Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN “WISATA AGRO KEBUN KALIGUA” PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX INDONESIA Prawiro, Hendro; Dwiloka, Bambang; Purwanti, Frida
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 15, No 1 (2019): GEMAWISATA JANUARI 2019
Publisher : Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan persepsi wisatawan, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan perusahaan dan mengembangkan strategi pengembangan perusahaan. Strategi Pengembangan Agrowisata Kaligua disusun berdasarkan analisis deskriptif dengan alat analisis yaitu: analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik dan persepsi wisatawan, analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan perusahaan, dan AHP untuk mengembangkan strategi pengembangan perusahaan. Hasil identifikasi karakteristik wisata yang dikunjungi di Agrowisata Taman Kaligua yaitu rata-rata wisatawan didominasi oleh pemuda dengan usia <35 tahun berjumlah 76% dengan pendapatan kurang dari Rp 2.000.000 sekitar 58%. Wisatawan menilai Agro Tourism Kaligua memiliki objek wisata yang indah, fasilitas yang baik, dan layanan kelembagaan dan promosi yang positif, tetapi keterjangkauan masih negatif karena kualitas jalan yang buruk dan panduan jalan. Hasil analisis SWOT, Agro Wisata Kaligua memiliki lima faktor kekuatan dengan skor 1,89, lima faktor lemah dengan skor 1,3, lima faktor peluang dengan skor 1,88, dan lima faktor ancaman dengan skor 1,21. Memiliki posisi strategi perusahaan di kuadran I dengan koordinat X sebesar 0,57 dan Y sebesar 0,67 berada pada posisi SO berupa strategi agresif yang dapat menciptakan Agrowisata Kaligua untuk menggunakan kekuatan dan peluang dalam menentukan kebijakan perusahaan dan mengembangkan strategi pengembangan untuk mencapai target laba di masa depan. Perumusan strategi pengembangan pariwisata dari Kaligua Garden Estate adalah mengoptimalkan pemasaran, meningkatkan kualitas pariwisata, dan mengembangkan produk pariwisata. Secara umum, strategi pengembangan Agrowisata yang diterapkan adalah yang terbaik dengan status quo dan diikuti oleh strategi ekspansi. Prioritas utama yang harus dilakukan adalah menjaga kualitas pariwisata, terutama meningkatkan kualitas layanan sehingga wisatawan dapat merasa puas dan nyaman berwisata di Agro Wisata Kebun kaligua
Estimasi Kandungan Biomassa dan Simpanan Karbon Hutan Mangrove, Mangunharjo, Semarang Apriliana, Wahyu Ika; Purwanti, Frida; Latifah, Nurul
Life Science Vol 10 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54447

Abstract

Mangrove forest is one of the coastal ecosystems that have a role for mitigating global warming in absorbing carbon from the atmosphere and storing it in the form of biomass. The aim of this research to know the content of biomass and carbon storage on the stems, carbon storage in sediments and estimation CO2 absorption of mangrove stems and sediment. This research was conducted in March 2021 in the Mangunharjo mangrove forest. The method used on this research is a survey method and using purposive samplimg to take samples in three research station by three plot transect. Analysis for the carbon storage in the stem using non-destructive method with allometric equations, while in the sediment using the LOI (Loss on Ignition) method. The result of biomass content and carbon storage in the mangrove stems 341,02 tons/ha and 156,87 tons/ha, carbon storage in the sediment 52,24 tons/ha and estimation CO2 absorption of mangrove stems and sediment based on carbon storage is 575,71 tons/ha, dan 191,73 tons/ha. Based on this research, the largest carbon storage and estimation CO2 absorption was on the stems of mangrove. Hutan mangrove merupakan salah satu ekositem pesisir yang berperan dalam mitigasi pemanasan global dengan menyerap karbon dari atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan biomassa dan simpanan karbon pada tegakan, nilai simpanan karbon pada sedimen serta estimasi kemampuan tegakan dan sedimen dalam menyerap CO2. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021 di hutan mangrove, Mangunharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan metode yang digunakan untuk mengambil sampel adalah purposive sampling yang dilakukan di 3 stasiun penelitian. Analisis untuk menghitung simpanan karbon di tegakan mangrove menggunakan metode non destructive dengan persaaman allometrik, sedangkan di sedimen menggunakan metode LOI (Loss on Ignition). Hasil nilai biomassa dan simpanan karbon pada tegakan mangrove yaitu 341,02 ton/ha, dan 156,87 ton/ha, simpanan karbon pada sedimen yaitu 52,24 ton/ha dan estimasi serapan CO2 pada tegakan dan sedimen berdasarkan simpanan karbon 575,71 ton/ha, dan 191,73 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian penyimpan karbon dan penyerap CO2 terbesar berada pada tegakan mangrove.
ANALISIS KETERPAPARAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG AKIBAT AKTIVITAS PARIWISATA DI PULAU MENJANGAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT Mutia Ismi Febrianti; Frida Purwanti; Agus Hartoko
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.418 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.19236

Abstract

Pulau Menjangan merupakan bagian dari wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB), secara fisik termasuk pulau yang unik karena memiliki luas hanya 175 Ha, tidak berpenduduk dan memiliki sebaran terumbu karang yang merata di sekeliling pulau. Aktivitas pariwisata merupakan aktivitas utama yang dilakukan di pulau ini. Terpaparnya ekosistem terumbu karang oleh aktivitas pariwisata secara berlebih tanpa adanya batasan akan mengganggu ekosistem terumbu karang di suatu wilayah. Tujuan penelitian untuk mengetahui beberapa unsur serta nilai terpaparnya ekosistem terumbu karang oleh aktivitas wisata serta unsur alamiah yang menjadi ancaman kerusakan terumbu karang. Penelitian ini difokuskan pada 4 titik lokasi snorkeling menggunakan pendekatan teori kerentanan (vulnerability) dengan parameter keterpaparan yaitu jumlah pengunjung, kepadatan Acanthaster planci, tinggi gelombang, kedalaman, pH, suhu, tipe substrat perairan serta pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah perairan Pulau Menjangan berpotensi keterpaparan dari berbagai unsur, yaitu unsur alami dan unsur lain seperti aktivitas pariwisata. Nilai keterpaparan yang didapat dari wilayah perairan Pulau Menjangan TNBB adalah 1,5 yang termasuk dalam tingkat keterpaparan rendah.
SUITABLITY AND CARRYING CAPACITY OF KARTINI BEACH JEPARA AS COASTAL TOURISM DESTINATION Achmad Fama; . Haeruddin; Frida Purwanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.239 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v9i2.19312

Abstract

Kartini beach as a marine tourism in Jepara, Central Java that have beach attraction consist of natural environment area suitable for tourism. Its potency have opportunity to be developed as marine ecotourism. The current problem is increasing number of visitor each year that might degrades the environment. The aims of this reseacrh are to analyse tourism suitability and to assess carrying capacity of the Kartini Beach as beach tourism. This research was conducted in Desember 2016 – March 2017 at the Kartini Beach of Jepara. The methods uses analysis of land suitablity for beach recreation and carrying capacity analysis. The result shows that suitability index in location 1 to 3 are suitable with value about 48 % – 60 % as beach recreational area. The results of carrying capacity analysis of location 1 with total area of 0,22 ha is 176 people / day,  location 2 with total area of 0,1 ha is 80 people / day, and location 3 with total area of 0,13 ha is 104 people / day. The conlusions of this reseacrh are Kartini beach is suitable for beach recreation and the number of visitor has esceeds the ability of carrying capacity.  Keywords: beach tourism, land suitablity, carrying capacity, Kartini beach, Jepara
STRUKTUR KOMUNITAS HUTAN MANGROVE PADA KAWASAN MEMPAWAH MANGROVE PARK DI DESA PASIR MEMPAWAH HILIR Amir Suharto Rumalean; Frida Purwanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.162 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i1.25704

Abstract

ABSTRAKMangrove pada kawasan Mempawah Mangrove Park (MMP) telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan baik secara ekonomi maupun ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan vegetasi mangrove pada kawasan MMP, hal ini dilakukan karena kurangnya data informasi tentang mangrove pada kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi yang terdiri dari identifikasi dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai INP pada kawasan MMP sebesar 300% yang terdiri dari Avicennia marina 182,65%, Avicennia officinalis 34,72%, Rhizophora mucronata 54,93%, Nypa fruticans 22,85%, dan Terminalia catappa 4,85%. Tingkat kerapatan mangrove pada kawasan MMP masuk dalam kategori sedang dengan nilai 1093 pohon/ha. Indeks kesesuaian kawasan wisata pada kawasan MMP sebesar 81,82% atau masuk dalam kategori “Sesuai (S2)”, yang meliputi tutupan/ketebalan mangrove, kerapatan, obyek biota dan pasang surut. Nilai INP dan nilai tingkat kesesuaian kawasan menunjukkan bahwa struktur hutan mangrove pada kawasan MMP dalam kondisi baik dan dapat dikembangkan menjadi obyek wisata mangrove.  ABSTRACTMangroves in Mempawah Mangrove Park (MMP) area have had a positive impact on society and the environment both economically and ecologically. This study aims to determine superiority of mangrove vegetation in the MMP area, this is done because lack of data information about mangroves. This research used survey and observation methods which consist of identification and measurement. The results showed INP value is 300% consisting of Avicennia marina 182.65%, Avicennia officinalis 34.72%, Rhizophora mucronata 54.93%, Nypa fruticans 22.85%, and Terminalia catappa 4.85% . Density of mangroves in the MMP area falls into the medium category with a value of 1093 trees / ha. The index of tourist areas in the MMP region was 81.82% or included in the category of "Suitability (S2)". Which includes the cover / thickness of mangrove, density, objects of biota and tides. INP value and level of suitability indicate the structure of mangrove forest in MMP area is good condition and can be developed into a mangrove tourism object.
TOURISM AND CONSERVATION MANAGEMENT OPTIONS FOR KARIMUNJAWA MARINE NATIONAL PARK (Case Study and Reviews) Frida Purwanti
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 4, No 2 (2001): Volume 4, Number 2, Year 2001
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.772 KB)

Abstract

Tourism  is a nature-based industry that will have impacts on the environment. In order to achieve successful and sustainable tourism, tourism development and conservation of natural resources have to go hand in hand. This will be only attained through an environmental strategic tourism planning approach. Karimunjawa islands as one of the largest marine protected areas in Indonesia, provide a wide range of opportunities for research and environmental education as well as for tourism and recreation. In 1995, the Central Java Government conducted a tourism development study, but the study failed to assess current tourist market. This study intent to analyse the existing tourist market and to offer management guidelines. The study was conducted using qualitative methods to analyse the existing tourism market and its’ development plan by reviewing and examining the primary and secondary sources. The study revealed that local residents are not fully involved in the development of the tourism plan. It is considered that, at least initially, tourism in the Karimunjawa Islands should be developed on a selective and small-scale base. It is recommended that a development manual, guidelines and policies be prepared in support of the tourism development plan. Public education program and involvement of the local community should be encouraged to support the tourism plan. The proposed management guidelines cover three issues : the environmental impact of tourism development; the appropriate institutional and legal framework to regulate and monitor tourism development, especially on the islands; and the extent of local community participation
Pengembangan Co-Management Taman Nasional Karimunjawa Frida Purwanti; Hadi S. Alikodra; Dedy Soedharma
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 3 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.372 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.3.159-166

Abstract

Co-management adalah suatu pengaturan dimana tanggung jawab pengelolaan sumberdaya dibagi antara pemerintah dan pengguna. Peningkatan pemanfatan sumberdaya Taman Nasional Karimunjawa telah menurunkan kualitas sumberdaya dan jika dibiarkan akan mengancam status TNKJ. Tujuan utama studi adalah merumuskan arahan kebijakan pengembangan co-management Taman Nasional Karimunjawa dengan menganalisa kebijakan dan kelembagaan pengelolaan, mengevaluasi kapasitas pengelolaan dan mengidentifikasi faktor kunci pengembangan co-management. Studi dilakukan dari bulan April 2006 sampai Maret 2007 di Karimunjawa, Jepara menggunakan pendekatan deskriptif anaiitik. Data dianalisa secara kualitatif dengan analisis prospektif. Hasil menunjukkan adanya disharmonisasi peraturan dalam pengelolaan TNKJ dan terbatasnya kapasitas pengelolaan. Untuk itu diperlukan pengelolaan dengan co-management melalui pengaturan koordinasi yaitu pembentukan forum stakeholder dari MOU antara BTNK dan Pemerintah Kabupaten Jepara, pembuatan aturan main dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya TNKJ, dan membuat aksi kegiatan kolaborasistrategis yang komprehensif dengan kerja sinergi stakeholders sesuai kapasitas dan kemampuannya berdasarkan prinsip-prinsip saling menghargai, saling mempercayai, sating bertanggung gugat, sating berbagi tanggung jawab dan berbagi keuntungan.Kata kunci: Co-management, Taman Nasional Karimunjawa.
Osmoregulation Pattern of Fingerling Vanname Shrimp (Litopenaeus vannamei) Rearing in Three Molt Stage Iso-Osmotic Media Sutrisno Anggoro; Djoko Suprapto; Frida Purwanti
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 23, No 3 (2018): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.916 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.23.3.119-122

Abstract

Vanname shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of euryhaline Crustacean that able to adapt to a wider range of salinities. The need of suitable media for a given size and molting stage of shrimp is a key factor of the success of shrimp culture. In order to ensure the success of fingerling Vanname shrimp (FVS) rearing, it is indispensable to provide suitable osmotic media for the molting process. This research was aimed to examine and determine isoosmotic media that complies with physiological process of FVS. The research was done in laboratory scale with Completely Randomized Design. FVS was acclimated to three salinities level i.e. 15-16 ‰ as the postmolt isosmotic media, 25-26 ‰ as the intermolt isosmotic media, and 29-30 ‰ as the premolt and molt isosmotic media with three replications. The result showed that in the media of 25-26 ‰, the osmotic work revealed the minimal level and it enhanced the growth rate without changing the amino acids composition in the shrimp body tissue.
ANALISIS KESESUAIAN PERMINTAAN WISATA DAN PENAWARAN OBJEK WISATA DI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU (KASUS DI PULAU PRAMUKA), JAKARTA. Agustina Risqiani; Djoko Suprapto; Frida Purwanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.686 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.16.1.72-78

Abstract

Pulau Pramuka sebagai zona pemukiman di Taman Nasional Kepulauan Seribu memiliki keindahan alam yang potensial untuk pengembangan wisata bahari. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi lokal dan menganalisis kesesuaian antara permintaan (demand) wisata dengan penawaran (supply) potensi wisata lokal di Pulau Pramuka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis supply-demand. Hasil penelitian menunjukkan potensi wisata yang dimiliki Pulau Pramuka meliputi atraksi wisata alam dan buatan, kuliner dan souvenir khas, aksesibilitas dan transportasi yang mudah, fasilitas lengkap, serta adanya peran dari pemerintah dan masyarat dalam pengembangan pariwisata. Permintaan wisata dengan potensi wisata terjadi ketidaksesuaian disebabkan oleh kurangnya penambahan hewan di penangkaran, penambahan atraksi wisata air dan area bermain bagi wisatawan, tidak tersedianya wisata pada malam hari, peningkatan kenyamanan transportasi, wifi corner, spot foto, kebersihan dan jumlah fasilitas wisata serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan daerah wisata Pulau Pramuka. Pulau Pramuka as a zone of housing site in a national park of Kepulauan Seribu having a natural beauty whose potential for the development of maritime tourism. The research objective to identify local potential and analyze the suitability of tourist demand with the supply of local tourism potential on Pulau Pramuka. The research was conducted in February 2019. The data analysis method used in this study was supply-demand analysis. The results showed that the tourism potential of Pulau Pramuka included natural and artificial tourist attractions, unique culinary and souvenirs, accessibility and easy transportation, complete facilities, and the role of the government and society in tourism development. Tourism demand with potential tourism occur some problems due to lack of development of animals in captivity, addition of water tourism and play areas for tourists, unavailability of tourism at night, increased transportation convenience, wifi corner, photo spots, cleanliness and the number of tourist facilities and community awareness in maintain the environment of the Pulau Pramuka tourism area.
ANALISIS STATUS TROFIK PERAIRAN WADUK JATIBARANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT SENTINEL-2A (Analysis of the Trophic Status of Jatibarang Reservoir Waters Using Sentinel-2A Satellite Image Data) Rajib Jaka Dwinta Chandra; Churun Ain; Sigit Febrianto; Siti Rudiyanti; Frida Purwanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Waduk Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kandri, Kota Semarang memiliki potensi perikanan. Kondisi pemantauan kualitas air dapat diketahui dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan analisis status trofik. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui gambaran spasial parameter kualitas air diantaranya kecerahan, fosfor dan klorofil-a serta sebaran status trofik di Waduk Jatibarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, data citra Satelit Sentinel-2A pada rekaman tanggal 04 Maret 2019 untuk menentukan status trofik dengan pengolahan menggunakan aplikasi ErMapper serta algoritma kecerahan, total fosfor, dan klorofil-a. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 26 Maret 2019 sebagai uji akurasi. Pengambilan data lapangan dilakukan di 7 stasiun 3 kali pengulangan dengan waktu pagi siang dan malam. Analisa akurasi data dilakukan dengan pendekatan standart error (SE) sedangkan status trofik dengan Metode Indeks Carlson. Hasil yang diperoleh untuk uji akurasi (SE) setiap variabel yaitu : kecerahan 0,163, total fosfor 0,882 dan klorofil-a 1,011, nilai kecerahan berkisar antara 0,4 – 1 meter, nilai total fosfor berkisar antara 0,01 – 0,2 µg/l dan nilai klorofil-a berkisar antara 0,1 – 1,2 µg/l. Nilai status trofik Carlson Waduk Jatibarang berdasarkan pengolahan data satelit sentinel 2A berkisar 48,46 – 59,58 dan nilai TSI tertinggi berada pada titik 4 pada inlet Waduk Jatibarang. Secara keseluruhan tingkat kesuburan waduk Jatibarang termasuk kedalam mesotrofik sampai eutrofik ringan. Jatibarang Reservoir, located in the Kandri village, Semarang City has potential for fisheries. The monitoring of water quality can be known in various ways one of which is by the trophic status analysis. The purpose of this study were to know the water quality parameters including brightness, phosphorus and chlorophyll-a and to determine the distribution of trophic status in the Jatibarang Reservoir. This research uses descriptive method, with Sentinel-2A Satellite imagery data recorded on March 4, 2019 to determine trophic status by processing using the ErMapper application as well as the brightness, total phosphorus, and chlorophyll-a algorithms.Field data collected on March 26, 2019 as an accuracy test. Field data retrieval was done at 7 stations and with 3 repetitions in the morning afternoon and evening time. Data accuracy analysis was done by standard error (SE) while trophic status by Carlson Index Method. The results obtained for testing the accuracy (SE) of each variable were: brightness 0.163, total phosphorus 0.882 and chlorophyll-a 1.011, brightness ranged from 0.4-1 meters, total phosphorus ranged between 0.01 - 0.2 µg / l and chlorophyll-a ranged from 0.1 - 1.2 µg / l. The Carlson Trophic Jatibarang trophic status value ranges from 48.46 - 59.58, the trophic level includes mesotrophic to mild eutrophic.
Co-Authors - Adhian - Supriharyono Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Agustina Risqiani Ainni, Chusnul Firaqie Alin Fithor Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Amir Suharto Rumalean Angesti Lintang Pristira Apriliana, Wahyu Ika Arif Rahman Arif Widiyanto Atrasina Adlina Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Dwiloka Bambang Sulardiono Bangun, M. Fadhillah Rasyid Beni Sabdo Nugroho Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto cahyadi, jimmy Churun A&#039;in Churun Ain Churun Ain Dedy Soedharma Desrina Desrina Deviana, Desi Avinda Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djoko Suprapto Donny Juliandri Prihadi Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Firdaus, Nur Salsabila Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S Alikodra Haeruddin Haeruddin Ilhamsyah, Ahmad Jefryco, Siahaan Komah, Siti Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Hima Desy Liana, Tri Budi Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Mutia Ismi Febrianti Nafisah, Nailin Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prawiro, Hendro Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Rajib Jaka Dwinta Chandra Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Rizky Muliani Dwi Ujianti Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno Sri Rejeki Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Vera, Grecya Christa Wardhani, Pramudia Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati Yusuf Kamlasi