Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Gizi Ibu Menyusui di Posyandu Merak Kota Palopo Tahun 2023 Kasmayani, Kasmayani; Dwi Yanti, Yuniar; Hastuty, Dewi; Adeliana, Adeliana; Arnianti, Arnianti
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 2 No. 2 (2023): Desember Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/a38tj319

Abstract

Gizi seimbang penting bagi ibu menyusui karena sangat erat kaitannya dengan produksi air susu. Pemenuhan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap status gizi ibu menyusui dan tumbuh kembang bayinya. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi bagi ibu yang menyusui dan meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya menjaga gizi pada saat menyusui di Posyandu Merak Kota Palopo Tahun 2023. Metode pelaksanaan yaitu ibu menyusui diberikan penjelasan materi tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu menyusui. Hasil kegiatan ini menunjukkan rerata pengetahuan dari 20 peserta didapatkan nilai mean sebelum penyuluhan kesehatan gizi adalah 7.50 dan sesudah penyuluhan gizi adalah 15.75. Dari hasil kegiatan ini diharapkan pengetahuan ibu akan bertambah dan pola pikir ibu menjadi lebih baik sehingga perilaku ibu dalam mengkonsumsi makanan akan lebih baik lagi. Konsumsi makanan yang baik akan berpengaruh pula terhadap asupan gizi dan metabolisme tubuh, sehingga mempengaruhi kualitas dan komposisi produksi ASI.
Hubungan Anemia dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Puskesmas Malili Adeliana, Adeliana; Arnianti, Arnianti; Kasmayani, Kasmayani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.494

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah suatu kondisi dimana bayi memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Berat badan lahir rendah (BBLR) saat lahir merupakan salah satu faktor penentu bagaimana program kesehatan dirancang dan dilaksanakan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian neonatal. Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR antara lain Ibu dengan riwayat kehamilan anemia dazn Kekurangan Energi Kronik (KEK) . Tujuan: untuk mengetahui hubungan anemia dan kekurangan energi kronis dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Uptd Puskesmas Malili Luwu Timur Tahun 2024 . Metode: Penelitian merupakan penelitian kuantitatif  dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini semua ibu yang memiliki bayi di Uptd Puskesmas Malili Luwu Timur yaitu sebanyak 40 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat, uji bivariat yang digunakan adalah uji chi-square menggunakan laptop dengan program Microsoft Excel dan program statistik (SPSS). Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR di UPTD Puskesmas Malili Luwu Timur tahun 2024. Dengan nilai p = 0,112 > α = 0,05 dengan uji Chi Square. Dan tidak terdapat hubungan antara Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan kejadian BBLR di UPTD Puskesmas Malili Luwu Timur tahun 2024. Dengan nilai p = 1,345 > α = 0,05 dengan uji Chi Square
Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Trimester I Dengan Anemia Di Pustu Tobadak Tahun 2021 kasmayani, kasmayani; Mawarni, Mira; Adeliana, Adeliana; Arnianti, Arnianti
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i3.1060

Abstract

Status gizi ibu pada kehamilan berpengaruh pada status gizi janin, Asupan makanan ibu dapat masuk ke janin melalui tali pusat yang terhubung kepada tubuh ibu. Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia di Puskesmas Tobadak Tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 . Teknik pengambilan sampel adalah secara Total Populasi sebanyak 40 orang. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lila atas dan Hb Sahli. Hasil penelitian menunjukan bahwa 5 orang (12.5%) ibu hamil IMT Normal tidak mengalami Anemia, 7 orang (17.5%) Ibu Hamil IMT Normal mengalami Anermia, 21 orang (52.5%) Ibu Hamil IMT tidak Normal tidak mengalami Anemia, 7 orang (17,5%). Hasil penelitian Ibu Hamil IMT tidak Normal mengalami Anemia dan nilai X2=0.06 menunjukkan nilai H0 lebih besar dari Ha yang berarti tidak ada hubungan antara status gizi IMT dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I di pustu Tobadak dan nilai odd ratiao (OR) sebesar 4,103. Kesimpulan banyak ibu hamil dengan status gizi kurang dan anemia. di sarankan pada ibu hamil meningkatkan asupan gizi dan mengonsumsi tablet Fe, dan memeriksakan kehamilannya sebanyak 4 x selama kehamilan. Kepada petugas kesehatan agar memberikan konseling pada ibu hamil saat pemeriksaan.
The Relationship of Knowledge and Occupation with the Incidence of Anaemia in Pregnant Women Arnianti Arnianti
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3268

Abstract

Anaemia is one of the indirect causes of death of pregnant women. Anaemia in pregnancy is a condition where the hemoglobin level of the pregnant women is lower than 11.0 g/dL. The objective of this research was to identify the effect of knowledge and occupation on the incidence of anaemia in pregnancy. Method: The research was conducted in the working areas of the Bara Permai Health Center, Benteng Health Center and Wara Selatan Health Center in Palopo City. This research employed an analytical observational study with a case control study research design. The sampling used a purposive sampling technique. The sample size in this study was 99 samples consisting of 33 cases and 66 controls.Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi square test. Finding: The risk factor identified to be related to the incidence of anaemia in pregnancy was knowledge with an Adjusted OR (AOR) = 4.126 (95% CI = 1.574-10.820), with p -value = 0.003 (p<0.05). Meanwhile, occupational factors were found not to be related to the incidence of anaemia in pregnancy. Conclusion: There is a significant influence of the knowledge level on the incidence of anaemia in pregnancy.
Efektivitas Kelas Ibu Hamil Dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang Faktor Risiko Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Kota Palopo Arnianti Arnianti; Dewi Hastuty; Yenni; Rosita; Yuniar Dwi Yanti; Jumriana Ibriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.172

Abstract

Background: Anemia is the most common health problem in developing countries, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of prenatal classes in preventing anemia at the Wara Community Health Center in Palopo City. Method: This type of research is a quasi-experimental study with a One Group Pretest Posttest Design approach. Before the intervention was given, respondents were given a pretest first and then continued with treatment with intensive prenatal class learning for 2 x in 1 month. After being given prenatal class learning, participants took a posttest. This study was conducted in the Wara Community Health Center Working Area in Palopo City. A total of 30 samples were selected using fixed exposure sampling, consisting of 30 pregnant women who attended the prenatal class. Knowledge data collection used interview techniques and questionnaire instruments. Bivariate analysis was carried out using a normality test to determine whether the data was normally distributed as a requirement to continue the Paired Sample T-test analysis with a probability value level (α) of 0.05 (95%). Results: After the intervention, 26 (87%) pregnant women had good knowledge, 2 (7%) had sufficient knowledge, and 2 (7%) pregnant women had low knowledge. The results of the paired sample T-test showed a significant influence of the class of pregnant women in increasing knowledge about anemia risk factors with a sig value (0.000 <0.05. Then there was a difference in the average value between the pretest and posttest with a Mean Paired Differences of -4.366 (8.4333-12.8000 = -4.366) and the difference in the difference was between -5.19575 to -3.53758 (95% (Confidence Interval of the Difference Lower and Upper).
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA Arnianti; Dewi Hastuty; Yuniar Dwi Yanti; Adeliana; Yenni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 5 No 1 (2026): JPKM PUSTINGKIA JANUARI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v5i1.1043

Abstract

Background: Anemia is still a serious health problem in pregnant women in Indonesia, with a prevalence reaching 48.9%. This condition not only increases the risk of maternal and child mortality, but also has an impact on the quality of human resources as a whole. Therefore, handling anemia in pregnancy requires quality health interventions. Objective: This community service aims to improve the knowledge of pregnant women about preventing anemia. Method: This activity is carried out by providing education through leaflets, lectures, discussions, and question and answer sessions. The increase in knowledge is measured by comparing the results of the pretest and post-test descriptively. Results: Before education (pre test), only 33% of pregnant women had good knowledge. After education (post test), the percentage of pregnant women with good knowledge increased sharply to 73%. This figure shows a significant increase in knowledge. Conclusion: Health education about preventing anemia is effective in improving the knowledge of pregnant women.
Pemberian Edukasi dan Keterampilan Pijat Laktasi untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Kasmayani; Yuniar Dwi Yanti; Dewi Hastuty; Adeliana; Arnianti; Nova Ramadani; Intan; Rahma Yanti
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/jc7r9k21

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami bagi bayi dengan kandungan gizi yang paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. Menurunnya produksi ASI pada ibu menyusui menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI eksklusif selama 0-6 bulan pertama. Beberapa ibu mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menyusui karena ASI yang belum keluar, ASI yang sedikit atau puting yang lecet. Pijat laktasi merupakan salah satu metode perawatan payudara tanpa rasa sakit yang dapat merangsang kekuatan otot-otot payudara untuk meningkatkan produksi ASI.Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi dan keterampilan pada ibu tentang manfaat pijat laktasi dan cara melakukan pijat laktasi untuk meningkatkan produksi ASI ibu. Metode pengabdian yang dilakukan adalah ceramah tentang manfaat pijat laktasi dan praktik cara melakukan pijat laktasi. Hasil evaluasi pelaksanaan sebelum diberikan penyuluhan kategori pengetahuan cukup (58,8%) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi (88,2%) artinya kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Edukasi Nutrisi Seimbang untuk Kesehatan Ibu dan Janin Arnianti; Yenny Afrianty; Dewi Hastuty; Adeliana; Dhea Aulia; Andi Sri Rahayu Baso
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2z9xjk54

Abstract

Pengetahuan nutrisi seimbang yang rendah pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya malnutrisi maternal yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin, peningkatan risiko komplikasi, bayi lahir rendah, dan stunting.  Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu hamil tentang nutrisi seimbang melalui pemberian edukasi nutrisi seimbang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan dengan observasi, sosialisasi, intervensi pemberian edukasi, pendampingan serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 orang ibu hamil yang mengikuti edukasi nutrisi seimbang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxom untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa terdapat 67% responden memiliki pengetahuan rendah, 13% berpengetahuan cukup, dan 20% berpengetahuan tinggi. Setelah diberikan edukasi nutrisi seimbang, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 67% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 33% berpengetahuan cukup, serta tidak ditemukan responden memiliki pengetahuan rendah. Hasil uji Wilcoxom menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi nutrisi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya nutrisi bagi kesejahteraan ibu dan janin. Kegiatan ini memberikan implikasi terhadap perubahan perilaku hidup sehat ibu hamil, dan penurunan risiko komplikasi KEK, bayi berat lahir rendah. Hasil pengabdian kepada masyarakat menyarankan agar program edukasi nutrisi diintegrasikan pada layanan antenatal care secara rutin dan dilakukan tindak lanjut melalui monitoring berkelanjutan serta pengembangan media edukasi yang inovatif.
The Relationship Between Prenatal Attachment and Compliance with Iron Tablet Consumption in Pregnant Women in the Working Area of the Benteng Arnianti Arnianti; Kiki Reski Rahmadani Bakri
Jurnal Kebidanan Vol 15, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.15.1.2026.8-13

Abstract

Introduction: Prenatal attachment is a close, warm, and loving cognitive and emotional bond that forms between a mother and her fetus, aimed at the well-being of both the mother and the fetus. This bond is known to encourage healthy behaviors, such as adherence to iron tablet intake during pregnancy. Objective: To determine the relationship between prenatal attachment and adherence to iron tablet consumption in the service area of the Benteng Community Health Center in Palopo City. Methods: A cross-sectional design involving 33 third-trimester pregnant women using total sampling. Prenatal attachment was measured using the Indonesian version of the Prenatal Attachment Inventory (IPAI), and adherence was measured using a questionnaire.  Data analysis was performed using Fisher’s Exact Test. Results: Prenatal attachment was significantly associated with iron tablet adherence (p = 0.004 < p = 0.05). A total of 51.5% of pregnant women had high prenatal attachment, and 60.6% of pregnant women had high adherence. Conclusion: Prenatal attachment, a healthy lifestyle behavior among pregnant women, has been proven effective in improving adherence to iron tablet consumption. A close, warm, and loving emotional bond between the mother and the fetus can be utilized in antenatal care practice.
Jalur Determinan Anemia pada Ibu Hamil: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, dan Status Gizi Arnianti Arnianti; Yenni Yenni; Riska Sabriana; Dewi Hastuty; Adeliana Adeliana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/q4whxw31

Abstract

Anemia maternal masih menjadi masalah utama di dunia, terutama di negara berkembang dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor perilaku dan gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jalur hubungan langsung dan tidak langsung antara pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, status gizi maternal, dan anemia maternal pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah Studi analitis cross-sectional (kriteria STROBE) pada 99 ibu hamil di Sulawesi Selatan menggunakan analisis jalur PLS-SEM. Pengetahuan ibu berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (?=0,248, t=2,057, dan ?=0,048) dan kadar hemoglobin (?=0,267, t=2,169, dan ?=0,030). Kepatuhan konsumsi Tablet Fe juga signifikan terhadap Hb (?=0,255, t=2,069, dan ?=0,039). Namun, status gizi (LILA) tidak memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan hemoglobin (?=0,007, t=0,062, dan ?=0,950), begitu pun dengan kadar hemoglobin (?=0,023, t=0,268, dan ?=0,789). Perilaku dan kognitif, serta kepatuhan konsumsi Tablet Fe, memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar hemoglobin dibandingkan dengan jalur status gizi.