consisted of perceptions about potential, the zone, the program, as well as aspiration and participation. The research show about the development of Tambak Lorok maritime village concept is consists of six zones, namely: settlements, vertical settlements, trade and services, marine tourism and culinary, folk ports and the maritime industry, conservation area. Most of fishermen and traders have a very good perception of zoning development concept because the government wants to improve the dirty TPI to be clean and comfortable, trade zones and services would be regenerate better and comfortable. Aspirations of fishermen and traders are the information about zoning concept development evenly notified, and realized well in order to increases people's income. The participation of fishermen and traders in Tambak Lorok development program is to protecting the environment such as mutual cooperation to clean sewers and roads once a month.Keyword: Perception, Aspiration, Development Concept, Tambak Lorok, Maritime Village
POTENSI PENGEMBANGAN WISATA AIR DI WADUK JATIBARANG, SEMARANG BERBASIS NILAI EKONOMI Prayuda, Adam Bergas; Purwanti, Frida; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.53 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan wisata air di waduk Jatibarang dengan menghitung nilai ekonomi Objek Wisata Waduk menggunakan Travel Cost Method (TCM), Willingnes to Pay (WTP), Net Benefit dan R/C Ratio. Penelitian ini juga melihat persepsi responden tentang potensi tersebut. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 orang dan 6 orang pelaku usaha di lokasi wisata. Teknik pengambilan data menggunakan teknik Convenience Sampling. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik Objek Wisata Waduk Jatibarang dalam kategori baik sedangkan aksesibilitas dan fasilitas dalam kategori kurang baik. Pengembangan Objek Wisata Waduk Jatibarang lebih mengacu pada peningkatan kepuasan dan kenyamanan, keindahan alam tetap dijaga dan opsi penambahan wisata. Wahana wisata yang ada di objek wisata yaitu speed boat dan perahu motor. Opsi penambahan wahana wisata terdiri dari becak air, perahu dayung, wisata kuda, mandi bola, banana boat dan wake board.  Pengembangan wisata waduk dengan penambahan wahana wisata yang sesuai dengan estimasi pengguna tertinggi adalah becak air, dengan nilai Willingnes to Pay (WTP) adalah Rp. 10.000,00 dan nilai Net Benefit sebesar Rp. 115.829.100,00. Nilai ekonomi objek Wisata Waduk Jatibarang Semarang dengan menggunakan Travel Cost Method (TCM) sebesar Rp. 215.241.445,00/ tahun. Nilai R/C Ratio waduk sebesar 0,066. Kata kunci : Waduk Jatibarang; Wisata Air; Travel Cost Method (TCM); Willingnes to Pay                    (WTP); Net Benefit; R/C Ratio ABSTRACTThe research aim to know the potency of  water tourism development by calculating economic value in the Jatibarang Reservoir using Travel Cost Method (TCM), Willingnes to Pay (WTP), Net Benefit and R/C Ratio as well as  to know respondent perception on this potency of reservoir tourism development. Respondent of  the research were 100 people and  6 businesses men. Data collected using convenience sampling technique. The research showed that physical condition of tourism attractions is good, whereas accesibility and facilities are not good. Attractions of the Jatibarang Reservoir development refers to increasing satisfaction and comfort, maintaining of nature  and option for adding tourist attraction. Rides tourist attractions are  speed boats and motorboats. Extra options of tourism attraction include water tricycles, paddle boats, horseback tours, bath balls, banana boat and wake board. The highest estimated option of tourism development is water tricycles, with willingnes  to  Pay  (WTP) value about  IDR.  10,000.00  and  Net  Benefit  value  about  IDR. 115,829,100.00. The economic value of the Jatibarang Reservoir Semarang by the Travel Cost Method (TCM) is IDR. 215,241,445.00 / year. Reservoir R/C Ratio value about 0.066Keywords : Jatibarang Reservoir; Water Based Tourism; Travel Cost Method (TCM); Willingnes to Pay (WTP); Net Benefit; R/C Ratio 
KOMPOSISI JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) PUKAT DORONG DI TAMBAK LOROK, SEMARANG Luthfiani, Laeli; Ghofar, Abdul; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.352 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22553

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap di Tambak Lorok dilakukan menggunakan berbagai alat tangkap, salah satunya adalah pukat dorong / sodo. Penggunaan pukat dorong menghasilkan tangkapan sampingan (bycatch). Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017 - Maret 2018 di Tambak Lorok, Semarang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara pengoperasian pukat dorong, komposisi hasil tangkapan, komposisi jenis, dan distribusi ukuran hasil tangkapan sampingan pukat dorong di Tambak Lorok, Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampling dilakukan sebanyak 5 kali dengan mendata hasil tangkapan kapal pukat dorong di dermaga dan 1 kali mengikuti kegiatan nelayan dalam operasi penangkapan ikan. Pengoperasian pukat dorong meliputi proses setting, pushing, dan hauling selama 6 jam pada kedalaman 5-12 meter sekitar 2 mil dari bibir pantai dengan nilai B/C Ratio yaitu 1,63 yang berarti usaha tersebut menghasilkan keuntungan sehingga layak untuk dijalankan. Komposisi hasil tangkapan pukat dorong berdasarkan berat tangkapan yaitu 39,84% tangkapan utama dan 60,16% tangkapan sampingan. Hasil tangkapan sampingan pukat dorong yang sering ditemukan adalah Ikan Layur (Trichiurus lepturus), Ikan Kempar (Secutor ruconius), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.), dan Ikan Tunul (Sphyraena jello). Distribusi ukuran beberapa jenis tangkapan sampingan merupakan ukuran yang belum layak tangkap karena < Lm dan nilai L50% < ½ L∞.  Capture fisheries in the Tambak Lorok use a variety of fishing gear; one of which is pushnet / sodo. The use of pushnet produces bycatch. The research was conducted in December 2017 - March 2018 aiming to find out the way of pushnet operation, catch composition, bycatch type composition, and bycatch size distribution of pushnet in the Tambak Lorok, Semarang. The research method used survey method, while sampling done by purposive sampling method. Operation of pushnet includes the process of setting, pushing, and hauling for 6 hours at a depth of 5-12 meters about 2 miles away from the shore. The value of B/C Ratio is 1.63 which means the business is feasible. Catches composition by weight is 39,84% target species and 60,16% bycatch. Composition type of bycatch was dominated by Ribbonfish (Trichiurus lepturus), Ponyfish (Secutor ruconius), Mackerel (Rastrelliger sp.), and Barracuda (Sphyraena jello). The size distribution of some bycatch were included the size of uncatchable fish because < Lm and L50% < ½ L∞. 
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI TELUK AWUR DI KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Suitability Analysis of Teluk Awur Beach Tourism in Jepara Regency of Central Java Deviana, Desi Avinda; Purwanti, Frida; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.5 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24232

Abstract

 ABSTRAK Pantai Teluk Awur merupakan destinasi wisata di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara. Pantai ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan memadai, sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, persepsi responden tentang potensi wisata, dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Teluk Awur. Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember  2018. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan membagikan kuisioner kepada responden yang terdiri dari 40 masyarakat menggunakan teknik purposive sampling, dan 50 pengunjung menggunakan teknik accidental sampling serta metode kuantitatif untuk mengukur kesesuaian wisata pantai Teluk Awur yang dibagi menjadi 3 stasiun. Karakteristik responden masyarakat, sebagian besar laki - laki berusia dewasa dengan tingkat pendidikan terakhir rendah (SD) yang memiliki pekerjaan pedagang dan wiraswasta. Mayoritas responden pengunjung berasal dari Jepara, berjenis kelamin perempuan berusia muda (12-25 tahun) dengan tingkat pendidikan terakhir sedang (SMP-SMA). Persepsi responden tentang potensi dan daya tarik wisata Pantai Teluk Awur yaitu cukup baik, dan fasilitas, aksesibilitas serta kepedulian lingkungan baik. Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Teluk Awur termasuk dalam kategori sangat sesuai untuk dijadikan sebagai obyek wisata pantai. ABSTRACT Teluk Awur Beach is a tourism destination in the Teluk Awur Village of Tahunan subdistrict, Jepara. The beach has  are quite complete and adequatefacilities, so has opportunity for tourism development. The purpose of this research were to know characteristics of respondent, respondent perceptions about tourism potential, and Tourist Suitability Index (TSI) value of the Teluk Awur Beach. The study was conducted from November to December 2018. The method used were qualitative method by distributing questionnaires to 40 local communities respondentusing purposive sampling technique, and 50 visitors using accidental sampling techniques and quantitative methods to measure tourism suitability of the Teluk Awur Beach which consists of 3 stations. Characteristics of the local community respondents, mostly men adults with a low level of education (elementary school) who had jobs for traders and entrepreneurs. The majority of visitors respondents come from Jepara, young women (12-25 years) with the latest education (Junior High Shcool-Senior High School). Perceptions of respondent about potential and tourist attraction of the Teluk Awur Beach are quite good, while facilities, accessibility and environmental care are good. TSI value of the Teluk Awur Beach is in the category  of very suitable to be used as a beach tourism object.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA DI PANTAI NYALO [KAWASAN MANDEH] KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT Mukhtar, Putri Dellia; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.416 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan Mandeh merupakan kawasan yang terletak di Kecamatan Koto IX Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, kawasan ini telah dijadikan destinasi utama sektor pariwisata bahari Provinsi Sumatera Barat. Salah satu pantai di kawasan tersebut yang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata adalah Pantai Nyalo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dapat dikembangkan di Pantai Nyalo, persepsi responden terhadap daya tarik wisata di Pantai Nyalo dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Nyalo.Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat menggunakan teknik sampling purposive sampling dan 30 responden wisatawan menggunakan accidental sampling. Potensi wisata Pantai Nyalo terdapat pada kondisi fisik pantai yang indah, serta jenis kegiatan atau daya tarik wisatanya yaitu berenang, olahraga pantai, dan panorama Puncak Paku.Secara umum daya tarik wisata di Pantai Nyalo dipersepsikan positif oleh responden.IKW Pantai Nyalo di stasiun I adalah 96%, sedangkan stasiun II dan III adalah 92%.Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pantai Nyalo tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Kata Kunci: Kesesuaian Wisata; Pantai Nyalo; Kabupaten Pesisir Selatan  ABSTRACT Mandeh Region is an area located in the Koto IX Tarusan of Pesisir Selatan Regency, this area has been used as the main marine tourism destinations in the province of West Sumatra. One of beach in the area that will be developed into a tourist destination is the Nyalo Beach. The purpose of this study are to know tourism potential that can be developed in the Nyalo Beach, perception of respondents to tourism attractions in the Nyalo Beach and to determine Tourism Suitability Index (IKW) in Nyalo Beach. The study was conducted from May to June 2016. The methods used in this research are quantitative research method using Tourism Suitability Index (IKW) and descriptive method by spreading questionnaire to 30 local communities respondents using purposive sampling and 30 visitors respondents using accidental sampling. The Nyalo Beach tourism potential is in the physical condition of beautiful beaches as well as the type of tourism activities or attractions, i.e swimming, beach sports, and panoramic from the Puncak Paku. In general, the perception of tourism attractions in the Nyalo Beach is positively perceived by respondents. IKW of the Nyalo Beach in station I is 96% while station II and III are 92%. This shows that the Nyalo Beach areas belongs to category S1 or very suitable for beach tourism activities. Keywords: Tourism Suitability; Nyalo Beach; Pesisir Selatan Regency
SEBARAN KLOROFIL-α SECARA TEMPORAL MENGGUNAKAN SATELIT LANDSAT 8 DI PERAIRAN TELUK JAKARTA (Temporal Distribution of Chlorophyll-α Using Landsat 8 Satellites in The Waters of Jakarta Bay) Septianda, Fajar; Purwanti, Frida; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.599 KB)

Abstract

Teluk Jakarta terletak di sebelah utara provinsi DKI Jakarta memiliki luas 514 km². Berbagai macam kegiatan manusia mengakibatkan perairan ini banyak menerima beban bahan pencemar yang akan mengganggu kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan klorofil-α, mengetahui perbedaan sebaran klorofil-α berdasarkan hasil pengukuran di lapangan dengan hasil citra satelit Landsat 8, dan mengetahui sebaran klorofil-α secara temporal. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan analisis secara deskriptif. Pengukuran sebaran klorofil-α secara temporal ini dilakukan di 3 lokasi sampling yaitu, Ancol, Penjaringan, dan Tanjung Priok. Kandungan klorofil-α di perairan Teluk Jakarta bervariasi, dengan nilai tertinggi 1,1 mg/l di Ancol dan nilai terendah 0,5 mg/l di Tanjung Priok. Sebaran klorofil-α hasil pengukuran data satelit mempunyai nilai tertinggi 0,8 mg/l pada Musim Timur (17 Agustus 2016) dan nilai terendah 0,6 mg/l pada Musim Barat (10 Maret 2016), sedangkan nilai tertinggi hasil sampling adalah 1,1 mg/l di Ancol dan nilai terendahnya adalah  0,5 mg/l Tanjung Priok. Sebaran klorofil-α secara temporal bervariasi. Nilai tertingginya terjadi pada Musim Timur yaitu 0,8 mg/l , dan nilai terendah terjadi pada Musim Barat yaitu 0,6 mg/l. The Jakarta Bay is located in the northern province of DKI Jakarta has an area of 514 km². Various kinds of human activities cause these waters to receive loads of pollutants that will interfere with quality of the waters. This study aims to analyze the chlorophyll-α content, to know the difference of chlorophyll-α distribution based on the results of field measurements with Landsat 8 satellite, and to know the chlorophyll-α distribution temporally. The research method used is survey with descriptive analysis. The measurement of temporal distribution of chlorophyll-α  is conducted in 3 location i.e, Ancol, Penjaringan, and Tanjung Priok. The content of chlorophyll-α in the waters of Jakarta Bay varies, with the highest value is 1,1 mg/l in Ancol and the lowest value is 0,5 mg/l in Tanjung Priok. The result of chlorophyll-α distribution  from measurement of satellite data has the highest value of 0,8 mg/l in the East season (17 August 2016) and the lowest value of 0,6 mg/l in the West season (10 March 2016), while the highest value of the field measurements result was 1,1 mg/l in Ancol and the lowest value is 0,5 mg/l in Tanjung Priok. The temporally distribution of chlorophyll-α is varied. The highest value occurred in the East season of 0,8 mg/l, and the lowest value occurred in the West season of 0,6 mg/l.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI BOOM TUBAN BERDASARKAN POTENSI SOSIAL, EKONOMI DAN EKOLOGI (Development Strategy of Object Tour Tubans Boom Beach by Potency of Economic, Social and Ecology) Lestari, Hima Desy; Purnomo, Pujiono Wahyu; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.128 KB)

Abstract

Pantai Boom merupakan bekas pelabuhan Internasional pada zaman Kerajaan Majapahit yang dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten Tuban untuk menjadi obyek wisata pantai. Adanya aspek historis tersebut menjadikan potensi sosial, ekonomi dan ekologi sangat berpengaruh terhadap potensi wisata. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sosial, ekonomi, ekologi, kelembagaan dan posisi nilai faktor internal dan eksternal, serta menyusun strategi pengembangan obyek wisata. Metode penelitian bersifat deskriptif analitis, dimana data dikumpulkan dengan survei dan wawancara terhadap 100 responden pengunjung, 30 penyedia jasa dan 4 pengelola. Data diolah secara deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan matriks IFAS dan EFAS, juga dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan potensi sosial terbesar berada pada kondisi sarana informasi sejarah, potensi ekonomi berada pada biaya wisata, potensi ekologi berada pada kondisi air bersih dan potensi kelembagaan berada pada upaya pengembangan obyek wisata yang telah dilakukan oleh pemerintah/pengelola; Nilai faktor internal dan eksternal berada pada posisi mendukung strategi ofensif, yaitu memanfaatkan potensi dan peluang yang ada untuk pengembangan obyek wisata, selisih nilai untuk faktor internal adalah  0,3;1,29;1,12, dan untuk faktor eksternal adalah 1,45;0,8;1,8, dengan kekuatan dan ancaman terbesar berada pada aspek ekonomi, sedangkan kelemahan dan peluang berada pada aspek ekologi. Strategi pengembangan obyek wisata dilakukan dengan menjalin kerjasama antara Pemerintah Daerah dengn paguyuban penyedia jasa untuk mengadakan kegiatan pengembangan penyedia jasa; meningkatkan peran aktif pengelola obyek wisata terhadap keberadaan penyedia jasa dengan menyediakan toko/kios dan meningkatkan upaya perlindungan sumberdaya alam di lokasi wisata. Boom Beach is formaly an International port at the Majapahit Kingdom which used by the government of Tuban Regency to become coastal tourism attractions. The existence of these historical aspects make the social, economic and ecological potential influence tourism potential. The study aims to identify potency of economy, ecological, institutional and to evaluate value position  of  internal and external factors, and to arrange tourism development strategy. The research method is analytical descriptive, in which data were collected by survey and interview to 100 respondents, 30 service providers and 4 staff. Data were analysed using qualitative and quantitative through IFAS and EFAS matrix as well as SWOT analysis. The results showed that the largest social potency is the condition of historical information facilities, the economic potency  is the cost of tourism, and the ecological potentcy is the cleaness water conditions and the institutional potency is the development efforts of tourism that has been done by the government/manager; The values of internal and external factors are in a position to support offensive strategy, that is utilizing the potential and opportunities that exist for the development of tourism object, in sequence the different value of internal factors are 0.3;1.29;1.12, while the external factors are 1.45;0.8;1.8, with the greatest strength and threat being on the economic aspect, while the weaknesses and opportunities on the ecological aspect. Tourism development strategy are done by establishing cooperation between local government with service provider association conduct development activities of service provider; enhancing the active role of tourism managers to the existence of service providers by providing shops/kiosks and increasing the effort to protect the natural resources at tourisn sites.
ANALISA KERENTANAN PANTAI DAN SUMBERDAYA PERIKANAN DENGAN PENDEKATAN SIG DI PANTAI KABUPATEN PURWOREJO Biantara, Bagus; Hartoko, Agus; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.703 KB)

Abstract

Pantai di Kabupaten Purworejo memiliki potensi sumberdaya perikanan cukup besar, seperti udang Vanamei dan ikan Sidat. Pantai – pantai ini berkarakteristik berpasir hitam dan bergelombang tinggi. Hal tersebut menjadikan pantai Kabupaten Purworejo memiliki kerentanan yang tinggi terhadap hidrodinamika laut selatan Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai indeks kerentanan pantai, dan kerentana sumberdaya perikanan berupa nilai ekonomis dan keanekaragaman jenis sumberdaya perikanan (ikan Sidat dan udang Vannamei) di pantai Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilakukan pada 2 Februari hingga 28 Oktober 2015 mengggunakan metode analisa kerentanan CVI (CoastalVulnerability Indeks) dan dimodifikasi sesuai dengan lokasi dan objek penelitian. Metode pengambilan data dilakukan pada lokasi pengamatan berjumlah 10 buah titik. Variabel kerentanan pantai yang diamati yaitu geomorfologi, akresi/abrasi, kemiringan pantai, tinggi pasang maksimal, dan tinggi gelombang maksimal. Data yang diperoleh selanjutnya dikaitkan dengan informasi tentang ikan Sidat dan udang Vannamei. Sistem Informasi Geografi digunakan dalam penelitian ini untuk mengobservasi, menganalisa dan mengolah citra untuk mengetahui terjadi abrasi atau akresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pantai Kabupaten Purworejo memiliki nilai CVI dalam kategori tinggi dengan nilai tertinggi 4,7 dan terendah 4,3, dimana variabel dengan bobot yang berpengaruh terbesar adalah variabel tinggi gelombang maksimal. Kerentanan sumberdaya perikanan akibat kerusakan pantai dan muara dapat menyebabkan hilangnya ikan Sidat Anguilla bicolor dengan nilai estimasi produksi elver grade B mencapai Rp. 35.000.000/tahun dan budidaya udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan estimasi nilai ekonomi Rp. 315.000.000 /panen/tambak. The Purworejo coastal district has a high potential of fisheries resources, such as Vannamei shrimp culture and Eel. The coastal area characterized by black sand and high sea-waves, that makes it vulnerable as hydrodynamics of the southern Indonesia coast. The study aims to determine the value of coastal vulnerability index and to know the economic value and species diversity of fishery resources at the Purworejo district coastal area. The research was conducted on 2nd February until 28thOctober 2015 using the CVI (Coastal Vulnerability Index) methods that be modified in accordance to the location and research objects. Data were collected at the observation’s sites amounts to 10 spots. The variables of coastal vulnerability are geomorphology, accretion / abrasion, slope of the beach, maximum high tide, and maximum wave height. Data obtained then analyzed with the information of Eel and Vannamei shrimp. Geographic Information System used in the research to observe, analyze and to process the image from the satellite in order to determine the abrasion or accretion. The research shows that the Purworejo district coast has CVI value in high category with the highest value of 4.7 and the lowest value of 4.3; in wich the most influenced variable with the highest wight from other variables is maximum high wave variable. Vulnerability of fisheries resources because of coastal and estuary distruction could vanishing the eel of Anguilla bicolor with estimated production value of Elver in B grade is 35.000.000 IDR/ year and cultivated shrimp of Litopenaeus vannamei with estimated economic value of 315.000.000/harvest / pond.
PENGARUH KEDALAMAN DAN JARAK DARI PANTAI TERHADAP KELIMPAHAN DAN POLA SEBARAN SAND DOLLAR DI PANTAI BARAKUDA PULAU KEMUJAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Afian, Adhe Nur; Supriharyono, -; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.017 KB)

Abstract

Sand dollar merupakan kelas Echinoidea dari filum Echinodermata yang memiliki bentuk tubuh irregular yaitu bentuk tubuh bilateral dan pipih atau oval tanpa lengan, duri-duri menutup tubuh. Habitatnya di dasar perairan yang berpasir atau daerah berlumpur.Pantai Barakuda merupakan salah satu pantai di pulau Kemujan yang mempunyai daerah rataan pasir yang luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis, kelimpahan dan pola sebaran sand dollar di Pantai Barakuda, untuk mengetahui variabel yang paling dominan antara kedalaman, jarak atau keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013di Pantai Barakuda Pulau Kemujan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan yang bersifat deskriptif, pengambilan data dilakukan menggunakan line transek sepanjang 50 m dan kuadran transek 1x1 m. Pengamatan dilakukan dengan mengambil 2 stasiun, stasiun A yaitu dengan berjarak 20 meter dari tepi pantai dan stasiun B dengan berjarak berkisar 70 meter dari tepi pantai. Setiap stasiun ditarik 3 line transek yang sejajar dengan pantai sepanjang 50 meter, dengan jarak 10 meter antar line transek. Pengambilan sand dollar didalam kuadran dilakukan pada tiap meter dengan melihat jenis dan jumlahnya. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan di pantai Barakuda terdapat 14 corak jenis sand dollar (Laganum sp). Pengamatan dan perhitungan yang dilakukan, didapatkan jumlah Laganum sp di stasiun A sebanyak 351 individu, sedangkan  pada stasiun B sebanyak 779 individu. Kelimpahan relatifnya terbesar yang didapatkan di pantai Barakuda pada corak  jenis corak 1 dan corak 5 sedangkan kelimpahan relatif  terkecil adalah corak 12 dan corak 14. Pola sebarannya sebagian besar termasuk mengelompok (clumped) dan beberapa termasuk seragam (uniform). Kelimpahan dan pola sebaran dipengaruhi oleh kedalaman dan jarak.
KEPEDULIAN MASYARAKAT DAN EFEKTIVITAS KAMPANYE ZONA INTI DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Widyatmoko, Bima Tri; Purwanti, Frida; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.022 KB)

Abstract

  Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. Persepsi yang salah  mengenai pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat akan menjadi pemicu kerusakan ekosistem. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penangkapan masyarakat dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan  Zona Inti, sekaligus mengetahui efektivitas kampanye dalam  hal media komunikasi untuk membantu pemahaman masyarakat terhadap  keberadaan Zona Inti. Metode penelitian dilakukan dengan Observasi Lapangan, dengan pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan jajak pendapat kepada masyarakat dengan acuan pertanyaan dari kuisioner. Kuisioner yang digunakan dalam kampanye Zona Inti adalah menurut Strategic Plan RARE Coral Triangle 2010-2011 Marine Thematic Cohort. Gambaran kuisioner yang akan diberikan meliputi Profil responden, Kegiatan penangkapan dan lokasi kegiatan penangkapan, Pengetahuan masyarakat mengenai Zona Inti, dan Efektivitas media komunikasi yang digunakan dalam kampanye Zona Inti. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penangkapan dilakukan dalam kegiatan ramah lingkungan karena 46% menggunakan pancing tonda. Sebesar 76% mengakui perbedaan jarak penangkapan yang semakin jauh. Pengetahuan lokasi Zona Inti mengalami peningkatan dan kesediaan menjadi kelompok partisipatif dalam pengawasan Zona Inti sebesar 68,4 %. Efektivitas kampanye terlihat dari penggunaan SMS (Short Message Service) yang menjadi media komunikasi dua arah. Hal ini yang menjadikan SMS sebagai media komunikasi yang efektif dalam penyampaian pesan-pesan kampanye. Kata Kunci : Kepedulian, Masyarakat, Taman Nasional Karimunjawa, Kampanye Zona Inti   Abstract   National Parks are defined as having a nature conservation area of ​​native ecosystems, managed by the zoning system, and used for research purposes. Karimunjawa community that relies on the natural result will be a problem that would arise if there is no clarity and knowledge on natural resources will be exhausted. This study aimed to determine the incidence of community and public awareness of the existence of the Core Zone, as well as the effectiveness of media campaigns in terms of communication to help people's understanding of the existence of the Core Zone. Data is collected by the distribution of questionnaires. The questionnaire used in the Core Zone campaign is under the Strategic Plan 2010-2011 RARE Coral Triangle Marine Thematic Cohort. Overview will be given a questionnaire that includes profiles of respondents, fishing activities and the location of fishing activities, public knowledge about the core zone, and the effectiveness of the communication media used in the Core Zone campaign. Based on the research note that the arrests were made in an environmentally friendly activity because 46% using a fishing rod Tonda. 76% recognize the difference that the farther the distance catching. Knowledge of the location of the Core Zone and the willingness to increase participation in the surveillance group core zone of 68.4%. The effectiveness of the campaign can be seen from the use of SMS (Short Message Service) is a two-way communication media. This is what makes SMS as effecttive at communications media in the delivery of campaign messages. Keywords: Caring, Community, National Park Karimunjawa, Core Zone Campaign  Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. Persepsi yang salah  mengenai pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat akan menjadi pemicu kerusakan ekosistem. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penangkapan masyarakat dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan  Zona Inti, sekaligus mengetahui efektivitas kampanye dalam  hal media komunikasi untuk membantu pemahaman masyarakat terhadap  keberadaan Zona Inti. Metode penelitian dilakukan dengan Observasi Lapangan, dengan pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan jajak pendapat kepada masyarakat dengan acuan pertanyaan dari kuisioner. Kuisioner yang digunakan dalam kampanye Zona Inti adalah menurut Strategic Plan RARE Coral Triangle 2010-2011 Marine Thematic Cohort. Gambaran kuisioner yang akan diberikan meliputi Profil responden, Kegiatan penangkapan dan lokasi kegiatan penangkapan, Pengetahuan masyarakat mengenai Zona Inti, dan Efektivitas media komunikasi yang digunakan dalam kampanye Zona Inti. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penangkapan dilakukan dalam kegiatan ramah lingkungan karena 46% menggunakan pancing tonda. Sebesar 76% mengakui perbedaan jarak penangkapan yang semakin jauh. Pengetahuan lokasi Zona Inti mengalami peningkatan dan kesediaan menjadi kelompok partisipatif dalam pengawasan Zona Inti sebesar 68,4 %. Efektivitas kampanye terlihat dari penggunaan SMS (Short Message Service) yang menjadi media komunikasi dua arah. Hal ini yang menjadikan SMS sebagai media komunikasi yang efektif dalam penyampaian pesan-pesan kampanye. Kata Kunci : Kepedulian, Masyarakat, Taman Nasional Karimunjawa, Kampanye Zona Inti   Abstract   National Parks are defined as having a nature conservation area of ​​native ecosystems, managed by the zoning system, and used for research purposes. Karimunjawa community that relies on the natural result will be a problem that would arise if there is no clarity and knowledge on natural resources will be exhausted. This study aimed to determine the incidence of community and public awareness of the existence of the Core Zone, as well as the effectiveness of media campaigns in terms of communication to help people's understanding of the existence of the Core Zone. Data is collected by the distribution of questionnaires. The questionnaire used in the Core Zone campaign is under the Strategic Plan 2010-2011 RARE Coral Triangle Marine Thematic Cohort. Overview will be given a questionnaire that includes profiles of respondents, fishing activities and the location of fishing activities, public knowledge about the core zone, and the effectiveness of the communication media used in the Core Zone campaign. Based on the research note that the arrests were made in an environmentally friendly activity because 46% using a fishing rod Tonda. 76% recognize the difference that the farther the distance catching. Knowledge of the location of the Core Zone and the willingness to increase participation in the surveillance group core zone of 68.4%. The effectiveness of the campaign can be seen from the use of SMS (Short Message Service) is a two-way communication media. This is what makes SMS as effecttive at communications media in the delivery of campaign messages. Keywords: Caring, Community, National Park Karimunjawa, Core Zone Campaign
Co-Authors - Adhian - Supriharyono Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Agustina Risqiani Ainni, Chusnul Firaqie Alin Fithor Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Amir Suharto Rumalean Angesti Lintang Pristira Apriliana, Wahyu Ika Arif Rahman Arif Widiyanto Atrasina Adlina Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Dwiloka Bambang Sulardiono Bangun, M. Fadhillah Rasyid Beni Sabdo Nugroho Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto cahyadi, jimmy Churun A&#039;in Churun Ain Churun Ain Dedy Soedharma Desrina Desrina Deviana, Desi Avinda Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djoko Suprapto Donny Juliandri Prihadi Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Firdaus, Nur Salsabila Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S Alikodra Haeruddin Haeruddin Ilhamsyah, Ahmad Jefryco, Siahaan Komah, Siti Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Hima Desy Liana, Tri Budi Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Mutia Ismi Febrianti Nafisah, Nailin Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prawiro, Hendro Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Rajib Jaka Dwinta Chandra Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Rizky Muliani Dwi Ujianti Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno Sri Rejeki Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Vera, Grecya Christa Wardhani, Pramudia Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati Yusuf Kamlasi