Claim Missing Document
Check
Articles

KONDISI HABITUS Rhizophora sp DI PANTURA KOTA SEMARANG BERDASARKAN NILAI HUE DAUN (Habitus Condition of Rhizophora sp in the Northern Coast of Semarang City based on the Hue Number) Frida Purwanti; Siti Rudiyanti; Agung Suryanto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.745 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.9.1.75-79

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir penting yang berfungsi untuk melindungi daerah pesisir dan untuk mendukung produktivitas primer. Keanekaragaman hayati mangrove di Propinsi Jawa Tengah didominasi oleh Rhizopora sp. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mendeteksi ksehatan hutan mangrove adalah daun. Nilai hue dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi habitus mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah hue dari daun Rhizopora sp. baik di areal terbuka maupun daerah teduh, untuk menganalisis hubungan hue dengan parameter lingkungan, dan untuk mengidentifikasi kondisi habitus dari Rhizopora sp di pantai utara Kota Semarang. Purposive random sampling digunakan untuk mengumpulkan spesimen daun Rhizopora sp dan untuk mengukur kualitas perairan Kabupaten Tugu, kemudian nilai Hue dari masing-masing daun mangrove dianalisis menggunakan program komputer Adobe photoshop CS2. Korelasi Pearson digunakan untuk analisis korelasi nilai daun Hue terhadap paramater lingkungan. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai November 2011, di Tugu, Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Hue Rhizophora apiculata di stasiun Mangunharjo lebih rendah dari stasiun Mangkang Kulon, baik di areal terbuka maupun ternaungi. Korelasi nilai Hue untuk suhu dan salinitas perairan memiliki korelasi yang sangat lemah untuk kedua kondisi areal.Habitus terbuka dan ternaungi dari Rhizophora apiculata di Tugu District menunjukkan nilai perbedaan Hue yang dipengaruhi oleh suhu udara dan substrat. Kata kunci: Mangrove, hue, korelasi, habitus Mangrove is one of the important coastal ecosystem that have function to protect coastland and to support primary productivity. Mangrove biodiversity at the Central Java Province is dominated by Rhizophoraceae. One indicator that can be used to detect the health of mangrove forest stands is the leaf. Hue number correspond to the color can be used to indicate mangrove habitus condition. The research aims to know the Hue number from the Rhizophora sp leaf on the open and shading areas; to analyse correlation its Hue to the environmental parameter; and to identify habitus condition of Rhizophora sp at the northern coast of Semarang city. Purposive random sampling was used to collect Rhizophora leafs specimen and to measure waters quality of the Tugu District, then Hue value from each mangrove leaf stand was analised using Adobe photoshop CS2 computer program. Pearson correlation was used to analysed correlation of Hue leaf value to environmental paramater. The research was conducted from September to November 2011, at Tugu District, Semarang. The result indicated that Hue value of Rhizophora apiculata at Mangunharjo station  is lower than Mangkang Kulon station, both at the open and shading areal.  Correlation of Hue value to water temperature and water salinity have a very weak correlation for both of open and shading areal.Habitus condition of Rhizophora apiculata at Tugu District show a difference value of Hue that affected by air temperature and substrat. Key words : Mangrove, Hue, correlation, habitus
INDEKS KEPEKAAN LINGKUNGAN (IKL) EKOSISTEM LAMUN BERDASARKAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN DI KARIMUNJAWA (Environmental Sensitivity Index (ESI) In Seagrass Ecosystem Based On The Utilization Of Fisheries Resources In Karimunjawa) Angesti Lintang Pristira; Frida Purwanti; Churun A'in
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) adalah salah satu kawasan pelestarian alam di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki 5 ekosistem asli, salah satunya adalah ekosistem lamun. Lamun merupakan salah satu dari tiga ekosistem laut yang sangat penting dalam menyediakan berbagai layanan jasa ekologi maupun ekonomi. Berbagai kegiatan manusia diketahui mampu memberikan dampak negatif yang dapat merusak padang lamun, salah satunya adalah aktivitas perikanan. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengetahui jenis pemanfaatan sumberdaya perikanan di ekosistem lamun, mengetahui jenis aktivitas yang paling memberi tekanan serta mengetahui lokasi yang paling peka akibat pemanfaatan sumberdaya perikanan di ekosistem lamun. Penelitian dilakukan mulai Oktober 2019 hingga Januari 2020 di Dukuh Batulawang, Legonipah dan Pelabuhan Rakyat Karimunjawa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan data sekunder. Responden yang menjadi narasumber adalah penduduk lokal (51 orang) dan ahli kunci (6 orang) yang mengetahui kondisi asli Karimunjawa. Metode analisis yang digunakan diantaranya Analytical Hierrarcy Process (AHP) dan Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas perikanan yang memberi tekanan pada ekosistem lamun adalah perikanan tangkap (0,13), keramba jaring apung (0,07), keramba jaring tancap (0,25), budidaya rumput laut (0,05) dan tambak (0,50). Tambak menjadi salah satu aktivitas perikanan yang paling memberi tekanan dibanding yang lain. Adapun lokasi pengamatan yang memiliki nilai kepekaan terbesar adalah Pelabuhan Rakyat Karimunjawa (48,49) yang kondisinya tergolong peka. Karimunjawa National Park (KNP) is one of the nature conservation areas in Central Java which has 5 native ecosystems, one of them is the seagrass ecosystem. Seagrass is one of the three marine ecosystems which very important in providing various ecological and economical services. Various human activities could have negative impacts that can damage seagrass, one of them is fisheries activities. The purpose of the research was to find out the types of fisheries resources in the seagrass ecosystem, to find out the types of activities that give the biggest pressure and the most sensitive location from fisheries resources utilization in the seagrass ecosystem. The study was conducted from October 2019 to January 2020 in the Batulawang, Legonipah and Karimunjawa Public Harbor. Research method used was explorative descriptive. Collecting data used was questionnaires, interviews and secondary data.  Respondents who interviewed were 51 local residents and 6 expert person who know the original and existing conditions of the Karimunjawa. The analytical method used was the Analytical Hierrarcy Process (AHP) and the Environmental Sensitivity Index (ESI). The results showed that fisheries activities which give pressure on seagrass ecosystems were capture fisheries (0.13), floating net cages (0.07), fix net cages (0.25), seaweed cultivation (0.05) and fishpond (0.50). The most activities that give pressure compared to the others was fishpond. The greatest sensitive location was the Karimunjawa Public Harbor (48.49) and the condition was classified as sensitive.
Site Selection of Ecotourism Development Frida Purwanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.606 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.5.2.19-25

Abstract

This paper discusses the application of Criterium Decision Plus program in decision making process for selection of ecotourism development area.  The selection was build based on some variable collected from stakeholders which were constructed in hierarchy system and be evaluated by an expert to decide the potential location using pairwise comparison. The result showed that for ecotourism development, the significance factor is government policy; the importance actor is government; the importance goal is increasing income and priority location is coastal area. Keywords : Ecotourism, Decision Making
Coastal Village Development Strategy Based On The Potential Of Marine Tourism In Analyzing The Suitability Of Beach Tourism In Munjungagung Village, Tegal Regency, Central Java Province Beni Sabdo Nugroho; Frida Purwanti; Pujiono Wahyu Purnomo; Atrasina Adlina
International Journal of Social Service and Research Vol. 2 No. 3 (2022): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v2i3.88

Abstract

Enough resources that have great potential are coastal resources, but well managed are marine ecotourism resources. In Tegal Regency, a village is well known for its beautiful beaches and never empty of visitors during holidays. The village is Munjungagung Village. In addition to the village which is never deserted, there is also a Fishing and Diving Spot, this can be a potential for marine ecotourism and has a great opportunity to continue to be developed into mainstay tourism, and it is hoped that this potential can improve the welfare of the community. This study aims to analyze the suitability of coastal tourism from the Coastal Village, which was developed based on the potential for marine tourism in Munjungagung Village, Tegal Regency, Central Java Province. The method or technique chosen is the descriptive method. This research has been carried out from April to November 2021 to determine the potential for marine tourism to the tourism suitability index (IKW). The data were analyzed using the formula for calculating the Tourism Suitability Index (IKW). This study showed that the tourist sites in the research area were still suitable for beach tourism activities, snorkeling, and diving. The suitability class for beach tourism and snorkeling and diving has an IKW value of 94.05% and is included in the S1 category (Very Suitable).
Water Quality and The Heavy Metal Occurence of Fish in Polluted Watershed Rizky Muliani Dwi Ujianti; Sutrisno Anggoro; Azis Nur Bambang; Frida Purwanti
Indonesian Food and Nutrition Progress Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Association of Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ifnp.29679

Abstract

The clean river is very important for human life and river’s biota. However, many rivers are polluted from both domestic and industrial waste today. Domestic waste comes from households and industrial wastes from nearby industrial activities. One of the biotas of the river is the fish. The objective of the research was to evaluate pollutant and pollutant index in the watershed and the present of Pb in fish in the watershed. The location of this research was a long Garang watershed Semarang, namely from upstream to downstream of the river. The sampling area was divided into 7 segments based on Central Java Governor Regulation No. 156/2010 based on water designation. The studied parameters in this research were heavy metal in fish and water quality. The studied fish was Nila fish (Oreochromis sp.). Results show that Cu was the main pollutant in water river class 1, 2, 3 and 4. DO exceed the limit parameter in water river class 3 and 4. Finally, the highest heavy metals found in fish were found in Pb, while the water pollution index was due to exceeding Cu, all of which came from industrial waste.  
Valuasi Ekonomi Nilai Manfaat Langsung Waduk Sermo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta Liana, Tri Budi; Purwanti, Frida; Sulardiono, Bambang
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.48264

Abstract

Waduk Sermo merupakan salah satu waduk di Kabupaten Kulon Progo, yang dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata, sumber air bersih dan perikanan tangkap. Valuasi ekonomi dari berbagai pemanfaatan tersebut perlu dilakukan sebagai dasar upaya pengelolaan karena belum terukur secara ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi dari pemanfaatan Waduk Sermo sehingga dapat digunakan untuk penentuan kebijakan pengelolaan waduk. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Februari sampai 14 Maret 2022 di Waduk Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Metode penentuan jumlah responden menggunakan convenience sampling untuk pariwisata dan pemancing dengan jumlah responden masing-masing 50 orang, random sampling untuk masyarakat pengguna air bersih dengan jumlah responden yaitu  43 orang, serta sensus dengan meneliti semua nelayan Waduk Sermo yaitu 34 orang. Metode Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Travel Cost Method untuk pemanfaatan pariwisata, Contingen Valuation Method air bersih, dan Market Price Method untuk perikanan tangkap. Hasil penelitian didapatkan Valuasi Ekonomi yaitu Pariwisata Rp. 8.560.697.600/tahun, Air Bersih Rp. 1.241.141.023/tahun serta Perikanan Tangkap Rp. 4.406.047.935/tahun yang diperoleh dari nelayan Rp. 4.364.989.545/tahun dan dari pemancing Rp. 41.058.390/tahun.
Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekosistem Mangrove di Kawasan Pasarbanggi, Kabupaten Rembang Nafisah, Nailin; Purwanti, Frida; Rahman, Arif
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60312

Abstract

Kawasan mangrove Pasarbanggi merupakan salah satu hutan mangrove yang dimanfaatkan sebagai kawasanwisata. Penelitian dilakukan di kawasan tersebut karena merupakan salah satu wisata unggulan di KabupatenRembang, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2023. Tujuan penelitian untukmengkaji indeks kesesuaian wisata (IKW), daya dukung kawasan (DDK) dan pengembangan ekowisata. Metodeyang digunakan metode survei dan wawancara dengan 40 responden. Indeks kesesuaian wisata dilakukanpengambilan data di 3 stasiun pengamatan terdiri dari parameter zona, kerapatan dan jenis mangrove, objekbiota, karakteristik kawasan dan aksesibilitas. Daya dukung kawasan dan pengembangan ekowisata diperolehdari hasil wawancara. Analisis data yang digunakan adalah perhitungan rumus IKW, DDK dan analisis deskriptifdengan skala Likert. Hasil yang diperoleh yaitu indeks kesesuaian wisata pada stasiun 1, 2 dan 3 bernilai 76,14%,70,45% dam 67,05 yang ketiganya menandakan dalam kondisi sesuai. Daya dukung kawasan pada bulan Juniadalah 188 orang perhari dengan panjang yang dimanfaatkan 1388 meter. Pengembangan ekowisata menurutpengunjung lebih mengarah pada atraksi peningkatan penanaman mangrove dan wahana permainan sertaaksesibilitas perbaikan jalan menuju kawasan, dan menurut pelaku usaha lebih kearah penambahan amenitaswarung makan dan aspek lain mengenai arahan pengembangan usaha.
Potensi Wisata dan Valuasi Ekonomi Berdasarkan Nilai Guna Langsung pada Objek Wisata Pantai Mangrove Kampung Nipah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara Bangun, M. Fadhillah Rasyid; Purwanti, Frida; Ayuningrum, Diah
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61994

Abstract

Pantai Mangrove Kampung Nipah berlokasi di Desa Sei Nagalawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Pantai Mangrove Kampung Nipah merupakan salah satu objek wisata perairan yang memiliki potensi wisata dan perikanan serta belum terukur secara ekonomi sehingga penting untuk mengetahui potensi dan besarnya nilai ekonomi wisata dan perikanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi wisata, nilai ekonomi wisata serta nilai ekonomi pemanfaatan mangrove dan perikanan tangkap Pantai Mangrove Kampung Nipah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif pada bulan Juli 2022 di Pantai Mangrove Kampung Nipah. Data didapatkan melalui Wawancara terhadap 100 wisatawan, 1 pengelola wisata dan 11 nelayan sekitar menggunakan accidental sampling untuk wisatawan dan purposive sampling untuk pengelola wisata dan nelayan. Potensi wisata didapatkan dari persepsi wisatawan, analisis nilai ekonomi wisata dilakukan dengan pendekatan Travel Cost Method, analisis nilai ekonomi pemanfaatan mangrove dan perikanan tangkap menggunakan pendekatan Market Price. Potensi wisata Pantai Mangrove Kampung Nipah yang meliputi daya tarik wisata, fasilitas objek wisata dan pelayanan pengelola wisata dalam kategori baik. Nilai ekonomi wisata Pantai Mangrove sebesar Rp.3.440.426.850/tahun dengan rata-rata biaya kunjungan per individu sebesar Rp.104.550/kunjungan. Nilai ekonomi pemanfaatan mangrove berjumlah sebesar Rp 96.580.000,00/tahun. Nilai ekonomi perikanan tangkap berjumlah Rp. 506.880.000/tahun untuk batas lower dan Rp.721.440.000/tahun untuk batas upper.
Analisis Kesesuaian Pengembangan Wisata Pantai Blebak Kabupaten Jepara Wardhani, Pramudia; Purwanti, Frida; Prakoso, Kukuh; Haeruddin, Haeruddin; Rahman, Arif
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60307

Abstract

Pantai Blebak adalah salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Kabupaten Jepara yang terletak di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Pantai ini memiliki pemandangan pantai yang indah dengan air yang cukup jernih dan ombak yang sangat tenang sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi responden terhadap potensi dan ancaman di Pantai Blebak dan mengetahui Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Blebak. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2023. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) menggunakan analisis kuantitatif. Analisis persepsi wisatawan, masyarakat dan pengelola terkait potensi dan ancaman wisata menggunakan analisis kualitatif. Kuesioner disebarkan kepada 50 responden wisatawan menggunakan teknik accidental sampling, serta 30 responden masyarakat dan 10 responden pengelola menggunakan teknik purposive sampling. Persepsi wisatawan, masyarakat dan pengelola terkait potensi dan ancaman wisata Pantai Blebak memberikan nilai yang baik. Hasil perhitungan IKW Pantai Blebak sebesar 2,76 sehingga sangat sesuai untuk dijadikan sebagai wisata rekreasi pantai.
Upaya Pengelolaan Kawasan Ekowisata Mangrove di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal Ilhamsyah, Ahmad; Purwanti, Frida; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28315

Abstract

Hutan mangrove telah banyak dijadikan destinasi wisata alam karena mengedepankan pendekatan berkelanjutan dan konservasi sumberdaya alam. Pengembangan destinasi wisata yang mengedepankan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan pendapatan daerah, salah satunya di kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi wisata, persepsi responden, dan upaya pengelolaan di kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya. Penelitian dilaksanakan bulan SeptemberOktober 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Potensi wisata magrove dilihat dari kerapatan dan jenis mangrove, persepsi responden dengan menyebar kuisioner dan wawancara 50 orang masyarakat, 10 orang pengunjung dan 5 orang pengelola, dan didapatkan dari analisis SWOT. Hasil penelitian terdapat 3 jenis mangrove yaitu Rhizopora sp, Bruguiera sp., dan Avicennia sp. Jenis mangrove yang mendominasi adalah Rhizopora sp. Potensi kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya, antara lain: pemandangan yang menarik, sarana pemancingan, jalur tracking, dan menara pandang. Persepsi masyarakat yang tahu fungsi mangrove 88,9%, kondisi mangrove yang baik 68,9%, dan masyarakat yang memanfaatkan mangrove 11,1%. Persepsi pengelola untuk kelengkapan fasilitas 100% kurang lengkap. Untuk persepsi pengunjung 80% mengatakan keterlibatan masyarakat penting, sedangkan promosi ekowisata 70% kurang baik. Upaya pengelolaan kawasan ekowisata mangrove di Desa Kartika Jaya adalah hasil analisis SWOT yaitu dengan meningkatkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan mangrove melalui kerjasama dan LSM, menciptakan peluang pendapatan ekonomi masyarakat dari hasil produk pengolahan mangrove dan wisata perahu serta meningkatkan produksi dan pemasaran wisata melalui kerjasama pihak ke-3, meningkatkan jumlah wisatawan dengan memaksimalkan Pokdarwis dan kearifan lokal yang ada melalui keramah tamahan masyarakat.
Co-Authors - Adhian - Supriharyono Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Agustina Risqiani Ainni, Chusnul Firaqie Alin Fithor Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Amir Suharto Rumalean Angesti Lintang Pristira Apriliana, Wahyu Ika Arif Rahman Arif Widiyanto Atrasina Adlina Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Dwiloka Bambang Sulardiono Bangun, M. Fadhillah Rasyid Beni Sabdo Nugroho Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto cahyadi, jimmy Churun A'in Churun Ain Churun Ain Dedy Soedharma Desrina Desrina Deviana, Desi Avinda Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djoko Suprapto Donny Juliandri Prihadi Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Firdaus, Nur Salsabila Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S Alikodra Haeruddin Haeruddin Ilhamsyah, Ahmad Jefryco, Siahaan Komah, Siti Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Hima Desy Liana, Tri Budi Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Mutia Ismi Febrianti Nafisah, Nailin Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prawiro, Hendro Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Rajib Jaka Dwinta Chandra Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Rizky Muliani Dwi Ujianti Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno Sri Rejeki Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Vera, Grecya Christa Wardhani, Pramudia Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati Yusuf Kamlasi